
Aludra bangun tidur dengan nyaman, terus ketika dia mencoba mengerakan pahanya seperti ada rasa sakit yang secara samar di bagian pantat. Dia baru sadar bahwa ketika tadi malam dia melakukan hubungan terlarang.
Dia masih terpejam matanya tapi Aludra dalam hati panik, jika Bella mengetahui apakah reaksinya.
Dia mencoba bangun tidur dan membuka matanya tapi tiba-tiba..
"Ehhh..?" Aludra terpana dia ketika bangun tidur, dia bingung dengan sekelilingnya bahwa tempat ini bukan tempat dia.
Dia menoleh ke kiri dan menemukan bahwa Bella sedang tidur dengan pakaian minim tapi mata Bella melihat Aludra dengan sedikit menyringai.
Aludra keget dan mundur ke kanan tapi tangan dia ketika mundur memegang benda yang sangat lembut dan kenyal. Ketika dia menyuntun ada suara nakal yang keluar.
"Ahh..!"
Aludra dengan sadar menoleh ke kanan dia milihat bahwa ada Elia yang sedang terdidur dan matanya menatap dirinya dengan senyum menawan.
"Guru Aludra apakah kamu suka memainkan gunung aku." Elia tersenyum cabul ketika gunung di cengkaram oleh tangan indah Aludra.
"Aku.. Aku..!" Aludra otaknya kosong dia bingung setengah mati, dia berkata kepada diri sendiri bahwa dia entah kenapa ketika membuka mata sudah di tempat yang berbeda, dengan bertelanjang.
"Aku..aku dimana ini...!" Aludra berkata kepada Bella bahwa dia sedang berada di mana. Dan ketika Bella hendak menjawab tiba-tiba pintu teebuka dan memunculkan sosok Fai dengan menatap dirinya dengan senyum lembut.
"Apakah kamu sudah bangun." Kata Fai sambil menatap Aludra terus menerus.
Aludra masih kosong dan tidak menjawab tapi Fai mendekati dan menyerahkan handuk ke padanya.
"Ini handuk gunakan untuk menutupi tubuh kamu yang telanjang." Kata Fai.
Baru saat itulah Aludra menyadari bahwa dirinya tanpa busana. Dan dengan malu dia mengambil handuk itu di tangan Fai.
Ketika dia hendak memakai handuk dan mencoba untuk di lingkarakan ke bagian tubuh dia merasa bahwa gunung itu menjadi besar.
"Ini..!" Aludra masih bingung.
"Lihatlah Guru Gunung kamu sudah bertambah menjadi besar bukankah Guru yang kamu mau?" Kata Bella dengan bercanda.
"Kamu apa yang kamu bicarakan hah!" Aludra melototi Bella dengan malu tapi dia memarahi seperti anak kecil.
Tapi ngomong-ngomong masalah Gunung dia menyadari bahwa ini adalah penyebab wanita di sekitar Fai mempunyai bentuk gunung yang indah, sehinga dia berpikir apakah jika dirinya menjadi wanita Fai akan mempunyai gunung yang fantastis juga?
"Tepat sekali jika kamu menjadi wanita aku yakinlah gunung kamu akan menjadi indah dan fantastis!" Fai langsung berbicara setelah apa yang dia ketahui di pikiran Aludra.
"Kamu jangan omong kosong tidak mungkin aku menjadi wanita kamu..!" Aludra sangat malu bahwa pikiran dia di baca oleh Fai.
"Jika kamu tidak menjadi wanita aku, kamu akan berkarat lagi. Kamu juga sudah mengetahui bahwa aku lah satu-satunya yang tidak mempan racun tubuh kamu. Jika kamu tahu maka harus paham." Kata Fai sambil memberitahu.
"Tidak-tidak.." Aludra masih bersikeras sambil mengelengkan kepalanya.
"Jika kamu tidak mau maka harus di paksakan..!" Kata Fai sambil meraih Aludra yang sedang duduk di kasur.
"Tidak...!" Aludra menolak tapi tubuh tidak ada perlawanan seseolah menantikan adegan itu.
"Ulalala!"
"Ulalala!"
"Ulalala!"
"Ulalala!"
"Ulalala!"
Setelah beberapa jam Aludra di perkosa, ahirnya dia menyerah dan pertahanan tali pendirian yang dia pegang selama tujuh puluh tahun pecah dan runtuh. Sehinga sekarang raut wajah Aludra menjadi cabul dan di alat vital itu sangat deras air yang menetes.
"Pangil aku suami!" Fai menyringai.
"Suami!" Aludra sedikit malu tapi masih berbicara.
Sementara itu Bella dan Elia hanya memandang adegan Aludra yang sedang musim semi bersama Fai. Walau dia tidak melakukan tapi di alat viberator Elia di depan mengeluarkan cairan terus menerus dari lobang kecil itu. Dan Bella dia hanya memainkan adik laki-laki palsu dengan mengusap-usap sampai menembakan cairan terus menerus.
Sudah beberapa jam Aludra di lecehkan sehinga gunungnya bertambah besar lagi sehinga dia merasakan rasa berat di bagian dadanya.
...****************...
__ADS_1
Mereka bertiga sudah memakai baju dengan rapi dan Fai juga melihat wajah Aludra menjadi cerah dan sedikit ber seri-seri.
"Batuk!"
Aludra terbatuk dan dia berbicara kepada Bella dengan malu. Aludra berbicara seperti ini. "Bella benda apa itu yang ada di bagian depan kamu? itu seperti adik laki-laki? Apakah kamu sebenarnya seseorang pria bukan wanita?"
"Humm ini adalah alat sesuatu yang di sisipkan oleh Fai yang seperti adik laki-laki, ngomong-ngomong aku masih wanita bukan pria." Bella menjawab dengan malu karena dia sekarang mempunyai alat vital pria di itunya.
Aludra berkata kepada Elia. "Kamu juga di kedua lobang itu ada benda yang menancap apakah kamu tidak merasakan tidak nyaman?"
Elia malu dan menjawab. "Benda itu juga Fai yang menyisipkan, adapun meraskan tidak nyaman menurutku ini adalah kenikmatan yang sebenarnya bahkan aku sudah memutuskan bahwa benda ini tidak akan pernah aku lepaskan selama hidupku."
"Aku tidak bisa berkata-kata terhadap kamu, menurut aku kamu itu tidak normal sangat gila." Aludra berkata kepada kedua orang itu sambil bercanda.
"Selamat guru kamu sudah melepaskan keperwananannya selama tujuh puluh tahun dan selamat juga kamu sudah resmi menjadi bagian wanita Fai." Tiba-tiba Bella mengalihkan topik karena malu.
"Hum!" Aludra menganguk dengan malu.
Fai yang melihat mereka bertiga tertawa bahagia dia juga ikut senang.
Ahirnya Fai sudah meminta izin kepada kedua wanitanya bahwa dia akan berpetualang di kerajaan lain.
Dia juga sudah membicarakan kepada orang tua dan lainya.
Tapi sebelum itu Fai memberi sebuah tato di tangan Aludra dengan tulisan tangan kanan Fai dan tangan kiri nama dia sendiri. Bukan hanya di bagian itu saja dia menato di kiri gunung dengan tulisan "Adik laki-laki!
Setelah itu Fai membuat kecupan kepada ketiga wanitanya.
Setelah selesai dia membawa ketiga untuk keluar dari kamar.
Begitu keluar dari kamar Nuwa yang sedang duduk sedang meminum teh terkejut bahwa di dalam kamar Fai memunculkan satu wanita lagi.
Dan itu wanita yang sangat cantik dan bergunung besar dan dia juga melihat tulisan indah di setiap tangannya.
Aludra malu ketika dia bertemu Nuwa tapi sebum itu dia terkejut bahwa wajah Nuwa memiliki wajah yang sangat cantik dan dia juga melihat bahwa dia memiliki gigi taring yang sedikit menijol sehinga tatapan itu sangat mematikan bagi pria mana pun.
"Oh nak apakah kamu juga mengikat satu ekor wanita cantik lagi." Nuwa tersenyum kepada Fai dengan duduk angun seperti permasuri.
"Ibu benar sekali..!" Setelah berkata Fai meraih tangah Aludra dan membawa dia di hadapan ibunya dan berkata lagi. "Ibu pernenalkan dia adalah Aludra guru Bella dan sekaligus kekasih aku."
Sebenarnya ada sedikit rasa cangung di hati Aludra karena dengan umur dirinya dan ibu Fai tergolong terpaut jauh dengan Aludra tujuh puluh tahun dan Nuwa empat puluh tahun. Tapi karena dia sekarang menjadi wanita Fai dia harus mengikuti formalitas.
Nuwa senang dan menganguk sambil tersenyum bahwa Fai sangat pintar dalam mencari wanita yang bagus dan cantik.
"Bagus..bagus hahaha ayo kita sarapan!" Nuwa tertawa bahagia sambil menyuruh mereka semua untuk makan bersama.
...****************...
Setelah mereka selesai makan ahirnya Fai memecah kesunyian bahwa dia sudah waktunya untuk pergi berkelana.
Setelah Fai mengeluarkan suara yang tadinya Nuwa gembira menjadi serius.
"Nak jika kamu berpetualangan jika musuh lebih kuat dari kamu, kamu jangn bodoh karena nyawa lebih penting."
Semua orang yang ada di situ juga menganguk setuju karena Fai adalah Tuan dan sekaligus pasangan dari ke tiga wanita itu.
"Yakinlah bu tidak ada yang bisa melukai sedikit dari helai tubuh aku!" Kata Fai dengan percaya diri. Dia juga menjelaskan bahwa dia akan bersikap rendah hati dan tidak arogan.
Dengan menjadi tukang sapu saja dia akan mendapatkan bakat baru jika target membocorkan sedikit kekuatanya maka sitem membunyikan "Bip."
"Aku percaya kamu tapi nak apakah kamu berpetualang akan memetik wanita cantik lagi?" Tiba-tiba Nuwa berkata seperti itu hinga ketiga wanita Fai menyemprotkan minumannya di depan. Dan ketiga wanita itu menatap tajam ke arah Fai.
"Hhehe jika di takdirkan untuk mendapatkan maka aku tidak bisa menolak!" Fai berkeringat deras.
"Jika seperti itu maka aku tidak ada kata-kata lagi yang di ucapkan semoga kamu bisa memanen bakat di luar sana." Nuwa memberikan suport kepada Fai.
"Yah!" Fai menganguk.
Fai setelah makan meraih tangah Aludra dan meningkatkan bakat racunnya sehinga dia terkejut akan penemuan itu yang lebih terkejut adalah dia juga mendapatkan bakat mayat hidup sehinga mata Aludra menatap Fai dengan luar biasa.
Fai juga memberikan cincin penyimpanan dengan selusin senjata yang aneh dan ada lusinan rokok.
Setelah menjadi wanita Fai dia di ajarkan merokok oleh Bella. Awalnya dia menolak karena dia perempuan dan sekaligus menjadi kepala akademi.
__ADS_1
Sebagai kepala akademi dia harus menjadi teladan, tapi Bella memakasa bahwa harus mencoba satu bungkus rokok maka Bella tidak memaksa lagi.
Ahirnya Aludra menyetujui dia menghabiskan satu bungkus rokok. Karena kandungan racun pada rokok ini sangat tingi, yang pada awalnya Aludra sudah berjani hanya merokok satu bungkus tanpa sadari dia kecanduan berat sehinga dia menghabiskan dua bungkus.
Sekarang Aludra menjadi pecandu berat.
Di samping itu semua orang tidak begitu kaget ketika Fai memberikan bakat karena sudah melihatnya sehinga dia tidak ada reaksi apa pun dari wajahnya.
"Bagaimana apakah puas?" Fai tersenyum lembut kepada Aludra.
"Ini.. Umm terimakasih Fai." Aludra senang dan memeluk sedikit Fai dengan malu.
"Tidak masalah ayo aku akan mengatar kamu ke akademi!" Kata Fai dan langsung membuka retakan ruang.
Tapi sebelum itu dia berbicara kepada wanitanya dan ibunya bahwa setelah mengantar Aludra dia akan pergi berpetualang.
Mereka semua juga memberi salam hati-hati kepada Fai, setelah itu Fai dan Aludra memasuki retakan ruang.
Di dalam kamar Emma bingung dia mencaru Tauanya tapi dia tidak menemukan. Dia hanya melihat bahwa di kamar Aludra berantakan dan ada cairan yang membasahi selimut milik Aludra sehinga dia bingung.
Dia mengecek cairan yang menempel di selimut ketika dia mengecek Emma mengetahui bahwa cairan ini adalah milik kaum pria.
"Apakah tuanya tadi malam bercinta sama seseorang? Kenapa aku tidak mengetahui?"
Dia berpikir dengan keras.
Ketika dia sedang berpikir ada retakan ruang yang terbukak dan memunculkan dua orang Aludra dan Fai.
Aludra melihat Emma, Emma juga melihat Aludra dan Fai.
Di sisi Aludra dia melihat bahwa Emma sedang menyentuh cairan yang ada di selimutnya sehinga dia memerah sambil panik langsung merebut selimut itu sambil berteriak malu.
"Kamu apa yang sedang kamu lakukan di sini!" Aludra berkata sambil memarahi dengan malu sambil menarik selimut yang ada di tangan Emma.
Emma masih bingung tapi ketika dia melihat bahwa Fai bersama Aludra paham dan menyringai. "Tuan maaf aku tadi mencari tuan tapi tidak ada, umm ngomong-ngomong selamat kepada tuan karena sudah melepaskan masa lajang selama tujuh puluh tahun."
"Ka..ka..ka..kamu tutup mulut jangan omong kosong!" Aludra malu dan menyuruh Emma keluar.
"Ups!" Emma pura-pura takut dan menigalkan mereka berdua.
"Kamu sudah di sini aku akan pergi." Kata Fai dengan lembut.
"Kamu apakah begitu terburu-buru." Aludra kecewa dia ingin sekali bersama Fai tapi dengan setatusnya tidak memungkin kan.
"Jika kamu masih engan ayo kita ciuman!" Kata Fai dengan senyum lembut langsung meraih bibir Aludra.
"Mmmmmhh!" Aludra di cium langsung memejam kan matanya sambil menikmati.
Mereka berciuman 10 menit.
Mereka ahirnya melepaskan ciuaman dengan engan kedua bibir itu juga saling menjilat liur yang di bibir masing-masing.
"Aku pergi..!" Fai menganguk dan memandang Aludra.
"Yah, hati-hati pulang lah dengan selamat!" Kata Aludra sambil menahan mata memerah karena ingin menangis.
Alasan dia menangis karena dia menghabiskan waktu yang bahagia bersama Fai hanya singkat sehinga dia masih engan.
Sama sepeerti Elia dan Bella, Fai juga memberikan alat Android untuk berhubung. Tapi sebenarnya Aludra yang mempunyai telepati tidak di perlukan, anda perlu mengirim suara lewat telepati kepada Aludra.
Tapi Fai adalah bajingan mesum sehinga dia ingin meminta semua wanitanya mengrim foto-foto kegiatan mereka sehari-hari.
Fai juga meminta Aludra untuk sering bermain kerumah Nuwa.
Setelah itu Fai membuka ruang dia sudah memutuskan dia akan pergi ke negara Falas. Dalam pengetahuan negara Falas yang dia baca dari pikiran Aludri ada satu akademi yang populer dan Fai menargetkan akademi itu untuk berpura-pura menjadi tukang sapu, sehinga dia diam-diam mencuri semua bakat dan keterampilan.
Fai memasuki ruangan dan dia sudah tiba di hutan samping dari akademi yang dia di sebutkan.
Tapi ketika Fai membuat celah dan dia sudah mengubah bajunya dengan seragam akademi itu, tiba ketika dia melangkah kedepan dia melihat ada wanita bertelanjang dada sedang mandi di mata air panas.
"Bajingan..!" Fai kaget tidak bisa memarahi ibunya.
...****************...
__ADS_1
BACA JUGA YA KARYA KEDUA AKU DENGAN JUDUL 👉SENI NAGA KUNO TAIKO👈
...****************...