Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Kamu Bukan Tipe Aku


__ADS_3

Bab 114 Kamu Bukan Tipe Aku


"Ok dengan ini kita deal." Kata Fai sambil berjabat tangan dan merasakan senasi kulit selembut batu giok


Kemudian Fai melepaskan tanganya dan pergi tanpa menoleh dan dia menghilang di ke hampaan.


Setelah Numan memastika bahwa Fai sudah menghilang dia lega dan menghembuskan nafas. "Apa yang terjadi kenapa aku begitu gugup terhadap bocah itu."


Dia mengingat wajah Fai walau hanya sekilas dia mengagumi bahwa dia memiliki wajah ketampaman di atas rata-rata.


Di bandingkan ketampanan suami di masa muda mungkin Zack kalah.


"Apa yang aku pikirkan kenapa aku membanding-bandingkan bocah itu dengan suami?" Dia tidak tahu dan mengelengkan kepalanya dan mencoba bersikap tenang walau masih ada detak jantung.


Fai menembus ruang untuk menghindari dia bertemu dengan Elona dan dia sudah ada di halaman pelataran yang ingin di sapu.


"Srak!"


"Srak!"


"Srak!"


Ketika dia sedang menyapu, secara tiba ada Elona dari kejauhan sedang berlari untuk menghampirinya.


Dia tidak berdaya selama anda masih dalam jangkauan akademi ini maka anda begitu mudah di temukan.


Sekarang raut wajah Fai penuh garis hitam.


"Kapan kamu di sini? Kenapa aku tidak melihat kamu ketika keluar!" Elona terengah-engah karena dia berlari ketika mendekati Fai.


"Apakah aku harus melapor? Apa yang aku suka tidak harus membuat ijin kan?" Kata Fai dengan bingung.


"Itu benar, tapi aku hanya ingin tahu percakapan apa yang kamu bicarakan dari guru Numan di ruangan tadi." Kata Elona dengan ingin tahu.

__ADS_1


"Dia hanya mengajak untung bertanding, menjadikan dirinya perwakilan akademi Falas ini dan melawan semua akademi kerajaan Falas." Fai menjelaskan apay yang dia ketahui. Tentu saja dia tidak akan menceritakan kesepakatan antara dirinya dan Numan.


"Oh siapakah selanjutnya yang akan menjadi perwakilan akademi ini?" Dia bersemangat mungkin bisa jadi, dia selanjutnya untuk menjadi perwakilan.


"Hanya ada dua orang tentunya, orang yang satunya bukan kamu." Jawab Fai dia menatap Elona dengan aneh, dia merasa bahwa Elona sangat percaya diri tanpa berpikir.


"Jadi siapa itu?" Dia ingin tahu.


"Aku juga tidak tahu," Fai mengangkat bahu dan tidak ingin menjawab. Walau dia sebenarnya tahu tapi dia tidak akan mengatakan karena, apakah anda begitu seperti wartawan yang secara terus menerus berkata tanpa pamrih kepada Elona.


Begitu dia mendengarkan, Elona masih curiga bahwa Fai mengatakan yang tidak sebenarnya.


Fai juga paham bahwa apa yang di katakan dirinya kepada Elona itu tidak berguna, tapi apakah itu begitu peduli siapa anda, anda bukan siapa-sapa, apakah harus menjadi seseorang yang berbelas kasih dan dermawan.


"Apakah ada yang lain?" Fai berkata lagi, dia ingin secepatnya menyingkirkan Elona ini.


"Tidak ada." Kata Elona dengan singkat.


"Terus kenapa kamu masih disini?" Kata Fai dia mengerutkan alisnya sambil menatap Elona dengan curiga.


"Lupakan!" Fai ingin menangis dia tidak peduli lagi kepada dia, menghadapi wanita yang tidak masuk akal, maka kata-kata anda tidak berguna sama sekali.


Sambil menyapu dia sudah beberapa hari tidak melihat Callin mungkin dia sedang berlatih. Dia juga tidak tahu di mana Callin berlatih. Saat itu dia memutuskan untuk bertanya kepada Numan.


Merasa ketika dia sedang di awasi terus menerus oleh Elona dia berkata seperti ini. "Kamu terus menerus menatap wajah aku, apakah kamu memiliki rasa suka terhadap aku?"


"Aku..?" Elona tidak bisa berkata. Tapi dia menundukan kepalanya dengan wajah memerah.


"Jika kamu menyukai aku, harap buang-buang sejauh mungkin, jika kamu tidak mundur mungkin akan tau akibatnya." Apa yang anda tahu bahwa Fai tidak memiliki sedikit rasa simpati atau perasaan suka terhadap Elona. Terlebih, dengan sifat Elona yang tidak masuk akal ini membuat Fai semakin risih dengan perilaku dia.


"Aku akan katakan kepada kamu, kamu harap memberikan jawaban yang tulus dan jujur." Elona berkata lagi sambil tersenyum.


"Katakan." Dengan lemas Fai tidak berdaya, dia sudah mengetahui isi hati dari Elona.

__ADS_1


"Apakah aku memiliki sosok yang cantik menurut kamu?" Elona mengajukan pertanyaan pertama kepada Fai.


"Kamu adalah wanita yang cantik, bahkan kecantikan kamu teratas di akademi ini." Kata Fai berkata dengan jujur.


"Di bandingan Callin dengan aku, kamu memilih di antaranya siapa yang paling cantik," Elona mengajukan pertanyaan kedua.


"Aku tidak bisa memilih di antara satunya, karena semunya cantik." Fai berkata bahwa dia tidak akan memilih satunya jika dia memilih salah satu, apakah anda bercanda?


Wanita adalah mahluk sosial yang paling rumit. Jika Fai berurusan dengan wanita apa lagi dengan sebuah kata-kata yang menjebak maka itu anda harus menghindari.


"Apakah dengan menurut kamu bahwa kedua itu sangat cantik, jika tiba-tiba aku dan Callin melamar kamu, apa kah yang akan kamu lakukan." Pertanyaan ketiga Elona telah di lontarkan.


"Tentu saja aku menolak semuanya." Fai secara langsung berkata dengan cepat.


"Kamu apakah akan menjadi begitu hambar setidaknya pilih salah satu." Elona berkata dengan mengrutu.


"Kenapa aku harus memilih apakah kamu memaksa?" Fai membalas gerutuan Elona.


"Ok..ok setidaknya kamu harus ada alasan kenapa kamu menolaknya." Elona juga ingin tahu kenpa dia tidak akan memilih satu di antar duanya. Padahal dari kata-kata Fai bahwa Callin dan dirinya adalah tipe wanita yang cantik.


Namun entah kenapa Fai menolaknya.


"Karena kalian bukan tipe aku." Kata Fai dengan tenang. Setelah itu, dia berkata lagi. "Di bandingkan Callin dan kamu aku lebih tertarik kepada kepala sekolah Numan." Fai menganguk dengan semangat di tambah mata cerah itu.


"Walau guru Numan memiliki sosok yang sempurna dengan aura dewasa itu, dia adalah sosok yang sudah menikah. Jika guru Zack mengetahui apa yang kamu bicarakan apakah kamu tidak takut di pukuli hinga mati?" Elona sangat heran. Dengan dirinya yang mempunyai pesona cantik, kenapa Fai memilih jalan yang sulit?


"Aku setuju dengan kamu, sayang guru Numan sudah memiliki kekasih." Kata Fai. Walau dia berkata begitu, tapi hati berkata demikan bahwa dia harus melecehkan Numan dan merasakan.


"Jadi apakah kamu menyesal?" Elona diam-diam di hati merasa lucu.


"Aku tidak menyesal, menyesali tidak ada gunanya toh, aku sudah mempunyai tiga wanita dengan sosok seperti Numan." Kata Fai sambil menatap ke arah Elona dengan serius.


Setelah berdebat Fai pergi meningalkan Elona, kemudian Elona yang telah di tingal Fai menjadi bersemangat dengan siapa sih, ketiga wanita itu sehinga Fai tergila-gila sampai kecantikan sendiri tidak begitu berharga di matanya.

__ADS_1


Begitu Fai tahu apa isi hati pikiran Elona dia ingin jatuh tersungkur ketika mengetahui rencana dan ke inginan Elona.


__ADS_2