
Bab 147 Bercinta Dengan Gaya Baru
"Apakah kamu bercanda? Apakah kamu tidak puas? Aku, mencium bau tubuh guru Numan, di badan kamu, dan aku yakin bahwa kamu sudah melecehkan dia, terus kamu akan serakah untuk bermain dengan aku?" Kata Alisha dia menatap wajah Fai dengan aneh.
"Hehehe apa boleh buat, jika pada waktu malam itu, aku mencicipi buah matang yang enak, sekarang aku ingin mencicipi buah persik yang lezat hahaha!" Kata Fai dia menatap ke arah Alisha dengan menjilat bibir.
"Kamu-sunguh sangat serakah..!" Alisha tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, secara tiba-tiba di di angkat oleh Fai langsung terjebak di pelukanya.
Setelah itu, Fai membawa dirinya ke luar kamar, dan pada saat itu, Fai yang sedang mengangkat Alisha membuka jendela lantai dua dan dengan itu, pemandangan rumah-rumah warga terlihat oleha mata telanjang.
Dengan hari ini yang masih pagi, banyak para warga yang di dalam kamar, masih terlelap tidur.
"Suami apa yang kamu ingin lakukan." Kata Alisha dia bingung kenapa dia membuka jendela.
Tapi pada saat itu, Fai menurunkan Alisha dan dia menyuruh Alisha untuk depan jendela dan dengan bingung, dengan nurut, kedua tangan Alisha memegang bagian jendela kiri dan kanan.
Pada saat itu, dia keget karena Fai secara langsung mebuka pakaian di bagian bawah dengan otomatis Alisha berkata dengan memerah karena malu. :"Bajingan suami.. kenapa kamu melakukan di sini, jika ada orang lewat yang mengetahui akan di taruh mana wajah ini..!"
Tapi, Fai mengabaikan dengan perlahan-laha, dia membuka CD warna ungu, dan setelah itu, dia melihat bahwa itunya sangat montok dan merasa Fai ingin mencicipi.
Fai tanpa lama juga membuka bagian bawah dan tangan kanan Fai memainkan adik laki-laki hingga bangun. Setelah bangun, adik laki-laki itu, dia gesekan ke sela-sela lobang buaya milik Alisha.
Ketika benda itu di gesekan Alisha tidak bisa mengeram.
"Uhhhh!"
"Ahhh!"
"Hmmms!"
"Bajingan suami aku malu, lihat ada orang sedang lewat!" Kata Alisha dengan tersipu, sambil mengeram suara betina.
"Kamu abaikan dan seseolah tidak terjadi apa-apa!" Kata Fai dia terkekeh.
"Sial kamu.. Fai.. Ahhh iyahhh...!"
Selama 10 menit, adik laki-laki, menggesek sela-sela lobang buaya milik Alisha sehinga dengan gesekan itu, ahirnya membuahkan hasil, di lobang itu mengelurakan cairan putih suci yang kental, dan begitu deras jatuh ke lantai.
"Tes!"
"Tes!"
__ADS_1
"Tes!"
Cairan itu membasahi kedua paha Alisha, dan lantai, bahkan sebenarnya Alisha menikmati, karena dia merasa tertantang.
Setelah bahan pelumas, sudah cukup Fai berkata. "Aku akan siap."
"Tunggu.. kamu pelan-pelan.. tidak ahhh hmmms iyahh wooww sungguh besar..!" Geraman betina Alisha begitu lirih, tapi penuh kenikmatan dan kepuasan.
Ketika Fai sedang mencicipi buah persik Alisha, dia diam-diam mengunakan bakat peningkatan kecantikan kepada Alisha.
Bahkan dia melihat bahwa kulit Alisha yang tadinya putih, menjadi sangat putih dan halus seperti batu giok.
Dan dia juga berencana untuk menegakkan kedua gunung milik Alisha dengan menyisipan silicone.
Walau gunung Alisha sudah besar, tapi di karenakan janda yang sedang menyusui, gunung itu jatuh dan tidak tegak.
Dan Fai tahu ketidak percaya dirinya Alisha terhadal ke empat wanita Fai yaitu, karena dia mempunyai gunung yang turun dan pantat yang tidak kenyal.
Dan pada saat itu, karena sangat bergairah, gunung Alisha bocor mengeluarkan air susu terus menerus sehingga membasahi baju yang bagus dan indah.
Sudah 3 jam berlalu, ahirnya Alisha dan Fai melwati masa keritis, dan segera Fai melepaskan benda pusaka itu, langsung menembaki punggung Alisha.
"Oh ok sekarang kita ke kamar untuk mempercantik diri kamu iblis kecil." Kata Fai dengan senyuman.
Setelah itu, dia menggendong Alisha lagi.
"Suami hentikan, jika anak kita mengetahui akan malu...!" Alisha berkata dengan wajah tersipu sambil tangan sendiri mencubit Fai.
"Kamu tidak perlu khawatir, dengan bakat aku, anak ini tidak akan bangun. Dia masih terlelap." Kata Fai dia menjelaskan.
"Ini..!" Alisha namun, masih malu.
Setelah sudah di kamar, Fai memperlihatkan Alisha ke cermin kuno.
"Lihat kulit kamu, seudah seputih dan sehalus batu giok." Kata Fai sambil menunjukan penampilan Alisha di depan cermin prunggu kuno.
"Ini apakah aku?" Kata Alisha dia juga sangat terkejut, dengan penampilan yang sekarang dia miliki.
Bahkan ahirnya dia menyadari sesuatu. Fai adalah orang yang mencintai tanpa melihat wajah, bahkan ketika dia melihat wanita jelek walau menurut Fai itu menarik, maka dia akan memetik wanita jelek itu selama wanita itu nenek.
Dengan itu, ahirnya dia yakin bahwa semua wanita Fai pada mulanya jelek. Hanya saja Fai mempunyai teknik yang ajaib sehingga dia menjadi seperti sekarang.
__ADS_1
Namun, dia juga melihat gunung sendiri yang besar tapi, gunung itu jatuh sehingga dia bertanya-tanya dalam hati. 'Apakah Fai juga bisa memperindah gunung?'
Fai yang mempunyai telepati, langsung berkata. "Kamu benar, aku bisa mempercantik gunung kamu. Ayo kita mencoba, kemudian kamu, tidur terlentang dan buka baju kamu." Kata Fai dia memerintah Alisha.
Alisha tidak ragu dia langung pergi ke kasur dan terlentang di samping Megan yang sedang tidur pulas.
Setelah terlentan, dia mebuka baju dan Bh, ketika sudah di buka, Fai melihat gunung yang besar tapi tidak tegak dengan itu dia berkata.
"Mungkin ini akan sedikit sakit, apakah kamu bisa menahan?"
"Tenang saja aku bisa ayo cepat lakukan aku ingin tahu bagai mana kamu mempercantik gunung." Kata Alisha dengan menatap Fai serius.
"Ok jika seperti itu, maka aku memulai." Setelah berkata, Fai langsung memunculkan belati, silicone sebesar kelapa, di udara tipis.
Dengan teknik medis, dia sangat ahli untuk menyayat di bagian bawah lipatan gunung.
Fai tidak akan membuang kelenjar susu karena itu berguna untuk Megan. Darah merembes di periu Alisha dan dia juga merasakan sakit, walau sakit ini tidak seperti sakit ketika pertempuran, tapi rasa ini tidak membuat nyaman.
Setelah kedua gunung itu di sayat di bawah lipatan, maka Fai langsung memasukan silicone dengan kuaitas tinggi dan lembut dengan besar seperti kelapa.
Setelah di masukan, Fai menggunakan teknik sihir penyembuh, dengan itu operasi ini berjalan dengan mulus tidak membuang waktu.
"Ini sudah selesai lihat gunung kamu." Kata Fai dia sambil tersenyum.
"Ini benar.. gunung aku sudah tegak." Kata Alisha dengan takjub
Dia memainkan gunung sendiri menggunakan tanganya, dia merasakan kenyal dan lembut, dan Alisha berkata lagi. :"Ini benar gunung aku sudah berubah tegak."
"Ini sudah selesai tinggal merapikan gigi kamu." Kata Fai walau sekarang penampilan cantik, namun Alisha mempunyai gigi yang tidak lurus dan berantakan. Untuk sebab itu, Fai memperbaiki.
Fai memerintahkan Alisha untuk memamerkan giginya dengan itu Fai langsung menggunakan teknik medis, dalam sekejab gigi Alisha sudah di poles dengan campuran bahan pemutih kualitas tinggi, bahkan gigi itu sangat rapih dan putih. Bahkan Fai sengaja merubah susunan gigi Alisha menjadi gaya gigi kelinci.
"Wooww iblis kecil kamu sekarang cantik °•°." Kata Fai dia berseru.
Dalam sesi, ini Fai merubah habis-habisan seperti Elia, dan bahkan pantat Alihsa di sisipakan silicone sehingga menjadi boty dan enak di pandang.
Bahkan Fai menato gunung itu, dengan tulisan nama sendiri, hanya saja dia untuk membuktikan bahwa anda adalah wanita Fai.
"Ok, karena sudah selesai, maka kita memulai acara peresmian kita menjadi sepasang kekasih." Dengan itu Fai mengunkan bakat pencipta, dia memunculkan sebuah kamera dan dua pasang set baju nikah.
"Iblis kecil ayo kita memakai gaun pernikahan ini dan mari kita mengambil gambar."
__ADS_1