
Elia mendengarkan itu mengaguk dengan lembut dia sangat menantikan dengan bahagia.
"Kemarilah!" Fai menyuruh Elia untuk mendekati dirinya.
Elia patuh dan langsung bergegas untuk mendekati. Ketika dia sudah tepat di depan Fai dan berhadapan langsung Elia mencium bau maskulin Fai dia gugup sangat gerogi, singkatnya dia sangat malu sehinga ingin melarikan diri.
"Tenangkan dirimu." Fai merasa lucu ketika melihat perilaku Elia.
Kemudian tangan Fai menyentuh kepala Elia dan sinar hijau cyan yang transparan memancar lagi.
Fai meningkatkan bakat hukum api Elia menjadi Lv15, dengan level lima belas dia bisa menembakan api yang panas, meludahkan api dari mulutnya. Dengan level lima belas dia juga bisa membuat api berwarna biru.
Setelah bakat api di naikan kemudian Fai memberikan lagi ketrampilan langkah bayangan dan tubuh titanium Lv6. Walau hanya level lima itu sudah cukup menakutkan ketika di sintetis, sehinga bertarung dengan tangan kosong dia bisa mengalahkan dengan mudah.
Tubuh titanium itu sangat sederhana jika ingin di tingkatkan, anda hanya perlu di pukuli. Semakin kuat pukulanya semakin kuat juga tubuh titanium untuk di tingkatkan.
Itu sangat sederhana!
Karena Elia adalah dengan pribadi pendiam dan sedikit polos maka Fai harus memperkuat sehinga dia memberika lagi skill tambahan berupa seperti Ranger, cakar serigala dan ketrampilan guntur melangakah meteor.
Ketrampilan langkah guntur bertujuan ketika mendesak sehinga dia bisa melarikan diri dengan sangat cepat. Tapi karena level langkah guntur di atas sepuluh, itu akan merusak di area sekitar ketika mendarat, sehinga setelah Fai sudah selesai memberikan bakat kepada Elia dia memberi tahu gunakan sedikit level untuk mengunakan ini.
"Terimakasih Tuan." Elia berkata lembut dia sangat berterimakasih kepada Fai.
Jarak Fai dan Elia begitu dekat setelah itu Fai mencondongkan kepalanya dan berbisik di telinga Elia.
"Sebagai bentuk terimaksih, ketika malam tiba berpakaian yang rapi, ayo kita bermusim semi bersama di kamar." Kata Fai dengan sedikit menyeringai, karena Fai memblokade ruang orang yang di sekitarnya tidak mendengarkan.
Elia tersipu dan tidak menjawab dan pergi meningalkan Fai langsung duduk.
"Berlatihlah dengan keras, untuk bisa mengendalikan bakat itu!" Kata Fai.
Kemudian ahirnya Fai memandang Melty.
"Sekarang kamu bocah kecil."
Melty mendekat dan tangan Fai menyentuh kepala dia dan seketika itu ada cahaya hijau lagi. kemudia Fai memberikan ketrampilan penguatan tubuh yang sama di gunakan Bella, tapi ini berkali kali lebih kuat dan sempurna.
Setelah itu dia juga memberikan bakat lompatan katak kepada Melty, setelah di telan katak itu oleh Fai maka dia bisa melompat selusin kilo seperti Hulk.
Pendengaran Melty juga di tingkatkan.
Setelah selesai mereka sangat bahagia, dia juga merasakan perubahan tubuh setelah di berikan bakat oleh Fai.
Jen dan Rigrit iri karena dia melihat bahwa keluarganya di berikan selusin bakat, tapi karena di waktu itu bahwa Fai pernah menjelaskan ketika dia mengikutinya maka akan banyak manfaat yang dia terima.
Rutinitas sudah selesai Fai dan lainya menungu hidangan yang Nuwa sajikan.
Setelah beberapa menit menungu.
Nuwa menyajikan masakan yang sederhana dan di taruh di meja-meja dangan rapih, walau makanan ini sederhana tapi di bumbu dengan kasih sayang sehinga rasa ini menghangatkan.
__ADS_1
"Kalian semua kita merayakan anak aku yang bernama Fai karena telah memenangkan jura pertama di arena petarung, walau ini seperti mimpi tapi ini benar-benar nyata!" Nuwa berkata dengan terharu dia ingin menetes kan air mata karena begitu sangat senang seseolah ini tidak nyata.
Setelah berpidatao Nuwa menyiruh mereka untuk memulai pumbukaan pertama yaitu menyantap hidangan.
Di sini Rigrit menetes kan air mata karena merasa hangat, karena semenjak kecil kedua orang tuanya meningal, karena itulah sampai beberapa tahun dia tidak mersakan kehangatan ini, sampai ketika sekarang dia bertemu dengan Fai dia ahirnya menemukan kehangatan yang menghilang.
"Kamu kenapa meneteskan air mata?" Nuwa tidak bisa bertanya terus terang kepada Rigrit.
"Tidak apa-apa hanya saja tadi tak sengaja terkena tangan sehinga meneteskan air mata." Rigrit berbohong bahwa itu baik-baik saja.
Oh jadi seperti itu!
Nuwa dan lainya mempercayai tapi Fai mengetahui bahwa dia berbohong dengan bakat telepati siapa yang bisa membohongi diri sendiri.
"Ibu besok siang kita bergegas ke rumah Bella kita harus membuat proposal lamaran dengan langsung." Tiba-tiba Fai mengubah topik
"Nak apakah kamu bercanda jika kita membuat proposal tanpa sepengetahuan paman Zhenite dan langsung bergegas kesana apakah itu tidak merepotkan?" Nuwa berkata terus terang kepada Fai bahwa jika ingin acara tunangan harus mempersiapkan setidak nya sesuatu untuk di bawa.
"Tenang aku akan mengabari dia Ibu dengan ini." Kemudian Fai memperlihatkan sebuah android. Tapi ketika dia hendak membuka pesan dia kaget hinga android itu ingin terjatuh.
Dia melihat bahwa Bella mengirim selusin pesan, dan isi semua pesan itu adalah memarahi diri sendiri karena sangat lama mengasih kabar kepadanya.
Kemudian Fai menyuruh Jen untuk mengambil gambar setelah itu, dia mengirim ke Bella.
《 Fai: Maaf sibuk 》 Fai mengirim pesan dengan mengunakan emotikon senyum imut.
《Bella: Brengsek dasar bau, kamu membuat aku menungu terlalu lama》 Bella membalas dengan marah dengan memasang emotikon marah.
《Bella: Benarkah jika itu aku menungumu》 Bella membalas tanpa mengunakan emoji.
Di dalam kamar Bella.
Bella tiba-tiba setelah mendengar kabar bahwa dia akan di lamar oleh Fai sangat senang sehinga di kasur dia berguling-guling seperti anak kecil.
Dia mencoba menekan kegembiraan dia berdiri langsung merapikan rambut dan keluar dari kamar untuk bertanya kepada Ayahnya Zhenite.
Di luar kamar, Zhenite mendengar kabar itu langsung tertawa bahagia ahirnya anaknya tidak menjanda lagi, tapi yang membuat dia senang adalah bahwa orang yang membuat proposal itu adalah Fai anak yang jenius.
Tina yang mendengarkan merasa kalah dia sedikit cemberut kepada ibunya, dia teringat bahwa jika Fai akan mempunyai banyak harem maka ibunya yang pertama, setelah di pikir-pikir ini menjadi kenyataan.
Bukan hanya itu saja, dia curiga bahwa Ibunya telah lama berselingkuh di belakang dirinya sangat lama. Kemudian Tina menatap ibunya dan berkata. "Ibu apakah kamu berselingkuh di belakang ku, apakah kamu sudah diam-diam menjalin hubungan dengan Fai sudah lama?"
"Coba tebak nak." Bella berkata lembut tapi ada tatapan licik.
"Kamuu... Ibu curang." Tina tidak senang tapi tak berdaya.
"Oh iya kapan kamu pergi ke Akademi Lotus Salju?" Tiba-tiba Bella berkata seperti itu, sehinga Tina serius menjawab bahwa dia akan pergi kurang dari semingu.
Tina adalah murid dari Akademi Lotus Salju di Kerajaan sebelah Rossen alasan dia belum kembali adalah dia tidak ingin di curigai oleh bangsawan keluarga Alsina karena telah membunuh anaknya yaitu Albert.
Bella juga memahami itu sehinga dia sedikit kawatir dia ingin minta saran sama Fai tapi selalu tidak jadi.
__ADS_1
Di meja makan tempat Fai tinggal.
Pesta yang sederhana ini telah usai dan ini saat nya Fai memberikan bakat ke orang tuanya yang sangat kuat.
"Ibu aku akan memberikan bakat kepada kamu untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu." Kata Fai.
"Nak apakah ada bakat yang bisa di warisi?" Sesunguhnya dia baru mendengarnya sehinga dia terkejut.
"Jika ibu tidak mencoba maka tidak akan percaya." Fai dengan cepat menyentuh tangan Nuwa yang kasar dan setelah itu Fai mengirim bakat berupa Telepati, Pengendali darah, ketrampilan memasak, telekinesis dan pendengaran super.
Bukan hanya itu saja Fai juga memberikan cincin penyimpanan yang berisi peralatan tingi yang Fai buat mengunakan hukum pencipta, bahkan Fai memberikan juga bakat merobek ruang untuk Ibunya.
Setelah Nuwa mendapatkan beberapa bakat fitaliatas tubuh di pulihkan dan kulit yang keriput berubah menjadi halus hinga penampilanya cantik, tapi rambutnya tidak berubah dan itu masih putih dan ada campur hitam.
"Ibu kamu sangat cantik!" Fai berseru bahwa ibunya sangat cantik dan alasan ini juga Fai mempunyai wajah yang tampan karena dari gen Ibunya.
"Batuk!" Nuwa terbatuk dan berkata lagi.
"Bah nak, kamu jangan berlidah tajam aku merasa tertekan." Nuwa tak berdaya dan sedikit tak percaya bahwa penampilanya menjadi sedikit muda dan cantik.
Ketika dia mendapat kan bakat yang di berikan Fai dia belum menyesuaikan sehinga dia linglung dan berbicara.
"Nak kenapa suara kamu menjadi keras, lalu ini kenapa orang yang di luar rumah kami aku bisa mendengar?" Nuwa panik.
"Tenang ibu, itu normal ketika sudah terbiasa maka ibu bisa menyesuaikan." Fai menjelaskan kepada ibunya dengan lembut, Fai juga diam-diam mengambil sumpit di mejanya dengan mengunakan kekuatan yang sangat sedikit, Fai melemparkan sumpit itu ke arah ibunya.
Nuwa sedang linglung tapi dia menjadi serius karena pada waktu itu ada sebuah sumpit mengarah kepada dirinya dengan reflek tanpa sengaja dia menangkap satu sumpit dengan gerakan cepat, tapi yang satunya sumpit itu lolos dan sumpitnya menabrak dinding rumah hinga berlubang.
Bakat memasak memiliki kekuatan pasif dia bisa mengunakan jenis peralatan memasak untuk menyerang.
"Ini..'' Nuwa heran dengan reflek yang tiba-tiba dengan itu dia memandang Fai.
"Nak dari mana kamu mendapatkan semua ini!" Nuwa bertanya kepada Fai, dia bingung karena Fai adalah anak sendiri, tapi kenapa rahasia dia tidak mengetahui bahwa anak sendiri begitu ajaib.
"Bu aku melakukan ini adalah demi keluarga, aku ingin keluarga kita aman tanpa bahaya dan bisa membela." Fai membuat alasan yang masuk akal.
..
Setelah malam tiba
Elia yang sedang tertidur di samping Melty tidak bisa memejamkan matanya dia masih teringat kata-kata Fai, dia sangat malu tapi apakah apa yang di katakan Fai itu memang benar?
Memikirkan itu jantungnya berdebar-debar sehinga dia gelisah, tapi sudah lama dia menungu dan Fai tidak datang dia curiga bahwa dirinya terkena tipu.
Karena lama menunggu secara tak sengaja Elia tertidur.
Di sisi Fai melihat Elia tertidur mulai beraksi langsung menuju kekamar tepat Elia tidur dengan mulut yang menyringai.
Elia yang sedang tertidur tiba-tiba bergetar karena merasa ada yang memeluk dari belakang, dia menoleh kebelakang tapi ada suara Fai di telinganya.
"Ini aku Fai." Kata Fai dengan berbisik.
__ADS_1
Kemudian, tanpa lama-lama mereka saling melilit dengan indah dengan gairah yang menggebu-gebu.