Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Jari Emas Milik Callin


__ADS_3

Api itu menyembur ke area di mana Callin berada, kemudian Callin menghindar ke atas sambil gaya salto.


"Bentuk Exclabur ke 4!" Callin berteriak di udar kemudian pedang itu di unuskan mengarah ke Fai.


"Berdengung!"


Dari pedang itu memgeluarkan lusinan bilah tembakan untuk menyerang Fai. Tapi Fai dengan mudah menghindar dari kiri ke kanan kadang dia melompat mundur sambil menghindari bilah cahaya itu.


Di suatu sisi pertempuran adalah apa yang tidak di sangka mereka berdua semua guru saling menyaksikan adegan prtempuran antar Fai dan Callin.


Kebetulan di akademi sihir ini ada kepala sekolah yang sedang mengamati.


Kepala sekolah itu adalah sepasang kekasih dengan bernama Zack dan Numan.


Dengan Zack memiliki wajah paruh baya yang di tumbuhi jengkot di sekitar dagunya dan dia memakai baju serba putih yang bagus.


Sementara itu Numan adalah wanita tua yang kecantikanya awet terjaga dengan rambut warna hitam dan terurai seperti air terjun dan seperti bendera berkibar ketika terkena angin.


Dengan gunung agungnya itu setidaknya dia banyak pengagum yang menyukai sosok Numan ini.


"Kenapa aku tidak pernah melihat pemuda tukang sapu ini?" Numan bertanya kepada Zack dia juga cukup bingung dia berpikir apakah karena banyak tukang di sini dia melupakan nama-nama para murid tukang itu.


"Kalau tidak salah dia adalah tukang sapu yang di rekomendasi oleh Jack beberapa bulan yang lalu." Kata Zack dengan lembut dia mengatakan bahwa Jack membawa seseorang pemuda untuk bekerja menjadi tukang di sini kepada Numan.


"Oh seperti itu!" Numan menganguk dia cukup terkejut bahwa tukang sapu itu tidak sederhana yang dia kiria. Apa lagi dia memiliki lebih dari satu keterampilan.


Ini sangat mengagumkan.


"Suami apa kita tidak dia rekomendasi untuk menjadi murid dari pada tukang sapu?" Numan berkata kepada Zack dia mengajukan bahwa lebih baik pemuda yang bernama Fai dia di ajukan untuk menjadi murid.


Dengan menjadi murid maka sumber daya akan lancar dan pada ahirnya dia bisa menghidupi ke tiga buah wanita yang di nafkahi Fai.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba Jack yang sedang menonton pertunjukan dia berbicara seperti ini kepada Numan. "Aku sempat untuk menawarkan tapi, pemuda Fai menolak."


Jack juga tertarik dengan bakat hebat yang di miliki oleh Fai dia cukup tertarik ketika dia melihat Fai memotong salah satu tangan Dimpele dan mengalahkan Dimpele dengan mudah.


Tapi sayangnya pemuda yang bernama Fai itu menolaknya sehinga dia secara sadar tidak akan memaksa lagi.


Di suatu pertempuran setelah Fai menghindar dari bilah cahaya jurus yang di keluarkan oleh Callin kemudian dia mengunakan bakat tanahnya untuk membuat monster golem raksasa dan itu sekitar empat meter dengan jumlah kurang lebih empat monster golem.


Setelah mengunakan bakat tanah untuk membuat monster golem di sekitar Callin tanah itu bergetar dan tiba-tiba tangan golem muncul dari tanah mencoba menampar Callin.


Callin sangat tertekan dia adalah orang yang mempunyai jari emas dengan bisa mengedintifikasi oleh bakat dan atribut selama bakat atau benda di tingkatkan mengunakan titik energi, maka sedikit demi sedikit bakat atau benda senjata akan menjadi level yang kuat.


Tentu saja dia berpikir sebelum berhadapan dengan Fai dia adalah manusia dengan jenius dan membagakan diri sendiri, dia juga percaya kepada kekutannya bisa mengalahkan musuh-musuhnya.


Dia juga sudah membuktikan dia bisa mengalahlan seluruh para siswa akademi ini.


Tapi dia sekarang melawan Fai mengalami kesulitan yang membuat pergerakan dia seseolah di baca dan dia tidak bisa berkutik sedikit pun seseolah dia telah di telanjang bulat.


Callin lengah setelah memotong tangan golem raksasa, tiba-tiba dari belakang dia terkena tinju di pungungnya sehinga dia dari mulutnya mengeluarkan darah.


"Apakah kamu akan lanjut?" Kata Fai dia berkata dengan tenang seperti musim semi kepada Callin dengan memeluk kedua tangannya.


"Tidak sebelum akal aku sadar belum ada kata menyerah." Callin berkata sambil menyeka darah dari bibirnya.


"Oh apakah kamu begitu menjadi Naif seperti Grey?" Kata Fai dengan tersenyum.


"Grey siapa yang kamu bicarakan?" Callin berkata balik.


"Dia adalah Grey Rossen salah satu pangeran dari ke rajaan Rossen." Fai juga menjelaskan tanpa menutupi.


"Dia adalah pangeran negara?" Callin berseru.

__ADS_1


"Di bandingkan kamu dan Grey kekuatan kamu masih kalah jauh walau kamu juga mempunyai mata penilaian." Tiba-tiba Fai berkata kepada Callin tentang rahasia yang di milikinha dan orang lain tidak akan mengetahuinya.


"Kamu..kamu bagai mama kamu tahu..!" Callin tiba-tiba waspada karena rahasianya terbongkar.


Pada mulanya Callin dulu adalah manusia bisasa dan paling-paling mempunyai bakat tubuh dewa perang saja.


Tubuh dewa perang walau kekutan kuat tapi sangat sulit di tingkatkan bahkan mustahil Level bakat nya di tingkatkan.


Tapi pandangan itu berubah ketika dia sedang di hutan dan dia mengumpulkan buah-buahan dan hewan kecil untuk di makan karena entah tidak tahu mengapa, tiba-tiba seketika hujan yang sangat lebat dan di campur guntur.


Callin mencoba mencari tempat berteduh dan setelah cukup lama ahirnya dengan menahan dingin dia menemukan gua yang di penuhi pohon menjalar.


Callin memasuki gua itu untuk berteduh dia mencoba memejamkan matanya dan dia tak sengja melihat batu hitam yang cukup menarik.


Walau batu itu sunguh lusuh entah kenapa Callin merasa bahwa batu yang tergeletak di tanah itu menyihir sehinga tanpa sengaja tangan yang penuh luka akibat cakaran hewan kecil itu darah nya memegang batu itu dan secara tidak sengaja darah milik sendiri mengenai batu hitam itu.


Setelah darah itu mengenai batu itu tiba-tiba batu hitam itu mengeluarkan ukiran seperti gambar mata emas dan menyala.


Karena takut Callin melepaskan batu itu dan membuangnya. Tapi setelah membuang batu itu, tiba-tiba batu itu terbang sangat cepat dan melesat mengarah ke dahi dirinya.


Ketika batu itu memasuki ke dahi tiba-tiba dia merasakan kantuk yang sangat berat sehinga tanpa sadar dia tidak bisa menahan rasa kantuk itu dan dia ahirnya tertidur dengan pulas.


Entah beberapa lama Callin terlelap tidur dia membuka mata dan itu sudah siang hari. Ada hal aneh ketika dia membuka mata dan setiap pandangan melihat benda atau tumbuhan secara ajaib tumbuhan dan benda-benda memunculkan tulisan dan keterangan setatus benda itu.


Awalnya Callin masih pusing untuk mencerna dan setelah sekian lama ahirnya dia terbiasa.


Dari umur tiga belas tahun awal mendapatkan mata super itu dia memiliki penemuan yaitu setiap bangun tidur akan ada tulisan titik energi. Titik energi akan muncul 1 hari 1 titik energi dia juga setelah mengumpulkan titik energi mencapai 100 dia bisa meningkatkan peralatan dan tumbuhan bahkan teknik dan bakat itu sendiri.


Selama lima tahun dia meningkatkan bakat dewa perang nya hinga sekarang mencapai kesuksesan mencapai Level 7 kekuatan tubuh dewa perang itu karena serta merta berkat ketrampilan ajaib ini sehinga dia memutuskan memendam dan menyembunyikan bakat mata ini sampai tidak orang lain tahu.


Tapi sekali lagi Callin waspada karena Fai yang hanyalah tukang sapu mengetahui rahasia terbesar ini sehinga dia sekali lagi berkata lagi kepada Fai. "Bagai mana kamu tahu aku memiliki jari emas?"

__ADS_1


__ADS_2