Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Kunjungan Nuwa


__ADS_3

Bab 148 Kunjungan Nuwa


Alisha, yang melihat gaun putih yang sangat bagus, ahirnya mihat dengan mata cerah.


"Tunggu.. jika aku ingin memakai gaun ini bukan kah aku harus mandi dulu?" Kata Alisha dia merasa tidak nyaman ketika dia habis bercinta dan belum membersihkan cairan lengket yang ada di ke dua paha.


"Itu tidak perlu..!" Kata Fai, dia tersenyum. Fai menggunkan sihir pengering sehingga tubuh Alisha kembali bersih.


"Ini, sudah selesai. Dan kamu sudah bersih hehehe." Fai menyringai.


"Kamu sangat hebat." Kata Alisha dengan menggelengkan kepalanya, karena dia tidak habis pikir bahwa Fai begitu di andalkan.


"Ahh ayoo.. Jangan berlama-lama kita harus memakai gaun ini..!" kata Fai. Dia, meminta untuk buru-buru.


"Hei apakah akan merayakan kita berdua di sini?" Kata Alisha dia heran, untuk merayakan pernikahan, seharus nya anda pergi ke gereja, bahkan jika dia merayakan di sini kurang menarik pemandangannya.


"Kamu jangan teralu banyak berpikir ayo patuh!" Kata Fai dia juga cemberut.


Alisha tidak protes dengan itu, dia menggunakan setelan gaun pengantin yang sangat bagus. Dan Fai, dia juga menggunkan setelan baju hitam yang panjang.


"Iblis kecil, lihatlah betapa tampan sekali aku heheh!" Kata Fai dia sangat narsis.


"Iya kamu, sangat tampan, dan nenekmu semuanya tampan pff!" Kata Alisha dia melihat Fai sambil tersenyum kecil. Melihat ketampanan yang luar biasa ini, pantas saja bahwa semua wanita yang Fai gombal akan luluh. Dengan melihat ketampanan Fai yang begitu luar biasa, Alisha mendekati dan mencium.


"Cup!"


Alisha membuat kecupan di bibir Fai dan berkata. "Kita sudah memakai baju pernikahan lalu apa lagi?"


"Kamu tenang harap tunggu." Tangan Fai memunculkan sebuah kamera beserta tripod. Setelah itu, dia meletakan kamera berjarak sekitar dua meter darinya.


"Ayo kita membuat pose!" Kata Fai dia buru-buru meraih Alisha.


"Cekrek!"


"Cekrek!"


"Cekrek!"

__ADS_1


Entah sudah beberapa lama lusinan kali, Fai mempotret. Setelah itu, karena akibat cahaya kamera, ahirnya Megan membuka mata.


Ketika Megan membuka mata, dia kaget dan berseru, karena dia melihat ayah dan ibu sedang menggunakan baju pengantin dengan itu, dia berseru. "Wahh ayah.. aku ikut, aku ingin memakai gaun seperti itu."


Fai melihat Megan bangun dari tidurnya. Dan dia juga mendengarkan apa permintaan Megan, dengan jentikan jari, baju Megan di gantikan gaun yang sangat bagus.


"Waah ini sungguh keren.. hahah!" Kata Megan dia berseru sambil mendekati alisha dengan belari. Kemudian dia berfoto bersama.


Setelah itu, Fai memilah-milah potrer yang menurut dirinya bagus. Namun potret ini semuanya sangat memanjakan mata, sehingga foto itu si simpan semua dan hanya menyisihkan satu foto, lalu dia menggunakan bakat pencipta untuk memperbesar foto itu.


Setelah sudah selesai dia memajangkan gambar potret itu di dinding hingga sangat jelas.


"Ini sungguh keren!" Kata Fai.


Setelah memamerkan potret itu, Fai mencari duduk yang sekiranya membuat dirinya nyaman. Dengan gembira Fai menggunakan bakat telepati untuk memberikan kabar ke ibunya bahwa sekarang dia sudah mengambil janda dengan satu anak.


Tentu saja, ketika Nuwa mendengarkan apa kabar Fai, dia sangat senang dan ingin sekali untuk melihat cucunya.


Setelah memberi kabar, Fai pergi ke belakang rumah. Karena dia membuat ijin cuti, kali ini dia ingin mencakul tanah-tanah yang ada di belakang rumah ini. Dia bertujuan agar Alisha tidak keluar rumah dan tidak ada masalah yang akan datang, karena kecantikan yang Alihsa miliki.


Fai membuat ijin untuk pergi dari rumah, hanya untuk membeli biji-bijian untuk dia tanam. Sebenarnya Fai bisa saja menggunakan bakat pencipta untuk memunculkan bibit. Namun dia hanya ingin berjalan bebas, siapa tahu mendapatkan skill baru.


Sambil memotong sayur, Alisha sungguh merasa sangat senang dan bersemangat. Dia bahkan bernanyi sendiri karena merasa bahagia.


Selama 30 tahun, hari ini adalah hari yang menurut dirinya bahagia, bahka dia sering melirik Lukisan antara pernikahan dirinya dan Fai.


Apa kata Yujo benar, bahwa sebagai wanita Fai, anda salah satu wanita terberungung di alam semesta ini.


Namun ketika dia sedang dalam bahagia, tiba-tibq ada semacam aura jahat yang sedang di dalam ruangan ini. Dengam waspada dia langsung menghampiri Megan yang sedang ikut membantu.


"Ibu ada apa!" Kata Megan dengan ingin tahu.


"Diam nak.. ada penyusup!" Kata Alisha dengan serius dia menoleh kiri kanan namun, dia tidak menemukan sesuatu.


Tapi, pada saat itu, ada retakan ruang yang muncul. Dan dia melihat wanita yang sangat cantik, bahka wanita yang di sekitar Fai di bandingakan wanita itu masih kalah.


Dengan pupil merah seperti dirinya, dan rambut putih tercampur hitam, bahkan dia sedang menatap ke arah dirinya dengan senyuman yang membahayakan.

__ADS_1


Bahkan tubuh dirinya entah kenapa tidak bisa bergerak seseolah di luar kendalinya.


Wanita itu, menghampiri Megan.


"Hei kamu... siapa.. apa yang sedang kamu lakukan disini... kamu jangan macam-macam jika tidak Fai akan mengetahui bisa murka." Kata Alisha dia sama sekali tidak bisa bergerak.


Bahkan dia melihat wanita yang sangat cantik itu, sedang berjalan pelan dan hingga sampai di depan Megan.


Alisha melihat bahwa tangan yang seindah batu giok dan seputih susu hendak melambai ke arah Megan, dia sangat panik dia takut terjadi sesuatu kepada anaknya.


"Ahhhhgr!" Dengan sekuat tenaga, ahirnya dia bisa menggerakan tanganya dan setelah itu, fia memunculkan tembakan dengan tanpa bertele-tele, Alisha menembakan pistol itu ke arah kepala wanita yang menawan itu.


Namun dia melihat bahwa wanita itu, tidak melihat dan meliriknya, wanita itu hanya terpaku kepada Megan.


Alihsa menembakan pistolnya.


"Dar!"


"Dar!"


"Dar!"


Namun tembakan itu tidak ada gunanya, dia melihat bahwa selusin peluru, langsung berhenti di udara, dan tidak bisa menembakan ke arah wanita itu dengan mudah.


"Kamu cukup kuat.. Tanpa di duga Fai juga mengikat wanita yang cantik dan bertanduk." Wanita itu berkata memuji kepada Alisha. Kemuduian dia berkata lagi. "Duduklah."


Tiba-tiba setelah kata-kata di ucapkan, tanpa sadar Alihsa langsung duduk, dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya.


"Tidak... kamu apa yang akan di lakukan anak aku..!" Alisha berteriak dia sambil menangis, baru saja dia bahagia karena membuat acara pernikahan, tapi sekarang dia menangis sedih lagi karena dia melihat bahwa tangan indah wanita itu, hendak memegang kedua pipi Megan.


Di situ, Megan juga tidak bisa bergerak, bahkan dia tidak bisa menggunakan bakat mata emasnya.


Mata Megan, melihat bahwa tangan wanita itu, akan memegang kedua pipinya.


Dengan berteriak, Alisha dan Megan secara bersamaan.. "Tidakk .. Jangan!" Mata Megan memejam, bahkan Alisha menangis dengan deras. Dia menyesal telah mengijinkan Fai pergi ke pasar, jika dia tidak memperbolehkan, mungkin saja Megan akan selamat.


Alisha patah hati.

__ADS_1


Namun tiba-tiba adeganya membuat dirinya dan Megan terkejut, karena wanita itu ketika memegang pipi Megan, dia mendengarkan wanita itu berkata seperti ini. "Kyaaaa cucu aku sungguh imut...!"


"Ehhh?"


__ADS_2