Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Zaro Vs Nori Bagian 3


__ADS_3

Zaro ahirnya menemukan penyelamat hidup, dia juga lega tapi ketika dia melihat siapa sih orang yang telah menolongnya dia melirik ke atas.


Penampilan itu dia mengunakan baju besi perajurit. Dan dia membawa pedang hitam yang lumayan panjang dan lebar.


Zaro ingin berbicara bahwa dia ingin berterima kasih karena telah menyelamtakan dirinya dan itu juga mungkin dia adalah bawahan dari Tuan Norman.


Setidaknya itu yang di pikirkan oleh Zaro, tapi kata-kata terimaksih hendak keluar tiba-tiba orang itu memarahi dirinya sehinga Zaro menjadi malu.


"Dasar sampah!" Orang yang mengunakan setelan baju besi, memarahi Zaro. Dia memarahi Zaro karena terburu-buru sehinga menjadi ceroboh.


Orang yang mengunakan setelan besi adalah bawahan Norman juga dan bernama Rack Micen.


"Kamu menyingkir dulu, mengumpatlah di belakang!" Rack berkata dengan cemberut dan tidak senang, bahwa dia sangat ambisius.


Kemudian dia memandang Nori yang tubuhya terpotong menjadi dua. Mata Rack melihat bahwa bagian tubuh atas dan bawah yang terpisah tiba-tiba, darah itu mencicit seperti ular dan saling menyatu sama lain sehinga Rack bingung, apakah dia tidak bisa mati.


Jika Fai ada di sini, dia akan menilai bahwa adik Nori seperti anime yang dia tonton kehidupan di bumi yaitu karakter penjahat di dunia Tokyo Ghoul yang bernama Noro, ketika tubuh Noro terpotong memisah akan darahnya akan bergeliat saling menyatu lagi. Dengan ke adaan ini sama seperti Nori tapi Fai tidak ada di sini sehinga tidak tahu.


Tubuh Nori yang terpotong ahirnya menyatu lagi, kemudian dia perlahan berdiri. Dia memutuskan untuk menghindari luka lagi jika tidak dia akan bahaya.


Dia bisa menyatukan tubuh dengan syarat cukup vitalitas darah semakin tingi darah yang dia serap kecepatan menyatukan tubuh juga cepat.


Nori serius dengan itu, dia mengunakan ketrampilan pedang yang dia pelajari dari Fai.


Tangan kanan memunculkan pedang yang tajam dan mengeluarkan cahaya putih neon yang terang.


Setelah itu dia mengunakan langkah bayangan, sudah muncul di depan Rack, dia mencoba menusuk Rack dengan celah tapi, Rack juga membuat ayunan dengan pedang yang hitam itu.


Mata super Nori di gunakan hinga extrime. Dengan itu kecepatan serangan pedang Rack menjadi lambat. Kemudian Nori menghindar dari tebasan itu dengan melompat ke atas sambil saloto empat kali. Pedang itu menghilang di dan setelah hilang kedua tangan Nori yang indah memunculkan pistol.


"Dor!"


"Dor!"


"Dor!"


Nori menembak Rack, tapi karena Rack meakai baju besi peluru itu tidak bisa menembus. Dia juga sekali-kali menembak Zaro, tapi Rack menghalangi dengan baju besinya itu.

__ADS_1


"Sial!" Nori mengutuk keras di dalam hatinya bahwa satu lawan dua sulit.


Dia membuat keputusan, dengan mengunakan langkah bayangan dia mencoba mendekati Rack di bagian depan.


Kemudian..


Tangan Nori yang tadinya membawa pistol sekarang di gantikan dengan belati di kiri kanan, dia mencoba mencabik wajah Rack tapi, Rack langsung bereaksi dengan melepaskan pedang itu, kemudian kedua tangan yang ngangur menangkap kedua tangan imut Nori.


"Bocah bajingan apakah kamu tidak akan menurut dan berbakti!" Rack memarahi dengan mendengus dingi kepada Nori.


Dia melihat dengan jelas bahwa anak ini adalah Vampir, tapi dia baru melihat Vampir yang aneh.


Sebut saja dia baru menemukam Vampir yang sangat cepat dalam menyatukan tubuh.


Dan dia juga baru melihat bahwa Vampir apakah memiliki tanduk di kepalanya?


Dia mengelengkan kepalanya sekali lagi Rack memandang bocah itu, ketika dia sedang memandang Nori dia terheran karena bocah itu menyeringai dengan licik.


"Bocah bajingan hah apakah kamu gil..!" Sebelum Rack menyelesaikan perkataanya dia melihat bahwa Nori menyemburkan api dari mulutnya.


"Gulungan!"


"Brengsek mata dan wajah aku terbakar!" Rack menjerit dengan marah, kemudian dia mengibas-ngibas tanganya untuk mencari sosok Nori.


Nori tersenyum licik bahwa operasi ini berhasil, dengan itu dia memunculkan belati lagi yang amat tajam dan setelah itu dia melompat.


"Sikat!"


"Aduh!"


Mata kedua Rack terkena tusukan. Dan belati kecil itu masih menancap di kedua matanya.


"Bajingan bocah bau! Akan aku cabik-cabik kamu hinga mati!" Kata Rack dengan marah.


Nori menghiraukan. Dengan itu, dia melompat lagi kemudian kedua tanganya menumbubkan kuku yang lancip.


setelah itu dia menyedot darah Rack dengan panik dan bahagia.

__ADS_1


Zaro yang melihat adegan ini sunguh ketakutan hinga ingin kencing. Awalnya dia sudah percaya diri bahwa dia akan berjalan mulus untuk menghadapi orang terdekat milik Fai.


Tapi, siapa sangka bahwa orang terdekat Fai, memiliki kekuatan yang sangat menakutkan dan sulit di kalahkan


Sementara itu Rack mencoba membuah Nori dengan kekuatan yang tersisa akibat tersedotnya kekuata yang hilang sambil meraih Nori yang masih menempel di wajahnya.


Tapi ketika dia mencoba melepaskan Nori, dia tidak bisa melepaskan itu sangat lengket seperti lintah, dan sangat susah untuk di buang.


Mulut Nori meludaah kan apinya ke wajah Rack sehinga dia menjerit rasa sakit itu dia Rack sampai terjatuh. Karena lemas darah miliknya di sedot oleh Nori sehinga dia mulai kurus dan kering dan pada ahirnya Rack meningal dalam ke adaan yang mengerikan sekali.


Zaro merangkak seperti serigala berlari dengan panik dia takut jika hari ini adalah kematianya.


"Kamu tidak bisa lari!" Nori setelah menyedot darah dari Rack level Vampir nya meningkat. Dan dia setelah menyedot Rack langsung menghampiri Zaro yang hendak melarikan diri lagi.


Melihat Zaro yang menyedihkan dia tidak peduli. Nori berurusan dengan Zaro adalah untuk melatih pertempuran sehinga tidak cangung.


Kemudian tangan Nori meludahkan tulang putih dan melesat cepat ke arah Zaro.


"Sikat!"


"Aduh!"


Rasa sakit yang tadi belum sembuh sekarang Zaro merasakan salit lagi ketika kaki yang satu masih utuh tertancap oleh sebuah tulang. Tancapan itu, hinga ke tanah sehinga dia tidak bisa bergerak lagi.


"Sikat!"


Nori menembak lagi dan mengenai perut Zaro.


"Kamu lepaskan..! Jika tidak Tuan aku akan menjemput ajal kamu sehinga kamu tidak bisa melihat matahari besok." Zaro mengancam.


Tapi Nori seseolah tidak mendengarkan ancaman dari Zaro, perkataan Zaro seperti angin musim semi yang hanya mengelitik di telinga saja.


Tanpa berlama-lama...


"Sikat!"


Nori menusuk leher Zaro sehinga mata Zaro melotot ngeri, dia tidak bisa menghirup nafas, Zaro mencoba menghirup rakus udara itu tapi seseolah udara itu menolaknya, sehinga mulutnya membuka terus.

__ADS_1


Sementara itu, Nori habis menusul langsung menyedot darah Zaro dengan habis-habisan.


"Akakkhgr!" Zaro ingin mengeluarkan suara tapi tidak bisa dia sekarang sesak nafas yang sunguh hebat. Nafas tersengal-sengal dan pada ahirnya menutup mata dengan engan.


__ADS_2