Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Memperoleh Jari Emas Callin


__ADS_3

Callin memandang Fai terus menerus seseolah dia menungu sebuah jawaban. Dia ingin tahu bagai mana dia mengetahui jari emas milik dirinya.


"Oh kebetulan aku mempunyai skill telepati sehinga aku bisa membaca pikiran kamu." Fai juga tidak menyembunyikan keculi sistem yang ada di tubuhnya.


"Oh seperti itu.!" Ahirnya Callin juga mengetahui bagai mana dia Fai bisa mengetahui rahasianya bukan hanya itu saja dia percaya bahwa apa yang di katakan Fai adalah sebuah kebenaran.


Karena di saat dia menyerang Fai, dia seseolah bisa membaca pergerakan serangan dirinya dan itu mungkin dari bakat telepati itu sendiri.


"Apakah kamu setelah mengetahui rahasia aku, kamu akan mencuri atau mengambil paksa bakat mata penilaian ini." Callin berkata lagi dia sunguh waspada jika ketrampilan ini akan di ambill oleh pemuda Fai.


"Jangan terlalu banyak berpikir, aku tidak tertarik dengan ketrampilan kamu." Di bandingakan sistem dan buku kekosongan yang ada di dalam tubuhnya, bakat milik Callin itu hanya hal biasa dan baginya sistem adalah yang paling luar biasa menurut Fai sehinga dia berkata seperti itu kepada Callin.


Tapi yang namanya Jari emas tetaplah jari emas dia adalah BUG dunia seperti virus yang menentang hukum alam.


Jika anda manusia biasa untuk meningkatkan bakat atau level setidaknya membutuhkan beberapa tahun tapi jika di lengkapi sebuah jari emas, maka orang itu akan berjalan menyamping di bandingkan manusia tanpa jari emas dan orang yang mempunyai jari emas kecepatan peningkatan level lebih cepat dari pada orang tanpa jari emas.


"Apakah kamu yakin?" Callin masih curiga bahwa Fai membohonginya, seperti yang anda tahu bahwa jari emas adalah menantang surga dan dia Fai mengatakan bahwa Fai tidak tertarik dengan skill ajaib ini.


Callin masih curiga.


Memikirkan apa yang di katakan oleh Fai bahwa dia telah mengalahkan orang yang bernama Grey yang mempunyai jari emas dan jari emas milik Grey lebih cangih dari pada milik dirinya. Dan itu masih di kalahkan oleh Fai.


Hanya satu kesimpulan bahwa Fai juga memiliki Jari emas. Callin berkata lagi kepada Fai seperti ini. :"Apakah kamu juga mempunyai jari emas?"


"Aku tidak mempunyai jari emas, hanya saja aku jenius dari lahir yang mempunyai selusin bakat." Fai berkata mengangkat bahu. Kemudian dia berkata lagi. "Apakah kamu akan melanjutkan pertarungan ini apakah tidak."


"Lanjutkan aku belum kalah." Callin menjawab langsung dan tangan dia membuat kode untuk memberitahu kepada Fai untuk melanjutkan.

__ADS_1


"Yah baiklah..! Aku akan mengalahkan kamu hanya mengunakan satu serangan saja, aku harap kamu berhati-hati lah." Fai membuat isarat kepada Callin bahwa Fai akan menyerang dan dia menyuruh bersiap kepada Callin.


"Ok aku siap aku menungu serangan kusus kamu ." Callin kemudian menganguk dia sudah membuat postur siap tempur dan sudah siap jika Fai menyerang secara tiba-tiba.


Tanpa berlama-lama Fai mengunakan Tinju surgawi yang sudah lama tidak dia gunakan.


"Sikat!"


Keterampilan langkah bayangan milik Fai dia gunakan dan dia sudah dekat di depan Callin, Fai meninju mengunakan Tinju Surgawi hanya mengunakan 20% dari kekuatan itu sendiri.


"Tidak sangat cepat..!" Callin berteriak dalam hati walau dia sudah mengunakan matanya untuk memperlambat laju pergerakan Fai tapi kecepatan Fai sunguh sangat cepat.


Callin tidak bereaksi, langsung terkena tinju perutnya dan terpental sangat jauh sambil menyemburkan darah dari mulut merah yang seperti buah cery.


Callin berputar-putar di udara beberapa lusin putaran dia berhenti setelah menabrak pohon be berapa kali. Fai juga tidak terlalu kawatir dengan tubuh dewa perang milik Callin tidak akan membuat dia mengalami cedera yang hebat.


Dia setelah berhenti dari terpental awalnya dia sadar tapi beberapa menit kemudian dia pingsan dan ini menandakan bahwa Callin tidak bisa melanjutkan pertarungan.


Fai setelah meninju sudah yakin bahwa Callin sudah tidak sadarkan diri. Dengan itu, dia melangkah dengan ringan tapi satu langkah Fai sudah ada rutusan meter di mana Callin sedang pingsan.


Fai melihat sedikit darah yang menetes pada bagian tubuh Callin kemudian dia menyerap sedikit darah milik Callin mengunakan bakat melahapnya.


Dan benar saja ketika dia sedikit melahap darah Callin dia mendapatkan bakat keterampilan Mata Penilai dan sudah di koleksi di kitab buku kekosongan.


Sebenarnya ada bakat api milik Callin tapi karena level bakat itu sendiri masih lemah dan bakat api sendiri sudah maju, tidak ada gunanya jika dia mengambil lagi.


Tentu saja permisnya dia sudah mendapatkan bakat jari emas milik Callin dan sudah menjadi koleksi. Mungkin bakat ini akan dia berikan kepada ibunya Nuwa.

__ADS_1


Demi keluarga untuk menjadi kuat Fai tidak begitu pelit.


Fai ketika melawan putra Grey dia tidak memikirkan hal ini sehinga dia tidak mempunyai jari emas milik Grey.


Fai juga yakin bahwa Grey mempunyai sistem seperti dirinya dan Fai ingin tahu seperti apa fungsi sustem yang di miliki putra Grey.


Sekarang Fai sudah menghadapi anak keberuntungan dan dia juga yakin dengan berlalunya waktu akan menghadapi anak keberuntungan.


Apalagi anak keberuntungan yang jenis jari emas kelahiran kembali ini sangat membuat pusing kepalang bagi Fai. Tentu saja jenis anak keberuntungan kelahiran kembali rata-rata sombong dan sangat arogan jika tidak setuju dan patuh terhadap protagonis jenis ini anda akan mati.


Jenis protagonis ini seperti novel yang dia baca kehidupan dulu protagonis itu yang bernama Chen Bixuan.


Tapi Fai tidak takut jika anak keberuntungan ini melawan dirinya dan arogan maka Fai akan lebih tingi lagi dan menginjak-injak rasa banga anak keberuntungan itu. Karena Fai yakin bahwa dirinya juga Protagonis dengan jenis Isekai.


Setelah mengalahkan Callin dengan satu pukulan dia meraih tubuh Callin dan dia bawa pergi ke tempat akademi.


Setelah tiba di akademi, Fai menunjukan kepada para siswa bahwa Callin sudah tidak sadarkan diri dan itu berati Fai sudah memenangkan pertandingan ini.


Setelah mengkonfirmasi Fai menyembuhkan Callin dengan skill penyembuh dan setelah menyembuhkan Callin Fai melihat bahwa mata Callin berkerut dan pada saat itu.


Mata indah Callin terbuka.


"Oh sial apakah apakah aku kalah..!" Callin kaget langung bangun dari tidurnya dan duduk sambil melihat di sekeliling.


Dia duduk di tanah tempat di mana para siswa melakukan pertarungan.


"Kamu sudah kalah dan kamu baru bangun dari pingsan." Tiba-tiba Fai berkata di samping sehinga Callin tersadar bahwa di sampingnya ada seseorang.

__ADS_1


"Aku kalah." Kata Callin dia ada rasa tidak ikhlas.


__ADS_2