
Elona masih memandang dari kejauhan ketika Fai sedang menyapu, tapi di sisi Fai dia merasa tidak nyaman ketika dia di amati terus menerus.
Dengan itu dia menyamping dan menyapu di belakang dinding sehinga Elona tidak akan melihat Fai karena terhalang dinding itu sendiri.
Elona ahirnya tidak bisa melihat Fai, sehinga dia mengertutkan keningnya. Tapi karena sebentar lagi dia akan memasuki pelatihan dia melupakan maslah Fai dulu dia harus berfokus untuk bertaih sihir karena dia adalah jenius.
Tapi ke jeniusan dia masih kalah dengan orang yang bernama Callin dia sudah mengajukan berapa pertarungan persahabatan.
Tapi pada ahirnya kekalahan yang dia dapat.
Fai yang menyamping ahirnya lega dia merasa terlalu peduli terhadap bocah kecil itu sehinga Fai tidak perlu repot-repot untuk merespon.
Fai kembali menyapu.
Fai menyapu dari pagi hinga sore dengan dia di jatah untuk menyapu belakang akademi dan pelataran tempat para siswa berlatih.
Dia Fai menyapu di mana para siswa sedang berlatih diam-diam Fai menyringai bahwa dia memanen bakat dalam jumlah cukup lumayan banyak.
Ketika dia sedang menyapu, Fai melihat Kayden sedang duduk di bawah pohon sambil melihat para murid yang sedang berlatih.
Walau Kayden sedang melihat para murid sedang berlatih, tapi terutama mata dia menatap terus ke arah wanita.
Fai melihat bahwa Kayden menatap dengan mata berbinar dan air liur menetes ke bawah.
Fai menghampiri Kayden.
"Kamu apakah kamu begitu tergila-gila sama para wanita?" Kata Fai sambil tersenyum.
Kayden tersadar lalu menatap Fai sambil tersenyum dan berkata seperti ini. "Di dunia jika orang normal, akan memilih barang yang cukup bagus, begitulah ke adaan aku saat ini, melihat wanita yang sangat cantik bukankah itu adalah idaman para lelaki?"
Fai tersenyum dalam hati sayangnya dia tidak tertarik dengan kecantikan muda dia hanya tertarik kecantikan Milf.
"Sebenarnya aku setuju terhadap apa yang kamu katakan. Tapi aku lebih suka dengan barang yang klasik tua yang terawat dan terjaga, karena klasik menurutku elegan dan memunculkan daya tarik tersendiri." Fai juga duduk di tanah sambil berkata kepada Kayden dan mata dia juga memandang para murid wanita yang sedang berlatih.
__ADS_1
Ketika Fai sedang duduk bersama Kayden tiba-tiba dia teringat bahwa di sini ada murid yang bernama Callin.
"Oh ngomong-ngomong, apakah kamu tahu murid wanita yang bernama Callin?" Fai sudah mengetahui tapi dia masih bertanya untuk menghidupkan suasana.
"Callin magsud kamu Callin Harlock?" Kayden juga terkejut karena tiba-tiba dia melihat Fai mungkin mengenalnya.
"Yah!" Balas Fai sambil pura-pura tidak tahu.
"Callin dia adalah murid kebangaan di akademi ini, di samping memiliki wajah yang sangat bagus, dia juga sangat dingin terhadap lawan atau sesama jenis. Dia selalu menyendiri dan tidak gampang untuk di dekati."
"Tapi walau dia mempunyai kedinginan terhadap semua orang, dengan kecantikan yang dia miliki sehinga para murid laki-laki, tidak mempermasalah kan itu."
Ketika Kayden sedang menjelaskan tiba-tiba dari samping mereka yang sedang duduk dia melihat Callin yang sedang berjalan dengan banga dan dingin, sehinga mata Kayden melotot dengan semangat berkata kepada Fai.
"Lihat Callin ada di sini dia akan berlataih!" Kayden menepuk Fai, dia memberitahukan Fai bahwa dia melihat Callin dan akan berjalan melewati dirinya.
Ahirnya Fai menoleh dan melihat ke arah yang di tunjuk Kayden dan dia melihat Callin yang sedang berjalan dengan tenang. Walau Fai melihat bahwa penampilan Callin sangat cantik, dan banga tapi dia tidak tertarik dengannya apa lagi Callin mempunyai gunung yang rata itu tidak sesuai kepada pandangannya sehinga dia ketika melihat Callin sedang berjalan sudah tidak tertarik dan mengalihkan pandangan ke para murid wanita yang sedang berlatih.
Ketika Callin menatap Fai ada sederet infotmrmasi di matanya.
《 Nama : Samuel Fai》
《Ras : Manusia》
《Prajurit : Lv0》
《Penyihir : Lv0》
《Bakat : Tidak Ada》
《Keterangan : Dia adalah manusia biasa yang mempunyai wajah yang tampan tidak memiliki bakat kekuatan sama sekali untuk mengikat ayam dan itu itu lebih buruk dari pada hewan sendiri》
Dalam semua detail penilaian dari informasi mata penilaian adalah pemuda itu bernama Fai. Di bandingkan dengan tukang sapu lainya setidaknya mempunyai satu bakat walau mempunyai level yang rendah. Tapi pemuda yang bernama Fai ini, dia tidak mempunyai ketrampilan dan bakat apapun hanya mengandalkan wajah yang tampan itu, dia mengelengkan dan berjalan melewati mereka berdua Kayden.
__ADS_1
Melihat Callin berjalan melewatinya dan memandang mereka yang tidak peduli, tiba-tiba Fai mengerucutkan mulutnya dan menoleh ke Kayden yang sedang menatap Callin terus menerus setelah itu Fai berbicara seperti. "Yah dia sangat cantik tapi sayang dia mempunyai gunung yang rata seperti laki-laki hinga aku tidak tertarik."
Begitu suara di katakan, dan itu terdengar oleh telinga Callin sehinga dia ingin terjatuh tersungkur, tapi dia tetap melanjutkan melangkah kaki nya lagi.
"Sayang-sunguh sayang, wajah yang sangat cantik, dan angun tapi tidak mempunyai gunung seperti lelaki." Fai berkata lagi sambil mengelengkan kepalanya.
Kayden yang mendegarkan juga merinding dia takut hinga ingin kencing dan berkata dengan berbisik. "Kamu bisa pelan-pelan jika berkata!"
"Kenapa aku berkata jujur bahwa dia mempunyai gunung yang rata, di bandingan ke tiga buah istri aku wajah kecantikan itu masih kalah!" Fai berkata tanpa takut, dan langsung memperlihatkan gambar Fai yang bergandeng tangan bersama ketiga wanitanya.
"Ini..!" Mulut Kayden berseru bahwa wanita ini juga sangat cantik. Tapi dia masih belum percaya bahwa Fai sudah menikah dan memiliki tiga ekor wanita cantik.
"Jika kamu tidak percaya tidak apa-apa aku tidak memaksa untuk percaya." Kata Fai.
"Ini udah sore dan menandakan bahwa pekerjaan ini sudah selesai ayo kita pergi untuk beristirahat!" Kata Fai dia mencoba mengajak meningalkan tempat ini.
"Yah baiklah!" Kayden juga tidak menolak. Setelah itu, kedua orang berdiri dan menepuk pantatnya dan berjalan. Tapi sebelum dia melangkah pergi tiba-tiba ada suara wanita yang memangilnya.
"Hey kamu tungu..!"
Fai dan Kayden berhenti. Tapi, Fai sudah tahu siapa wanita itu dan tujuan apa dia kemari untuk mendatanginya.
"Oh tuan ada apa memangil aku?" Kata Fai melihat Elona yang mendekati dan berteriak untuk menghentikan dirinya.
"Kamu apakah kamu sudah tidak bekerja lagi." Kata Elona dan menatap Fai sambil senyum.
Dia mengunakan sedikit rayuan agar mata Fai terpesona tapi dia melihat bahwa mata Fai masih tenang tanpa ada jejak rasa cabul sehinga Elona kecewa akan paras wajahnya.
"Iya aku kebetulan sudah selesai, ada perlu apa kamu menanyakan sesuatu itu kepada aku?" Fai sudah tahu tapi masih bertanya.
"Kamu bisakah aku mengajak kamu untuk makan bersama?" Kata Elona dia menambahkan gaya merayu yang sedikit di tingkatkan.
"Maaf aku menolak."
__ADS_1