
Bab 126 Yujo Sangat Narsis
Alisha melihat perilaku Yujo, dia seperti melihat orang bodoh saja, tentu saja Yujo juga memarahi diri sendiri, karena entah kenapa dia memunculkan sikap yang tak tahu malu dan tidak rasional.
Dengan cangung, Yujo menjelaskan siapa itu Fai. Dia menjelaskan bahwa Fai mahluk terkuat dan anda beruntung karena telah, menjadi bagian harem.
Yujo juga menjelaskan banyak wanita yang telah menyukai Fai, tapi dia tidak peduli. Sehinga sekali lagi, Yujo mengatakan kepada Alisha, bahwa anda adalah ke empat wanita yang paling beruntung.
Tentu saja dia menjelaskan bahwa Tuan, tidak memandang apa dia memiliki paras yang cantik, Tuan hanya perlu Milf yang baik. Bahkan Tuan tidak peduli bahwa Milf itu sudah mempunyai pasangan, dengan kata-katanya tuan seperti dewa yang maha kuasa.
Dengan itu, Alisha ingin tahu dan dia berkata lagi. "Berati, apakah kamu sudah pernah melihat bahwa Fai mencuri istri orang lain?"
"Kalau ini, mungkin aku yang tahu, Tuan, belum pernah apa yang Tuan Alisha di katakan, dia hanya mengambil janda dan kecantikan nenek yang sudah di atas 70 tahun."
"Puff!" Alisha ingin batuk, ternyata Fai mempunyai ketertarikan yang agak berbeda, tapi dengan umur nenek, dia sudah melihat gambaran dari ingatan Fai bahwa ke tiga wanita Fai, setidaknya sangat cantik, dan dirinya tidak percaya diri.
"Tuan Alisha kamu, tidak perlu risau. Dengan tuan maka kamu akan menjadi wanita yang di sandingkan dengan ketiga wanita lainya yang begitu cantik, yakinlah aku tidak berdusta." Dengan menebak apa yang di pikirkan Alisha, Yujo mencoba menjelaskan kepadanya bahwa anda tidak perlu risau, karena Fai adalah serba guna.
"Apakah Fai bisa merubah penampilan aku?" Kata Alisha ingin tahu. Dia juga tidak mengharapkan menjadi wanita cantik dan mempesona, dia sebenarnya ingin hidup damai, dan menjalani hidup alakadarnya dan tidak muluk-muluk.
"Ini benar yakin lah Tuan Alsiha, aku tidak berbohong, entah sekarang atau besok hari kemudian mungkin penampilan kamu akan mempesona bagaikan peri yang sangat indah bahkan kecantikan yang di muka semesta ini hanyalah sampah hahaha bahkan dewi kecantikan ketika dia bertemu Tuan Fai, mungkin saja dia akan menjilat."
Melihat Yujo yang kambuh lagi seprti overpourd, Alisha terkekeh dan cemberut, apakah anda juga seperti penjilat anjing? Sayangnya Alisha tidak akan begitu sembrono untuk, mengatakan bahwa anda juga penjilat anjing.
Yujo juga cangung sikap narsis kembali lagi, dia memandang Alisha sediki malu dan berkata. "Maaf Tuan, aku terlalu bergembira berlebihan."
"Tidak apa-apa harap maklum!" Kata Alisha, lalu dia memandang anak sendiri Megan yang sedang memeluk kucing hitam yang begitu imut.
Dia juga melihat bahwa di kedua tangan Megan ada cincin antik yang sangat bagus.
Dia juga untuk memastikan apakah kekuatan ini nyata atau paslu, Alisha mencoba terbang, dengan bakat dewa ashura.
Dan benar saja, dia bisa terbang dua meter dengan ketakutan.
__ADS_1
"Ini...hahaha nak...liat ibu bisa terbang!" Selama tiga puluh tahun dia baru meraskan terbang mengunakan bakat sendiri.
"Ini nyata... Hahahah..!" Alisha sangat gembira.
Setelah terbang, dia turun untuk mencoba mengunakan bakat yang sama seperti milik Norman.
Setelah mencoba, Alisha tubuhnya pecah berubah menjadi asap, dia juga memangil serigala asap, dan tengelam ke dasar bawah dengan asap.
Dia juga sebenarnya ingin mengeluarkan bola hitam kecil, tapi dia takut karena ledakan bola ini sunguh kuat menurut informasi.
Di samping Yujo, dia melihat Alsiha juga tatapan kagum. Baginya selama wanita milik Fai, dia akan begitu sangat hormat dan memuja.
Megan juga barkata. "Bu aku juga ingin terbang tapi bakat aku, tidak ada ke ahlian seperti terbang."
Megan cemberut sebagai anak kecil, tentunya dia ingin kesenangan. Salah satunya terbang.
"Oh kamu hanya perlu mengelurakan monster mayat hidup dengan tipe terbang atau dengan Pusy Nona kecil bisa terbang bebas menaiki pungungnya."
"Nona bisa mencobanya." Kata Yujo dia menganguk dengan lembut.
Megan mengunakan bakat mayat hidupnya, seketika dari tanah mengeluarkan asap hitam pekat dan munculah sosok Naga dengan sebesar dua kali gajah, dan itu sangat mengerkkan.
"Woooo!" Megan dan Alisha berseru kagum.
"Kamu bisa menaiki dan berjalan-jalan sambil terbang." Kata Yujo sambil tersenyum.
"Aku ingin..!" Tanpa berlama-lama, Megan melompat langsung ke arah pungung ke naga jahat.
"Roar!"
Auman itu membuat rumah megah ini sedikit getar.
Naga jahat itu, yang pungungnya di naiki Megan, langsung pergi meningalkan rumah dia langsung terbang bebas ke atas langit.
__ADS_1
"Hahahaha ini keren...!" Megan bergembira seperti menemukan mainan baru.
"Nak hati-hati, kamu terbang jangan terlau jauh..!" Alisha berteriak dari bawah.
"Ibu aku tahu.. Woooohh hhhhaaaaa kerennn.!" Naga jahat itu berputar-putar di udara dan menukik ke bawah lagi. Setelah itu, Naga jahat menghilang berubah menjadi kepulan asap.
"Nak bakat kamu sunguh hebat..!" Alisha menganguk bahagia, dia berkata lagi. "Kamu perlihatan bakat satunya lagi."
"Baik ibu, tapi ibu, kamu coba mengunakan bakat apa saja." Kata Megan dia menyuruh Alisha untuk mengaktifkan bakatnya.
"Baik!" Dengan itu, setelah berkata, Alisha langsung dari telunjuk tangannya mengeluarkan bola hitam kecil seperti kelereng. Bola hitam itu berputar seperti gangsing.
Setah Megan melihat Alisha mengeluarkan bakat, dia mengaktifkan mata emasnya. Seketika pupil Megan berubah dari hitam menjadi warna emas yang menyala.
"Ini...!" Alisha kaget, ketika anaknya mengeluarkan bakat yang lain dia melihat perubahan mata Megan menjadi emas. Bukan hanya itu saja, bakat mata itu membuat dirinya kekuatan menjadi hilang dan dia seperti manusia biasa.
"Ini bakat aku menghilang!" Alisha menatap ke arah Megan, dia terpana, ini adalah bakat yang menentang, dia juga melihat dari pemilik Bar, di dahinya ada mata berwarna emas. Namun anak sendiri mata emas itu muncul di mata asli, dan pulil emas juga akan menghilang ketika bakat tidak di aktifkan.
"Hehehe!" Megan bergaya super hero kecil dengan banga, kepada Alisha.
Setelah beberapa jam kemudian...
Mereka ibu dan anak sudah mengetahui bakat milik dirinya yang di berikan oleh Fai.
Setelah itu, karena ini masih menjelang siang, dia tahu bahwa sore hari, Fai akan pulang. Sebagai istri yang baik dia setidaknya menyajikan makanan.
Walau di sendiri masih ragu terhadap Fai, tapi apa yang di berikan Fai kepada dirinya, dia sedikit menjadi kewalahan.
Alisha memandang anaknya dab berkata. "Nak ayo kita kepasar untuk membeli monster daging yang segar dan sayuran, untuk makan bersama dengan ayah."
"Baik Ibu...!" Dengan gembira dia mendekati Alisha. Apa lagi dia sekarang sudah tidak lagi cacat, dia semakin riang dan percaya diri.
"Oh Tuan.. Ayo aku antar kamu ke pasar, mengunakan gerobak." kata Yujo. Gerobak itu sudah di ganti hewan penariknya. Jika kemarin yang menarik gerobak itu adalah Pusy, maka sekarang adalah dua ekor bison hitam yang sangat besar lagi aneh.
__ADS_1