
Bab 125 Dewa Segala Dewa
Kata-kata Fai, itu seperti mengelitik ke pikiran Megan, dari enam tahun dia belum menemukan siapa sosok ayah bahkan, dia tidak tahu siapa sebenarnya sosok seperti apa ayah tersebut.
Tapi tanpa di duga dia melihat orang langsung menyembuhkan tangan yang cacat, dan dia mengaku bahwa anda adalah ayah dirinya.
"Kamu ayah aku?" Kata Megan dia dengan penampilan kecil, sangat imut untuk di pandang. Tapi kata-kata itu sambil mengelengkan kepalanya, sepertinya dia belum menerimanya.
"Betul aku adalah ayah baru kamu." Kata Fai, dia bergegas maju hendak memeluk, tapi dia melihat Megan mundur dan berkata. "Tidak.. Kata ibu, ayah sudah mati.."
"Apa yang di katakan ibu kamu, benar ayah kamu sudah mati, tapi aku akan menjadikan dia wanita aku, sehinga kamu sekarang menjadi anak aku." Kata Fai menjelaskan.
"Tidak.. nak.. Kamu jangan percaya...!" Alisha mengelak menatap sengit ke arah Fai.
Fai tanpa respon langsung mendekati Alisha, dia memegang tangan Alisha, tapi dia melihat bahwa Alisha melepaskan dengan cemberut.
"Ehh kamu sangat galak!" Kata Fai dia memandang dengan heran.
"Ayo kalian ikut aku, kalian harus meningalkan rumah kecil ini, kita harus membeli rumah yang bagus." Kata Fai dia mendekati Megan, setelah itu menarik tangan kecil, itu.
Fai melihat pakaian yang di kenakan oleh Megan begitu culun dan cangung, dengan pikiranya Fai membuat baju yang bagus dengan bakat pencipta.
"Wahhh!" Megan berseru, kagum. Karena di usia masih belia, dia sangat terkesima seperti melihat mainan.
"Apakah sekarang menurut kamu bagus," Kata Fai dia langsung mengendong Megan dengan kasih sayang.
"Ini sangat bagus...!" Megan tanpa sadar tersenyum lebar, karena senyuman itu, Alisha yang melihatnya juga senang. Dia baru kali ini melihat anak sendiri tersenyum lebar.
Tapi ketika dia melihat Fai, ada rasa curiga, apakah jangan-jangan ini hanya pemanis? Tapi melihat senyum riang anaknya, Alisha juga sangat bahagia sampai secara tidak sadar tersenyum.
"Apakah kamu tersenyum." Kata Fai dia terkekeh melihat Alisha tersenyum.
"Tersenyum kakekmu...!" Tiba-tiba senyuman itu mengeras di gantikan wajah cemberut.
"Ayo kita masuk mencari rumah yang besar dan bagus." Kata Fai dia mengajak Alisha yang di sampingnya.
__ADS_1
Awalnya, Alisha engan, namun melihat bahwa anaknya dalam gengaman Fai, dia mau tak mau ahirnya memasuki ke dalam.
Di dalam gerbong, yang sedang berjalan, Fai melaimabikan tanganya. Seketika, muncul permen lolipop dan menyerahkan kepada Megan lalu, Fai berkata seperti ini. :"Apakah kamu mau permen?"
"Apa itu permen?" Megan melihat permen besar itu, dengan rasa ingin tahu dengan menatap cerah ke arah permen.
"Permen adalah makanan manis ternikmat," Kata Fai dia menjelaskan.
"Aku..aku boleh mencobanya?" Kata Megan dia berkata ragu.
"Kamu boleh mencoba mencobanya, tapi kamu pangil aku ayah dulu." Kata Fai dia tersenyum kepada Megan dan setelah itu, dia menatap Alisha dengan menyringai.
"Kamu sangat licik..!" Kata Alisha dia tidak senang dengan bercandanya Fai kepada Megan.
"A..a.. Ayah!" Setelah ragu sebentar Megan berkata ayah kepada Fai, Fai yang mendengarkan langsung gembira dia, menyerah kan langsung lolipop nya.
Setelah beberapa jam kemudian....
Dalam kurun malam dia, mengabiskan tidur di dalam gerbong, hanya saja Fai sendiri yang tidak merasa mengantuk.
Bukan hanya itu saja, setelah pagi datang, Fai sudah menemukan rumah yang cukup bagus baginya, dengan luas empat kali lipat dari pada rumah Alisha dan berjumplah dua lantai.
Dia heran apakah Fai begitu dermawan?
Dia melihat rumah yang di beli Fai sunguh besar dan megah, dia bertanya di dalam hati apakah rumah bangswan seperti ini begitu megah?
Melihat pikiran Alisha yang begitu kuno, Fai berkata. "Kamu tidak perlu berpikir, sudah aku jelaskan bahwa aku adalah tukang sapu dan bukan bangsawan yang kamu kira."
"Tapi aku tidak percaya?" Kata Alisha dia memandang ke arah Fai, sedikit ambigu.
"Lupakan.. Aku akan pergi ke akademi untuk bekerja, kamu tingal di sini, rawat megan kecil itu, dan rawat penampilan kamu."
Tiba-tiba pakaian Fai, berubah menjadi tukang sapu. Namun sebelum itu, Fai berkata. "Untuk menjaga kamu dari bahaya, aku akan memberikan kalian bakat."
Tangan Fai, memunculkan tiga bola kecil berwarna hijau, bola itu langsung memasuki ke tubuh Alisha.
__ADS_1
"Ini..!" Alisha tiba-tiba ada perubahan pada tubuhnya, dia tiba-tiba ada informasi di benaknya yang mengalir deras.
Fai memberikan tiga bakat kepada Alisha dengan Level tingi. Yaitu, kekuatan dewa ashura milik Grey, bakat pelarian diri seperti milik Norman, dan satunya lagi dia memiliki bakat memasak.
Bukan hanya itu saja, dia juga diberikan dua cincin yang di pasang jari tengah kiri dan kanan dengan berisi ribuan senjata moderan dan senjata tingkat tingi.
Setelah itu, Fai memberikan bakat ke arah Megan yang sedang melihat linglung.
Dia memberikan bakat mayat hidup kepada Megan,Mata emas yang di dapat oleh pemilik Bar dan bakat bertahan hidup seperti ketahanan tubuh mutlak yang sama seperti di miliki tubuh Fai.
Walau begitu tubuh Fai sudah menakutkan.
Setelah itu Fai berpesan untuk tidak terlalu bodoh mengungkapkan kekuatan secara terang-terangan kepada Alisha dan Megan.
Megan mengaguk patuh dia walau masih belia, dia paham, lalu Alisha dia juga setuju dan serius, bahkan dia memandang Fai menjadi sangat misterius.
"Kamu sebenarnya siapa?" Kata Alisha dia ingin tahu.
"Aku adalah Samuel Fai, kekasih kamu." Kata Fai dengan tersenyum. Dia sebelum pergi, dia meberikan ingatan di mana dia bekerja di akademi sihir Falas. Dan Alisha juga ahirnya sudah tahu siapa Elona.
Tapi Fai tidak mengungkapkan persetujuan dirinya dan Numan. Jika Alisha tahu mungkin dia akan marah.
"Yah baiklah... Aku pergi.. Ingat kata-kata aku tadi." Setelah itu, Fai berbalik pergi dan seketika retakan ruang muncul, Fai memasuki retakan ruang itu dan menghilang.
"Ini...!" Alisha masih terpana, apa yang di lihat tadi ini seperti ilusi. Tapi dia melihat rumah ini yang seperti istana, bahwa ini benar bahwa anda tidak ilusi.
Setelah dia melihat ingatan Fai, yang siapa itu Elona dan sikap Elona kepada Fai dia juga entah kenapa cemburu dan wajahnya tidak sedap di pandang.
Dia memutuskan untuk menjenguk ke akadami untuk melihat Fai.
Tapi, ada satu lagi yang membuat dia minder. Yaitu Fai sudah mempunyai wanita yang sangat menawan dan di bandingkan dirinya yang jelek ini seperti kentut.
Dia malu jika di masa depan jika dia bertemu salah satu wanita Fai.
Tapi saat ini, dia menghilangkan gagasan itu. Dia memandang Yujo yang masih ada di dalam rumah mewah.
__ADS_1
"Ini.. Apakah kamu tahu siapa Fai.?" Kata Alisha dia cangung.
"Kembali kepada Tuan Alisha, Fai adalah dewa suruh alam, dia adalah dewa mayat hidup, dewa segala dewa, sial... ahahhah di bandingakan dewa lainya, itu hanyalah kentut." Yujo seperti orang gila sehinga di tersadar, bahwa adegan itu sangat memalukan. Lalu Yujo berkata kembali. "Maaf Tuan Alsiha karena terlalu semangat."