
Bab 117 Datang Ke Acara Pesta (2)
Setelah Fai memasuki gerobak dia duduk dengan tenang. Memikirkan kekuatan yang dimiliki dirinya, dia menganguk puas bahwa sistem dirinya sunguh hebat.
Dalam perenungan ketika semua level dan ketreampilan sudah mencapai level 100 apkah dirinya bisa menjadi dewa.
Menurut apa yang dia tahu dewa itu bermacam-macam. Kekuatah dewa adalah julukan nama sendiri.
Sebagai contoh dewa api dia hanya mempunyai hukum api begitu sebaliknya dewa air dia akan mempunyai hukum air.
Tentu saja selain itu entah perajurit, penyihir dan bakat supranatural jika di latih mencapai Lv100 maka sudah setara dengan dewa.
Tapi dia memikirkan bahwa dirinya mempunyai lusinan bakat dan keterampilan sehinga Fai merasa dirinya serba guna, tentunya dia memikirkan jika sudah menjadi dewa apa julukan untuk dirinya apakah dirinya menjadi dewa serba guna?
Begitu dalam perenungan, tanpa sadar gerobak itu sudah ada di depan istanan yang megah. Fai juga tahu bahwa di depan itu juga ada istana.
"Hei lihat hewan macam apa ini yang sedang datang kemari sambil membawa gerobak?" Ada salah satu penjaga berkata kepada penjaga lainya. Dia melihat bahwa kreta hewan yang menarik gerobak sunguh bagus dan begutu dark.
"Aku tidak tahu, mungkin dia adalah bangsawan jauh datang kesini, atau juga orang yang ada di dalam gerobak itu adalah teman sekelas putri Elona." Salah satu penjaga lainya membalas kata-kata dengan melihat terus-menerus gerobak itu yang sedang mendekati.
Ketika gerobak itu sudah dekat kedua penjaga itu dia melihat ada lima orang dengan empat lainya menjaga hewan aneh itu di setiap sisi, lalu satu orang lagi sebagai sopir gerobak.
Kelima orang itu memiliki aura aneh dia juga melihat bahwa penampilan ke lima orang itu, dengan yang empatnya berpakaian seragam besi sambil di lengkapi pedang yang sunguh mengikilap karena ketajamannya.
Dengan orang satunya lagi, dia memakai baju yang sangat bagus dengan serba hitam seperti bangsawan. Wajah orang itu seperti pria umur 40 tahun.
Ke lima orang itu memiliki kulit putih pucat yang sangat bersih. Tapi ketika dia melihat warna mata ke lima orang itu para penjaga bergidig entah kenapa merinding setelah menatap mata merah itu.
"Ini sebenarnya siapa orang yang di undang oleh tuan putri, kenapa begitu aneh dan menakutkan?" Penjaga itu ada yang berteriak dalam hati, dia sedikit bergidik dengan pengelihatanya.
"Tuan maaf tidak sopan perlihatkan kartu undangan yang di berikan oleh tuan putri atau keluarga tuan putri sendiri, kami hanya melihat jika kamu mempunyai kartu undangan maka kamu di persilahkan lewat." Kata penjaga dia berkata dengan profesional, walau dia sebenarnya gemetar dan takut hinga ingin kencing.
Yujo, dia turun dari gerobaknya langsung menyerahkan kartu undangan itu kepada penjaga. Walau Yujo menyerahkan kartu undangan itu, dari awal hinga ahir tidak mengeluarkan suara.
"Oh ternyata ini adalah Fai teman sekelas putri Elona." Penjaga itu yang melihat kartu undangan, langsung berseru. Penjaga itu tidak menyangka bahwa Elona memiliki teman yang sangat aneh dan misterius.
"Silahkan masuk..!" Penjaga tidak menghadang lagi tapi, dia mingir dengan melambai tanganya untuk membuat kode bahwa Fai di perbolehkan masuk.
Ketika sekawan serigala membawa geribok itu, begitu serigala melewati penjaga, penjaga itu bergidik dia melihat serigala itu tinginya seperti kerbau dan dia juga melihat bahwa di setiap pungung serigala itu ada gerigi tajam.
...****************...
Setelah pulang dari akademi sihir Falas, sekarang penampilan Elona berubah dia sekarang memakai gaun putri warna biru.
Rambut yang terurai, memakai kalung perhiasan yang begitu gemperlap dia duduk sambil menatap cermin kuno dengan wajah kepuasaan.
Dia percaya bahwa penampilan dirinya yang sekarang jika Fai melihatnya mungkin Fai akan menumbuhkan percikan cinta.
Setelah itu, dia bangun dari duduknya karena dia sudah merias sedemikian rupa dengan lama di kamar ini. Karena dia sebagai tuan rumah, maka tidak akan begitu sopan jika bersembunyi terus seperti siput.
__ADS_1
Ketika dia membuka pintu, kebetulan dia melihat ada Teya yang sedang duduk menungu di lantai atas bersama kedua orang tua Elona.
Dengan kedua orang tua Elona yang bernama Violante Virgina sebagai ibu, dan dengan ayah bernama Adao Anso.
Violante, melihat bahwa anak sendiri keluar. Begitu dia melihat penampilan anak sendiri dia tersanjung akan kecantikanya, dengan bangun dari tidurnya Violante menghampiri dan berkata. "Yah anak aku sudah menjadi gadis yang luar biasa. Dengan umur kamu semakin bertambah tua, ibu harap kamu dapat pria yang di nanti-nanti."
"Hei dia masih gadis, tidak untuk teburu-buru mencari pria toh, beralunya waktu mungkin ada takdir." Adao yang masih sedang duduk protes tidak setuju jika anak satu-satunya mempunyai pria yang di sukai mungkin kedepan harinya, sosok ayah akan berkurang kecintaan akibat anak sendiri memiliki pria lain.
"Sumai.. Apakah kamu tidak menginginkan cucu." Violante memarahi Adao dia merasa hambar ketika anaknya pergi ke akademi Falas. Ketika Elona masih di akademi Violante merasa bahwa rumah ini yang begitu besar sangat sepi.
Maka dari itu, untuk menghilangkan rasa bosan dia menginginkan sebuah cucu.
Di samping itu, Teya yeng mendengarkan nya tersenyum dan berkata dengan bercanda. "Sebenarnya dia sudah memiliki sosok yang menarik."
Ketika kata-kat itu di lontarkan oleh Teya, seketika Violante menatap ke Teya dengan cerah lalu dia berkata. "Hei apakah apa yang kamu katakan itu benar nak..?"
"Ini benar!" Kata Teya sambil menganguk. Kemudian dia melanjutkan berbibara, dia berkata seperti ini. :"Kebetulan Elona mengundang pria itu pesta ini."
"Kamu tutup mulut kamu.. kamu sunguh mempunyai mulut yang bau..!" Elona melototi Teya dia marah karena mulut Teya begitu keceplosan tanpa kendali.
"Oh apakah yang di katakan teman kamu itu memang benar?" Violante kemudian menanyakan kepada anaknya dengan gembira.
Tanpa berdaya Elona menceritakan kepada ibunya dan ayahnya hinga awal ketemu Fai sebagai tukang sapu yang memiliki kekuatan dan ketampanan luar biasa dan dia juga menceritakan ketika dia merayu ke Fai dengan berbagai cara dengan hasil kegagalan kepada ibunya.
"Ini sangat menarik ayo kita turun dan lihat siapa pria yang di sebutkan Elona." Violante tersenyum dia ingin tahu siapa tukang sapu ini sehinga putri sendiri begitu tergila-gila.
Lantai acara itu sunguh meriah, ada juga meja bundar untuk menghidangkan berbagai macam minuman dan makanan.
Tentunya hidangan ini di buat oleh para koki yang sangat handal, dan para koki itu ada juga yang menyajikan makanan kepada para tamu.
Selain meja bundar di tengah-tengah lantai pesta ada tempat untuk berdansa.
Suasana di ruangan ini sunguh hidup, Elona juga dengan riang mengobrol satu sama lain kepada para teman-teman akademi.
Walau begitu dalam hati dia menantikan kedatangan Fai.
Di sebuah kerumunan Elona Dimpele yang sedang meminum angur, menatap ke arah Elona dengan serakah dan mata panas, tapi dia menyembunyikan dengan ahli.
Sementara itu, di sisi Fai setelah masuk dia memerintahkan Yujo untuk memingirkan gerobak itu dan menungu di luar.
Yoju juga mematuhi dengan hormat. Dia menatap Fai terus-menerus dengan aura menyembah dia memuja Fai selayaknya penguasa mayat hidup.
Memikirkan hal ini, Yoju matnya menyipit dengan jahat, sebagai penguasa mayat hidup tentunya tuanya harus memiliki kecantikan yang mengagumkan.
Sehinga akibat itulah, Yoju memikirkan apakah wanita yang berani mengundang tuan sendiri begitu layak?
Fai mengingalkan Yoju dan langsung memasuki istana yang begitu meriah, begitu Fai memasuki pintu, sepasang mata pria dan wanita menatap tempramen rupawan yang di miliki Fai.
Untuk saat ini, dia mengunakan bakat pesona karena dia tidak ingin rendah hati dalam ketampananya.
__ADS_1
"Sial siapakah pemuda itu.. Sunguh tampan, jika aku memiliki wajah setempan itu, aku sudah mempunyai banyak wanita." Diam-diam ada salah satu tamu yang menangis cemburu akibat ketampanan Fai.
Bukan itu saja para tamu wanita juga melihat Fai dengan bodoh para wanita itu melihat Fai seperti pangeran tampan yang jatuh dari surga.
Elona juga bingung kenapa semua tamu yang ada di sini pada tertegun dan menoleh ke arah belakang.
Elona ingin tahu, dia juga berjalan dan menoleh ke arah di mana mata para tamu tertuju.
Begitu dia mlihat.
"Deg!"
Seketika jantung itu berdetak sangat cepat dan berdebar-debar dia melihat pemuda yang sangat tamapan seperti dewa turun dari surga
Setiap pemuda itu melangkah kakinya ada semacam pesona yang mematikan. Tapi walau begitu pemuda itu acuh dan tidak acuh dia tidak melihat sekeliling hanya berjalan dengan pelan dan tenang.
Pemuda itu kemudian menoleh kiri dan kanan, ketika dia melihat bahwa ada meja bundar yang kosong pemuda itu duduk dengan tenang.
Kadang-kadang dia memakan hidangan dan buah-buahan yang di sajikan oleh koki.
Pemuda itu yang tidak lain adalah Fai yang sudah sampai di istana yang begitu meriah.
Elona sebenarnya kesal kenapa Fai tidak memandang ke arah dirinya bahkan Fai tidak menyapa hanya langsung duduk.
Kemudian Elona berjalan mendekati Fai yang sedang duduk.
Teya melihat Elona mendekati pemuda tampan itu juga ahirnya mengikuti dengan senang hati.
Begitu Elona sesampai meja yang di tingali Fai langsung berkata. "Hei apakah aku boleh duduk di sini?"
"Duduklah!" Kata Fai dengan singkat dia dari awal kedatangan Elona tidak memandang sedikit sama sekali. Dia hanya tertuju kepada makanan walau tidak se enak makanan yang di buat oleh ibunya.
"Kamu...!" Elona tidak berdaya dengan penampilan sekarang secantik Elf, tapi di mata Fai tidak terpengaruh.
Kemudian dengan cemberut dia mencubit Fai dan berkata lagi. "Hei dengarkan ini adalah teman aku bernam Teya."
Fai yang sedang makan di gangu merasa tidak senang kemudian berkata dengan terburu-buru.
"Ada apa!"
"Hallo perkenalkan aku Teya." Kata Teya sambil mengaguk.
"Oh, aku Fai." Kata Fai dia sangat singkat.
Melihat bahwa Fai begitu kaku Elona ingin menampar, dia merasa aneh apakah ketiga wanita yang di miliki Fai sunguh kecantikan surga sehinga kedua wanita yang di depanya mata Fai tidak menimbulkan reaksi.
Tapi bagi Teya setelah melihatnya dia memiliki rasa keserakahan, dia memandang Fai dengan kelicikan dan aura bahaya.
Setelah melihat ketampanan Fai, Teya diam-diam tersenyum jahat. Dia ingin mencicipi tubuh Fai dan menyedot semua kekuatan itu sehinga dia bisa menaikan level perajurit bebrapa tingkat.
__ADS_1