
Bab 167 Bodoh
"Apakah dia adalah murid akademi sihir Falas?" Lisa berkata kepada salah satu siswa yang ada di sampingnya.
"Tidak dia adalah tukang sapu yang bekerja di sini dan setiap sore pulang." Kata siswa itu menjelaskan kepada Lisa.
"Baiklah," Lissa mengangguk tidak berkata lagi namun dalam hati dia berseru: 'Pemuda itu tampan juga'.
Kemudian Lisa berkata kepada Leon ayahnya Dimpele: "Pembunuh ini sangat licin, mungkin orang yang melakukan kepada anak kamu dia sudah ahli dalam pengalaman."
"Apakah kamu tidak mendengarkan apa yang aku katakan...! Aku bilang bahwa yang membunuh ada hubunganya dengan bocah keparat itu Fai!" Leon memarahi Lisa sampai urat dahinya keluar.
"Orang itu bernama Fai?" Lisa tanpa sadar berkata balik.
"Yah betul dia adalah bajingan Fai, aku yakin dia yang membunuh anak aku." Ujar Leon dia sudah pasti ini adalah hubunganya dengan Fai.
"Menurut aku, tidak demikian. Jasad Dimpele itu terdapat cairan nanah dan cairan ejakulasi wanita, jika ini Fai itu tidak mungkin." Lisa merasa lucu apa yang di tuduhkan Leon kepada Fai.
Dia ingin berkata kepada Leon namun sudah tidak ada sosoknya. Setelah menoleh ke arah tertentu, dia melihat Leon yang sedang terbang dan membawa pedang sedang bertindak untuk menyerang loli yang sedang di gendong Fai.
"Fai awas kamu... Hati-hati...!" Tiba-tiba Numan dari kejauhan berteriak. Bahkan Zhack melihat terkejut dia takut ada apa-apa kepada Megan.
"Bocah mati kamu....!" Leon langsung menebas punggung Fai yang sedang mengendong Megan. Bahkan Lisa menatap luar biasa karena khawatir akan terjadi sesuatu terhadap bocah loli itu.
Fai tersenyum tipis dia tidak peduli jika anda mati maka matilah. Ketika Leon sudah tiba di belakang punggung sendiri dan hendak menebas Megan dia memutarkan tubuhnya lalu dia mengangkat jari dan seketika...
"Sringgg!"
Dari pucuk jari Fai meludahkan cahaya tipis yang sangat cepat berwarna putih gold yang sangat cepat menembus leher Leon.
__ADS_1
"Puffg!" Leher tanpa kepala memancurkan darah seperti air mancur. Bahkan tubuh tanpa kepala itu terjatuh namun kedua tangan masih melambai-lambaikan seseolah tubuh itu akan menyerang Fai.
Di sisi kepala Leon dia melihat ke arah Fai yang tersenyum iblis sambil menyringai ke arah dirinya.
"Tidak mungkin aku mati..!" Setidaknya seperti itu Leon yang di ucapkan sedetik sebelum kematian.
"Siapa yang berani menyentun orang terdekat aku dengan niat jahat maka ini akibatnya." Kata Fai dia sangat tenang. Bahkan tidak ada raut expresi tertentu dalam wajah Fai.
Fai berkata lagi: "Nak kamu tidak apa-apa."
Balas Megan: "Ayah aku tidak apa-apa!"
"Baiklah ayo kita pergi, ini sudah menjelang sore." Ujar Fai dia mengangguk kepada Megan.
Bahkan Numan yang berada di kejauhan sudah tidak panik melainkan lega, walau Fai memiliki kekuatan yang menakutkan, namun dia entah kenapa memiliki kekkhawatiran tertentu terhadap Fai.
"Apa yang kamu lakukan!" Zhack cemberut melihat perilaku Numan.
"Ahh tidak apa-apa suami aku hanya khawatir terhadap Megan. Dia anak yang lucu aku takut terjadi sesuatu terhadap Megan." Kata Numan dia dalam hati sangat cemberut. Jika tidak ada Zhack mungkin saja dia akan memeluk Fai dan berkata 'Apakah anda baik-baik saja'. Namun karena ada Zhack di sisinya dia tak berkutik.
Bahkan dalam hati Numan sendiri ada rasaa kebencian kepada Zhack dia ingin sekali membunuhnya karena suami yang tidak berguna ini, dan merusak citara anggun sebagai wanita yang cantik seperti peri.
"Sialan kamu Zhack jika kamu buka suami aku, kamu sudah aku bunuh, hump dasar pria tua sangat menjijikan." Teriak Numan dalam batin.
Namun di luar dia pura-pura lembut seperti wanita penurut.
"Aku semakin hari melihat kamu semakin aneh perilaku kamu Numan, apa yang kamu sembunyikan kepada aku." Zhack menyipit ke arah Numan dia curiga.
"Suami apa yang berubah dari aku, aku masih yang dulu." Kata Numan dia dengan enggan meraih tangan Zhack.
__ADS_1
Melihat Numan menempel di tubuhnya Zhack percaya. Namun Zhack melihat perilaku Numan seperti ada yang di sembunyikan bahkan Numan saat ini seperti wanita malam.
"Tidak mungkin, aku hanya terlalu banyak berpikir." Zhack mencoba menenangkan hatinya. Dia melihat Numan bertambah cantik dia diam-diam bangga.
"Suami apa yang kamu katakan?" Kata Numan dia ingin tahu.
"Aku hanya berpikir yang tidak-tidak dan sangat menakutkan. Aku membayangkan kamu jika kamu berpaling dari aku dan kamu menjadi wanita penggila paha seperti wanita malam." Kata Zhack dia juga meraih pinggang Numan.
"Kamu apakah menjadi sejahat itu, mana mungkin aku menjadi wanita penggila paha layaknya wanita malam, huhh kamu sangat jahat." Numan berpose sangat imut, tapi dalam hati dia sangat tertawa karena julukan wanita malam dia sangat menyukainya bahkan dia ingin sekali berhubungan vulgar bersama Fai di depan Zhack. Namun keinginan itu sangat keterlaluan sehingga Numan tidak berani mencoba.
"Suami ku yang bodoh jika kamu tahu betapa kotornya aku sekarang apakah kamu marah." Dalam hati Numan betrkata sambil memeluk pinggang Zhack dengan enggan.
"Aku sudah membeli rumah baru untuk di singgahi ketika malam tiba. Ayo.. Ikutlah dengan aku kita lihat rumah itu, siap tahu kamu menyukainya." Kata Zhack sambil tersnyum dia sudah memberitahukan kepada Numan bahwa di masa depan dia memutuskan semua keperluan akademi Falas akan di alihkan kepada dirinya. Numan dia di sarankan untuk bersantai menikmati hidup.
Numan setelah mendengar penjelasan Zhack dia sangat bergembira. Karena apa yang dia tahu menjadi kepala sekolah sangatlah pusing dari pagi hari sampai malam hari semua tugas selesai.
"Suami kamu sangat terbaik dalam kebodohnya, jam pagi kamu pergi ke akademi, jam malam kamu baru pulang. Jika seperti itu bukankah selama tidak ada Zhack aku bisa bermain belakang wanita malam untuk Fai? Ohh sial suami bodoh aku sangat menyukainya aku sangat tidak sabar." Numa sangat bergembira bahkan sekarang dia memikirkan ketika tubuhnya sedang di belai oleh Fai tanpa sadar di kedua pahanya mengalir cairan putih suci yang kental.
"Kamu sudah membeli rumah kapan kita akan berpindah, terimaksih suami akhirnya aku bisa menjalani hidup tenang tanpa suara siswa-siswa." Kata Numan. Tentu saja dalam benak Numan dia berkata seperti ini. 'Ohh Fai aku tidak sabar, tubuh aku sudah panas ingin di belai sekarang juga jika kamu bermain di rumah aku yang baru belai aku."
"Ulalala!"
"Ualalala!"
"Ualalala!"
Sambil wajah merah kedua itu menetes sangat deras tanpa sepengetahuan Zhack.
"Suami aku pergi ke tempat mandi aku tidak tahan ingin kencing." Kata Numan dia izin kepada Zhack sambil wajah memerah.
__ADS_1