
Bab 166 Dimpele Mati
"Ahhhhh! Ayo lebih keras lagi..!" Teya sambil menikmati kenikmatan musim semi dia juga memyerap energi milik Dimpele.
"Ayoo lebih keras..!"
"Ualalala!"
"Ulalalal!"
"Ualalala!"
Cairan suci Teya saling menetes, bahkan ada nanah yang menetes ke kasur.
Pada saat itu, experesi Dimpele berubah dia merasa bahwa energinya kehidupanya hilang tersedot oleh alat vital milik Teya.
Dimpele ingin berteriak namun tubuhnya tidak terkendali dia masih menari-nari sangat cabul. Bahkan dia melihat banyak ulat yang jatuh dari lobang buaya Teya sangat banyak.
Jika ada orang yang melihat Dimpele maka akan di katakan bahwa anda sangat cabul, namu apa yang tidak di ketahui adalah dalam hati Dimpele dia sangat khawatir karena dia seperti akan mati.
"Aku tidak ingin mati.. siapa tolong aku dia adalah monster...!" Namun dia putus asa, setelah memasuki masa keritis dia merasakan rasa menyakitkan dari jiwanya.
Dalam berapa detik, akhirnya tubuh Dimpele kurus seperti mau kering dan pada akhirnya dia meninggal.
Setelah itu Teya cemberut hanya satu orang tapi belum cukup untuk menaikan perajurit menjadi Lv6.
"Ini sangat lama sialan..!" Teya mengertakan giginya dia menyingkirkan Dimpele dari kasurnya. Setelah itu dia mengelap alat vital sendiri yang penuh cairan putih dan nanah bercampur darah. Bahkan dia melihat ulat yang bergeliat-liat di atas kasur sedang berjalan tanpa arah seseolah ulat itu sedang mencari rumah.
"Ulat kecil kamu cukup suka tinggal di tubuh aku, apakah kamu sangat nyaman?" Teya tersenyum, dia mengumpulkan ulat-ulat itu dan ulat itu di masukan ke dalam tubuh Teya lagi. Bahkan ulat itu bergembira merambat dengan cepat langsung masuk ke dalam tubuh Teya.
__ADS_1
"Uhh ini sungguh geli dan menyenangkan!" Dia merasakan ulat yang bergeliat di dalam sehingga dia tidak mengeram lebih.
Setelah berapa menit dia mencoba menyelinap untuk membuang tubuh Dimpele di luar Akademi.
Setelah membuang Dimpele, akhiranya dia pergi keluar untuk mencari mangsa lagi, dia masih mengingat wajah Fai dia harus membalaskan dendamnya dan secara cepat untuk membunuhnya.
Namun untuk membunuh Fai dia mengalami kesulitan karena dia sebenarnya memiliki rasa ketakutan ketika dia menghadapi Fai. Bahkan ada rasa gemetar.
Namun dia adalah tipe wanita keras kepala semakin di permalukan dia semakin ingin mencabik-cabiknya.
Dia memikirkan berbagai metode, salah satunya adalah dia harus menyingkirkan orang yang di paling penting di sisinya Fai.
Maka dari itu dia harus mencari dan menyelidiki. Setelah berapa hari, dia akhirnya menemukan bahkan ketika Teya mengetahui dia cukup terkejut, karena ketika dia melihat wanita yang ada di sekitarnya Fai adalah kecantikan atas, bahkan dia juga tidak meraskan jejak kekuatan yang terkandung dalam tubuh kelima wanita Fai.
Untuk menjalankan metode ini dari wanita yang terdekat bernama Alisha cukup membuat resiko karena masih satu kerajaan.
Dan dia akhirnya mencari metode lain yakni dia harus membunuh adik Fai yang sekarang sedang di akademi Dupa Merah. Menurut pengamatan dirinya, dari waktu ke waktu, adik Fai bernama Kazuguki Nori, dan ada dua wanita loli kecil yang menemaninya yaitu Melty Olia Valentine dan Luwi Caitlin.
"Ini menarik, Fai bersembunyi cukup dalam." Setelah itu, dia pergi dan tubuhnya menjadi asap, dia mencari mangsa di kerajaan Rossen bahkan setelah mencari mangsa selusin level perajurit hanya naik menjadi level 6 sehingga dia sangat cemberut.
Setelah mencari mangsa selesai dia Teya kembali ke akademi Sihi Falas.
Tapi Teya tidak tahu bahwa ketika dia menargetkan Nori, Aludra menatap dari kejauhan dan memandang kepergian Teya sambil membuat tatapan dingin.
"Kamu ingin membunuh adik aku Nori aku khawatir kamu akan kencing di celana." Aludra menggelengkan kepalanya, hanya perajurit Lv5 dia sangat berani membunuh Nori yang sudah memasuki perajurit Lv20 dan bakat vampir Lv26, Aludra mengejek dan setelah itu dia menutup tirai jendela.
Di sisi Teya, Ketika dia memasuki akademi, ada berita yang heboh. Berita itu adalah kematian Dimpele, jasad Dimpele di temukan dalam ke adaan telanjang dan keriput seperti menua.
Para guru menyelidiki dan dia tidak menemukan siapa pelakunya.
__ADS_1
Ketika ayah Dimpele mendapatkan kabar atas kematian putra nya dia marah bahkan setelah dia melihat putranya dalam ke adaan mengenaskan dia tidak bisa merasakan rasa sakit di hatinya.
Menurut penyelidikan, Dimpele meninggal karena di serap kekuatanya hingga kering. Untuk mengetahui siapa dalang perilaku, kerajaan Falas mencari siapa sosok yang telah membunuh putra bangsawan ini.
"Ini aneh, bakat macam apa ini, bahkan dia tidak bisa mencium bau dari pembunuh itu, dan menurutnya pembunuh itu bermain rapih." Ada wanita yang cantik menggunakan baju bangsawan dia bernaman Lisa.
Lisa memiliki bakat hidung rubah, dia bisa mencium bau dari siapa pelaku ini, tapi ketika dia mencium bau yang ada di tubuh Dimpele dia kehilangan jejak seperti menguap begitu saja.
Bahkan masalah ini, dia sudah di laporkan ke ayah Dimpele. Dia yang mendengarkan apa kata Lisa dia merasa tidak puas bagai mana mungkin musuh menyelinap sangat halus ini?
Ketika dia sedang melihat jasad putranya yang begitu menyedihkan, kebetulan dia melihat Fai yang juga melihat lokasi.
Dia mendekat ke arah Fai dan berteriak: "Ini pasti gara-gara kamu.. Ini kamu penyebabnya jika tidak ada kamu maka dia tidak mati."
"Apakah kamu gila?" Fai membalas dengan enteng dia setelah keluar dari ruangan Zhack, dia melihat kerumunan. Bahkan dia tidak mendekat Fai sudah tahu siapa yang mati dan siapa yang pelakunya.
"Kamu seharunya bertanya kepada Teya, dia adalah pelakunya." Fai menunjuk ke arah Teya yang sedang berkerumunan di lusinan siswa.
Lisa memandang Fai dia melihat pemuda begitu tampan, bahkan dia mencium bau tubuh Fai yang begitu harum sehingga merasa nyaman.
Karena bakat penciuman inilah dia bisa mencium bau tubuh manusia. Walau tubuh manusia memiliki berbagai macam bau, namun dia baru pertama kali meliahat bau yang begitu murni dan sangat menyegarkan.
Kemduian Lisa melihat Teya, namun dia memiliki bau tubuh yang berbeda, dan bau ini berbeda bau pembunuh Dimpele.
Bahkan Teya yang di tuduh dia tidak takut sama sekali. Di samping dia mempunyai bakat melahap energi lawan, dia juga mempunyai bakat sepuluh bunga berbeda. Bakat ini akan memunculkan pesona, berubah menjadi serbuk sari seperti asap, dan memunculkan bau wangi dalam 10 yang berbeda.
Sehingga dengan bakat ini dia tidak akan mudah di temukan.
Di samping Itu Fai berkata lagi: "Ayo nak kita pulang!"
__ADS_1
"Bai Ayah..!" Megan menjawab langsug melompat ke punggung Fai.
Di samping Lisa dia tertegun, dia baru pertama kalinya melihat pemuda yang cuek kepada dirinya terlepas dari pemuda atau paruh baya.