
Bab 131 Kata-kata Yang Sangat Tinggi
Renner yang melihat perilaku aneh antara Alisha dan Arthur sedikit curiga, dia memperkira apakah di antara orang berdua itu, Arthur mencoba melecehkan Alisha, karena seperti apa yang dia tahu bahwa Arthur mempunyai otak bengkok, dia pernah di lecehkan untuk menjilat adik laki-laki milik Arthur.
Walau dia menolak terus menerus, tapi dengan bakat menghentikan waktu, yang awalnya menolak secara mentah-mentah, lama kelamaan akibat serangan rayuan Arthur terus menerus, ahirnya pertahanan runtuh.
Sehinga hampir setiap hari dia menjilat adik laki-laki milik Arthur, Arthur juga membuat pernyataan yang masuk akal bahwa, anda tidak perlu risau, dengan waktu berhenti semua akan baik-baik saja.
Ava di sampingnya juga memahami itu, ketika melihat Alisha dan Arthur dengan bertatapan dengan ganas, dia malu, Ava malu bahwa Alisha sudah mempunyai anak dan bersuami.
Ava sangat kecewa dengan Arthur.
"Apa yang kamu telah lakukan terhadap dia!" Bentak Renner sambil memarahi Arthur.
"Aku tidak melakukan apa-apa." Kata Arthur, dia melihat perilaku Renner dan Ava merasa kasihan, tapi sistem yang ada di tubuhnya yang sangat jahat dan jika tugas tidak di laksanakan maka akan ada hukuman yang tidak manusiawi.
Alisha melihat Renner dan Ava yang seperti ini, dia paham bahwa Arthur bastard ini, telah melecehkan, kemudian dia berkata kepada kedua wanita ini. "Kamu aku sarankan jauhilah bajingan Arthur, masih ada pria yang lebih baik dari pada dia!"
Dalam hati kecil Ava dan Renner apa yang di katakan Alisha tentunya benar, namun dia sudah memasuki perangkap Arthur, dan tidak bisa kembali, bahkan karena adegan vulgar Arthur terhadap dirinya sudah menjadi kebiasaan setiap hari, bahkan dia menjadi ketergantungan.
Walau begitu dia merasa tidak nyaman ketika dia mengetahui bahwa Arthur semakin maju hari, semakin banyak wanita yang masuk perangkap.
Alisha di samping itu juga paham, dengan kata-kata dia tidak bisa merubah dunia, bahkan dia pernah mendengar pepatah nenek moyang bahwa, suatu kaum tidak bisa berubah yang lebih baik jika itu, magsud dari hati nurani sendiri.
Karena itulah kata-kata dirinya kepada Ava dan Renner tidak berguna, dia hanya berdoa kepada dewa semoga kedua wanita ini mendapatkan pencerahan.
Alisha berkata lagi. "Aku, sudah terlanjur memberikan alamat rumah aku kepada kalian, tapi aku mohon jika kamu ingin berkunjung di rumah aku, dia! Tidak bolehkan untuk datang ke rumah aku, bahkan hidung sekalipun."
Arthur melihat Alisha melotot kepada diri sendiri, dia terkekeh bahwa aku tidak peduli kepada anda.
"Ini mungkin aku sedikit di usahakan!" Renner membuat jawaban yang sulit, dia bahkan tidak bisa menjaga dirinya apa lagi untuk orang lain.
__ADS_1
"Hmm aku harap kamu tepati.. Baiklah aku pergi.. Yujo kemari..!" Kemudian, Alisha meneriaki Yujo yang sangat jauh.
"Ibu, kenapa kamu marah kepada pemuda Arthur?" Dengan polosnya Megan berkata tanpa ingin tahu.
"Hmmm Nak, dia adalah orang jahat, kamu tidak di perbolehkan dekat dengan dia jika kamu berpapasan ok." Kata Alisha dia menegur kepada anaknya.
"Bu.. Aku paham mulai sekarang hanya ayah, dan ibu yang terbaik, yang lainya hanya pura-pura di paksa.." Megan juga menganguk dengan serius dan imut.
"Ketoplak!"
"Ketoplak!"
"Ketoplak!"
Suara monster kuda yang sedang menari gerobak, sambil mengarah mendekati Alisha.
"Nyonya, silahkan masuk.." Kata Yujo dia merebut belanja, setelah itu dia membuka tirai.
Di samping itu, ketika gerobak mendekati Renner dan lainya, mereka bertiga terkejut dengan kedatangan kuda yang sedang menarik gerobak itu.
Kuda dengan tanduk satu, dan ada gerigi di pungungnya, setidaknya dia adalah kuda undead unicron yang legendaris.
Kuda itu sudah tidak muncul sudah 200 tahun terahir di buku sejarah, dan ini dia melihat dengan mata telanjang sendiri, bahwa di depanya ada dua ekor kuda undead. Apa yang bikin mereka terheran adalah, kuda itu dia jadikan untuk menarik gerobak.
Arthur yang melihatnya juga terpana, dia tahu di depanya adalah kuda undead yang legendaris. Tapi kuda itu, dia melihat sebagai kendaraan.
"Tidak mungkin.. Tidak mungkin..!" Dia Arthur mustahil dalam hati, dia menduga bahwa orang yang bernama Fai, memiliki kekutan yang kuat, tapi dia menyangkalnaya dia tidak percaya, mungkin saja hewan ini milik Alisha, dan Alisha karena mau bersama Fai hanya sebatas pelampiasan, setidaknya pikiran Arthur seperti itu. Bahkan saat ini dirinya yang mempunyai sistem, dengan lambatnya waktu dia semakin kuat dan untuk mengalahkan Alisha mungkin akan mudah.
Tapi Arthur tidak tahu siapa Fai, Fai adalah salah satu putra takdir, yang setidaknya, mempunyai lebih dari satu jari emas.
Arthur melihat bahwa Alisha hendak memasuki gerbong, dengan itu dia berkata. "Ingat kata-kata aku terahir, semoga kamu paham, oh iya, aku juga ingin tahu siapa bentuk rupa wajah pria yang di sebut Fai, aku menantikanya."
__ADS_1
Alisha menghentikan langkah, dia hendak berkata tapi, kata-kata itu, tersangkut. Karena pada saat ini, Yujo berkata langsung dengan sedkit memarahi. "Anak muda, bahkan jika kamu memiliki ketampanan yang sangat nyata, di bandingkan dengan wajah Tuan Fai, kamu hanyalah seperti lap, dan ada satu lagi, aku memiliki firasat bahwa kamu ingin berbuat jahat kepada nyonya Alisha, kamu bocah bau, aku sarankan pulanglah dan tidur nyenyak, karena jika kamu sekali lagi membantah mungkin di depan aku ini kamu tidak bisa melihat matahari besok!" Kata-kata Yujo sangat tingi, melihat bahwa bocah ini begitu percaya diri, dia sangat ingin sekali mengentuti, wajah pemuda ini.
"Oh aku sama sekali tidak takut ancaman kamu..! Apakah wajah tuan kamu yang di sebut Fai sangat tampan, datanglah kemari biar aku injak wajah itu." Kata Arthur dengan sangat arogant.
[Yujo memiliki kebencian terhadap tuan rumah. Kebencian 5000]
[Yujo sangat marah, karena menghina tuannya. Kebencian Yujo naik 7000]
[Kebencian.....]
"Sial.. Kenapa nilai kebencian sangat berlebihan apakah dia sangat marah!" Arthur memarahi dalam hati, dia baru pertama kali melihat nilai kemarahan yang sangat tingi dan abnormal.
"Bocah kamu tidak bisa di maafkan, kamu sudah menghina Tuan kami, maka kamu harus mati..!" Yujo melangkah maju langsung membuat kepalan tangan.
Dengan zombie level jendral kekuatnya sangat menakutkan. Tapi, Arthur yang melihatnya tidak takut sama sekali malahan dia mengejek dengan banga.
"Swosh!"
Tinju Yujo mengarah ke arah kepala Arthur, tapi Arthur dengan tenang mengangkat tangan kanannya, seketika tangan itu bercahaya sangat terang dengan warna putih.
Tangan kanan Arthur langsung menangkap kepalan tangan Yujo, ketika kepalan tangan Yujo mengenai cahaya putih seperti susu yang menyelimuti tangan Arthur, tiba-tiba tangan yujo meledak dan hancur.
"Bang!"
"Tidak..dia adalaah bakat dewa cahaya!" Yujo jelek mukanya, di karenakan dirinya ras zombi akan lemah ketika menghadapi bakat cahaya suci itu. Walau dia zombie sudah peringkat jendral, setidaknya dia sudah tahan dengan sinar mata hari.
Untuk cahaya suci, itu dia bisa menahannya, tapi ketika dia terkena cahaya suci milik Arthur tangan kanannya meledak, itu menandai bahwa sihir cahaya yang di milili Arthur sudah level tingi.
Arthur yang setelah menghancurkan tangakan kanan Yujo dia menendang Yujo itu hinga terpental jauh.
"Uh!"
__ADS_1
"Ini!"