Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Awal Konfilk


__ADS_3

Bab 118 Awal Konfilk


Teya ahirnya berbalik melihat Elona. Dengan itu, dia tersenyum dan berkata. "Oh apakah ini yang pria kamu sebutkan?"


Elona menganguk kecil tanpa menjawab, setelah itu ketika dia duduk, dirinya melihat bahwa Fai memakan hidangan ini dengan sangat lahap.


"Hei apakah kamu begitu kelaparan? Aku melihat kamu memakan dengan lahap." Elona mengerut karena melihat perilaku Fai.


"Aku hanya ingin mencicipi semua hidangan yang koki sajikan di sini. Jika acara ini sudah selesai maka akan terlewat." Kata Fai, tapi sebenarnya dia bukan mengatakan sebenarnya. Alasan dia sengaja makan cepat adalah biar dia tidak di gangu-gangu oleh Elona.


Tapi ketika dia mengetahui isi pikiran Teya matanya langsung menyipit dengan jejak membunuh.


Berani anda untuk berniatan mencelakai apakah anda ingin mati?


Ketika Teya sedang berkata kepada Elona dengan bercanda dia secara tiba, meraskan hawa yang sangat dingin menakutkan hinga ingin kencing.


Elona yang melihat perilaku aneh Teya berkata. "Ada apa? Apakah ada masalah kepada dirimu?"


"Tidak-tidak apa-apa, aku hanya merasa tiba-tiba merinding." Kata Teya dengan terburu-buru dia sambil melihat asal dari aura berbahya.


Tatapan mata iblis Fai hanya mengunakan sedikit persen kekuatanya, tapi Fai tidak menyangka bahwa reaksi Teya menjadi begitu pucat.


Diam-diam Fai tersenyum iblis sambil makan.


Melihat bahwa meja ini menjadi begitu sesak, Fai bangun dari tidurnya sambil menepuk pantat, dia berjalan meningalkan Elona yang sedang berkata bercanda dengan teman sekelas akademi.


Fai mencari meja yang kosong, kebetulan dia menemukan meja itu di paling belakang dan sedikit di pojokan.


"Ini harusnya pas dan nyaman." Fai menghampiri meja yang kosong dan setelah dekat dia mengeser kursi langsung duduk. Tapi diam-diam dia tersenyum jahat, karena dia tahu bahwa orang yang bernama Dimpele sedang datang kepadanya untuk membuat masalah.


Fai duduk sambil mengambil sebatang rokok dari udara tipis, dia menungu Dimpele datang untuk menemuinya.


Tapi sebelum Dimpele sudah tiba, kemudian Teya yang sudah di depan Fai.


"Bolehkah aku duduk." Kata Teya dengan senyum lembut.

__ADS_1


"Silahkan!" Kata Fai dengan singkat tanpa memandang Teya.


"Apakah kamu tahu bahwa Elona menyukai kamu?" Kata Teya dia berkata kepada intinya.


"Aku sudah tahu sejak dari awal tapi aku tidak tertarik bahkan aku sangat risih." Kata Fai sambil mengekuarkan kepulan asap dari mulutnya.


"Apakah kamu normal, menurut aku dia adalah kecantikan atas? Apakah menurut aku kamu menyukai pria?" Kata Teya dia sangat bingung dengan setandar kecantikan Fai.


"Aku normal dan sangat normal aku hanya tidak perpatok dengan kecantikan di banding dengan Elona, aku lebih baik menyukai Ibunya." kata Fai dia menjawab jujur selama Milf maka bagi dia mengoda sekali dan penuh tantangan.


"Setandar kamu cukup tingi, hinga aku sedikit terkejut. Ngomong-ngomong apakah aku cantik?" Tiba-tiba Teya tersenyum lembut.


"Aku hanya menjawab yang aku ketahui bahwa kamu itu iblis licik dan aku tidak menyukai sama sekali." Kata Fai sambil menyipit.


"Oh apa atas dasar kamu bahwa aku adalah iblis?" Kata Teya dengan ingin tahu.


"Dari apa yang aku lihat aku melihat bahwa dari itu kamu, penuh bekas dari berbagi ras dan itu sangat menjijikan?" Kata Fai dia terus terang.


"Kamu. Jangan berbicara omong kosong...!" Dia tidak tahu apa magsud Fai tapi dia sudah yakin bahwa dia sudah mengetahui rahasia bakat sendiri.


Tentunya dengan bakat telepati miliknya dia bisa mengetahui bahwa Teya pernah melakukan adegan ranjang dengan berbagai ras. Selama lawan jenis itu memiliki kekuatan yang kuat maka dengan itu dia bisa meningkatkan level perajurit.


"Jadi kamu menyingkirlah dari sini..!" Kata Fai dengan ancaman.


"Kamu, adalah pria yang menarik dan begitu terus terang. Aku menjadi sangat tertarik dengan kamu." Teya tidak menyerah, dengan itu tanganya melambai ke depan sambil memegang pipi Fai.


Sementara itu, ketika Dimpele sedang melihatnya menjadi begitu sangat marah, kenapa Teya juga tertarik dengan tukang sapu ini? Dia sangat marah hinga paru-paru ingin meledak.


Tapi dia melihat terkejut ketika tangan Fai tiba-tiba memegang tangan halus Teya dan melemparkan dengan keras.


Begitu adegan ini terjadi, dia ingin menjadi pahlawan untuk menyelamatkan kecantikan.


Dimpele bergegas cepat dan dengan itu menolong Teya sambil menatap Fai dengan ganas. "Bajingan apakah kamu begitu banci untuk berani mengasari wanita..!"


"Oh apakah kamu akan menjadi pahlawan kesiangan!" Kata Fai dia masih tenang dan tidak perlu repot-repot.

__ADS_1


"Pahlawan nenekmu..!" Dia sangat marah, kemudian Dimpele memandang Teya lalu berkata seperti ini. :"Apakah kamu tidak apa-apa?"


"Ini tidak masalah besar, aku hanya tidak menyangka bahwa niat aku untuk bersalaman lagi supaya menjadi jelas kita berteman, tapi aku tidak menyangka bahwa Fai begitu galak." Teya berpura-pura sedih.


Melihat bahwa Teya memegan tubuh sendiri seperti kucing imut, Dimpele banga dan dia memandang Fai penuh kemenangan, dia berkata. "Hei aku peringatkan mohon minta maaf lah kepada dia jika tidak..!"


"Jika tidak?" Kata Fai dia sudah tahu padahal.


"Jika tidak jangan salahkan aku jika, aku mengusir kamu dari sini." Dia harus sebisa mungkin untuk mengusir tukang sapu ini.


"Aku tidak takut, kamu mengusir aku lakukanlah!" Kata Fai dia tidak peduli sama sekali.


"Kamu..!" Dimpele tidak tahan, dengan itu, dia meraih gelas angur, untuk menyiram ke arah wajah Fai.


Tapi ketika minuman ingin menyiprat ke arah Fai, tiba-tiba secara ajaib berbalik ke arah Dimpele.


"Kamu bajingan..!" Dia melihat bahwa baju bagusnya sudah basah sehinga membuat cangung.


Tangan kanan Dimpele ingin memukul Fai sekencangnya, tapi seketika kepalan itu di tangkap dengan mudah oleh Fai.


"Kamu tidak layak untuk berhadapan dengan aku." Setelah berkata, Fai melepaskan tangan Dimpele sambil mendorong ke depan. Tapi dorongan itu dia mengunakan bakat telekinesis, sehinga Dimpele terpenatal bebas ke depan sambil menabarak meja-meja yang penuh dengan makanan.


Suara tamu yang di undang menjadi heboh!


Di samping Elona ketika dia mendengar suara dentuman keras dia mengerutkan keningnya dia melihat bahwa tubuh Dimpele, penuh dengan basah karena minuman dan makanan melumuri seluruh baju.


Otomatis karena keributan ini, Elona dan orang tuanya menghampiri.


Bukan hanya itu saja orang tua Dimpele juga menatap dengan ganas siapa pelaku yang tidak tahu malu itu.


"Fai apa yang telah terjadi..!" Elona buru-buru menghampiri dengan ingin tahu.


Ketika Fai ingin menjelaskan kepada Elona tiba-tiba kata-kata itu di potong oleh Dimpele.


..."Bajingan dia adalah bajingan dia berani mendorong Teya hinga ingin jatuh!"...

__ADS_1


__ADS_2