
Bab 184 Callin Vs Anya
Hanya tangan gadis kecil yang lemah, akan mengeluarkan kekuatan yang sangat hebat.
"Wooooit!" Wasit membunyikan pluit. Dan setelah itu berkata: "Callin memenangkan pertarungan..!"
Numan dan Zhack bersorak. Hanya Fai yang masih tersenyum seperti biasanya.
Saat ini dalam empat jam berlalu, Callin memenangkan pertandingan berturut-turut.
Semua perwakilan akademi, tidak ada yang berani melawan lagi, sampai ada satu wanita yang gagah heroik, dan berambut merah layaknya api yang mengamuk.
Wanita itu bernama Lumina.
"Aku akan menantang kamu." Lumina berkata kepada Callin.
Callin mengangguk, lalu berkata: "Baiklah ayo." Setelah itu, dia menoleh ke arah wasit untuk membunyikan pluit.
"Wasit bunyikan pluitnya itu..!" Kata Callin dia tidak sabar dalam hal niat bertarung.
"Baiklah!" Wasit mengangguk.
"Pritttt!"
"Mulai!"
Lumina, tidak bertele-tele dia langsung berlari untuk menyerang Callin. Tiba-tiba, seluruh tubuhnya di selimuti api yang membara.
Jika anda pernah melihat super hero fantastic 4 maka anda akan paham.
Lumina setelah sudah tiba di samping Callin, dia langsung memukul kepala Callin. Namun, Callin sudah siap dia langsung menahan menggunakan tangan kosong.
Callin menangkap kepalan Lumina. Setelah itu, dia langsung menampar pipi Lumina sangat keras.
"Pakkk!"
"Tsk, kamu menampar aku..!" Lumina menggertakan giginya. Karena marah, api yang menyelimuti tubuhnya langsung menjadi besar sehingga hampir saja membakar area di sekitarnya.
"Oh sial.. Apakah wanita berambut merah berniat membakar tempat ini.."
"Oi...! Wanita bodoh apakah kamu gila, kamu ingin membakar tempat ini...!"
Para penonton ada yang berteriak karena merasa panas. Namun para penonton yang memiliki bakat api tidak bersuara.
__ADS_1
Callin yang sedang terbakar hidup-hidup, akhirnya seluruh bajunya terbakar hanya menyisahkan penutup di dada dan bagian itunya.
"Berengsek kamu.!" Callin malu dia langsung menyerang Lumina menggunakan tinju.
"Bang!"
"Engah!"
Serangan Callin mengenai dada Lumina sehingga meludahkan darah dari mulutnya. Tentu saja, akibat tinju itu, dia terbang keluar dari batas arena.
Sekali lagi, hanya satu tinju, Callin memenangkan pertarungan.
Lumina yang keluar dari arena, dia sudah tidak sadarkan diri. Maka dari itu, wasit mengumumkan kemenangan bagi Callin. Dalam pertandingan ini, Callin memenangkan pertarungan berturut-turut.
Sampai pada suatu saat, tidak ada yang berani melawan Callin. Anya yang melihat postur heroik Callin, dia mencoba melawan Callin.
Dia melompat terbang menuju arena pertarungan. Padahal, perwakilan akadmi bulu peri ada enam. Dan salah satunya Arthur dan Anya. Karena rekan yang lain menurutnya Anya dan Arthur adalah kekuatan yang sangat kuat.
Maka dari itu, ke empat peserta lain hanya menurut apa yang di instruksikan oeleh mereka berdua. Ke empat peserta tidak melawan untuk maju, dia tidak masalah. Yang terpenting akademi ini memenangkan juara.
Callin dan Anya, saat ini saling bertatap wajah.
Namun seperti biasa. Wajah Anya tanpa raut expresi seseolah tidak punya nafsu. Bahkan Callin saat ini mengkerutkan keningnya.
"Aku tahu, bahwa kamu hanya berpura-pura dingin agar di lirik semua pria dan wanita. Selamat kamu berahasil. Tapi sayang sekali itu tidak berguna di hadapan sahabat aku Fai." Callin berkata sambil tersenyum dan menatap ke arah Anya.
"Aku sarankan kamu tidak perlu membuktkan kepada Fai, apakah kamu tahu, dia tidak suka wanita bergunung rata." Callin tersenyum pahit. Mengingat kata-kata Fai kepada dirinya dia ingin muntah darah.
"Kamu banyak omong kosong!" Anya melototi Callin. Dia ada sedikit rona merah di pipinya namun kembali tenang. Setelah itu, Anya menatap ke arah Callin dan berkata lagi: "Aku di sini, untuk melawan kamu tidak ada hal lain."
"Baiklah ayo kamu yang menyerang duluan.." Callin mengaba-aba menggunakan tangan kanan..
"Baiklah jika kamu seperti itu, aku akan melawan sekuat tenaga untuk mengalahkan kamu." Anya serius dia langsung melafatka mantra sambil tangan kanan melambai ke depan.
"Lotus es keabadian!"
Pada saat itu, ada bongkahan es yang sangat besar dan berbentuk runcing langsung menyerang Callin.
Callin tidak panik sama sekali. Dia membuat kepalan langsung memukul bongkahan es itu.
"Bang!"
Bongkahan es yang besar langsung pecah dan berserakan. Callin setelah memukul, dia berlari menghampri Anya sangat cepat.
__ADS_1
"Tsk..!" Anya mendecakan ludah. Setelah itu, dia melafatkan mantara yaitu kedinginan sementara, seketika Callin merasa bahwa tubuhnya membeku sebentar tidak bisa bergerak.
Alhasil, Callin tertabrak bongkahan es yang besar di tubuhnya. Namun karena dia memiliki tubuh dewa perang, dia tidak mengalami luka serius.
"Sial.. Apakah wanita ini kulitnya terbuat dari baja?"
"Dia terbakar tidak mempan, bahkan setelah terkana pukulan es yang besar, aku melihat kulit tidak ada yang terluka."
Para penonton heboh. Kebanyakan dia sangat kagum kepada Callin karena mempunyai kulit yang keras.
Anya yang merasa bahwa rasa simpati dan pujian seharusnya dia dapat, dan mengetahui bahwa semua orang pada memuji ke arah Callin, akhirnya menggertakan giginya. Dia marah. Karena pujian dan sanjungan itu harus dia yang menerima. Namun sekarang pujian itu, hanya mengalir kepada Callin
Tidak bisa di terima! Sebagai putri kerajaan dia seharusnya yang mendapatkan pujian dan sanjungan ini.
Hati Anya dengki. Dia berniat untuk membunuh Callin. Dia langsung menggunakan senjata pamungkas yatu jurus "Keabadian Phoenix Es!"
Anya melafatkan mantra langsung menggunakan jurus itu. Bahkan Fai dan lainya, semuanya mengkerutkan keningnya.
"Nona apakah kamu gila!! Kamu ingin membunuh Callin!" Arthur yang dari awal diam akhirnya membuat suara.
"Kenapa? Aku adalah putri kerajaan kata-kata aku adalah hukum kerajaan kamu tidak perlu ikut campur." Anya berkata sangat tenang.
Di sisi Fai, dia tidak berkutik sama sekali, dia masih tenang seperti biasanya. Karena dia tahu bahwa Callin tidak begitu mudah di kalahkan.
Callin yang tergeletak langsung berdiri menatap cahaya biru seperti burung yang mempunyai jejak kedinginan Extrime.
Callin membuat keputusan. Dia menggunakan jurus tinju Tyranasaurus Rex yang dia Copy dari Grey.
Ketika Anya sudah tersenyum penuh kemenangan, dia langsung menurunkan jurus itu kepada Callin.
Callin saat ini menatap ke arah cahaya es yang berbentuk burung yang sedang menerpa ke arah dirinya. Cahaya burung itu, sungguh besar sekitar 12 meter.
Callin menatap cahaya itu tanpa rasa takut, dengan tubuh yang telanjang, dia meninju cahaya itu hingga pecah.
"Bom!"
Gelombang kejut seperti bom nuklir langsung mengehempaskan sekitarnya.
"Engah!"
"Tidak mungkin.. Aku kalah..!" Anya terbang seperti layang-layang putus keluar dari arena sangat jauh.
Sementara itu, para penonton yang masih bertahan pada bodoh.
__ADS_1
Tapi yang kaget, saat ini adalah Grey. Dia langsung berdiri dari duduknya
"Bukankah itu jurus aku..!"