
Apa sih yang paling di utamakan Fai, hanya satu jawaban yang sederhana, kebahagiaan yang di utamakan Fai adalah keluarganya.
Baginya keutamaan sebagai anak adalah berbakti kepada orang tua, dan tidak boleh sembrono kepada orang tua.
Bahkan jika Fai mempunyai wanita dan wanita itu tidak menghormati orang tuanya atau berhianat Fai tidak berat tangan untuk membunuhnya tanpa kecuali Bella.
Setelah menerima cincin yang berupa saldo obat obatan dan beberapa uang ahirnya wanita anggun itu menyerahkan hadiah utama.
Hadiah utama ini adalah Tebu busuk, ketikai Fai melihat senjata tebu itu, mulut Fai berkedut.
Apakah anda bercanda? Fai ingin menangis tapi tidak ada air mata.
Ini tidak bisa di terima kenapa anda memberikan sebuah Tebu busuk kepadanya.
Sekarang wajah Fai penuh dengan garis hitam.
Wanita anggun melihat bahwa Fai sedikit berkedut tapi dia juga paham dan dengan tenang berkata.
"Walau ini hanya tebu busuk tapi bukan tebu busuk, singkatnya saya juga tidak mengetahui hal ini."
Paru-paru Fai meledak ingin muntah darah penjelasan wanita ini sunguh sangat Basta*d ingin sekali Fai menampar pantat wanita itu.
"Yakinlah Tuan senjata ini adalah misterius dan kami juga tidak bisa mengidentifikasi level berapa, tapi yakin lah bahwa saya sebagai ketua Classrom pihak kami, tidak akan berbicara omong kosong kepada kamu." Wiliam berkata dengan meyakin kan.
"Yah!" Fai mengangukan kepalanya dengan berat.
Kemudian tangan Fai menerima hadiah Tebu Busuk dengan engan.
Setelah menerima, Fai sedikit aneh terhadap Tebu ini, karena Tebu ini sangat ringan seperti sehelai Bulu, sebenarnya ketika Fai sudah menerima ini dia berniat untuk membuang Tebu ini tapi sekarang, dia menahannya mungkin apa yang di katakan para staf di situ memang benar.
Setelah menerima hadiah Fai pergi ke luar dan mencari Bella, Fai sangat mudah untuk mencari Bella karena dia ketika di hutan melahap hewan musang dan mendapatkan indra penciuman yang tajam dan karena bakat ini di perbaiki oleh siatem makan kekuatannya bertambah menakutkan.
Bakat ini bisa menemukan jarak musuh yang melarikan diri dia hanya dengan menciumnya dan mengikuti arah bau itu. Karena itulah dia bisa mencium Bella karena dia pernah ber cinta dua kali sehinga itu tidak sulit baginya.
Selain indra penciuman yang tajam bakat rubah juga ada lain seperti bisa mencari harta karun.
Fai mencium bau badan Bella dia menuju ke arah selatan dengan itu, dia menghampirinya dengan terbang.
Di suatu tempat di mana Bella berada.
"Ngomong Tuan kamu belum kesini?" Bella berkata kepada Pusy, karena dari tadi Bella selalu menungu Fai sehinga dia berbicara banyak kepada Pusy seperti seseorang reporter.
__ADS_1
"Mengomel!" Pusy menjawab dengan memainkan cakarnya sehinga Bella yang melihatnya tak tahan dengan itu dia memeluk lagi sehinga kepala Pusy memasuki sela-sela gunung yang agung dan besar.
Dia sangat menantikannya Fai untuk melamarnya, Bella sangat tidak sabar untuk saat ini dia ingin bergegas mencari Fai tapi dia masih bersabar dan menungu.
Setelah beberapa waktu Bella yang sedang menungu, kemudian dia melihat bahwa di depan dan mata dia sedang memandang jauh tiba-tiba Bella melihat ada seseorang yang mendekat.
Bella melihat orang itu, dan sekaligus senang. Bukan hanya dia mengenalnya. Tapi, sekaligus dia adalah orang yang sangat dia cintai.
Orang itu adalah Fai.
Bella berdiri langsung dan berjalan dengan cepat untuk menuju Fai dan menghampirinya.
"Mengomel!"
Pusy juga mengomel meneriaki ke arah Fai.
Fai melihat Bella kemudian tersenyum lembut dan Fai juga melihat bahwa Bella tersenyum indah mengarah kepadanya.
Setelah sudah sampai Fai mendekati Bella. Melihat Bella dan Fai itu di ibaratkan seperti sepasang suami istri yang sudah lama tidak berjumpa karena bekerja jauh.
"Aku kembali dengan selamat. Oh iya aku juga memenangkan juara pertama." Kata Fai dengan lembut.
Kemudian Fai memandang Pusy, tapi keadaan pusy sekarang sedang di peluk dan di himpit kedua gunung yang agung milik Bella sehinga tanpa sadar menatap Pusy dengan kejam.
Bella memahaminya dan berkata. "Apakah kamu cemburu kepada hewan peliharaan sendiri? Sangat tidak baik menjadi serakah."
Fai cangung dan mengaruk hidungnya, kemudian tangan yang tanpa pamrih meraih langsung meraih Pusy dalam pelukannya dan berkata. "Apakah kamu belum cukup puas.''
Setelah memarahi Pusy dia meletakan langsung ke atas pungungnya. Setelah itu tangan kanan Fai meraih tangan Bella tanpa memohon izin.
"Kamu..! Hey tungu..!" Bella tidak siap ketika Fai meraih tangannya tetapi dia juga tidak menolaknya.
Fai terbang dan mencari penginapan untuk bermalaman. Tapi sebelum melanjutkan dia mencari Jen.
Setelah sedikit lama mencari Fai menemukan dan menghampirinya.
Ketika mendekati Jen, dia melihat Jen menatap kepadanya dan sedikit ada rasa pahit sehinga Fai yang sudah dekat di sisi Jen berkata: "Oh kenpa kamu membuat tampang seperti itu, apakah kamu tidak menyaukai aku ketika mendekati mu?"
Mulut Jen berkedut hebat. Dalam hatinya apakah anda bercanda? Anda mengatakan bahwa anda cemburu dengan ketampanan Grey, sekarang dia melihat bentuk rupa wajah Fai, itu seperti mengejek diri sendiri.
Jen berkata dengan tanpa daya. "Kamu sangat tampan, sehinga aku iri."
__ADS_1
Fai memahami dan terbatuk kering.
Setelah menemukan Jen, kemudian dia membawanya ke penginapan. Fai juga berkata setelah selesai menginap ikutlah dengan nya untuk pergi ke rumah orang tua Fai.
Di penginapan Fai memesan dua kamar satu kamar di isi oleh Jen, dan satu kamar lagi di isi Fai dan Bella.
Seseolah Jen mengetahui dia menyringai kepada Fai dan berkata. "Semoga kalian berdua menikmati adegan musim semi ini, Tapi ingat kontrol suara mesum kamu hehehe."
Fai bukanya malu malah berkata dengan tenang. "Apakah kamu iri hehehe jika itu benar jadi lah tampan, maka kamu bisa melakuan."
"Kamu brengsek! Hey walau aku jelek tapi hatiku luas seperti laut samudra yang bersih tanpa ada noda seperti kamu!" Jen berkata dengan cemberut.
Jen dan Fai ahirnya memasuki kamar masing-masing.
Di sebuah tempat tidur, ini dengan lebar dan tidak terlalu lebar bisa menampung dua orang untuk tidur. Dan masih menyisih kan berapa senti meter.
Di tempat tidur ini lah mereka Fai dan Bella sedang tidur bersama tapi, di tempat tidur inilah Bella yang sedang tidur bersam Fai membelakangi Fai, dengan alasan masih malu.
Jika kemaren Fai menerkam Bella tanpa sepengetahuannya, tapi sekarang beda Bella tahu bahwa cepat atau lambat mungkin Fai akan menerkam.
Dan benar saja ketika Bella sedang tertidur membelakangi Fai tiba-tiba ada tangan yang memeluk dari belakang.
Tubuh Bella bergetar sedikit. Tapi tidak melawan malahan dia menantikan adegan selanjutnya.
Tangan iblis Fai yang tadinya memeluk pingang Bella tiba-tiba berjalan keatas dan menjarah dan memasuki gunung-gunung yang agung dan sempurna.
Tiba-tiba Fai mengerutkan keningnya karena gunung ini menjadi sedikit bertamabah besar, sehinga dia berkata kepada Bella. "Gunung kamu bertambah besar aku menyukainya."
Bisikan suara Fai mengelitik di sisi telinga Bella sehinga dia sedikit menciutkan kan lehernya karena merasakan sensasi kesemutan.
Tangan iblis Fai terus menerus memainkan gunung-gunung itu kadang juga mencubit-cubut di area pucuk gunung itu.
Raut wajah Bella sekarang memerah dan mulutnya sedkit terengah engah dia menikmati perasaan ini tanpa sadar, sebenarnya Bella ingin sekali berbalik saling berhadapan kepada Fai tapi dia masih malu.
Fai juga tidak mengetahui tapi dia masih memainkan gunung-gunung itu dengan memijat-mijat.
Di sepucuk gunung itu tiba-tiba mengeluarkan cairan putih yang lezat merembesa ke sela-sela jari iblis Fai.
Setelah itu Fai menarik Bella untuk membuat posisi terlentang lalu dia berdiri dan membukak baju bagian Atas Bella.
Dia membukak perlahan-lahan sambil memandang wajah Bella yang menawan dan panas.
__ADS_1
Karena gairah panas dari Bella dan Fau yang tidak terkendali, ahirnya mereka melakuakam adegan musim semi di kamar..