
Bab 116 Datang Ke Acara Pesta (1)
Di ruang kelas, ketika jam sudah memasuki matahari tengelam semua siswa, sudah pergi dari kelas itu masing-masing dan semua siswa kembali ke tempat di mana para siswa menutup mata untuk tertidur.
Tapi dari sekian kelas ada salah satu wanita yang sedang duduk menungu seseorang yang akan datang.
Wanita itu yang tak lain adalah Elona. Dia sedang menungu teman yang sudah pergi ke luar dunia untuk mencari pengalaman.
Ketika dia sedang menungu tiba-tiba dari sebuah pintu munculah kedua sosok dengan satu wanita dan satunya seorang pria.
Awalnya Elona ketika dia melihat wanita itu dia bergembira. Karena sebagai teman dekat, dan kebetulan dia baru datang setelah pergi keluar dunia untuk pengalaman.
Ketika Elona sedang bergembira dan hendak bangun dari tidurnya, dia senyum itu langsung membeku setelah dia melihat siapa pria yang di samping sahabat sendiri.
Dia mengenal betul siapa pria itu. Pria yang di sebelahnya sahabat sendiri yang tidak lain adalah, Dimpele.
Dia juga melihat betul bahwa tangan yang sudah di potong sekarang sudah sembuh.
"Hei..! Elona aku kembali, sambil memeluk Elona yang sudah dekat.
Wanita sahabat Elona yang bernama Teya.
"Selama lebih dari berapa bulan, aku tidak mengelihat kamu aku sangat rindu." Teya berkata lagi kepada Elona dengan mengoda.
Elona yang sedang di peluk pinganya oleh Teya juga diam-diam senang dalam hati, tapi ketika dia melihat penampilan Teya sedikit berubah dia menjadi mengerutkan keningnya.
Dia melihat Teya seperti ada aura perasan licik dan jahat tapi dia tidak mengetahui dari mana asal keperibadian itu, karena dia melihat secara samar.
"Oh aku juga merindukan kamu, bagai mana pengalaman kamu, apakah level perajurit sudah meniki tingkat lagi?" Kata Elona dia mencoba menghilangkan pikiran yang tidak-tidak.
"Oh aku sekarang sudah berada di perajurit Lv15." Kata Teya dengan banga seperti pahlawan.
Dimpele yang di sampingnya diam-diam berseru, dia kagum dengan kecepatan kenikan level Teya.
Dia juga ingin tahu keberuntungan macam apa sehinga kecepatan level melambung tingi seperti roket.
__ADS_1
"Oh tidak aku sunguh iri terhadap kamu.." Elona ber pura-pura cemberut sambil memeluk kedua tanganya.
"Oh ngomong-ngomong sebenarnya aku masih ingin berada di dunia luar, tapi karena ini berhubungan dengan acara ulang tahun kamu maka aku sempatkan datang untuk mengikuti perayaan juga." Kata Teya.
"Kebetulan kamu datang dan ini sangat membuat aku terharu. Kebetulan aku ingin mebuat acara yang meriha mungkin. Dan aku akan mengundang semua siswa satu kelas untuk ikut merayakan acara aku." Kata Elona dia diam-diam menganguk.
Dengan bercanda Teya berkata lagi dengan terkekeh. "Apakah kamu selama tahun-tahun ini sudah mendapatkan sosok pria yang menarik? Di lihat dari kebiasaan kamu yang selalu menolak ribuan mil pria, mungkin sulit."
"Sebenarnya aku sudah menemukan sosok pria yang menurut dirinya sangat menarik, tapi..!" Dia menunduk malu dengan memerah, tapi ketika dia mengingat sifat cuek Fai dia mengertakan giginya.
"Tanpa di duga wanita yang sangat menjauh dari kasih sayang, dia juga memiliki sosok pria yang di indamkan, heheh apakah pria itu tampan." Teya menatap lurus ke arah Elona.
"Dia...!" Wajah Elona seketika malu lagi ketika dia mengingat wajah Fai.
"Hahahahah ini sunguh menarik aku ingin siapa pria yang telah mengambil hati sahabat aku." Teya tertawa dan meraih Elona dan memeluknya.
Di samping itu Dimpele di abaikan oleh ke dua wanita cantik seperti layaknya kayu mati yang tidak berharga sama sekali.
Dimpele juga melihat raut Elona yang tersipu malu diam-diam mengepalkan tanganya dengan erat-erat dia ingin sekali mencabik-cabik wajah Fai sehinga dia puas.
Elona dan Teya juga setuju dia ahirnya ketiga orang itu, kembali kerumah.
"Hacui..!"
Fai bodoh ketika entah kenapa sering bersin, dia berkata dalam hati apakah ada yang membicarakan dirinya sehinga dia terus menerus bersin.
Dengan itu dia sudah berpakaian bangsawan yang sangat bagus dia menungu waktu di mana acara di mulai.
Sebenarnya dia ingin mempercepat waktu mengunakan bakatnya tapi bakat ruang dan waktu masih level 25.
Setidaknta dia membutuhkan hinga level 30 untuk mempercepat dan membalikan waktu setidaknya level 50.
Dengan Level 25 setidaknya dia bisa bersembunyi di kehampaan, merobek ruang dan mengentikan waktu.
Tapi Fai tidak muluk-muluk dengan level 25 sudah cukup baginya.
__ADS_1
Berlalunya waktu ahirnya sudah tiba waktu acara ulang tahun Elona, kemudian Fai melangkah ke kososangan dan menghilang.
Setelah itu, Fai sudah muncul sudah ada di depan istana rumah Elona dengan jarak kurang lebih seratus atau dua ratus meter dari gerbang.
Fai melihat bahwa banyak bangsawan yang datang mengunakan gerobak yang di tarik oleh bebrapa hewan tertentu yang sudah di jinakan.
Ada juga para siswa yang mungkin sekelas dengan Elona yang di undang.
Melihat bahwa Elona keluarga terpandang maka Fai juga akan pamer dan tidak begitu rendah hati seperti face slapping. Karena dia tahu bahwa dirinya sekarang bukan babi yang makan harimau tapi, dewa yang membantai segalanya.
Setelah itu Fai memunculkan gerobak yang sangat bagus dari udara tipis. Dan dia memunculkan Pusy yang sudah lama tidak keluar.
"Mengomel!"
Empat Pusy mengeluarkan suara yang kompak. Dengan bentuk serigala hitam sedikit ungu, dan memiliki sepasang empat mata merah dan memiliki ekor tiga.
Setelah Pusy yang berwujud ganas itu berbaris, Fai memunculkan rantai untuk mengikat gerobak ke arah empat Pusy.
"Yah ini bagus." Kata Fai dengan puas ketika dia melihat gerobak dan Pusy.
Lalu Fai mengunakan bakat mayat hidup untuk memangil Zombie.
Begitu sudah di pangil, dari tanah keluar asap hitam pekat. Asap yang pekat itu berkumpul dan berubah menjadi sosok yang garang dengan pupil merah, siapa yang melihat nya mungkin akan lemas lututnya atau kencing di tempat.
Setelah itu Fai memunculkan empat zombi lagi. Ke empat Zombie itu levelnya lebih rendah dengan Zombie yang di pangil pertama kalinya.
Ke empat Zombie itu, dia barisakan di setiap sisi pusy. Dan Zombie itu juga di lengkapi senjata yang sangat bagus tentunya sudah Level tingi.
Zombi yang lebih kuat menghampiri Fai dan berkata dengan hormat. "Jendral Yujo telah melihat Tuan."
Yujo begitu hormat kepada Fai.
"Baik ayo kita pergi ke istana itu dan kamu berpura-pura saja mengendarai gerobak ini." Kata Fai dengan tenang.
"Baik Tuan.!" Dengan Yujo yang memakai setelan baju hitam seperti bangsawan derakula dia seperti manusia yang berwibawa tapi Fai mengetahui bahwa dia adalah jendral Zombie dengan Level sudah 30.
__ADS_1
"Apakah aku sudah begitu kuat?" Diam-diam Fai berkata kepada diri sendiri dengan banga. Setelah itu dia memasuki gerbong untuk pergi menuju istana megah milik Elona.