Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Fai Vs Zesshi


__ADS_3

Bab 135 Fai Vs Zesshi


Fai tanpa pamrih, menjelaskan kepada Renner dan Ava, bahwa dia mempunyai empat wanita, dengan tiga wanita itu di kerajaan Rossen dan satunya adalah Alisha dari kerajaan Fallas.


"Heheheh ada apa? Bukankah di dunia ini terserah anda mau mengikat wanita selama, wanita itu bekerja sama?" Kata Fai dia menjelaskan kepada Renner dan Ava yang penuh kebingungan.


Setelah itu, dia memeluk Alisha dengan sebuah ke hangatan, Alisha yang di peluk tentu saja malu, walau begitu Alisha tidak menolak, hanya saja ketika awal di peluk ada sedikit getaran.


"Kamu apakah, ketika mendatangi suatu tempat, sudah pasti mengikat wanita?" Kata Alisha dia malu sambil berkata yang posisi sedang di peluk mesra oleh Fai.


"Belum tentu, selama itu Milf dan janda baik, maka aku akan bersedia tangung jawab heheh!" Kata Fai dia menyringai.


'Dasar pria sama saja tidak ada yang berubah!" Alisha berkata dengan mendengus.


Renner dan Ava, melihat bahwa Fai dan Alisha sedang bermesraan, entah kenapa ada sedikit kekesalan, dia tidak terima kenapa Arthur tidak seperti Fai yang sangat tampan dan maskulin.


Karena dia tidak ingin mengganggu, dan kebetulan hari ini hampir matahari tengelam, sehinga mereka berdua membuat izin untuk berpamitan.


Tentu saja dalam hati Fai dia ingin cepat-cepat mengusir kedua wanita ini, dengan kedua wanita ini pergi lebih cepat, maka dia akan lebih cepat untuk melecehkan Alisha.


Ketika Fai mendengarkan kedua wanita itu membuat izin, Fai dengan sopan juga membalas kata-kata bahwa hati-hati di jalan.


Tapi ketika kegembiraan itu langsung hilang, karena dia melihat kilatan guntur biru yang begitu mengerikan sedang melesat mengarah kepada area ini.


Alisha dan kedua wanita terlambat bereaksi, karena kecepatan kilat guntur itu, begitu cepat


Walau begitu, Fai yang memiliki mata di level yang menakutkan, dia tersenyum licik, ahirnya orang yang bernama Zesshi membuat tembakan, dan dia juga melihat rupa bentuk Zesshi.


Fai kagum dengan kecantikan Zesshi. Dia memuji bahwa ras Elf sunguh peroduk yang sangat bagus, sangat cocok untuk melanjutkan keturunan.


Cahaya itu sangat cepat, Fai mengunakan bakat pergeseran tempat, sehinga Alisha dan lainya sudah pindah di tempat jauh dari Fai.


Di samping itu, Zesshi terkejut dengan kecepatan tanggapan Fai, untuk memindahkan orang di sekitarnya, sehinga dia mengetahui bahwa pemuda itu yang telah mengirim tombaknya.


Zesshi mencoba bergegas ke arah Fai dengan kecepatan guntur di tingkatkan, dengan itu Zesshi membuat kepalan langsung meninju kepala Fai. Namun kecepatan Zesshi bagi Fai hanyalah maslah sepele, kemudian Fai juga mengepalkan tanganya.


Pada saat itu...


"Bang!"


Tangan Zesshi dan Fai saling bertabrakan, namun secara ajaib, Zesshi terpental sangat jauh, dan menabrak ratusan rumah warga, sehinga para warga panik dan menjerit seperti ada bencana.


"Ini apa yang terjadi!"


"Apakah ada pertarungan di sini?"


"Ini sunguh kekutan yang sangat kuat!"


"Lihat itu.. pemuda itu yang memukul wanita cantik hinga terpental sejauh mata memandang."


"Oh sial dasar pengecut, beraninya kamu kasar terhadap wanita!"


Banyak orang yang terpana dengan adegan pertarungan tadi, walau begitu tidak sedikit juga, para warga yang memarahi Fai, karena anda begitu pengecut terhadap wanita.


Dari kejauhan, Ava dan Renner berseru, dengan kekutan Zesshi, Fai sangat mudah untuk memukulnya hanya sekali, bahkan Arthur belum tentu bisa menghadapi guru Zesshi.

__ADS_1


Tapi sekarang, dia melihat bahwa Fai memukul guru Zesshi hanya satu kali, iya hanya satu kali tinju, Zesshi terpental sangat jauh ratusan mil.


Di sisi Zesshi, dia masih berguling-guling seperti gangsing akibat tinju Fai, dia mencoba menstabilkan tubunya.


"Heheh ini menarik, ahirnya aku, menemukan musuh yang layak." Dengan itu Zesshi melompat ke atas dengan tinggi, dan di iringi, suara ultarasonik yang begitu besar.


Akibat gelombang sonik itu, area hutan dan rumah-rumah ada yang hancur.


"Swosh!"


Kecepatan terbang Zesshi di percepat, hingga mendekati kecepatan cahaya itu sendiri. Dengan sekejap, sosok Zesshi akan tiba di depan Fai hanya kisaran dua ratus atau lima ratus meter.


Fai tidak panik sedikit sama sekali, dengan tenang tangan kanannya itu, melambai kedepan sambil terkekeh. Seketika itu, ada lusinan kerucut es yang menggantung di udara siap untuk di tembakan ke arah Zesshi.


Setelah itu...


"Swosh!"


"Swosh!"


"Swosh!"~



~ Anggap saja, gambar itu adalah Fai yang sedang menggunakan bakat es untuk menembak Zesshi~


Lusinan ribu kerikil es, melesat sangat cepat mencoba menyerang Zesshi yang sedang terbang mendekat.


"Hehehe itu, tidak mempan dengan serangan itu." Zesshi mencibir, dengan itu dia melafatkan mantra.


"Gulungan!"


Pada saat itu, rune merah menyala muncul di depan Zesshi. Rune itu berbentuk bulat besar dengan panjang lebar seperti ban truk tronton.


Rune itu berputar sangat cepat, dan seketika meludahkan api yang membara-bara.


"Uhh wanita ini lebih kuat dari pada di antara ke empat wanita aku." Kata Fai dia sebenarnya sangat mudah untuk mengalahkan Zesshi hanya sebuah tamparan, namun dia sengaja mengulur waktu dengan bertujuan dia harus memeras seluruh bakat Zesshi dan langsung menjadi koleksi dirinya.


Es yang di tembak oleh Fai ahirnya meleleh, dengan itu, Zesshi melesat dengan cepat bergegas ke arah Fai.


Kemudian Zesshi yang sambil mendekat dia tidak lupa menyerang, dengan bakat sama persis di gunakan Arthur. Tangan kanan dan telunjuk itu meludahkan pedang yang bagus langsung melesat mencoba menusuk Fai.


"Kamu memahami bakat dunia pedang. Kemahiran dunia pedang +40."


"Kamu sekali lagi memahami bakat dunia pedang. Kemahiran di tingkatakan +200."


"Hei! Kamu memahami terus menerus bakat dunia pedang di tingkatkan Lv3."


"Hei! Di tingkatkan Lv4."


"Hei!....!"


"Hei! Selamat atas kemahiran kamu, level bakat dunia pedang saat ini adalah Lv25."


"Bukan kah ini sunguh sangat cepat?" Fai terheran dia sudah lama tidak mendengar bunyi sistem, tapi sekarang dia hanya melihat sekilas bakat dunia pedang milik Zesshi langsung naik ke Lv25."

__ADS_1


"Apakah semakin kuat, peningkatan sistem juga kuat? Diam-diam Fai berpikir dalam hati. Setelah bangun dari merenung, Fai melihat pedang itu hampir menusuk kepalanya, tapi dia masih tenang, dengan itu di depan kepala Fai retakan ruang terbuka, alhasil pedang itu tidak mengenai sama sekali.


"Bakat robek ruang!" Kata Zesshi dia sunguh merepotkan ketika melawan musuh dengan kekuatan ruang dan waktu.


"Heheh apakah kamu yang bernama Zesshi Zetsumei? Ngomong-ngomong kamu sangat cantik." Kata Fai sambil tersenyum.


"Hmmm semua peria sama saja, ketika melihat wanita, mata akan melotot setelah melihat ke indahan." Zesshi bangga karen di kata cantik, tapi dia masih maju lagi untuk menyerang.


Dengan memunculkan sabit yang sangat besar, dia ketika sudah di depan hadapan Fai, dia langsung menebas tubuhnya. Namun Fai bahkan tidak mengerakan sedikit tubuhnya dia membiarkan sabit itu untuk menebas ke arah dirinya.


"Hahahha dasar lemah...!" Zesshi menghina, namun dia merasa aneh ketika dia melihat bahwa Fai masih tenang bahkan dia melihat Fai memandang dirinya dengan senyuman itu sambil menjilat bibir.


Dia meningkatkan serangannya dan ketika Zesshi menebas, ada pemandangan ajaib. Yaitu, sabit yang menebas tubuh Fai tidak mengenai, melainkan tembus melewatinya.


Fai melihat bahwa sabit bulan itu, sudah melewati tubuh sendiri. Dengan itu, Fai memegang gagang sabit itu dan meremas pergelangan tangan Zesshi hinga tulang hancur.


"Crack!"


"Ahhh!"


Zesshi menjerit dan sabit itu langsung lepas dari tanganya. Kemudian tangan kiri Fai menjentikan udara di depan Zesshi, seketika dia terpental lagi ratusan mil.


"Ini guru Zesshi kalah!" Kata Renner dia melihat pertempuran itu sunguh membuat dirinya berseru.


"Fai, sangat kuat!" Kata Alisha dia sangat kagum. Bahkan Megan memasang mata yang berbinar.


Fai memasuki ruang kosong sudah tiba di depan Zesshi lalu dia tersenyum dan berkata. "Bukankah kamu mencari pria sosok yang kuat? Maka kamu tepat sekali ketika menemukan aku."


"Itu hanya mimpi, aku masih mempunyai bakat lain!" Dengan tajam dia menatap Fai, setelah itu tangan kiri menujuk ke arah Fai, seketika tangan itu menyemburkan guntur yang sangat mengelegar.


Namun Fai, masih tenang dengan mengangkat tangan kanannya, tiba-tiba telepak tangan itu menghadang guntur yang besar. Tapi ketika guntur itu mengenai telapak tangan Fai, guntur itu seperti di serap.


Fai mengunakan bakat melahap untuk menyerap guntur Zesshi. Kemudian setelah menyerap, dia mencoba menendang dada Zesshi, akibat tendangan itu, Zesshi memuntahkan darah dan terpental dan berguling-guling mendekati Alisha dan ke dua wanita.


Fai melangkah kan kakinya dengan ringan, dia sudah tiba di hadapan Zesshi lagi.


"Kamu tidak bisa mengalahkan aku." Kata Fai dia sambil tersenyum.


"Hahaha jangan sombong kamu.. Hummp apakah kamu tahu bahwa aku mempunyai bakat kematian instan?" Kata Zesshi dengan mengertak.


"Jika kamu punya aku tidak peduli, aku hanya berkata, kamu mati apa menjadi wanita aku!" Kata Fai dia mencoba berpura-pura jahat.


"Hahahah, aku tidak mungkin kalah terhadap kamu, selama aku memounyai bakat kematian instan, kamu sebaiknya jangan mimpi Hummp!" Di suatu yang tidak memungkinkan, Zesshi masih berjuang.


"Oh tapi jika kamu kalah, apa yang akan kamu lakukan?" Kata Fai dia ahirnya menjebak Zesshi dengan teknik jebakan batman.


"Jika aku kalah, aku bersedia menjadi wanita kamu...!" Kata-kata Zesshi seperti sepele dan tidak ada niatan sekali. Namun bagi Fai itu adalah rejeki nomplok.


"Ok, aku yakin bisa mengalahkan kamu, tapi sebelum itu, aku akan sedikit memberi tahu sebuah rahasia yang aku ketahui tentang kamu." Kata Fai dia tersenyum licik.


"Oh apa humpp cepat katakan...!" Kata Zesshi dia tidak sabar.


"Aku mengetahui rahasia kamu, bahwa di pantat kamu di bagian kiri, terdapat tahi lalat." Kata Fai sambil licik.


Begitu ketiga wanita mendengarakan apa yang di katakan Fai, dia menyemprotkan darah dari mulutnya.

__ADS_1


Alisha yang mendengarkan tersipu malu, dia mengakui bahwa Arthur tak tahu malu, tapi Fai ternyata lebih tidak tahu malu.


__ADS_2