Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Menjenguk Aludra


__ADS_3

Bab 174 Menjenguk Aludra


"Apa yang aku curiga ternyata memang betul, untuk menjadikan dirinya menjadi Dewa di dunia benua bintang biru, maka harus merebut pohon dunia yang di jaga oleh ras Peri." Fai mengangguk.


Tapi itu bukan masalahnya bagi Fai untuk bergembira. Namun yang Fai gembira ternyata sistem milik dirinya bisa berkomunikasi walau sedikit hambar.


Setelah itu, Fai membereskan tempat tidur dari barang sajian dan persembahan sistem. Setelah sudah merapihkan, Fai membenamkan tubuhnya ke kasur.


"Yah.. akhirnya aku bisa pergi ke dunia Dewa, hmmp aku sungguh sangat menantikannya. Tapi untuk sekarang aku beristirahat." Kata Fai dia memegang dagu.


Setelah tertidur terlentang dia teringat bahwa Aludra akan datang berkunjung. Kemudian Fai bangun dari tidurnya lalu dia membuka ruang langsung pergi ke akademi dupa merah untuk menjenguk Aludra.


Di dalam ruangan sekolah, ketika Fai sudah tiba di akademi Dupa Merah, dia melihat Nori yang sedang bermain layaknya anak kecil bersama Melty dan Luwi. Fai sengaja tidak memanggil ketiga mereka, tapi dia langsung menyusup tempat di mana Aludra berada.


Ketika Fai sudah memasuki kamar dan ruangan Aludra, dia tersenyum sambil memandang Aludra.


Aludra saat ini sedang meminum teh menikmati hidup tanpa menyadari bahwa Fai sedang menatap dirinya.


"Huhh teh yang sangat harum dan nikmat." Aludra berkata kepada diri sendiri sambil menyeruput tehnya. Walau di dunia ini seperti gaya abad eropa pertengahan, namun setidaknya sedikit lebih modern cara orang berpakaian.


Fai yang melihat Aludra yang bertambah panas lekuk tubuhnya, tenggorokanya sanngat kering. Bahkan Fai melihat dari samping bahwa gunung Aludra sangat besar sedikit kecil dari pada milik Bella namun, baju Aludra khusus di beniknya bagian atas sudah tidak muat untuk di tutup sehingga seperti ingin tumpah.


"Sudah berapa hari aku tidak melihat dia, sekarang gunung itu sungguh besar." Fai berkata dalam hati dia tidak berniat mengejutkan Aludra.


"Fai.. aku ingat bahwa kamu ingin menemui aku dan mengajak aku untuk melihat kamu sedang bertarung. Huhh mungkin dia lupa sedang asik bersama wanita lain." Aludra berkata kepada diri sendiri sambil menggelngkan kepalanya.

__ADS_1


Fai yang sedang bersembunyi di belakangnya hanya tersenyum tipis, dia tidak berniat untuk mengeluarkan suara sedikit sama sekali.


"Huhh aku sangat iri dengan Bella yang lainya karena telah menghabiskan paling banyak dengan Fai. Tapi aku sungguh sial hanya satu malam, sama sekali tidak puas, aku masih ingin dekat denganya." Aludra menghela nafas. Dia tampak lesu. Dalam hatinya dia sangat merindukan Fai dan ingin selamanya tidur bersama Fai. Tapi setatusnya sebagai kepala akademi, ini membuat batasan baginya.


Aludra meminum teh lagi terus, dia bangun dari duduknya. Namun ketika dia membalikan badan dia kaget, dia melihat Fai yang sedang bersandar di dinding sambil memandang ke arah dirinya sambil tersenyum.


Aludra kaget, dia berpikir apakah dia terlalu banyak merindukan Fai sehingga mengakibatkan halusinasi, tapi ketika Aludra mengusap kedua tangannya, dan masih ada sosok Fai di depanya tanpa sadar matanya menangis.


"Apakah kamu Fai." Aludra berkata sambil meneteskan air mata sangat deras.


"Kamu bodoh, apakah aku menurut kamu itu ilusi?" Fai berkata sambil tersenyum dan merentangkan kedua tanganya untuk memberkan kode ke Aludra untuk memeluknya.


"Hmmp ini benar, ternyata kamu tidak bohong, kamu menepati janji." Aludra berjalan sambil menatap ke arah Fai terus menerus. Bahkan Aludra memeluk Fai sangat erat seseolah tidak membiarkan lepas dari cengkramannya.


Fai tersenyum: "Coba aku ingin melihat wajah kamu, kenapa kamu selalu menutupi wajahnya, aku ingin melihat wajah kamu dari dekat hei..!"


"Hahahaha kamu kenapa malu untuk menatap wajah aku, ayo aku juga merindukan kamu." Fai tertawa lebar dia mencoba memaksa untuk menggerakan wajah Aludra yang masih di benamkan di dada dirinya.


"Aludra kecil lihatlah aku, kenapa kamu malu untuk tatap muka, nah ayo kita berciuman." Fai membisikan suara.


Setelah itu, Aludra akhirnya mau menatap ke arah Fai. Wajah Aludra saat ini sangat cantik, dengan campuran rona merah karena malu dia menatap ke arah Fai penuh dengan rasa sayang.


Fai mengetahui bahwa semua wanitanya, sangat menyukai dirinya. Namun hanya Aludra yang berbeda dia memandang kepada dirinya yang paling besar adalah rasa kecintaanya. Jika di bandingkan wanita Fai yang lain khususnya Bella maka Bella adalah bajingan ulung yang selalu meminta jatah. Namun Aludra tidak dia masin bisa sedikit mengontrol tentang hasrat gairahnya.


Mungkin karena Aludra mempunyai pekerjaan yang teramat merepotkan seperti menjadi kepala sekolah. Sehingga ke inginan hasrat sedikit terkontrol dengan pekerjaanya.

__ADS_1


Aludra dan Fai saling memandang selama beberapa sesaat. Sehingga kedua insan itu langsung membuat ciuman mesra yang sangat harmonis dan romantis.


"Cup!"


Aludra menikmati ciuman yang sedang di lakukan oleh Fai sambil mata terpejam. Bahkan ketika berciuaman, sebenarnya dari air liur Aludra mengeluarkan racun yang sangat berbahaya. Tapi karena Fai adalah monster dia tidak akan terpengaruh dengan bakat Aludra.


Mata Aludra memejam sambil meneteskan air mata karena dia sangat bergembira.


Fai ingin melepaskan ciuman Aludra, namun Aludra melarang untuk melepaskan sambil mata melotot. Tanpa daya Fai membiarkan saja lidah sendiri untuk di belai oleh lidah Aludra dengan ganas.


"Ah ahh ahh .. apakah kamu bercanda? Kamu tidak boleh mengijinkan untuk melepaskan ciuman ini, kamu tahu aku sangat sesak nafas." Setelah melepaskan ciuman pakasa dari Aludra, Fai berkata sambil pura-pura.


"Aku tidak mempercayainya karena kamu ahlinya." Aludra cemberut. Namun dia tidak melepaskan pelukanya kepada Fai seseolah Aludra sudah melekat seperti lem perangko.


"Lepaskan pelukan kamu Aludra kecil, kamu harus berpakaian yang bagus untuk pergi dan melihat aku bertanding di akademi kerajaan Falas."


"Baiklah, aku akan menggantikan baju yang sangat bagus." Aludra tersenyum lembut. Dia langsung melepaskan baju itu di hadapan Fai langsung.


Sehingga Fai yang melihatna terbatuk kering: "Uhukk.. Uhukkk Aludra kecil kamu sangat bagus aku sangat menyukainya."


"Apakah tubuh aku sangat menwan Fai...!" Aludra tiba-tiba memerah wajahnya. Dia mencoba untuk memperlambat dirinya untuk mengganti baju agar Fai bisa melihat lekuk tubuhnya yang sangat bagus.


"Ini bagus semua wanita aku sangatlah bagus kamu juga bagus." Kemudia Fai setelah berkata, dia menggunakan bakat hipnotis untuk mengendalikan tubuh Aludra.


Aludra yang tubunya sudah di kenadikan oleh Fai, tanpa sadar bokong yang penuh tato di pamerkan kepada Fai.

__ADS_1


"Aludra tersipu memerah: "Fai apa yang kamu lakukan.. Ahhh!"


Tanpa memberikan jawaban Fai menjilat lobang bokong Aludra.


__ADS_2