Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Teya Bertindak


__ADS_3

Bab 177 Teya Bertindak


Elona tak bisa berkata-kata. Dia merasa tidak menerima apa yang di lihat di depanya itu. Elona bahkan melihat bahwa benik yang di bagian dada terbuka dan itu seperti guru Numan sengaja untuk memikiat Fai.


Numan mencoba menenagkan pikiran yang panik terus dia berdiri dan berkata. "Elona apa yang sedang kamu lakukan di sini,"


"Guru Numan, kamu sungguh gila, kamu selingkuh dengan Fai dan apakah kamu tidak merasakan ketika Zhack mengetahui tersebut, aku melihat guru Numan yang sekarang seperti orang asing." Elona berkata tapi dia seperti tidak bisa berkata-kata.


Numan memejamkan matanya, terus berkata. "Jangan katakan dan sebutkan nama Zhack di depan aku, aku sungguh muak dan jijik."


Kata-kata Numan sekali lagi membuat Elona sama sekali tidak mempercayainya. "Guru kamu...kamu sudah gila, guru ayo kita pulang, kamu adalah guru yang dermawan aku tidak mau kamu menjadi wanita malam."


"Aku..aku..aku..tapi.." Otak Numan tidak bisa mencerna, dia ingin pulang tapi, tiba-tiba Fai bangun dari duduknya langsung memeluk Numan.


"Maaf Elona, Numan sekarang wanita aku, betulkah Numan kecil." Kata Fai setelah memeluk Numan, tangan iblisnya memasuki daerah terlarang milik Numan yaitu gunung yang besar sambil memijat.


"Aww Fai kamu...uhhhh...!" Numan memerah seperti menikmati.


Di sisi Aludra dia masih merokok sambil duduk dan berkata. "Anak kecil, apa yang kamu lakukan di sini, kamu membuntuti Fai karena kamu menyukai nya tapi, Fai tidak menyukai kamu, dia hanya memilih Numan puf kamu tidak beruntung, aku sarankan berhentilah mengejar Fai."


"Kamu.. " Elona menunjuk Aludra dan menatap ke arah Fai dan berkata. "Fai baiklah jika kamu menginginkan wanita malam, maka baiklah aku akan menjadi wanita malam seperti wanita kamu."


Setelah berkata, dia meraih rokok yang di letakan di depan Aludra. setelah itu, dia meminum anggur sambil menatap Fai sangat sengit. Setelah mengambil rokok dan minum anggur, dia pergi. Namun dia berkata kepada Numan: "Guru Numan, aku akan pergi dan akan menemukan guru Zhack atas kebejatan kamu..!"


"Ahh apa, tidak jangan elona..!" Numan berteriak dengan nada ambigu karena gunung sedang di belai sedikit oleh Fai.


"Kamu tidak perlu kawatir, kamu pulang dan merapihkan pakaian kamu dan hanya perlu menggunakan sugesti untuk mempengaruhi agar Zhack percaya kepada kamu. Tapi sebelum kamu pulang, kita berciuman." Kata Fai ringan.


Numan tersenyum dan berkata: "Terimakasih suami, kamu sangat pintar aku sangat menyukai kamu.."


"Cup!"


Mereka berdua berciuman sangat mesra dan setelah itu, Numan pergi dengan cepat. Tapi tiba-tiba Fai mengirim pesan lewat telepati. "Ingat ketika sudah malam kamu pergi ke tempat kamar aku."


Numan yang sedang berlari berhenti sejenak dan menoleh ke arah Fai dan mengangukan kepalanya sambil tersenyum lembut.


Setelah Numan yang sudah pergi, akhirnya Fai berkata. "Aludra kecil kita akan pergi ke tempat mana lagi? Selagi matahari belum tengglam."

__ADS_1


"Aku terserah kamu suami, yang penting aku menghabiskan hari ini dengan kamu.


"Baiklah ayo kita mencari udara segar..!"


......................


Akademi Dupa Merah....


"Kak Emma, apakah kamu melihat kakak perempuan Aludra?" Nori yang sehabis main sama Melty dan Luwi berkata sambil ingin tahu.


"Adik guru Aludra sedang berkencan dengan Fai dia pergi sudah 4 jam yang lalu." Kata Emma setelah menjelaskan kepada Nori, dia juga sudah tahu bahwa walau kamar Aludra sudah bersih, tapi dia masih mengetahui ada cairan suci yang menempel di selimut, lantai, bahkan cermin kuno. Itu membuktikan bahwa Aludra habis memasuki musim semi bersama Fai di tempat ini.


"Huhh, kenpa dia tidak memanggil aku," Nori cemberut, dia tidak senang ketika Fai masuk pergi begitu saja. Setidaknya dia harus menjenguk adik ini yang lucu.


Pada saat itu ada suara dari luar.


"Woww aku mencium bau Fai." Melty tiba-tiba berteriak."


"Apa ada tuan..?" Luwi juga langsung bergegas ke dalam menghampiri Nori. Namun Nori menjelaskan bahwa Fai sudah pergi lagi. Sehingga mereka bertiga sedih.


Emma pergi sambil menggerutu karena semua tugas akademi saat ini dia yang urus karena kepergiannya Aludra yang sedang berkencan.


Di malam hari...


Nori, Melty dan Luwi tidur bersama bahkan saat ini Luwi yang dulunya galak sangat nakal sudah berubah derastis.


Sudah malam hari tiba-tiba di luar jendela ada sosok berjubah yang sedang menyringgai ke arah di mana Nori sedang beristirahat.


"Hahaha ini adalah kesempatan aku, untuk membunuh ketiga anak kecil itu dengan membunuh bocah itu, maka aku akan puas hahah sialan kamu Fai ini adalah akibatnya." Kata Teya sambil menatap tajam ke arah kejauhan.


Walau Teya mengunakan jubah hitam namun di bagian depan masih terbuka lekuk tubuhnya. Bahkan dari paha Teya seperti ada cairan yang bercampur nanah yang masih mengalir di kedua sisi paha yang membuktikan dia sehabis bercinta.


Di samping itu, jika anda melihat dari dekat maka di bawah Teya ada sejumplah ulat yang berjatuhan dari vitalnya.


"Uhh ulat kecil, kamu pelan-pelan ini gatal..!" Teya berkata penuh geraman lembut karena dia merasa ulat yang di dalam itunya sedang memakan daging miliknya.


Setelah geraman lembut di keluarkan dia meraih ulat yang berjatuhan langsung di masukan lagi..

__ADS_1


"Kamu adalah ulat kecil aku heheh maka pulanglah di rumah aku yang nyaman ini." Kata Teya dengan raut centil. Setelah itu sosonya menghilang dan sudah tiba di depan ketiga Wanita loli ini.


Teya yang sudah berada di dalam kamar, dia mendang ketiga wanita loli itu dia memilih siapa yang pertama untuk di bunuh. Kebetulan dia berdiri di samping Melty sehingga Teya memutuskan untuk membunuh Melty dulu.


Teya mengeluarkan belati yang sangat tajam langsung menebas leher Melty tanpa basa-basi. Namun, tiba-tiba Melty membuka matanya dia langsung meninju Teya sampai terpental keluar dari kamar.


"Bom!"


"Bug!"


"Bug!"


"Bug!"


Dada Teya seketika cedera...


Di dalam kamar, akhirnya ketiga loli itu bangun dan Nori berkata. "Ini benar ada orang yang ingin membunuh kita, tapi aku sangat jijik dengan bau darah perempuan itu, ayo kita keluar dan lihat."


"Baik..!"


Ketiga loli kecil keluar dari kamar dan sudah tiba di depan Teya yang sedang memegang dada.


"Ihh sangat bau busuk menjjikan..!" Nori ingin muntah ketika dia mencium bau amis yang di keluarkan dari Teya.


"Hahahaj aku tidak mengira, aku sangat meremehkan kamu. Tapi aku harus membunuh kamu...!" Teya melotot.


"Aku sangat jijik untuk bertindak, Luwi kamu saja ok." Kata Nori berkata dengan tenang.


"Baiklah, karena dia berani melukai Tuan kecil, maka aku harus melindungi." Kata Luwi sambil menatap ke arah Teya dia langsung berlari untuk membunuh Teya.


"Hahaha tidak mudah untuk membunuh aku..!" kata Teya dia mencibir. Namun, tiba-tiba mata Teya melotot tajam seseolah tidak percaya akan yang di lihat di depannya, dia melihat Teya yang sedang berlari, tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi sama perisi seperti dirinya.


"Sial bakat apa itu...!" Teriak Teya.


"Kamu tidak perlu tahu, yang terpenting kamu harus mati...!" Luwi yang tubuhnya sudah berubah bentuk seperti Teya karena bakat Doppelganger yang di berikan Fai langusung menyerang Teya.


"Hiyaa...!"

__ADS_1


__ADS_2