
Siapa sih orang yang tidak suka pemuda kuat tampan dan rendah hati?
Di dunia ini kebanyakan jika memiliki kekuatan yang kuat maka akan sombong dan arogan. Tapi beda ketika Zhenite melihat Fai dia kuat tampan rendah hati, sehinga enak di pandang.
Alasan itulah ketika dia mendengar bahwa anaknya yang menjanda selama tiga atau empat puluh tahun, tiba-tiba di pinang oleh Fai dia menjadi kegirangan.
Dia kuat misterus dan rendah hati sehinga ini adalah rejeki nomplok bagi Zhenite.
Kemudian Zhenite menepuk bahu Fai dan berkata. "Kamu tidak perlu sopan, nak cepat bangun."
"Oh ini yang di namakan Fai, cukup menarik." Cadee menganguk diam-diam tapi dia melihat bahwa Fai tidak memilki jejak sihir sehinga apa kah dia hanya manusia biasa?
Kemudian Fai berdiri dan menghampiri Cadee, dan dia berkata. "Fai telah melihat tetua."
Fai juga melihat Clara, dia berpura-pura tidak tahu. Tapi ketika dia hendak berbicara, tiba-tiba Clara lah yang duluan berbicara. "Apa itu kamu yang memakai topeng?"
Fai bingung apakah dia mengetahui ketika dia di arena petarung.
"Bagaimana kamu tahu?" Fai berkata lagi.
"Itu lihat!" Kemudian Clara menujuk ke pungungnya dan mengarah ke Pusy.
Fai bodoh ketika dia melihat Pusy di atas bahunya. Setelah itu dia teringat bahwa ketika dia bertemu di hutan dan mengunakan penutup topeng ada Pusy juga di atas bahu.
Memikirkan ini dia tersenyum.
"Apakah kamu yang ada di hutan itu?" Kata Fai dengan senyum.
"Iyah aku memang yang ada di hutan!" Clara berkata dengan cepat setelah itu dia berkata lagi. "Umm.. terimakasih telah menolongku." Kata Clara dengan malu.
"Itu tidak masalah." Kata Fai dengan tenang. Setelah itu, dia menoleh ke arah Layron.
"Perkenalian Fai." Fai berkata sopan.
"Layron." Kata Layron dengan gugup. Fai melihat bahwa dia begitu gugup entah kenapa, tapi dia tahu dengan bakat telepatinya bahwa orang inilah yang mencelakai pemilik tubuh ini hinga tewas. Tapi setelah melihat bahwa Fai itu selamat sehat sentosa, dia memerintakan sekelompok pembunuh untuk ber urusan denganya. Tapi pembunuh itu mengalami kegagalan dan pada ahirnya Fai lah yang membunuh mereka.
Tahu bahwa operasi ini gagal dia mencari jalan pintas untuk memikirkan lagi bagai mana cara untuk ber urusan dengan Fai. Tapi ketika dia hendak mencari pertolongan di arena petarung dia sudah berharap bahwa ketika ada pemenang juara satu di Classroom dia akan menyewa sejumlah orang, untuk membunuh Fai.
Tapi harapan itu sia-sia seseolah dewa bercanda hinga muntah darah. Karena dia melihat bahwa orang yang menjuarai di arena petarung adala Fai, memikirkan ini dia sangat takut hinga ingin kencing.
Layron ingin meminta maaf atas kejadian itu, dia ingin jujur bahwa dia terlalu inplusif, hanya karena Fai tampan sehinga membuat dia iri.
Dalam benak Layron, Fai mengetahui satu hal bahwa dia ingin meminta maaf dengan tulus bahwa dia inplusif tapi dia takut mati, sehinga dia menahan dan menhindar dari kegelapan dan tidak pernah muncul lagi di hadapan Fai.
Tapi sekali lagi dewa mengolok-olok dia sampai bertemu lagi dengan Fai.
Fai mengampiri Layron dan berbisik. "Kamu di berikan satu kesempatan, jika kamu mengulangi lagi maka yakinlah aku akan jadikan kamu kasim yang cantik."
Setelah itu Fai pergi menghampiri Tina, dia tidak peduli lagi terhadap Layron.
"Hey nak dimana ibu kamu." Fai menyringai.
"Anak nenekmu!!" Tina marah entah kenapa.
Kemudian Fai mendekati dia terus berkata dengan bercanda. "Hey apakah kamu berani sama aku, ingat sebentar lagi aku akan menjadi ayah kamu! Heheh."
__ADS_1
"Ayah cabul!" Tina tidak bisa memfitnah dalam hatinya. Tapi dia tak berdaya cepat atau lambat dia akan menjadi ayahnya.
Fai juga tidak bercanda berlebihan lagi. Dengan itu dia menoleh ke arah Bella.
Fai tersenyum kepada Bella, Bella juga tersenyum kepada Fai.
Fai menghampiri Bella yang sedang bersama Aludra dan Emma, setelah sudah dekat tangan Fai meraih tangan cantik Bella sehinga Bella memerah karena ini pertama kalinya dia berpegangan tangan dengan umum.
"Fai perkenalakan ini Aludri, dia adalah guruku di waktu lalu." Kata Bella memperkenalkan gurunya dengan antusias.
Apa yang Bella tidak ketahui adalah sebenarnya Aludra sedang terguncang detak jantungnya. Setelah dia berpapasan di waktu itu ketika di pasar dia ketika di malam hari entah kenapa selalu memikirkan pemuda tampan itu.
Dia merasa aneh, kenapa pemuda biasa ini tidak memiliki jejak sihir, seharusnya ketika dia mengikuti Fai akan cepat terlihat. Tapi dia tidak menyangka ketika dia memutuskan mengikuti Fai, tiba-tiba Fai menghilang seperti menguap dari dunia ini.
Dan yang membuat Aludri pusing kepalanya adalah dia tidak bisa membaca pikiran Fai.
Fai merasa lucu dan ingin sekali berkata bahwa, anda tidak bisa tidur karena memikirkan hal sepele. Fai berpura-pura tenang dan memandang Aludri, dengan mengepal tanganya dengan menganguk lalu berkata.
"Halo aku Fai, kekasih dan tunangan Bella."
"Ha..halo aku Aludra guru dari Bella." Aludra tidak tahu kenapa menjadi gugup setelah di dekati Fai.
Setelah itu Fai membawa Bella ke dekat Elia dan orangtua sendiri.
"Kamu apakah Elia!" Bella berkata kepada Elia dia cukup terkejut setelah berapa bulan tidak melihat dia. Di waktu itu, dia melihat bahwa Elia masih kurus bahkan di bandingkan dengak anak sendiri Tina, dia masih kalah.
Tapi sekarang dia menjadi seperti MILF yang sangat panas, pantat yang indah. Dan gunung itu dia melihat bahwa menjadi besar dan sangat indah. Walau perbedaan Elia masih kalah dengan dirinya, tapi itu tipis perbedaan itu sangat tipis seperti semangka dan melon.
Bukan hanya itu saja ketika dia mengamati gunung milik Elia itu lebih indah terlihat bulat dan kencang tidak turun ke bawah. Jika Bella, gunung yang besar itu turun ke bawah dan bentuknya juga tidak bulat seperti milik Elia.
Ada hal satu lagi yang membuat cemburu, yaitu di bagian kiri gunung besar milik Elia ada tulisan Bit*h yang sangat mematikan. Tiba-tiba Bella memutuskan untuk meminta kepada Fai untuk memperindah gunung sendiri supaya tidak turun ke bawah dan dia juga ingin membuat tulisan yang sama seperti Elia.
Tapi mungkin gunung yang di miliki Bella itu murni asli tanpa silicone. Dan itu berbeda dengan milik sendiri yang palsu, karena gunung milik sendiri adalah silicone yang di sisip kan ke dalam dada sendiri. Dan Fai juga mejelaskan bahwa gunung yang di miliki ini sudah tidak bisa mengeluarkan air susu.
Setelah dalam perenungan, dia tersadar bahwa Bella sedang memangil dirinya dan dengan gugup Elia berkata. :"Elia telah melihat saudara pertama.!"
Bella mengaguk. Dan meandang ke arah Nuwa. "Bella telah melihat Ibu mertua."
Bella juga terkejut akan perubahan Nuwa, karena telah berubah menjadi cantik.
"Wow kakak kamu mempunyai gunung yang lebih besar dari kaka Elia!" Kedua anak kecil itu berseru.
"Hmmm!" Bella mencubit kedua anak itu yang tak lain adalah Nori dan Melty.
Fai memandang Elia dan Bella. Setelah itu Fai mengaguk dengan itu, dia mebawa Bella dan Elia ke sebuah tempat yang paling atas supaya para tamu melihat pengakuan Fai.
Setelah itu, Fai memandang Bella dan memegang tangannya dengan itu dia mebacakan puisi yang dia ingat di kehidupan dulu.
"Kepadamu burung yang menyayangi
Birunya langit
Dan kepadamu angin yang membelai
Lembut tubuhku
__ADS_1
Ingin kukatakan selalu ada cinta untukmu."
"Pernahkah kamu mencoba berusaha
Untuk merasa apa yang ku rasa
Aku ingin meraih sebuah bintang
Tetapi inilah yang terjadi
Aku hanya dapat bermimpi
Memimpikan hal yang tak bisa aku gapai
Ingin aku agar mengetahui
Apa yang ingin kuutarakan..
Aku ingin bersamamu.."
"Sentuhlah langit
Raihlah mimpi
Ciptakan sayap untuk menggapai cinta
Terbanglah bersamaku
Biarkan jeratan cinta ini membekas dan menyatu dengan dirimu
Mengungkap misteri indahnya dunia."
"Hidupku mungkin tak panjang
Tetapi cintaku
Akan selama berakhirnya waktu di dunia ini
Jangan kamu anggap ini hanyalah rangkaian kata
Setiap huruf, setiap kalimat ini adalah perasaanku
Perasaan dimana aku mengagumimu
Perasaan dimana hatiku tertuang dalam syair ini
Dan jika aku memilih
Aku memilih untuk bersamamu."
Setelah itu Fai memandang Bella dengan sangat lembut dan berkata. "Bella menikahlah dengan aku, aku mau kamu berada di sisi aku."
"Bertepuk tangan!"
Para tamu bertepuk tangan karena apa yang di katakan Fai begitu ajaib dan keren.
__ADS_1
"Fai kamu adalah lelaki sejati woooo!" Para tamu bersorak.
Sementara itu Bella yang mendengarkan tidak bisa menahan air mata menetes dia sangat terharu dan menganguk dengan cepat. "Fai aku mau menjadi istri kamu aku menerima hatimu!"