
Begitu kata-kata Fai keluar, tiba-tiba Kayden yang berada di samping seketika otak tersengat listrik dia menilai bahwa Fai anak yang malang dan tidak tahu ke tingian langit yang entah kenapa dia dengan mudah menolak ajakan Elona yang mempunyai paras yang sangat cantik dan menawan.
Ketika Kayden melihat Fai dia seperti ingin mencakar-cakar.
Elona adalah wanita yang sangat cantik banyang bangsawan maupun para murid populer yang tergila-gila kepadanya.
Tapi ini dia melihat Fai yang menolak secara langsung seperti tanpa ada beban dosa sehinga jika Kayden di ganti kan posisinya mungkin dia akan menerima tanpa berpikir.
"Kamu..!" Elona juga terpana bahwa tawarannya di tolak tanpa berpikir panjang.
"Maaf aku hanyalah tukang sapu jika aku ikut bersama kamu maka kamu menjadi tidak enak di pandang." Kata Fai dengan meminta maaf dengan tenang.
Dia Fai berpikir apakah semua wanita memiliki rasa kepercayaan diri terhadap penampilan yang tidak masuk akal.
"Humm tidak masalah jika ada yang berani berurusan dengan kamu maka dia akan menghadapi pemukulan di tangan aku." Elona berkata dengan percaya diri.
"Maaf tapi aku sudah mempunyai istri." Kata Fai dengan langsung, tapi Fai juga sudah tahu bahwa jawaban ini tidak berguna jika menghadapi wanita yang tidak punya otak.
"Jika ada istri kamu, maka kamu hanya perlu menjawab bahwa kita hanya makan bersama." Elona menatap serius kepada Fai, dia terkejut bahwa pemuda yang masih seumuran dengannya sudah memiliki kekasih. Dia juga ingin tahu siapa wanita Fai.
Apa yang di pikirkan Fai benar bahwa apa itu alasan Fai untuk menolak akan tidak berguna di hadapan wanita yang tidak mempunyai otak.
"Apakah kamu mau makan bersama?" Elona tetap membujuk entah kenapa ketika dia memandang Fai dia memerah dan ada rasa ketertarikan tertentu.
Karena terus memaksa, ahirnya Fai tidak berdaya dan ahirnya setuju tapi dia berkata kepada Elona jika anda ingin mengundang makan, maka dia harus membawa temannya yang bernama Kayden untuk makan bersama.
Awalnya Elona ragu karena dia hanya ingin mengundang Fai saja, tapi karena ini adalah persaratan agar dia bisa mengundang Fai maka dia menyetujui.
"Baiklah ayo kita makan bersama...!" Elona menganguk dan setuju.
Ahirnya mereka bertiga meningalkan tempat itu dan pergi tapi yang tidak tahu Elona adalah ketika dia mengajak Fai untuk makan bersama ada begitu banyak orang yang iri dan tidak juga mengeluarkan niat membunuh.
__ADS_1
Salah satunya adalah bangsawan yang bernama Dimpele Lawarance dia adalah salah satu pengagum Elona yang cukup lama. Dalam bebrapa tahun dia selalu mencoba mendekati Elona dengan berbagai trik untuk merayunya.
Tapi berbagai trik yang dia gunakan itu percuma bahwa Elona salalu memasang wajah dingin, seseolah Elona ingin tidak repot-repot untuk anda mendekatinya.
Sehinga ketika dia melihat dengan mata telanjang sendiri bahwa wanita yang dia kejar- kejar saat ini sedang mengundang pemuda tukang sapu dengan memasang wajah pemalu hinga dia tidak menerima dan tidak percaya dengan mata sendiri.
Bukan hanya itu saja dia juga melihat bahwa Elona untuk mengundang pemuda itu seperti mengemis dan memohon sehinga hati dirinya seperti minum cuka penuh asam karena cemburu.
Anda adalah bangsawan dengan setatus terhormat. Tapi anda di bandingkan dengan tukang sapu anda menjadi babi cuma karena pemuda tukang sapu itu memiliki wajah yang sangat tampan.
Dia menatap Fai dari kejauhan dengan mata menyala dia ingin mencabik-cabik wajah tampan itu sehinga bisa memuskan rasa pelampiasannya.
Sampai di tempat di mana mereka sedang makan.
Ketika Fai sedang makan Elona tersenyum penuh kemenangan ahirnya dia bisa mengundang Fai walau yang dia inginkan hanya makan berdua.
Tapi itu tidak masalah selagi dia bisa mengudang Fai untuk makan bersama.
Dia berpikir bahwa Fai hanya berpura-pura di paksa sehinga dia mengatkan dengan alasan sudah memiliki istri.
Tapi ketika dia sedang makan tiba-tiba ada beberapa kelompok orang yang mendekatinya.
Kayden melihat kelompok murid mendekati dirinya dia merinding dan panik sebagai tukang sapu dia takut di aniaya.
Elona di samping itu ketika melihat kelompok yang mendekatinya tiba-tiba suasana hati yang tadi cerah dengan cepat menjadi mendung dan suram.
Dia tahu siapa kelompok itu yang mencoba mendekatinya. Kelompok itu salah satunya adalah Dimpele. Nama Dimpele menurut dia tidak lah asing baginya karena dia adalah bangsawan keluarga Lawarance.
Elona secara harifah tidak suka dengan Dimpele, awalnya sebelum mengetahui bahwa Dimpele belum begitu picik dia Elona kadang bercakap walau hanya singkat. Tapi ketika dia mengetahui bahwa Dimpele adalah anak yang sangat nakal dan dia mendengar bahwa dirinya adalah tunangan Dimpele sehinga alasan inilah semua murid mengetahui keberadaan berita rumor yang palsu.
Semua rumor mengatakan bahwa Elona adalah tunangan Dimpele. Walau dia sudah membuat konfirmasi bahwa dia dan Dimpele tidak ada hubungan kusus, tapi berita itu sunguh cepat menyebar ke telinga dan telinga, sehinga kebanyakan orang yang mendapat berita itu bukan palsu tapi nyata.
__ADS_1
Ketika Fai sedang makan dia ingin sekali memukul wanita yang tidak punya otak ini, dia percaya bahwa semakin anda berdekatan dengan wanita itu maka semakin banyak masalah yang akan dia temui maka dari itu dia harus menghindari wanita ini sebisa mungkin.
Tiba-tiba Dimpele, dan lainya duduk di sebelah meja di mana Fai dan lainya sedang makan. Tapi hanya Dimpele yang dukuk secara tidak sopan di samping Elona sambil menatap Fai dengan dingin.
"Elona kecil, kenapa kamu tidak mengajak aku ketika kamu akan makan." Kata Dimpele dengan lembut. Tapi semua orang yang sedang makan dan mendengar sudah tahu bahwa kata-kata Dimpele adalah dia mununjukan bahwa Elona dan dirinya adalah sepasang kekasih.
"Bukan urusan kamu..!" Elona berkata dengan dingin. Dia sangat marah bahwa acara yang tadi menyenangkan akan di rusak oleh bajingan Dimpele.
"Ohh Elona kecil kenapa kamu begitu galak kita sudah tahu bahwa kamu dan aku adalah calon tunangan." Dimpele masih berkata lembut. Tapi dia melihat Fai dan bicara seperti ini. "Ohh, siapa yang kamu bawa orang ini kenapa kamu mebawa tukang sapu, tukang sapu adalah murid terendah di sini apakah kamu tidak takut akan mengotori tangan kamu." Tiba-tiba Dimpele menghina.
"Tunangah nenek kamu...!" Mulut Elona cemberut dia memfintah dalam hati bahwa Dimpele ini berkulit tebal. Tapi, dia masih membalas dengan dingin. "Siapa dia itu tidak ada urusan dengan kamu."
Dimpele masih berpura-pura tenang dan menatap Fai dengan tenang lalu berkata. "Perkenalkan nama aku Dimpele tunangan Elona, dan kamu apa hubunganya dengan Elona?"
Fai tidak perlu repot-repot dan membalas dengan tenang tanpa rasa takut. "Oh nama aku Fai aku adalah tukang sapu baru di sini, jika kamu bertanya apa hubungan aku dengan tuan Elona, itu hanya sebatas makan bersama dan tidak lebih."
"Jadi seperti itu, baiklah mulai sekarang kamu dan Elona jangan terlalu dekat, mungkin kdepeannya aku harap kamu dan Elona menjauhlah jika tidak?" Dimpele meberitahu dan mengancam.
"Kamu tutup mulut kotormu..! Fai aku jelaskan bahwa aku dan dia tidak ada hubungan kusus..!" Fai jangan percaya..!" Elona mencoba menjelaskan.
Tapi Fai menyipitkan matanya ketika di ancam dengan tenang dia berkata seperti ini. "Yakinlah tuan, kamu dan aku adalah hidup di dunia yang berbeda. Dan tenang saja aku tidak ada hubungan dengan Tuan Elona jika kamu menikah maka menikahlah aku dengan senang hati mendukung, ngomong-ngomong dengan ancaman ngomong-ngomong aku tidak suka orang suka mengancam."
"Oh kamu hanyalah tukang sapu belaka. Dan aku baru pertama melihat tukang sapu yang begitu banga seseolah anda lebih tingi dari pada surga itu sendiri hahaha..!" Dimpele begitu mencibir dan menghina sambil tertawa seseolah kata-katanya hanya lelucon.
Fai melihat bahwa Dimpele mengejek drinya sambil tertawa banga dia masih tenang berkata lagi sambil mengunakan bakat hipnotis. "Dengan kata-kata kamu yang keras, aku teringat bahwa anjing yang galak juga sering berkokok dengan keras ke sana sini. Oh iya kamu sangat mirip dengan anjing dengan itu kamu selama tiga jam suara kamu menjadi anjing."
Suara itu tenang tanpa jejak rasa takut. Elona yang di samping juga terpana karena kata-kata Fai begitu berani. Tapi di sisi Kayden dia takut hinga ingin kencing.
Sementara itu, Dimpele yang mendengarkan bahwa Fai juga menghina dirinya tiba-tiba berdiri dari kursinya karena marah dia menujuk dan berkata. Tapi ketika suara Dimpele di keluarkan ada pemandangan ajaib. Yaitu semua orang yang mendengarkan bahwa Dimpele mengeluarkan suara anjing.
"Berkokok...! Berkokok...!" Tiba-tiba Dimpele panik ketika dia hendak memarahi Fai, tapi ketika suara yang di keluarkan hanyalan suara anjing.
__ADS_1
Dimpele panik dan melototi Fai dan berkata dengan marah-marah. Tapi, sekali lagi hanya suara anjing yang berkokok.
"Berkokok...! Berkokok..!"