
Norman sangat waspada sekarang walau dia mendengar bahwa suara wanita itu begitu indah tangan halus seputi susu, tapi dia tidak dalam perahu yang sama sehinga dia menatap tangan halus itu yang keluar dari celah ruang.
Kemudian..
"Brengsek..! Jangan menutup hidung keluarlah kamu..!" Norman berteriak dengan sangat waspada.
"Diam kamu..! Mulut kamu sunguh kotor dan menjijikan!" Kata-kata keluar tiba-tiba Norman langsung terhempas hinga menabrak dinding, dan dinding itu sampai jebol karena tidak kuat menahan tekanan Norman.
"Bom!"
Setelah menabrak dinding hingga jebol kemudian dia mendarat ke tanah dengan berguling-guling.
"Sial bakat aneh apa lagi ini!" Dia Norma ingin memarahi ibunya. Dia tidak habis pikir bahwa dia mengalami situsai yang sangat sulit.
Norman sedang berdiri di tanah, dia melihat ada retakan ruang lagi di depan dirinya sekitar lima meter dan retakan ruang itu lebih besar.
Setelah itu dia melihat siapa wanita yang ada di dalam.
Dengan rambut putih di campur hitam baju tidur yang sederhana wajah yang sangat cantik dan kulit itu sangat putih, menghampiri dirinya.
Dia melihat wanita itu melambaikan tanganya dan seketika tubuh Norman terbang tak terkendali mendekati wanita itu.
"Kamu apa yang kamu lakukan!" Norman sangat panik di hatinya. Dia menemukan musuh yang sulit.
"Aku bertanya kepada kamu, kenpa kamu menyerang rumah aku? Apakah kamu mempunyai keluh kesah terhadap aku?" Nuwa berkata dengan mengendalikan Norman di udara.
Bakat yang sedang Nuwa gunakan adalah bakat Telekenesis, sehinga dia bisa mengendalikan dan menghancurkan benda yang dia ingin kan.
Dia awalnya tidak paham apa yang Nuwa katakan kepadanya tapi tiba-tiba dia teringat bahwa bawahan yang bernama Zaro mendobrak pintu rumah Fai yang dia tingali.
Bukan hanya itu saja sebenarnya dia juga sudah mengenali orang-orang yang sedang tingal di rumah Fai.
Dia menilai bahwa di dalam rumah itu orang-orang hanyalah manusia biasa tapi tidak demikian. Karena dia sudah menilai Fai bahwa anak itu menakutkan dan tentunya orang di sekitar itu juga akan tidak kalah jauh menakutkanya.
Sebagai contoh dia kewalahan untuk membunuh Nori tapi ini masalah satu belum selesai masalah kedua mendatangi.
__ADS_1
Karena Nuwa melahap vitalitas Ney sehinga dia menjadi tambah cantik, dan Norman tidak mengenalnya.
Dia dalam perenungan setelah ingat dia menatap ke arah wanita yang ada di depanya dengan melotot sambil tidak percaya dia berkata seperti ini. :"Kamu..kamu apakah ibu dari adik itu?"
"Yah aku adalah ibu dari putri yang kamu siksa tadi!" Nuwa berkata dengan dingin.
"Ini...mustahil..! Dia Norman tidak mempercayai ketika dia menyelidiki pada waktu itu walau wajah Nuwa cantik tapi hanya itu saja. Tapi sekarang dia melihat wajah Nuwa yang sunguh bersahaja seperti dia bahwa orang yang berbeda.
"Di dunia ini tidak ada yang mustahil!" Kata Nuwa dengan tenang. Setelah itu dia melambaikan tangannya, seketika Norman terhempas ke udara.
Tapi, sekali lagi dia meraih mengunakan bakat telekenesis untuk mendekatkan Norman di hadapanya.
Nuwa meremas dengan keras tiba-tiba tubuh Norman seperti di tekan kekuatan misterius sehinga ingin hancur.
Dengan mengunakan bakatnya dia tubuhnya berubah menjadi asap. Norman sekarang melarikan diri dengan mengunakan asap.
"Kamu tidak bisa melarikan diri!" Kata Nuwa dengan tenang, dengan bakat hipnotis yang di berikan oleh Fai dan sudah Level tingi dia bisa mengendali kan secara utuh terhadap lawan.
Tiba-tiba dia ngeri sehinga ingin kencing, ketika kata-kata nuwa terdengar seketika tubuh itu tidak bisa di kendalikan dan bukan hanya itu saja ketika dia dalam bentuk asap langsung berubah bentuk menjadi manusia yang berdiri di atas tanah ketika Nuwa mengeluarkan kata-katanya.
Sunguh mengerikan sehinga Norman ingin menangis.
Kata-kata nuwa langasung mengendalikan Norman sehinga dia ketakutan karena tubuh ini tiba-tiba berjalan menghampiri Nuwa tanpa dia perintah.
Memandang Nuwa dia seseolah melihat monster ganas.
Setelah dekat...
"Aku ingin berbicara kepada kamu, kenapa kamu menargetkan orang yang di dekat aku?" Kata Nuwa.
"Itu karena bajingan Fai mengambil wanita yang sudah aku idam kan sepanjang hidup aku! Kebetulan di perjamuan itu ada Zaro yang cemburu sehinga aku dan Zaro berkerja sama." Norman entah kenapa mulutnya berbicara sendiri seseolah mulut itu bukan dari miliknya.
"Kamu menyukai menantu aku..!" Kata Nuwa dengan dingin.
Mata Norman ngeri tapi, tanpa kendali tubuhnya dia langsung mengangukan kepalanya.
__ADS_1
Setelah itu dia mengirim suara kepada Fai dengan teknik bakat telapati. Dia memberitahukan semua dari awal orang yang mencoba hendak membunuh Nori dan dia juga memberitahu alasan kenapa Norman menargetkan dirinya.
...
Di kamar Bella.
Di kamar Bella Fai sedang memeluk Bella sambil meminum susu dari gunung agung milik Bella, terus tiba ada suara di benaknya dan itu adalah suara ubunya Nuwa.
Dia ahirnya sudah di tebak bahwa Zaro akan membuat tembakan. Tapi dia tidak tahu bahwa ada satu lagi yang menargetkan dirinya, orang itu adalah Norman.
Dan apa yang dia ketahui dari Nuwa adalah Norman itu mengenali Bella. Sehinga dia berdiri langsung dengan serius lalu memakai semua bajunya.
Bella yang sedang merasakan nikmat karena di minum susunya, tiba-tiba dia sadar kemudian dia melihat tatapan serius Fai ahirnya dia berkata. "Kenapa kamu begini? Kamu memasang wajah serius apakah ada sesuatu?"
"Tidak, tiba-tiba ada sekelompok penyusup yang mencoba membunuh adik." Kata Fai dengan tenang. Baginya dengan keluarga yang di bekati bakat susah mati itu tidak khawatir.
Tapi yang bikin dia tertarik adalah bahwa orang yang bernama Norman itu susah untuk mati juga, sehinga Fai tertarik ingin mengambil bakat itu.
"Kamu ikut aku, aku ada kejutan yang mungkin kamu ingat." Fai berkata kepada Bella bahwa dia akan memberi tahukan sesuatu yang mungkin dia pernah menemukan.
"Oh baiklah!" Balas Bella tanpa berlama-lama dia berdiri, tapi sebelum itu dia membersihkan cairan dan kotoran yang bau yang masih menempel di kaki dan tidak lupa dia menjepit tonjolan itu sehinga susu tidak mengalir terus.
Setelah selesai dia mengunakan baju, dan sekali lagi gunung itu sangat sesak sehinga penampilan menjadi panas.
Kedua orang itu sudah bersiap...
Fai melambaikan tangan dan retakan ruang muncul di depan. Kemudian mereka berdua memasuki kedalam celah ruang itu.
Sementara itu, Norman sedang merasa ngeri karena semua tubuh di luar kendali, dia menatap ke arah Nuwa dengan ketakutan.
Tapi ketika sedang menatap Nuwa, tiba-tiba di samping Nuwa ada celah ruang yang terbuka.
"Ada penguna merobek ruang lagi!" Norman berteriak dalam hati.
Retakan ruang terbuka, memunculkan dua orang yang satu tampan dan satunya angun dan panas.
__ADS_1
Ketika Fai melihat Norman, Norman juga melhat Fai.
Tapi di sisi Bella dia melihat Norman langsung kaget seseolah melihat hantu. Dia tanpa sadar berteriak sampai gunung yang agung bergetar. "Kamu Norman apakah kamu tidak mati!"