Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Konfilk Tak Tertahankan


__ADS_3

Bab 119 Konfilk Tak Tertahankan


Elona yang mendengarkan penjelasan Dimpele, langsung berkata kepada Fai. Elona berkata seperti ini. "Fai apakah yang di katakan Dimpele itu, sebuah kebenaran?"


"Aku hanya berkata jujur, bahwa aku sedang tidak suka di rayu dengan centil apa lagi orang yang merayu sunguh kotor." Kata Fai.


"Apa magsud kamu?" Elona sama sekali tidak paham.


"Lupakan, jika aku menjelaskan kepada kamu, mungkin kamu tidak akan percaya, jadi lupakan lah." Kata Fai.


Elona juga cemberut, kemudian dia berkata kepada Teya. "Hei apa yang terjadi kenapa kamu dengan Fai berseteru?"


Setelah mendengarkan kata-kata dari Elona, Teya berpura-pura sedih dengan memasang kucing imut dia berkata. "Awalnya aku hanya ingin bersalaman untuk memantapkan pertemanan, tapi aku tidak menyangka bahwa Fai begitu galak melemparkan aku dengan kencang sehinga hampir tersungkur jatuh."


Setelah berkata, Teya pura-pura sedih dia mendekatkan tubuhnya ke arah Dimpele. Begitu Dimpele Teya mendekat dia semakin banga.


Dan dia memarahi Fai juga semakin itens. "Fai cepatlah minta maaf..!"


"Aku menolak, aku bersedia meminta maaf kalo dia, berkata jujur niat asli dia." Kata Fai dia menujuk ke arah Teya.


"Bajingan.. Lihatlah setatus kamu..! Kamu itu hanya tukang sapu, berani sekali kamu begitu membantah kepadanya." Dimpele memarahi Fai sambil mengunakan latar bangsawan itu.


"Aku memang tukang sapu, lalu jadi apa? Walau aku hanya tukang sapu aku tidak akan sekali kekurangan wanita, karena aku tampan, dan kamu bangsawan kentut yang sangat pengecut hanya tahu tentang menjilat." Fai menghina dengan tenang dan dia juga begitu sombong bahwa dia sangat tampan dan tidak ingin Low profile.


"Kamu..!" Dimpele sangat jelek wajahnya, raut wajah itu seperti makan lalat.


"Diam..!" Tiba-tiba, Elona membuat suara sehinga kedua kubu saling menatap kepadanya.


"Fai, tolong kamu minta maaf kepada Teya." Kata Elona dia memohon dengan rendah hati.


"Apakah aku ingin mengatakan lagi soal tadi, bahwa aku akan meminta maaf jika dia mengatakan yang sebenarnya?" Fai menjawab dengan enteng.


Elona sangat bingung, dia memamdang Teya sahabat sendiri dengan rumit. " Hey kamu apa yang sebenarnya terjadi, kamu adalah teman aku yang sudah lama, untuk menghargai, coba katakan yang sebenarnya."


"Elona dia sudah mengatakan sebenarnya, sial.. Dasar kentut...! Fai kamu banci dan tidak laki!" Kata Dimpele dia berharap bahwa ingin sekali mengusir Fai.


"Fai coba minta maaf!" Ahirnya Elona tidak tahan dan memarahi Fai.


"Aku tidak akan berkata lagi, untuk menjelaskan." Kata Fai dia tidak repot-repot.

__ADS_1


"Kamu... Fai apa salahnya meminta maaf! Jika kamu tidak meminta maaf, aku dan kamu sudah tidak ada teman dan keluarlah...!" Ahirnya Elona membuat pilihan dengan sangat berat. Alasan dia memilih untuk menolong Teya adalah karena dia adalah teman sejati dari kecil.


"Aku tidak pernah mengangap kamu adalah teman aku jadi, jangan berkata mengancam seseolah aku membutuhkan kamu." Dengan itu, karena Fai di usir dia sangat senang dan ini adalah kabar baik. Karena konfik ini dia kedepanya sudah tidak akan melihat Elona lagi.


Tapi sebelum pergi Fai menghadap orang tua Eloan dan menganguk hormat. Lalu dia berkata seperti ini. "Terimakasih atas hidanganya aku sunguh menikmati."


Setelah itu, Fai pergi meningalkan kerumunan acara yang begitu meriah.


"Ini..!" Vialonte dan Adao bingung dan tidak bisa apa-apa.


"Hei brengsek aku bilang kamu minta maaf!" Dimpele belum puas, dia ingin sekali melihat Fai bastard meminta maaf.


"Oh!" Kata Fai dengan singkat.


"Bajingan apakah kamu begitu lanacang!"


"Ya!" Kata Fai dia hanya membalas dengan singkat.


"Hei.. Sial aku bilang kamu minta maaf!" Dimpele tidak tahan dengan baju yang basah dia berjalan menghampiri Fai dengan marah.


Fai tahu bahwa Dimpele akan menyerang lagi, tapi dia sengaja membiarkan Dimpele untuk memukul tubuhnya.


"Sial akan aku bunuh kamu!" Dimpele sudah di samping Fai dia meninju bagian pipi Fai dengan kekuatan yang sangat kuat.


"Crack!"


"Aduh!"


Kemudian Dimpele tiba-tiba menjerit dia ketika memukul kepala Fai, tidak menyangka bahwa tulang tanganya akan patah.


Setelah di pukul Fai berbalik untuk melihat Dimpele dan berkata. "Apakah kamu sudah selesai?"


"Kamu bajingan sialan..!" Dia mengeram marah, tapi Dimpele tiba-tiba di tampar oleh tangan halus Fai yang tanpa pamrih.


"Plak!"


"Sikat!"


"Bom!"

__ADS_1


Dimpele setelah di tampar terbang berputar-putas ke samping dengan cepat, dia berhenti mendarat di meja hidangan.


Sekarang kepala Dimpele seperti babi gemuk setelah di tampar.


"Bajingan sialan aku bunuh kamu...!" Dia mengeluarkan pedannya dari penyimpanan dia berdiri langsung menghilang sudah tiba di depan Fai.


"Sikat!"


Fai tidak panik sekali dia langsung menangkap pedang itu dengan tangan kosong. Setelah itu dia remas sehinga hancur, setelah itu Fai berkata. "Aku mendengar kata-kata bunuh pada kamu selusin kali hinga telinga aku sakit, tapi kenyataannya? Kamu seperti badut penghibur aku hehehhe."


Setelah itu Fai menendang Dimpele dan akibat tendangannya itu dia meluncur tepat di ayah Dimpele.


"Bocah bau beraninya kamu...!" Melihat bahwa anaknya keritis terluka parah, sekarang dia membuat tindakan, dia melompat terbang dan ada falkutasi guntur yang menyelimuti tibuhnya.


"Oh!" Tapi Fai tidak peduli dia mengatakan sangat singkat. Melihat bahwa ayah Dimpele menyerang dirinya, kemudian Fai menatap orang itu dengan bakat tatapan mata iblis dengan kekuatan sedikit di tingkatkan.


Di sisi Leon ketika dia hendak menyerang Fai, dia tanpa sadar menatap mata Fai begitu menakutkan.


Saking menakutkan mata itu, ketika dia terbang langsung terjatuh dan pingsan.


Hanya tatapan untuk membuat pingsan.


Elona awalnya panik, ketika Leon ayah Dimpele akan menyerang Fai. Tapi dia terpana ketika Leon seketika pingsan setelah di tatap mata Fai.


"Ini...!" Elona sunguh bingung sekarang.


Melihat bahwa Fai pergi, Elona berlari untuk menghampiri Fai. Tentu saja Violante dan Adao mengikutinya.


"Fai tungu aku...!" Dia berlari. Namun seseolah Fak sengaja tidak mendengar Fai terus lanjut berjalan.


Dia memegang tangan Fai, dan mengeluarkan berbagai kata, tapi Fai acuh tak acuh tidak bergeming, sampai tiba di mana di depan istana, secara tiba-tiba Elona di tahan dengan keras sampai jatuh.


"Singkirkan tangang jijik kamu kepada Tuan aku..!" Tanpa tiba-tiba ada Yujo di belakang Fai, dia melepaskan tangan Elona dan mendorong.


"Kamu jangan begitu kasar kepada wanita, biarkan saja..!" Kata Fai dia menoleh dan berkata lagi. "Ayo kita pergi."


"Baik Tuan..!" Yujo dengan patuh menganguk.


Elona bangun dari tidurnya, dia tidak menyerah dan mengikuti terus Fai yang pergi. Ketika dia meliihat Fai memasuki gerobak yang di tarik hewan yang sangat aneh dia terpana.

__ADS_1


Dia curiga bahwa identifitas Fai tidak serendah mungkin.


"Fai, walau kamu begitu dingin dan acuh terhadap aku, tapi aku tidak akan menyerah untuk meluluhkan hati mu..!"


__ADS_2