Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Alisha Vs Arthur (2)


__ADS_3

Bab 130 Alisha Vs Arthur (2)


"Siapa aku, aku adalah nenek muyang kamu, untuk datang menampar kamu." Setelah memarahi, Alisha terbang mundur. Begitu juga sebaliknya, Arthur mundur untuk menghindari bom molotoh.


"Bom!"


Bom itu meledak sangat mengelegar.


Melihat Arthur dari ke jauhan, kedua tangan Alisha mengeluarkan pistol dengan mengunakan senjata energi. Dengan itu, anda tidak perlu repot jika kehabisan peluru.


"Dar!"


"Dar!"


"Dar!"


Kedua tangan Alisha menembaki Artuhur yang sedang di udara. Walau begitu Arthur menghindarinya dengan sangat mudah. Dia masih tertuju jenis senjata yang di pakai Alisha.


Di dunia dulu, dia pernah melihat senjata pistol. Dia tahu karena dia berasal dari dunuia bintang tipe-328. Bisa di sebut dunuia pararel yang mirip seperti Bumi.


Dengan mengindari sangat luwes, Arthur secara kilat sudah ada di samping Alisha. Karena Alisha terlambat siap, dia terkena tinju.


Akibat tinju itu, dia terlempar lusinan mil.


"Bang!"


"Dar!"


Alisha terjatuh dan meluncur dengan berguling-guling dengan lusinan kali. Sampai dia berhenti karena menabrak dinding tebing.


Alisha ingin memgunakan bola hitam ketrampilan Ashura. Namun, kekuatan itu sangat dahsay sehinga jika dia mengunakan bakat itu, dia tidak tahu apakah orang yang tidak bersalah akan binasa.


Alisha, untuk saat ini dia sungun tertekan. Dia hanya bisa bertahan sambil waktu berjalan normal. Dia memutuskan ketika selamat dan bertemu Fai dia akan mengadu.


Setelah itu, dia melihat bahwa Arthur sedang terbang mendekatinya dengan kecepatan tingi.


"Hahahah menyerahlah, tunduk kepada aku, dan jadilah wanita aku, jika kamu tinduk hidup akan terjamin." Kata Arthur dia sangat sombong.


"Diam mulut bau! Aku sangat jijik ketika kamu berkata seperti itu hinga aku ingin muntah!" Tatapan Alisha sangt sengit dia memandang ke atas.


"Kamu keras kepala, menyerahlah." Mengelengkan kepalanya, Arthur langsung melambai ke depan. Dengan itu dari udara tipis muncul besi hitam yang besar mencoba menumbuk Alisha.


"Swosh!"


"Dentang!"


Tangan Alisha menjiju besi raksasa itu dan sampai terlempar menyamping lagi.


"Bom!"


Karena jatuhnya besi raksasa itu, menimbulkan suara yang keras. Alsiha yang melihatnya sunguh panik, dia takut warga yang tidak mengetahui akan binasa.


Dengan itu, dia mencoba mengulur waktu dengan melarikan diri di sebuah hutan, untuk memancing agar Artuhur mengikuti.


Melihat Alisha berlari ke hutan, Arthur licik dan dia berkata. "Apakah kamu ingin bermain petak umpet." Dia tidak sabar karena di matanya ada timer bahwa 10 menit lagi dunia akan berjalan normal. Dengan itu dia harus cepat-cepat.


Arthur terbang mengikuti.


Ketika dia sedang terbang, Arthur melihat bahwa Alisha tiba-tiba berhenti di udara, namun dia juga melihat bahwa di sekujur tubuh Alisha di selimuti cahaya merah.


Ketika cahaya merah menghilang tiba-tiba penampilan Alisha tubuhnya di selimuti armor merah yang sangat menyala.


Dan di armor kepala itu ada sebuah tanduk.


Armor dewa ashura adalah Fai yang merancang dan menyempurnakan ke tingkat yang sangat menakutkan.


Dan di tangan kanannya juga Arthur, melihat bahwa Alisha sedang memegang pedang hitam yang lebar dan bergerigi.


Arthur tiba-tiba melihat bahwa Alisha, terbang sangat cepat bergegas ke arah dirinya. Dengan itu dia tangan kanannya menelujuk ke udara. Setelah telunjukan jari selesai, di depan jari itu munculah cahaya putin dengan panjang setengah meter, dengan bentuk seperti salib, bersinr putih yang sangat menyilaukan.

__ADS_1


Sinar salib itu, melesat sangat cepat seperti laser.


''Swosh!''


Tubuh Alisha langsung terkena tembakan cahaya menyilaukan itu tadi, sehinga terjatuh mundur dengan berputar-putar di udara dan pada ahirnya dia terjatuh menabrak gunung.


"Bom!"


Gunung itu sampai rintun dan akibat runtuhan itu, ahirnya sosok Alisha tertimbun di tumpukan batu.


"Swosh!"


"Bom!"


Riuntuhan batu itu yang telah menimbun Alisha langsung terhempas di udara. Setelah itu Alisha keluar sambil menatap Arthur dengan ganas.


Rasa adrenalin Alisha mendidih karena ini baru pertama kalinya dia berkelahi se dahsyat ini. Alisha menoleh kiri dan kanan, dia sudah berhasil menarik Arthur sejauh mungkin di tempat keramaian.


Ahirnya Alisha lega, dia mengunakan bolah hitam terkuatnya untuk menembak ke arah Arthur.


Tangan Alisha yang di selimuti armor merah dari telunjuk jarinya mengeluarkan cahaya merah gelap.


Setelah di lepaskan, ada kekuatan kuno yang sangat agung langsung menyembur dan melesat ke arah Arthhur dengan sangat cepat.


"Swosh!"


"Tidak baik!" Arthur berterkak dalam hati, dia meraskan kandungan serangan ini sangat bahaya sehinga dia menghindar dengan cepat.


Cahaya merah gelap itu, tidak mengenai Arthur sama sekali. Tapi, cahaya itu masih melaju ke atas langit dan bahkan mungin saja cahaya itu sudah menghancurkan pelanet-pelantet tertentu.


Melihat bahwa Arthur menghindar, dia terbang cepat untuk mendekati Arthur dan membidik dengan sebuah tinju.


"Sial!" Arthur membuat postur pertahanan, dia di semua sisi tiba-tiba ada dinding besi yang raksasa dan sangat tebal mencoba melindungi.


Alihsa yang melihat pertahanan Arthur cemberut, dia setelah dekat di dinding itu, langsung meninju.


"Bang!"


"Bang!"


"Bang!"


Setelah di cengkram, tangan besi raksasa itu melempar dan membanting Alisha ke bawah dengan sangat keras.


"Swosh!"


"Bom!"


"Bom!"


Alisha terlempar ke bahwa hinga menabrak tanah. Akibat benturan yang sangat keras, tanah itu membuat cekungan seperti mega kawah meteor raksasa.


"Roar!"


Monster golem besi raksasa itu mengaum seperti kingkong, Alisha sedang mencari sebuah ide. Setelah itu, dia terbang menjauh.


Setelah jauh, Alisha memunculkan meriam nuklir basoka yang sangat raksasa.


Arthur mengeriutkan kening, ketika Alisha dari kejauhan mengeluarkan basoka raksasa.


Saat ini Arthur sunguh waspada waktu yang berhenti hanya menyisahkan 2 menit saja.


Dengaan itu, golem besi raksasa berlari mendekati Alisha, karena pelarian itu, bumi bergetar seperti gempa.


Alisha melihat bahwa monster itu mendekat, dengan itu dia menyalakan basoka raksasa ini.


"Swoh!"


''Sring!"

__ADS_1


Cahaya merah kembang api itu yang keluar dari meriam basoka nuklir, sangat besar dan menyilaukan.


"Tidak baik sunguh cepat!" Di dalam golem raksasa Arthur terlambat menghindar.


Karena keterlambatan itu, Arthur terkena meriam nuklir.


"Bom!"


"Ledakan!"


Suara itu, begitu mengelegar, dan golem itu langsung pecah, ketika pecah Arthur yang di dalam terluka.


"Ahhhgr!"


Arthur meraung sangat kesakitan dia terbang bebas meluncur ke bawah dengan tak terkendali.


"Bom!"


Arthur menabrak tanah dengan sangat keras.


Tentu saja bukan Arthur saja, bahkan Alisha yang masih jauh, karena terkena gelombng ledakan dahsyat terhempas.


Akibat ledakan ini, pemandang hutan hancur dan luas kehancuran akibat ledakan, sekitar empat kali lipat dari bom atom persitiwa di tokyo.


Arthur tergeletak di tanah, dengan kedua kaki hancur, dan hanya menyisahkan tangan kiri saja.


"Uhuk!"


"Uhuk!"


"Uhuk!"


"Hahaha ini baru pertama kali aku mengalami kekalahan telak!" Arthur, tertawa keras.


Memikirkan bakat Alisha yang menakutkan, dia menjadi semangat untuk mendapatkan hati, dan mencari siapa itu Fai. Ketika Anda mengetahui bunuh.


Dengan alsan bahwa Alisha memilki kekuatan yang sangat menakutkan, tentunya jika di pasangkan dengan Fai tidak cocok sama sekali.


Karena, siapa Fai? Fai adalah bajingan yang hanya mengandalkan kekayaan saja. Di bandingkan dengan dirinya tentu saja, Alisha seharusnya menjadi pasangannya.


Karena apa? Karena dia memiliki sebuah sistem, bahkan jika semakin hari, dia bisa mengalahkan Alisha.


Pada saat itu...


Arthur sedang tergeletak. Tapi di atas ada cahaya merah, dia melihat bahwa Alisha sedang membawa belati, hendak menusuk dirinya.


Arthur tidak takut, karena masih ada sisa satu menit ketika waktu berjalan normal lagi.


Ketika Alisha sudah dekat dan hendak menusuk kepala Arthur, tangan kiri Arthur yang tersisa melambai ke atas.


Dengan itu, seketika waktu mundur kembali semula seperti me replay. Walu me replay, Alisha masih sadar.


Sampai beberapa menit waktu me replay, Alisha dan Arthur kembali di seperti semula, bahkan gunung-gung yang runtuh kembali seperti semula. Ketika Alisha berpamitan kepada Renner dan Ava.


"Hhehehe! Kamu tidak akan bisa membunuh aku!" Dengan menyringai, ke arah Alisha.


Setelah itu batas henti waktu sudah habis dan dunia kembali normal seseoalah tidak terjadi sesuatu.


"Kamu...!" Mata Alisha melotot ke arah Arthur dengan tidak percaya.


........


Di samping itu, Fai yang sedang bodoh karena tiba-tiba waktu berhenti, ahirnya sitem menaikan bakat ruang dan waktunya. Bahkan dia ahirnya bisa mempelajari mengundurkan waktu.


Karena keberkahan tadi, dia sangat terharu, dia ingin bersujud sukur kepada orang yang mengaktifkan bakat waktu ini.


Tapi Fai tidak tahu bahwa orang yang mengaktifkan bakat waktu, adalah Arthur sekaligus protagonis dengan jari emas sitem.


Bukan hanya itu saja, Arthur akan berniat membunuh Fai dan merebut Alisha.

__ADS_1


Tapi, sayangnya Fai tidak mengetahuinya.


__ADS_2