Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Pembohong


__ADS_3

Bab 165 Pembohong


"Anak ayah paling hebat." Fai menjawab sambil tersenyum dan tanganya mengelus rambut milik Megan.


Megan yang melirik Numan secara licik akhirnya memalingkan ke wajah Zhack. Tanpa sadar, Megan keceplosan. "Guru Numan, kenapa kamu sangat menyukai guru Zhack padahal dia keriput sudah tua. Jika guru Numan memiliki suami seperti ayah maka akan cocok."


"Puff uhukk..uhukkk.!" Numan tersedak, seperti yang tidak terduga seperti ayah seperti anak, Megan sangat tak tahu malu seperti Fai.


Dengan canggung Zhack membalas kata-kata polos Megan. "Adik kecil, walau aku dan Numan memiliki penampilan tidak sinkorn, namun cinta kita masih seperti musim semi benarkah Numan kecil."


"Hmmp betul nak, walau penampilan tidak kontras, tapi yang terpenting dalam hati..khmm begitu kan suami." Numan menjawab dengan enggan. Bahkan dia sangat tidak terima bahwa dirinya yang menawan di sandingkan pria tua seperti Zhack. Bahkan apa yang di katakan Megan dia setuju, seharusnya dia bersama Fai dan bahagia bersama.


"Kamu pembohong..!" Megan cemberut. Tapi melanjutakan kata-katanya kepada Zhack. :"Guru Zhack jika guru Numan berpaling apa yang kamu lakukan?"


Zhack mendengar kata-kata polos dan imut dari Megan, dia tak tahan ingin memegang kepalanya, namun Zhack menahan dan berkata. "Itu tidak mungkin, aku dan Numan sudah berjanji, sehidup semati dan aku sudah mempercayai kepada istri aku."


Saat ini Zhack menatap terus ke arah Numan dia memandang penuh kelembutan, dia teringat ketika dulu masih kecil, Numan selalu mengejar-ngejar dirinya dan berani mengungkapkan perasaan cintanya kepada dirinya.


Karena ke gigihan Numan maka dia sampai saat ini masih mempercayai bahwa dia tidak akan pernah berpaling darinya. Walau dia merasa semakin hari, sepertinya Numan ada perubahan sikap.


"Maafkan aku suami, aku tidak seperti dulu, aku sekarang adalah wanita penggila paha dan wanita murahan dan aku berharap kamu tidak akan mengetahui perilaku mesum ketika aku berselingkuh dengan Fai." Numa tiba-tiba muncul lagi rasa bersalah tapi ini tidak menghentkan bahwa dirinya sudah menjadi wanita simpanan dan dia sudah tidak bisa seperti dulu lagi.


"Huhh pembohong!" Megan cemberut.


Tapi apa yang tidak di ketahu Zhack adalah insting naluri sebagai wanita tidak akan pernah meleset, Callin yang sedang duduk di samping Fai dia mencium bau tubuh Numan yang sangat melekat.


Callin menatap ke arah Fai, "Kamu...!" Callin tidak bisa berkata apa-apa ini sangat rumit untuk di ungkapkan.


Callin tahu bahwa guru Numan berselingkuh, bahkan dia melihat bekas cairan pria yang sudah kering di dada Numan walau hanya sedikit, tapi mata Callin adalah mata super tentu saja melihatnya.


"Lebih baik kamu diam." Fai menoleh ke arah Callin dengan lembut, bahkan jika Callin mengatakan dengan bakat hipnotis, apa yang di ucapakan Callin akan berbeda.


"Aku tidak ikut campur, dengan ketampanan kamu, siapa dewi yang tidak bisa berpaling di paha kamu, huh!" Kata Callin dia berbisik di kepada Fai.


"Baiklah, aku suka pujian kamu. Apakah kamu tahu ketika aku pertama kali melihat kamu, sebenarnya ada rasa kasih, namun ketika aku tertuju kepada gunung kamu entah kenap rasa kasih ini hilang seseolah di telan bumi." Fai mengejek bercanda.

__ADS_1


"Kamu sangat tidak tahu malu, mungkin di luar sana banyak musuh yang ingin membunuh kamu huh!" Callin memerah dia sangat tidak menyukai ejekan Fai bahwa gunung sendiri rata.


Tapi Fai membalas sangat enteng. "Bertindak tangguh adalah sifat kedua bagi aku dan aku adalah serigala tunggal. Jalannya panjang dan berliku tapi aku tidak akan merasa kesepian selama aku bisa bersikap tegar! Hidup dan mati membuat aku bosan dan aku melakukan apa pun yang aku anggap cocok."


Callin tidak menjawab dan dia menoleh ke arah Zhack dan Numan. "Guru aku pergi dulu untuk berlatih, karena berapa hari lagi kita akan pergi ke akademi nomer satu di kerajaan Falas dan bertanding melwan seluruh akademi di kerajan Falas."


"Baiklah..!" Numan dan Zhack mengangguk.


....


Di tempat lain....


"Fai kamu sialan akan aku bunuh kamu." Teya yang bangun dari pingsanya dia berjalan tertatih-tatih.


Dia tidak menyangka bahwa Fai juga mempunyai bakat seperti dirinya. Namun bakat Fai aneh dia bisa menyerap kekuatan lawan hanya menggunakan tangan, bahkan bakat sendiri tidak memungkinkan.


Anda harus melakukan adegan ranjang agar bisa menyerap kekuatan lawan.


Teya berjalan tertatih-tatih dia kekuatan perajuritnya merosot menjadi level 5 dan ini membuat hatinya menjadi murung.


Setelah mendengar ada Dimpele, akhirnya Teya memalingkan wajah dan menghampiri Dimpele sambil berpura-pura sedih.


"Dimpele.. ini gara-gara Fai dia memukul aku hingga ingin mati. Kamu biskah membantu aku kirim kan aku ke kamar aku ingin memulihkan cedera." Kata Teya dia melihat ada Dimpele dalam hati, dia merencanakan niat jahat.


Begitu Dimpele mendengarkan penjelasan Teya dia sangat muram, dia ingin sekali mencabik-cabik wajah Fai. Bahkan dia tak sabar untuk menyingkirkan Fai dari akademi ini.


Namun dia harus mengantar Teya dan membawakan dia ke kamar untuk memulihkan cedera yang di derita Teya.


Setelah di dalam kamar, Teya mengungkapkan rasa terimakasih kepada Dimpele kemudian dia sengaja memamerkan gunung yang sedikit besar ke arah Dimpele.


Ketika Dimpele melihatnya dia tanpa sadar menelan ludah dan curi-curi pandang ke arah gunung itu.


"Uhhh apakah kamu menyukai gunung aku." Teya berkata sambil memerah wajahnya.


"Gluk..glukk!" Dimpele menelan ludah dan menganggukan kepalanya menjawab. :"Aku suka semua tubuh kamu."

__ADS_1


"Hmpp baiklah jika kamu menyukainya, kamu boleh menyentuh sesuka hati." Teya berkata lembut.


"Benarkah?" Dimpele tak percaya namun, dia bahagia akhirnya bisa melepaskan keperjakaannya.


"Hmm iyah, aku tidak berbohong." Teya pura-pura lembut. Kemudian dia membuka semua baju di bagian atas sehingga gunung yang sedikit besar terlihat di mata telanjang.


"Baiklah aku mencobanya." Dimpele menyringai dan kedua tangan itu langsung memainkan kedua gunung lembut Teya.


"Uhhh!" Teya mengeram menwan.


"Dimpele cium aku.. Uhhh ahhhh...!" Tangan Teya meraih kepala Dimpele dan langsung mencium sangat beringas.


Kemudian selang berapa menit, Teya berbalik menghadap ke arah Dimpele dan dia melepaskan bajuny Dimpele.


"Akhirnya aku bisa melepaskan perjaka ini." Dimpele sangat senang.


Ketika dirinya tanpa busana, tiba-tiba mulut Teya, langsung memasukan adik laki-laki sendiri sehingga dia merasakan rasa hangat.


"Uhhh sangat nikmat!" Dimpele sangat menikmati bahkkan adik laki-laki Dimpele meludahkan cairan ke dalam mulut Teya secara penuh. Bahkan Teya meminumnya.


Ketika Teya meminum cairan milik Dimpele, dia meraskan seperti level perajurit ingin meningkat ke Level 6.


Teya tak sabar, akhirnya dia memamerkan alat vitalnya yang penuh nanah karena bergantian pasangan secara brutal dengan ras yang berbeda, sehingga menimbulkan luka yang berulang-ulang.


Setidaknya dengan obat penyembuh, luka nanah itu akan sembuh, namun karena Teya sering dan hampir setiap hari melakukan itu bahkan dengan yang sangat berutal, akhirnya dia menyepelekan obat sehingga luka itu tidak semuh dan bernanah. Bahkan ada sedikit juga ulat yang berjatuhan namun Teya menghiraukan.


Begitu Dimpele melihat lobang vital Teya penuh nanah dia ragu dan berkata. "Itu cairan apa?"


"Uhh kamu tidak perlu khawatir, ini adalah cairan pelumas ketika wanita sedang bergairah, bahkan semua wanita akan memiliki." Jawab Teya dia tidak jujur. Bahkan dia meraskan ada ulat yang sedang bergeliat di dalam sehingga geli.


"Baiklah aku percaya." Dimpele akhirnya memasuakan pedang itu ke lobang buaya milik Teya, dan begitu masuk Dimpele menari sangat garang.


Tapi apa yang tidak tahu Dimpele adalah nanah itu langsung jatuh bercampur darah bahkan ada berapa ekor ulat yang jatuh.


Bahkan Dimpele tidak menyadari bahwa energi dia sedang di serap habis-habisan oleh Teya.

__ADS_1


"Heheh kamu akan mati dasar bodoh." Diam-diam Teya licik di hatinya.


__ADS_2