Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Fai Mati


__ADS_3

Bab 136 Fai Mati


"Kamu.. Kamu... Dasar bajingan tidak tahu malu..!" Zesshi marah, dengan itu, tangan kirinya memunculkan sabit bulan dan senjata itu, dia arahkan ke wajah Fai yang sedang memandang dirinya dengan mengejek.


"Sring!"


Namun Fai bukan menghindar, malahan langsung menangkap dengan tangan kosong, dengan menyringai kepada Zesshi, dia tertawa. "Hahaha, apakah yang di katakakan aku benar?" Mata Fai langsung menyipit, dengan itu Fai meninju dada Zesshi sekali lagi.


"Bang!"


Zesshi meluncur dan terpental sangat jauh lagi. Setelah itu, Fai terbang ke atas langit untuk melihat Zesshi dengan jelas.


"Hehehe harga diri kamu, biar aku injak-injak, kamu adalah wanita, jangan merasa tinggi dan merendahkan para pria, karena hanya bakat kamu yang di atas rata-rata." Kata Fai, dia mencibir sambil bersiap-siap untuk mengalahkan Zesshi dan melecehkannya.


"Puf!"


"Uhuk!"


"Uhuk!"


"Uhuk!"


Zesshi terbatuk dengan sangat keras, ketika dia ingin mengeluarkan kata-kata kotor, tapi hanya darah yang di muntahkan.


Dia cukup malu, karena dia wanita yang sudah menyendiri, selama 300 tahun, bahkan dia sudah memastikan bahwa tidak ada orang tau kecuali ibu yang melahirkan.


Tapi, Fai bastard itu, mengetahui bahwa dirinya mempunyai sebuah tahi lalat di sisi pantatnya, hanya satu kemungkinan bahwa Fai sudah mengintip ketika anda mandi.


"Brengsek Fai, kamu membuat aku malu..!" Emosi Zesshi tidak bisa di kontrol, dia melesat seperti pedang langsung terbang langsung ingin menebas Fai berkeping-keping.


Tapi, Fai yang sedang terbang di udara, dengan pikiranya dia mengunakan ketrampilan yang sama persis di gunakan oleh Zesshi. Yaitu, api nirwana.


Hanya saja skill Fai bukan meludahkan api, namun dia meludahkan lava yang membeku namun, menyala sangat mebara.

__ADS_1


"Apa..! Tidak mungkin dia mengetahui jurus aku..!" Zesshi bingung dan panik. Tapi, kemahiran Fai lebih bagus dari pada miliknya, dia mencoba menghindari tembakan lava beku yang membara itu.


"Sikat!"


"Sikat!"


"Sikat!"


Karena jumplah tembakan itu sangat banyak, maka kulit Zesshi ada yang sobek dan terluka.


Sementara itu, Fai mengerut keningnya, anda sangatlah berkepala besar, dengan itu dia meninju kekosongan, tapi tinju itu sudah muncul di samping Zesshi yang hendak menghindar ke sebelah kiri.


Zesshi juga kaget tiba-tiba ketika menghindar ke kiri, tiba-tiba ada kepalan keluar dari kekosongan. Dan itu langsung meninju pungung dirinya hinga terjatuh menukik ke bawah.


Dari kejauhan, Renner dan Ava mendekati pertempuran itu, dia juga cukup terpana, bahwa guru Zesshi sangat kewalahan, dan tidak bisa berkutik sedikit sama sekali.


Walau begitu, dia takut jika guru Zesshi mengunakan kartu As nya, yaitu, bakat kematian instan.


Bagai mana pun, apa yang di khwatirkan Renner itu, apa yang di khawatirkan oleh Alisha juga, dia sungguh sangat cemas, jika Zesshi menggunakan bakat kematian instan, maka dirinya akan merasakan kesedihan yang sangat mendalam.


"Kamu tidak perlu cemas, aku tidak bisa mati semudah itu, tapi yang aku ingat adalah, jika pertarungan ini dalam hidup aku hanya ada menang dan kalah, mungkin jika itu orang lain, ada opsi ke tiga yaitu, mengalah, tapi bagi kamus aku itu tidak mungkin." Kata Fai dengan tenang.


Sebenarnya, Fai hanyalah menantikan bakat utamaanya Zesshi yaitu, kematian instan, jika anda menyerah maka Fai tidak dapat untung.


"Tapi...!" Kata Alisha dia mencoba memaksanya, namun Fai bersikeras.


"Tidak ada tapi, ingat kamu harus nurut, oh iya ketika aku bertemu kamu, di sebuah bar, sampai saat ini aku belum mencicipi tubuh kamu, ayo.. Jika pertarungan ini selesai aku akan memanjakan kamu di surga yang indah." Fai tersenyum dan berjalan menghampiri Zesshi yang sedang terkapar.


"Ayo sifat arogan kamu mana, apakah sudah menyerah? Tunjukan kartu As kamu." Kata Fai dia memandang dengan lucu kepada Zesshi.


"Hahahah.. Aku akui bahwa kamu sungguh sangat kuat, tapi selama aku mempunyai bakat kematian instan maka kamu masih kalah, hahaha!" Kata Zesshi dia menghina.


"Kata-kata bangga kamu, aku sangat menyukai, apakah kamu menerima penawaran aku, menjadi wanita aku, apa lagi aku mengetahui ada tahi lalat di pantat kamu." Kata Fai dia tanpa malu-malu.

__ADS_1


"Kamu, jangan bohong, aku...aku mana mungkin mempunyai tahi lalat di pantat aku bahh dasar bodoh kamu Fai, hahah, bodoh. Bodoh Fai dasar bodoh..hahaha!" Tiba-tiba raut wajah Zesshi merah dan perilaku menjadi salah tingkah dan aneh.


Fai tersenyum, melihat perilaku Zesshi yang seperti anak kecil, dia tak tahan untuk memeluknya, kemudian Fai berkata seperti ini. :"Kamu dengan perilaku seperti ini sunguh imut dan lucu, aku tak tahan ingin memeluknya."


Kata-kata Fai membuat Zesshi tersadar bahwa, dia melakukan kesalah besar. Dan setelah itu dia melototi Fai kemudian berkata. :"Bajingan bau Fai kamu akan aku bunuh kamu hahh!"


"Aku tidak bisa begitu mati semudah itu ferguso, aku hanya bertanya balik, jadilah wanita aku, apa kamu yang mati." Kata-kata Fai seperti kaisar dan itu, tidak bisa di ganggu gugat, dan tidak bisa di konpromi.


"Kamu.. Aku tidak sudi, untuk menjadi wanitamu hump!" Kata Zesshi dia memerah.


''Oh baiklah maka matilah!" Dengan itu Fai memunculkan belati tajam menusuk kepala Zesshi, namun Fai hanya berpura-pura, karena dia tahu, ketika Fai meniatkan membunuh, dengan telepati, Fai bisa membaca pikiran Zesshi bahwa dia akan mengunakan bakat kematian instannya.


"Hahaha mati kamu Fai.." Selama Fai tidak mempan dalam bakat ini dia bersedia untuk menjadi wanitanya, namun itu mustahil bagi Fai untuk menghadapi bakat kematian instan.


Ketika skill itu di aktifkan, tiba-tiba jantung Fai berhenti berdetak.


"Deg!"


Kedua bola mata Fai meledak, otak meledak dia memuntahkan darah dari mulutnya.


"Ini sunguh sakit..!"


Dalam benak Fai, dia bersumpah kepada dewa bahwa, dari awal tiba di dunia sihir, ini baru mengalami rasa sakit yang teramat luar biasa.


Kesadaran Fai memulai menipis untuk menghirup udara penuh susah, dengan itu Fai terjatuh di tanah tanpa bergerak.


"Sial ini sunguh menyakitkan!" Fai menjerit dalam hati, rasa sakit ini seperti semua alam semesta, hendak melumas-lumas tubuhnya.


Sampai kesadaran hingga ingin hilang, entah kenapa dia mendengarkan kesedihan teramat luar biasa terhadap Fai.


Setelah itu pandangan Fai gelap dan tak sadarkan diri.


"Tidak Fai....!" Teriak Alisha dengan terisak-isak.

__ADS_1


"Hahahah ahirnya mati, kamu memang kuat, tapi jika kamu ingin menjadi suami aku kamu harus tahan dengan bakat aku.." Kata Zesshi dengan bangga.


Tapi semua orang kususnya Alisha, dan lainya tidak mengetahui bahwa ketika Fai mati, tiba-tiba sistem berbunyi.


__ADS_2