Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Ramiris Putus Asa


__ADS_3

Bab 200 Ramiris Putus Asa


Melihat dominasi yang di lakukan oleh Fai, Ramiris dan Anna sangat marah, dia kembali bangun dari tidur langsung menyerang Fai secara bersamaan.


“Bajingan kamu.. Fai jangan mengira bahwa kamu sudah menang... aku masih bernafas dan aku tidak akan kalah..!” Penampilan anggun yang di pancarkan oleh Ramiris sang Ratu, akhirnya sudah hilang di gantikan penampilan anjing yang meraung terus-menerus.


“Jika kamu memiliki kekuatan lebih baik jangan berkata omong kosong, aku sudah memberikan kesempatan kepada kamu untuk melawan aku..” Kata Fai sambil mengacungkan jari tengah kepada Ramiris dan Anna.


“Ahhhh sial.. kamu masih meremehkan ratu ini....” Ramiris meraung ganas seketika di tubuhnya, meledakan listrik seperti Guntur yang sangat menakutkan.


"Bam!"


Ledakan itu sampai membuat gelombang radius satu kilo meter. Untung di samping Anna, dia membuat perisai dari pusaran angin. Sehingga dia selamat.


Semua perajurit mayat hidup dan monster kuda berkepala ayam jago langsung meledak juga. Menurut apa yang dari penilaian Fai, ledakan ini seperti Lima kali lipat dari bom atom Hiroshima Jepang.


Karena Fai memiliki bakat tidak tersentuh tuju elemen, akhirnya dia tidak mendapatkan serangan fisik tertentu.


Bahkan ledakan Guntur itu, melewati tubuh Fai sangat mudah.


Ramiris yang telah menggunakan bakat guntur peledak akhirnya dia tersenyum bangga. Dia sudah menduga tubuh Fai sudah menjadi abu karena kekuatan guntur yang dia keluarkan.


Namun seketika tawa itu mengeras tiba-tiba karena dia melihat sosok pemuda Fai yang masih berdiri gagah sangat berani sedang memandang ke arah dirinya tanpa jejak kepudulian di sekitarnya.


Bukan itu saja, dia melihat bahwa pakaian yang di kenakan oleh Fai bahkan tidak lecet sedikit sama sekali.


“Tidak mungkin... ini tidak mungkin..mustahil..” Ramiris menggelengkan kepalanya terus menerus seseolah tidak akan menerima apa yang dia lihat sekarang.


“Tidak ada yang tidak mungkin karena aku adalah Fai.” Fai kemudian tersenyum dingin ke arah Ramiris. Kemudian melanjutkan kata-katanya lagi: “Bakat aku sangat sampah, sebagai ratu kamu sangat sampah di bandingan aku yang di anggap ras peri paling lemah.”

__ADS_1


“Cepat serang lagi menggunakan jurus andalan kamu aku ingin melihatnya babi...!” Fai memarahi terus menerus ke arah Ramiris.


Di sisi kejauhan Anna yang melihat pertarungan Ramiris dan Fai seperti tidak beres bahkan dia cukup terkejut juga karena dia melihat Fai tidak mempan terhadap jurus peledak yang di keluarkan oleh Ramiris.


Dia tidak tahu kenapa dia baru melihat ras Elf kasta rendah yang memiliki kekuatan aneh dan sangat menakutkan. Kemudian dia melesat terbang menggunakan bakat angin untuk menyerang Fai.


Dari tangan itu, langsung di selimuti angin yang berputar-putar. Walaupun itu hanya angin, tapi sangat menakutkan dan sangat tajam.


Tapi di sisi Fai seperti memiliki mata dari segala sisi. Dia langsung mengeluarkan senjata pistol langsung menembak ke arah perut Anna.


"Dar!"


"Dar!"


"Dar!"


“Ahhh!” Anna menukik jatuh sambil mengeluarkan ratapan yang sangat menyedihkan.


“Sial.. kamu brengsek apa yang kamu lakukan terhadap bawahan aku...!” Ramiris meraung kebencian kepada Fai.


“Dalam pertempuran tidak sepatutnya menanyakan kemampuan musuh untuk melawan. Karena jika seperti itu, akan terlihat bodoh. Itu sama seperti kamu terlihat bodoh di mata aku.”


“Hei wanita bodoh...!”


Dari tadi Fai menghina terus menerus...


“Ayo cepat lawan aku jika tidak kamu akan mati dan wilayah Elf yang kamu perintahkan akan menjadi wilayah akan, hahaha!” Fai berkata lagi sangat senang.


“Kamu ras Elf kasta rendah, berani sekali kamu ingin merebut wilayah aku hah..itu sangat mimpi bagi mu... Cuihh...!” Ramiris meludahkan air liur ke arah Fai.

__ADS_1


“Aku akan merebut wilayah kamu setalah aku membunuh kamu. Tapi melihat tubuh kamu yang sangat sexy rasanya ingin sekali aku memperkosa kamu.”


“Tapi entah kenapa gairah aku terhadap kamu sangat tinggi, di bandingkan rasa jijik kepada kamu gairah itu tidak ada apa-apanya.” Fai menghina secara fisik.


“Kamu dasar keparat... bahkan aku tidak merelakan tubuh aku di nikmati kasta rendah seperti kamu...! Ahhhh...!” Kata itu belum di selesaikan, tiba-tiba Fai menjejakkan kakinya ke wajah Ramiris sehingga dia terjungkal keras ke tanah sampai bibirnya pecah dan gigi copot.


“Kamu jangan percaya diri.... mana mungkin aku akan mencicipi Tubuh kamu dasar babi kamu.... !” Fai menghina sambil menatap ke arah Ratu Peri hitam dan menghina terus-menerus.


Dari kejauhan Anna yang perutnya ditembak oleh peluru ajaib Dia terbang sambil tertatih-tatih sampai darah itu menetes ke tanah demi tanah.


Sambil berkata penuh letih Anna berkata seperti ini. “kamu lepaskan jangan sekali kamu membunuh atau melukai Ratu Peri hitam...”


“Kamu sangat keras kepala apakah kamu bosan hidup lebih baik kamu mati dasar kamu pengganggu..!” seketika tangan love berubah jadi ular yang sangat besar langsung memakan separuh tubuh Anna.


Ramiris yang melihatnya langsung berteriak sangat keras seperti babi yang ingin disembelih, jeritan itu bahkan lebih keras daripada babi itu sendiri. karena dia melihat tangan kanan yang sudah dipercaya beratus tahun mati seketika oleh Fai yang memiliki bakat yang sangat aneh dan menakutkan dia hanya melihat bahwa tubuh Anna tinggal kaki dan perut saja, dan bagian atas sudah hilang.


“Hmmm.....! daging perih hitam sungguh tidak enak ini sangat membuat aku ingin mual.” Fai berguman terus menerus seseorang itu hal yang biasa setelah membunuh wanita cantik.


“Kamu dasar monster kamu monster kamu bukan peri tapi kamu monster....!” akhirnya rame race menatap ke Arafah dengan tatapan yang horor Karena dia sudah menyadari kengerian yang dilakukan oleh Fai.


Karena pemuda yang ada di depannya membunuh makhluk hanya kedipan mata dan tanpa ada jejak rasa kesal di raut wajah itu.


“Jika aku monster berarti kamu iblisnya. Sekali lagi aku bertanya kepada kamu Kamu membunuh peri kasta rendah sudah berapa lusin kali selama masa hidup kamu.”


“Mungkin kamu karena tak terhitung membunuh peri kasta rendah yang tidak bersalah kamu sampai lupa berapa jumlah kamu membunuhnya. Apakah kamu paham babi..!”


Rameris menggelengkan kepala terus menerus sangat ketakutan dia menatap ke arah Fai sangat putus asa. “Jangan...jangan... jangan...kamu... jangan mendekat kamu jangan bunuh aku...!”


Tapi Fai tidak mendengarkannya dia seseolah sudah menargetkan Ramiris untuk dikorbankan menjadi mayat. Setelah itu tangan kanan Fai meraih leher dan mengangkat ke atas.

__ADS_1


“Hahahaha di mana sifat arogan yang kamu keluarkan tadi ayo keluarkan Aku ingin melihat sifat Arogan kamu...! Terlepas apa status kamu aku adalah orang yang suka menyiksa dan menginjak-injak harga diri seseorang sehingga tidak bisa bangkit lagi.”


__ADS_2