Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Ratu Es Yang Sombong


__ADS_3

"Tungu!" Mulan berkata pada diri sendiri apakah dia salah dengar? Karena tadi dia mendengarkan bahwa Diablo berkata dia mempunyai wanita, lalu wanita apa yang di miliki Diablo.


Penampilan? Kecantiakan?


Dengan perilaku Diablo yang dia lihat tadi dia menjadi seratus persen tidak salah bahwa Diablo masih anak pria sentimental.


Dan dia juga mungkin mempercayai bahwa nama Diablo adalah identitas palsu. Lalu bentuk wajah Diablo? Mulan mengeleng kepalanya tersenyum pahit.


Di peron penonton ada Bella yang sedang duduk angun, tapi dia matanya sedang berputar-putar seseolah sedang mencari seseorang.


Dia juga melihat penampilan Grey, dia terkejut karena penampilan Grey sudah berubah. Bella juga mengakui bahwa Grey adalah pria tampan.


Mungkin jika tidak di takdirkan bertemu Fai mungkin dia akan jatuh cinta. Tapi memikirkan Fai bocah yang nakal dia tidak bisa memerah lagi.


Dia selalu membayangkan adegan itu, ketika dia sedang memikiran hal yang memalukan, tanpa dia sadari di bawah itu Bella basah penuh dengan jus yang kental.


Di perkumpulan orang yang berpastisipasi, Fai mengepal kan tangannya ingin sekali menampar pantat wanita itu. Dia memang cantik, tapi apakah begitu malu untuk minta Maaf, setelah menabrak dirinya.


Kemudian Fai baru ingat bahwa di kehidupan Bumi dulu dia pernah dengar bahwa wanita itu mahluk yang maha benar.


Tidak terhitung wanita anda di bumi jika berbuat kesalahhan ahirnya pria yang meminta maaf.


Memikirkan hal ini dia ingin sekali menyakar-nyakar wanita itu.


Fai mencoba menenangkan batinnya kemudian dia ingin tahu kenapa wanita bastr*d itu bergesas maju ke arena petarung.


"Apakah dia mau melawan Grey?"


"Ini menarik!" Sambil memegang dagu dia berjalan paling depan.


Penampilan Fai begitu biasa dan tidak begitu mencolok sehinga ketika dia bergesas melihat paling depan dia tengelam dalam cahaya popularitas. Fai melihat wanita bertopeng yang dengan berambut biru sedang menonton juga.


Fai mendekati wanita bertopeng.


Wanita itu juga sedikit berkerut ketika dia melihat pemuda itu menghampirinya. Tapi dia berpura-pura tenang dan dia melihat terua ke arena petarung.


"Apakah kamu begitu tergila-gila sama pangeran Grey?" Kata Fai.


"Bukan urusan kamu!" Kata wanita itu dengan sedikit kedinginan.


Fai juga tidak mempermasalahkan itu, kemudian berkata lagi.


"Dia adalah Pangeran dan di tambah ketampanan yang begitu memikat, itu tidak salah nya banyak wanita yang tergila-gila sehinga bodoh." Setelah berkata dia menoleh ke arah wanita bertopeng dengan rambut biru dan melanjutkan bicara lagi: " Dengan ketampanan jika dia meminta kamu untuk mebuat anak apakah tidak masalah?"

__ADS_1


Perkataan Fai begitu fulgar dan tak tahu malu, untungnya dia memakai topeng jika tidak wajah yang cantik itu terlihat merah karena malu di lecehkan Fai.


"Kamu.. tutup omong kosong kamu! Jika tidak pedang ini akan terbang dan membungkam mulut tajam kamu!" Fai mengakat bahu dan berjalan lagi ke depan dan kebetulan dia melihat Jen.


Fai menghampiri Jen.


Setelah mendekati Jen, Fai berkata. "Apakah kamu cemburu dengan ketampanan Putra Grey?"


Jen terkejut karena ada yang bicara di samping nya dengan tiba-tiba tapi, ketika dia melihat siapa yang berbicara, dia rileks dan membalas lalu berkata.


"Sifat manusia pada sejatinya serakah, tidak hanya serakah dalam materi, dalam hal fisik juga ada sifat serakah." Dia berhenti lalu menatap Grey dengan tersenyum pahit dan melanjutkan bicaranya. "Dengan ketampanan, setatus pangeran di tambah memiliki kekuatan yang kuat orang mana yang tidak cemburu."


Fai tak berdaya dan menepuk bahu Jen.


"Kamu cemburu dengan ketampanan dia, sama aku juga." Fai bercanda dan menghibur Jen karena pria ini sunguh menarik dan selalu ceria.


"Tidak dalam ketampanan saja aku cemburu, bakat aku juga buruk, ingin sekali aku terbang bebas tapi bakat tidak mengijin kan untuk melakukan itu." Jen tidak bisa tertawa apa menangis.


"Aku bisa membantu mu, untuk memberikan bakat baru kepada kamu." Karena Fai melihat Jen itu menarik tanpa pikir panjang Fai berkata begitu.


"Memberikan bakat?" Dia baru mendengar bahwa ada bakat bisa di berikan, dia tidak percaya dan berkata lagi.


"Mustahil bakat adalah bawaan dari lahir dan itu tidak bisa di berikan sesuka hati."


Sebelum itu Fai mempertimbangkan bakat apa yang akan di berikan oleh Jen.


Dia melihat lusinan bakat di kitab kehampaan dan hampir pusing.


Setelah dalam perenungan ahirnya dia memberikan dua bakat pada Jen yaitu "Tangan Semut" Dan bakat api Lv5.


Bakat tangan semut adalah bakat yang dia dapat dengan tidak sengaja ketika dia sedang di hutan, melihat semut menempel di pohon dan itu membawa benda tiga kali lebih besar dari pada tubuh semut itu sendiri.


Fai tertarik ahirnya dia menelan semut dan mendapatkan bakat semut.


Tidak kekuatan saja yang bisa mengangkat benda tiga kali lipat dari tubuhnya, karena bakat tangan semut mempunyai ketrampilan lain yaitu, ketika Fai menelan semut dia juga bisa menempel di dinding-dinding indra sense juga meningkat, bahkan tangan diri sendiri bisa mengeluarkan taji cakar seperti semut dengan seukuran kuku warna hitam. Dan kekuatan cakar semut begitu tajam.


Fai sudah mempertimbangkan dua bakat untuk di berikan oleh Jen lalu, dengan tangan itu menekan kepala Jen.


Jen tidak berreaksi, dia mau bertnya tapi perkataan itu tidak keluar karena dia terkejut.


Karena dalam pikiran ada pengetahuan yang keren dan itu seseolah dia yang melakukan bertahun tahun.


Oprasi itu cukup cepat tidak memakan waktu. Setelah itu dia memandang Jen yang sedang dalam keadaan bodoh.

__ADS_1


Jen sekarang memandang Fai seseolah melihat dewa, karana oparasi ini begitu ajaib.


Dia bisa membrikan bakat sesuka hati? Bukan kah itu sama seperti dewa!


Sekarang Jen memandang Fai dengan tatapan mengagum kan dan menyembah.


''Sekarang kamu sudah mempunyai bakat, dengan itu kamu ikutlah bersama aku, mungkin di masa depan aku akan memberikan bakat lagi yang lebih bagus." Kata Fai


"Apa! bisa memberikan bakat lagi dan itu lebih bagus? Ok mualai sekarang aku akan mengikuti kamu." Dia dengan banga menegakkan dadanya tanpa berpikir langsung setuju.


"Tapi sebelum itu aku belum tahu nama kamu?" Jen berkata lagi.


"Nama aku Fai, tapi di sini pangil aku Diablo ingat!"


"Yah!" Jen mengaguk.


Kemudian kedua orang itu melihat pertunjukan di depan.


Di arena petarung.


Di arena petarung Grey memenangkan Raken hanya dengan sebuah pukulan. Dia merasa bahwa pukulan Raken terlalu lemah dia juga menyadari bahwa alasan ini adalah karena sebuah sistem dewa perang di tubuhnya.


Dia pergi dan meningalkan arena petarung karena merasa bahwa sudah tidak ada yang mau menantang.


Tapi ketika hendak pergi keluar tiba-tiba ada sosok angun yang sedikit sexy memasuki arena petarung.


Grey berhenti berjalan.


"Gadis cantik, apakah kamu juga akan menantang aku?" Kata Grey dengan ingin tahu.


"Benar aku kesini ingin menentang kamu, aku merasa bahwa kamu sedikit layak." Ratu es memandang Grey.


"Lupakan aku tidak suka melukai wanita!" Grey berkata langsung.


"Ini tidak bisa, kamu harus bertarung dengan aku, jika kamu bisa mengalahkan aku kamu akam menjadi suamk aku." Ratu es mencoba meyakin kan.


''Kekuatan?" Apakah dengan ketampanan aku ini tidak cukup?


"Kamu...!" Ratu es berkedut mulutnya sunguh berkulit tebal.


"Sikat!"


Tanpa banyak bicara Ratu es menyerang membuat tembakan dulu.

__ADS_1


Telunjuk tangan yang halus seperti batu giok dan seputih susu ketika di arahkan ke Grey, jari telunjuk itu mengelurkan angin topan yang amat besar, seketika Grey terpental terbawa angin lusinan meter. Dan para penonton banyak yang menghindar ke area tersebut.


__ADS_2