Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Bab 34 Bakat Tidak Tersentuh Tujuh Elemen


__ADS_3

Entah tak terhitung tamparan Fai kepada Luwi, jeritan itu mengema beberapa sesaat.


"Berhenti.. aku salah kumohon jangan lakukan lagi." Luwi menangis dia merasakan pantatnya panas seperti terbakar.


Fai dengan puas menurunkan luwi dari pangkuannya, setelah itu dia melihat Luwi dengan wajah memerah karena menangis dan malu, sambil memegang pantatnya terus menerus.


"Sekarang kamu ikutlah dengan aku ini, jika tidak di siplin pantat kamu menjadi korbannya lagi." Fai berkata dengan jahat kepada Luwi.


Luwi benar-benar takut dan merinding.


Luwi mengelengkan kepalanya, tetapi ketika dia mengingat tamparan di pantat yang menyakitkan dia mengangukan kepalanya.


"Ok karena kamu kalah dalam pertarungan, kamu menjadi pelayan aku, ngomong-ngomong siapa nama kamu?"


"Luwi." Luwi berkata dengan singkat.


Fai melihat bahwa dia selalu mengelus-elus pantatnya, tiba-tiba dia berpikir sendiri apakah tamparan ini begitu menyakitkan?


Fai mendekati Luwi.


"Kamu.. apa yang kamu lakukan lagi!" Luwi melihat Fai mendekatinya berteriak mundur sambil takut.


Luwi terus mundur dan tersandung ketika pantanya menyentuh tanah, dia kesakitan lagi.


Fai menyentuh tubuh Luwi kemudian menjalan kan energi sihir penyembuhan.


"Uhhhggr!" Luwi mengerang dengan nyaman, karena ada sesuatu energi yang mengelitik dan mengasikan memasuki tubuhnya.


Tiba-tiba ada terasa gatal di pantatnya, ketika Luwi mencoba mengelus pantat, dia terkejut bahwa pantatnya sudah sembuh.


"Sihir penyembuh?" Dia terheran-heran kepada Fai, dia pikir dengan bakat Lv6 sudah jenius.


Tapi tak di sangka itu hanyalah katak di dalam sumur di atas langit masih ada langit.


Karena dia melihat Fai, bisa mengunakan dengan kemampuan menguasai lebih dari satu.


Berpikir diam-diam untung hanya menampar pantatnya, andai saja dia menampar sampai mati apa jadinya?


Memikirkan hal ini bulu kuduk Luwi merinding.


Melihat bahwa mungkin pantat Luwi sudah sembuh, dia lega kemudian berkata.


"Sekarang sudah sembuh, dan kamu sudah menjadi pelayan aku, harap patuhi tuan muda ini jikat tidak?"


Mihat Fai menyeringai dan memainkan tanganya, dengan mentap pantatnya dia panik dan biru-buru berkata. "Jangan berani, saya tidak akan."


Dengan kepatuhannya Luwi, Fai menganguk puas.


"Ayo ikuti tuan ini!" Setelah itu Fai terbang lagi, tidak lupa Luwi mengikutinya.


"Hei apakah kamu adalah seseorang bangsawan?" Luwi berkata dengan terbang.


"Tidak, aku adalah anak kecil biasa," Secara lugas Fai berbicara dengan jujur.


Seseolah tidak percaya Luwi berkata lagi. "Tapi aku melihat ketrampilan kamu dan sihir kamu luar biasa?"

__ADS_1


Setelah bernafas dia berkata lagi. "Sihir entah ketrampilan sudah melebihi Lv5 jika bukan kelurga bangsawan lalu apa lagi?"


Dalam benak Luwi, ada dua kemungkinan yang pertama alasan kekuatan Fai begitu kuat dan sihirnya sudah di atas rata-rata Lv5 yaitu dia anak bangsawan.


Alasan ke dua mungkin dia seperti dirinya mendapatkan petualangan yang tidak terduga.


Ketika dia melihat bahwa Fai tidak menangapi atas masalah pertanyaan ini, dia cemberut tidak puas.


Fai sudah terbang beberapa waktu sehinga matahari terbenam menandakan malam tiba.


Jika Fai berjalan dan terbang sendiri, mungkin beberapa nafas dia sudah pulang ke rumahnya.


Tapi karena dia membawa Nori yang belum membangkitkan atau berlatih dia ahirnya berjalan pelan.


Di hutan gelap Fai membuat api dengan mengumpulkan kumpulan dahan dan ranting pohon.


Setelah itu, dia memandang Luwi dan berkata.


"Kamu tungu di sini, jaga adik, aku akan keluar sebentar mencari monster Level rendah untuk di makan."


"Yah!" Luwi mengangukan kepalanya, kemudian dia berkata lagi :"Tenang Tuan dengan aku ini adik kamu aman." Luwi menjadi bangga lagi.


"Baik lah, aku tolong." Fai berkata dengan nada biasa. Kemudia berkata lagi. "Tungu sebentar itu tidak akan lama."


Setelah itu tiba-tiba sosok Fai menghilang.


Fai sudah menjauh beberapa meter dari mereka berdua.


Kemudian dia mencari beberapa monster tingakat rendah untuk di makan seperti kelinci.


Setelah mendapatkan monster yang cukup, dia melihat gua entah kenapa dia tanpa sadar menjadi penasaran.


Setelah memasuki gua dia melihat bahwa gua itu banyak pohon merambat, dan sepertinya tidak terjamah.


Semakin dalam gua itu ada lorong, lorong itu menurun ke bawah sehinga kegelapan melanda.


Walau gelap mata Fai memiliki skill super sehinga itu tidak masalah baginya.


Tapi bunyi "Bip" tiba-tiba berdering di benaknya.


"Kamu terkena ilusi, perlawanan tubuh +8, perlawanan jiwa +10, ketrampilan Hipnotis +3."


"Kamu terkena ilusi, perlawanan tubuh meningkat, +30, kekuatan Jiwa +27, ketrampilan Hipnotis +8."


"Kamu terkena..."


"Hei! Selamat kamu mendapatkan ketrampilan Hipnotis level saat ini adalah Lv2."


"Panen yang bagus." Fai mengangukan tersenyum.


Pada saat ini ada suara di ke hampaan.


"Mustahil..! Kenapa kamu tidak terkena ilusi aku."


Setelah suara mengema tiba-tiba munculah sosok pria kakek-kakek.

__ADS_1


Awalnya transparan tapi tiba-tiba tubuhnya menjadi padat dan terlihat jelas.


Penampilan kakek-kakek itu, memiliki jengot dengan berjubah hitam sedikit ke ungu-unguan, dan pakaian itu compang-camping sehinga mebuat cangung.


Fai juga mengamati peria tua itu. Tapi Fai lebih gembira lagi karena bunyi "Bip" sistem berdering di benaknya.


"Kamu memahami ketrampilan tubuh hantu. kemahiran tubuh hantu, +10."


"Kemahiran tubuh hantu kamu meningkat +40."


"Kemahiran meningkat +20."


"Kemahiran meningkat +26."


"Hei kemahiran tubuh hantu kamu, meningkat dengan penuh, selamat kamu mendapatkan bakat, Tak Tersentuh Tujuh Elemen, level saat ini sudah penuh mencapai Lv3."


"Bakat tak tersentuh tujuh elemen?" Fai mengerutkan keningnya, tapi bahagia.


Menurut pengetahuan yang di dapat Sistem di benaknya, bakat tidak di sentuh tujuh elemen adalah, seperti namanya tidak bisa di sentuh.


Jika tidak bisa di sentuh apa artinya ini?


Apakah ini sudah tak terkalahkan?


Tiba-tiba dia teringat sereal di Tv kehidupan sebelumnya yaitu Obito Uchiha.


"Apakah aku menjadi Obito Uchiha versi dunia ini?" Fai begtu narsis saat ini, tapi dia mengelengkan kepalanya lagi.


Walau skill ini sunguh menabjubkan tapi hanya buat pertahanan, tidak ada penyerangan.


Tapi Fai puas dengan panen ini, kemudian dia memandang kakek tua itu dan berbicara.


"Kakek tua siapa kamu?" Fai berkata begitu Vulgar.


Mulut kakek itu berkedut hebat, generasi muda tidak ada sopannya, kemudian dia ingin membuat pelajaran dengan menampar.


"Sikat!" Fai bereaksi kemudian dia mencoba bakat hipnotisnya.


Fai menujuk kakek itu dan mengunankan skill nya kemudan berkata.


"Kamu berdiam di sini, kemudian ikuti gerak langakah aku."


Setelah membuat perintah, tiba-tiba tubuh kakek tua itu bergetar hebat langsung berhenti.


Tubuhnya tidak bisa di gerakan tapi, kesadarannya masih terjaga sehinga dia ngeri.


"Oppa ganam Style..! Fai menari menari dengan gaya ganam style dan kakek tua itu mengikutinya.


Mulut kakek tua itu berkedut hebat ingin memarahi, kemudian dia berkata sambil menari Ganam Style.


"Nak! hentikan apakah kamu tidak ingin di pukuli."


Fai mengarukan hidung dengan malu, lalu menghentikan bakat Hipnotisnya.


Tapi setelah menghentikan bakatnya tiba-tiba kakek tua itu membuat serangan dengan mengayunkan belati ke arah wajahnya.

__ADS_1


Bakat tidak tersentuh tujuh elemen aktif sehinga belati itu menembus kepala Fai dan melewatinya sehinga tangan kakek tua itu seperti menyerang angin.


"Kamu juga mempunyai bakat itu?" Kakek tua itu teheran-heran.


__ADS_2