Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Bab 36 Menghentikan Waktu


__ADS_3

Di Api Ungun


Di api ungun tepatnya, di tempat di mana Nori dan Luwi sedang ber istirahat.


"Hey kenapa Tuan begitu lama?" Luwi berkata dengan tidak sabar, tapi tangannya mengelus-elus perutnya.


Saat Ini Luwi dan Nori sedang merasa kelaparan.


"Apakah kakak menghadapi monster ganas?" Nori berkata dengan memandang Luwi di sebelahnya.


Tapi kemudian dia mengelengkan kepalanya, dia percaya bahwa Fai kuat dan tak terkalah kan.


"Ngomong-ngomong Tuan kecil, seberapa kah kuat kakak kamu?" Luwi berkata kepada Nori seseolah ingin tahu.


Karena dia ketika berperang dengannya, dia melihat bahwa Tuan nya menahan kekuatannya dan tidak mengangap pertarungan ini menjadi serius.


Karena Fai memiliki sihir es, api, bahkan tumbuhan dan guntur.


Jadi karena alasan itulah, mungkin dia masih menyembunyikan beberapa kartu truf nya.


"Kakak aku kuat dan sangat kuat!" Mendengar Luwi berbicara tentang kakak nya dia gembira.


Kemudian dia menceritakan ketika dia di culik dan ketika Fai membantai Geng Resimen Serigala Angin dengan sendiri.


Nori menceritakan itu kepada Luwi dengan semangat dan sambil memperagakan tangan nya meninju-niju kedepan dengan imut.


"Dia membantai Resimen Serigala Angin?"


Pada ahirnya ke ingin rasa ingin tahu Luwi menjadi kejutan hebat bagi nya.


Dia pernah mendengar bahwa Resimen Serigala Angin itu begitu mendominasi. Dan tidaka ada seseorang yang berani memprovokasi.


Tapi yang tidak di duga Tuannya malah memprovokasi sekali gus membantai.


Ada rahasia terbesar di hati Luwi adalah, ketika dia di masa lalu kedua orang tua nya di bantai sama geng Serigala Angin.


Ayahnya di bunuh dan ibunya bunuh diri karena di perkosa.


Sehinga dia memiliki kebencian besar terhadap Resimen Itu.


Tapi yang tak di duga bahwa geng itu sekarang sudah musnah, yang mengejutkan lagi adalah itu Tuanya yang membantai.


Setelah mendengar kan itu, tekanan batin Luwi mereda. kemudian memikirkan Fai dia merasa ber terimakasih.


Dia kuat?


Apa salah nya menjadi pelayan, ini juga ke untungan dan kesempatan bagus.


Mempunyai Tuan yang kuat itu adalah berkah tersendiri, jika ada sesuatu yang mendesak tidak terlalu takut lagi.


Tapi ketika dia mendapatkan warisan nomplok, dia mendapatkan kekuatan dari tulang monster unikron aneh, dia juga percaya ketika dia berlatin dengan giat, mungkin saja dia bisa menjadi pelindung Tuan yang di butuhkan.


Kedua orang itu mengobrol dengan semangat. Dan tiba-tiba ada suara dentangan di atas langit.


Suara itu berisik seperti sekelompok orang yang sedang bertarung.


Luwi menjadi waspada dan secara reflek mendekati Nori.


Jika ada sesuatu bahaya bagi Nori,dia takut pantat nya akan menjadi korban lagi sehinga dia tidak mau.


Nori dan Luwi ahirnya melihat ada beberapa kelompok di atas.


Kelompok itu sedang menjejar seseorang gadis.


Gadis itu berpakaian warna ungu dan ketat sehinga lekuk tubuh yang indah menjadi pemandangan sempurna.


Walau gadis itu berpakian ketat, tapi dia memaki jubah yang menutupi.


Tapi walau jubah itu menutupi sebagian tubuh, tapi keindahannya masih terpancar.


Gadis itu membawa pedang di tangannya.


Dan kelompok lainnya berlima setiap orang memakai baju besi perlindungan.


Kelompok itu ada yang memakai pedang dan tongkat.


Tapi ada salah satu orang yang ber badan kekar dia tidak memakai baju besi pelindung.


Dan orang yang berbadan kekar selalu menatap gadis itu dengan senyuman main-main.


"Walau kamu berlari sejauh yang kamu mau, tapi kamu tidak bisa lolos dari tangan aku."


Gadis itu masih menatap kelompok itu dengan dingin, lalu dia bergegas menyerang ke sekawan kelompok itu.


"Sikat!"


Gadis itu menghampiri orang yang bertubuh kekar, setalah jarak begitu dekat dia menebas ke arahya.


Dia melihat bahwa gadis itu menebas dengan pedang, tapi dia tidak ada rasa takut sama sekali, dan dia selalu memandang lekuk tubuh yang menawan itu.


Gadis itu melihat mata mesum, selalu memandang ke tubuhnya, dia langsung mengigil dengan marah dan menebas langsung dengan pedang.


Ketika hendak menebas, tangan orang yang bertubuh kekar melambaikan tangan nya lalu menangkap pedang itu.

__ADS_1


Setelah menangkap pedang, dia menarik sehinga gadis itu tertarik kedepan, lalu tangan lainya menangkap dan mencekiknya.


Setelah mencekik dia melempar ke bawah hinga menukik dan terjatuh, ber putar-putar seperti gangsing.


"Brengsek!" Gadis itu muram.


Melihat bahwa gadis itu dalam kesulitan dia bertriak. "Rigrit! Menyerah lah, itu adalah hal baik bagi kamu!"


"Linolel, aku tidak menyaka bahwa niat kamu busuk dan berani sekali kamu berpikir untuk melecehkan aku!" Rigrit meneriaki dan marah karena tidak mau dan dia masih dingin walau ke adan terluka.


Pada awalnya dia dan Linolel adalah salah satu kelompok Guild, ketika Rigrit masih dalam kelompok Guild dia menjadi ketuanya.


Dia pada mulanya memandang Linolel sebagai sahabat tapi pemandangan ini berubah di saat dia menyatakan rasa cintanya kepada Rigrit, tapi dia menolaknya sehinga malu.


Setelah penolakan cintanya ahirnya topeng jahatnya terbukak bahwa Linolel dan rekan lainnya ada niat tersembunyi yaitu, ketika dia di hutan dan sedang menjalankan misi dia secara tidak sengaja mendengar percakapan bahwa setelah misi ini selesai, rencananya adalah Linolel dan rekannya mengundang Rigrit ke kedai minuman untuk bersulang dan memabuk bersama dan Linolel mencona memasukan obat perangsang kepada Rigrit.


Tapi tanpa di duga Rigrit mengetahuinya, dia menghampiri Linolel dan lainnya dengan marah.


Seseolah melampiaskan kemarahanya dia mencoba melawan.


Tapi tanpa di duga Linolel menyembunyikan kekuatan nya sehinga dia melarikan diri di hutan.


Walu melarikan diri tapi, setidaknya dia sudah membunuh salah satu angotanya.


Sehinga pengejaran ini hinga sekarang.


"Jika kamu tidak patuh, maka aku akan memaksamu untuk menjadi patuh." Linolel di marahi dia menjadi jelek dengan marah menghampiri.


"Sangat cepat!" Rigrit tidak sempat beraksi tapi bisa menghindar.


Linolel melihat bahwa cengkraman nya lolos tapi ketika dia mau berbelok dia melihat dari ke jauhan ada seorang anak di depan api ungun, sekitar berumur enam atau sembilan tahun sedang menatapnya.


Kemudian dia memiliki sebuah rencana, dia harus menyandra ke dua anak kecil itu.


Setelah membuat rencana dia terbang lurus mengarah ke dua bocah itu.


"Adik menghindar awas bahaya!" Rigrit hanya bisa meneriaki.


Nori melihat bahwa orang itu mencoba menyerng nya dia panik dan takut kemudian dia berkata.


"Tidak! Ini berbahaya menghindar!"


Tapi melihat bahwa Luwi tidak menghindar, malah menyembunyikan Nori di belakangnya.


Tiba-tiba mulut Luwi meludah kan api mengarah ke Linolel tapi Linolel dengan mudah menghindarinya.


Tangan Linolel meraih tangan kecil Luwi, tapi Luwi menghindar kemudian menyamping ke kiri sebentar lalu.


"Bom!"


Kaki Luwi merasa sakit, seperti menendang plakat besi.


"Nak kamu mempunyai sedikit ketramplian." Linolel terkejut tapi masih meremehkan.


Kemudian Linolel meneriaki dan menujuk salah satu rekan-rekannya.


"Kalian cepat sandra anak ini..!"


kemudian empat kelompok itu menyergap luwi.


Tapi penampilam Luwi itu licin seperti bulu, dan pada ahirnya karena faktor kelelahan dia terkena tinju.


"Bom!"


Luwi terpental berguling-guling dan terjatuh, pada ahirnya dia berhenti setelah menabrak sebuah pohon.


"Sial..! Aku terlalu lemah, tidak bisa melindungi Tuan kecul!" Luwi berteriak dengan engan.


Keadaan Luwi tulang pada cedera, kemudian di samping Luwi tiba-tiba ada rune ajaib mengeluarakan sebuah rantai dan mengikatnya.


Luwi di segel dan tidak bisa bergerak.


"Tuan kecil lari..!" Luwi berteriak.


Tapi terlambat karena ada ke dua kelompok itu menghampiri Nori.


Kaki Nori lunak langsung tak berdaya, kemudian matanya menjadi kosong gemetar karena ketakutan.


Kemudian dia teringat adegan penyiksaan ketika di sandra di bass Resimen Serigala Angin.


"Jangan mendekat!" Nori berteriak.


Entah berapa kali Nori berteriak tapi pada ahirnya tidak berguna dan pada ahirnya dia tertangkap.


"Bocah bau jadilah patut dan jangan.." Ke dua kelompok itu bercanda dengan jahat kepada Nori, tapi sebelum tawa dan bercanda selesai dia mendengar suara yang memarahi dari samping.


"Aku bilang jangan mendekat..!!" Nori berteriak dan mata meerahnya tiba-tiba menyala.


Jari Nori menumbuhkan kuku yang runcing dan tajam. Kemudian dia menusuk ke salah satu kelompok itu, setelah menusuk, kuku itu menyedot darah ke kelompok itu hinga kering.


Salah satu orang dari kelompok itu ngeri dan langsung menghindar jauh.


Setelah menyedot darah dari angota itu, tiba-tiba kekuatan Nori di tingkatkan mejadi perajurit Lv2.

__ADS_1


Dia melompat dan mengejar orang yang menghindar. Nori menangkap nya, orang itu mencoba melepaskan tapi Nori seperti lintah menempel dengan erat.


Jari Nori menusuk lagi menyedot orang itu sampai kering dan mati.


Perajurit Nori di tingkatkan menjadi Lv3.


Luwi dan Linolel tercengang.


Luwi melihat cara mengerikan Nori menjadi terpana sehinga dia melupakan rasa sakitnya.


"Apakah ini Nori baru saja membangkitkan Bakatnya?"


Dia terus memandang Nori.


"Sungguh bakat yang kuat!" Luwi tiba-tiba iri.


Dalam benaknya Tuan dan Nori itu sepasang Bludoser atau mesin penghancur.


Jika Nori bakatnya menakutkan tapi Fai lebih keterlaluan.


Tapi untungnya dia meihak nya jika tidak?


Hati Luwi menjadi lega.


Di sisi linolel dia mendapatkan kejutan tak terduga, oprasi ini menjadi sulit.


Rigrit tidak kalah tercengangnya untuk saat ini.


Dia berpikir kedua orang itu hanyalah kekuatah rendah tapi sekarang dia tertegun akan kemampuan nya.


"Kalian cepat atasi bocah aneh itu, gunakan segel pengunci..!" Linolel meneriaki kelompok yang tersisa.


Salah satu kelompok mengucapkan mantara, dan tiba-tiba rune itu muncul di sebelah Nori.


Rune itu mengikat Nori, setelah terikat Nori tidak bisa bergerak.


"Sial tidak bisa terus begini." Nori mencoba melepaskan tapi setelah selusin mencoba pada ahirnya menyerah dan terjatuh karena kelelahan.


Linolel mencibir dan berkata. "Bocah kamu membuat kami kewalahan, untungnya ada segel itu. Entah berapa level kekutan kamu itu tidak bisa melepaskan."


"Ini saat nya aku menangani kamu!" Linolel menujuk Rigrit dengan muram.


Dia berkorban beberapa lusin kali tapi pada ahirnya tidak ada hasil.


Sekarang kesemapatan di depan mata maka harus mendapatkan tubuh Rigrit.


Setelah itu dia bergegas ke Rigrit dengan kecepatan penuh.


Karena terlalu cepat dia tidak beraksi.


"Sikat!"


Tendangan penuh Linolel ahirnya melukai nya.


Rigrit terpental jatuh dan ada beberapa patah tulang.


Suasana menjadi sunyi.


Linolel kemudian mendekati Nori dan berkata dengan marah. "Adik kecil kekuatan kamu di luar dugaan. Kekuatan kamu membunuh sebagian rekan aku." Kemudian Linolel memegang belati dan berkata lagi. :"Semoga kematian kamu menjadi indah."


Linolel mengayun kan belati mengarah ke perut Nori.


Luwi dan Rigrit putus asa.


"Sial kamu jangan..!" Luwi berteriak menangis putus asa.


Tapi tiba-tiba ada kejadian ajaib, karena pada saat itu waktu berhenti.


Tapi walau waktu berhenti, kesadaran mereka terjaga.


Setelah waktu berhenti tiba-tiba ada retakan ruang terbukak, dan munculah sesosok pemuda.


"Sikat!" Pemda itu menari dengan indah menghampiri Linolel.


Mata Linolel ngeri sunguh takut dia ingin menghindar tapi kerena waktu berhenti dia tidak bisa.


Tiba-tiba.


"Sikat!" kepala Linoli di potong, kemudian pemuda itu menghampiri ke dua kelompok yang tersisa.


"Sikat!"


"Sikat!"


Kelompok itu lehernya di pengal.


Kemudian pemuda itu menghampiri Luwi dan Nori dengan mudah menghncurkan rantai segel itu.


Setelah menghancurkan rantai segel dia melambaikan tangannya, dan retakan ruang terbuka lagi.


Nori, Luwi dan pemuda itu memasuki retakan ruang.


Retakan ruang itu tertutup rapat lagi, dan pada saat itu waktu berjalan lagi.

__ADS_1


"Ini...?" Rigrit tercengan dengan oprasi itu.


Siapa pemuda misterius itu apakah dia Dewa?


__ADS_2