
Karena terlalu semangat dalam perpisahan bersama Aludra dia lupa tidak mengunakan telepati sehinga dia hampir ketahuan bahwa ada orang yang sedang mandi dengan ber telanjang bulat.
Untungnya Fai mempunyai bakat menghilang ketika dia melahap dari monster bunglon pas di waktu itu.
Dia melihat bahwa wanita itu kulitnya sangat halus dan seputih susu.
Fai tidak memikirkan tubuh wanita itu dulu tapi, dia membaca pikran wanita itu yang sedang mandi. Menurut apa yang dia ketahui adalah wanita yang sedang mandi bernama, Callin Harlock dia adalah jenius pertama di Akademi ini.
Dan yang lebih menarik lagi adalah dia mempunyai sebuah Jari Emas di tubuhnya.
Jari emas yang di miliki Callin adalah dia bisa memunculkan atribut dan mengidentifikasi atribut benda hewan dan ras lainya.
"Ini sangat menarik, apakah aku akan menghadapi protagonis lagi?" Dalam menghilang dia tersenyum tanpa daya, dia belum membunuh Grey, tapi sekarang dia bertemu protagonis lagi.
Setelah mengamati Fai berpindah tempat dan menuju ke kamar yang kosong untuk dia di tingali. Dengan membaca pikiran Callin dia sudah tahu letak posisi di akademi ini.
Akademi ini bernama Akademi Awan Kabut. Akademi Awan Kabut ini adalah akademi terpopuler nomer satu di negara Falas.
Dan ini alasan Fai untuk menepak di sini, dengan akademi yang populer, mungkin mengandung lemak yang sangat gemuk entah bakat dan teknik ketrampilan.
Di pemandian panas Callin mengerutkan keningnya dia merasa merinding seperti sedang di awasi oleh bajingan laki mesum sehinga dia mengunakan matanya membuka bakat mata presprektif.
Setelah mengunakan kekuatan mata, dia tidak menemukan ke anehan tertentu. Tapi dia tidak percaya dengan insting dia tidak percaya sehinga dia keluar dari air panas mengunakan bajunya dan mendekati di mana tempat Callin curigai.
Dan benar saja dia melihat jejak langkah kaki yang tertancap di sini.
"Brengsek siapa yang berani mengintip aku..!" Callin marah, ini baru pertama kalinya ada seseorang yang berani sekali untuk mengintip tubuhnya.
...****************...
Ke esokan harinya, Fai bangun tidur dan di sudah memakai seragam tukang sapu di akademi ini, kemudia dia memandang ke cermin kuno dia menjadi narsis.
"Walau aku mengunkan seragam tukang sapu, ketampanan tidak luntur hehehe!" Fai sangat narsis. Kemudian dia keluar dan hendak menyelesaikan sebagai mana tukang sapu di lakukan.
"Hey.. ! Apakah kamu tukang sapu?" Ada salah satu pemuda yang terkejut melihat Fai karena dia baru pertama kali melihat tukang sapu yang sangat tampan sehinga dia sebagai pemuda akan merasa cemburu.
"Tolong bimbingan nya saudara..!" Fai berkata dengan sopan.
__ADS_1
Setelah mengentahui bahwa Fai itu adalah tukang sapu baru dia menganguk dan berkata. "Kamu anak baru, siapa nama kamu?" Orang itu berkata kepada Fai.
"Fai, pangil saja aku Fai." Kata Fai dengan sopan.
Pemuda itu menganguk dan berkata. "Baiklah nama aku Kayden mohon kerja samanya."
Fai menganguk setuju. Kemudian mereka berdua berpencar mengambil tempat sekiranya yang masih perlu di bersihkan.
Sementara itu, Fai ketika sedang menyapu dia teringat di kehidupan Bumi pada waktu umur delapan belas tahun dia sebelum kerja jadi kariawan kantor pernah menjadi tukang sapu dan itu hanya kerja paruh waktu.
Dia menghela nafas sambil memikirkan ibu dan adik yang di bumi. "Ibu.. Mely semoga kamu baik-baik di sana..!" Fai sekarang sangat emosional.
Ketika Fai sedang fokus menyapu ada seseorang paruh baya menghampirinya dan berkata. "Apakah kamu petugas baru?" Pria paruh baya ini bingung karena dia baru bertemu anak ini pertama kalinya dan dia tidak tahu sebagai pengwas kebersihan.
Fai memandang pria paruh baya itu dan Fai juga mengunakan hipnotis ke arah pria paruh baya dengan memberi sugesti bahwa pria itu melihat Fai yang sedang tak sadarkan diri dan dia menolong terua dia jadikan tukang sapu di sini karena kasihan.
"Tuan Jack ini aku apakah kamu tidak ingat?" Kata Fai dengan rendah diri.
"Oh itu kamu..!" Jack berseru ahirnya ingat. Kemudian dia mengagukan kepalanya dan berkata sambil menepuk bahu Fai. :"Nak berkerja keraslah semoga bahagia!"Kemudian Jack meningalkan.
"Tuan tungu..!" Tiba-tiba Fai mengentikan sehinga Jack ingin tahu dan berkata. "Oh ada apa nak?"
Mulut Jack berseru bahwa anak ini yang tergolong masih muda sudah mempunyai tiga buah istri sehinga perkataan Fai patut di acungkan jempol karena jujur dan dia berkata lagi. "Sebagai lelaki kamu hebat dan patut di acungkan jempol bahwa kamu bertangung jawab untuk merawat tiga buah wanita. Ok masalah kamu berbohong itu tidak masalah karena kamu sudah jujur, dengan kejujuran kamu aku sangat senang."
Ahirnya setelah berkata Jack meningalkan lagi.
Fai sedang menyapu..
"Lihat apakah ada tukang sapu yang begitu tampan?"
"Benar aku juga baru pertama melihat?"
"Apakah dia tukang sapu baru..!"
"Woow sangat tampan...!"
"Aku rela punya anak dengan tukang sapu tampan itu..!"
__ADS_1
Para siswi wanita sangat memerah ketika dia melihat Fai yang sedang menyapu.
Sementara itu di sisi Fai dia masih tenang sambil menyelesaikan menyapunya. kemudian dia pergi untuk membersihkan ketempat lain.
Di kejauhan ada wanita yang sangat cantik yang sedang duduk di atas batu besar dia melihat terus menerus mengarah ke Fai.
Wanita itu mengunakan rambut warna pink dan ada seragam akademi yang dia kenan.
"Aneh aku belum pernah melihat pemuda itu?" Wanita itu bernama Elona dia juga salah satu jenius di akademi ini.
Pemuda itu mendekati dirinya sehinga dia tersenyum senang dengan kecantikanya siapa sih pemuda yang tidak tergila-gila kepadanya.
Setidaknya fantasi Elona seperti itu.
Tapi dia melihat bahwa harapan nya salah kaprah. Dia melihat bahwa pemuda itu melewati dirinya tanpa memandang ke arahnya sehinga dia merasa tidak enak karena merasa bahwa penampilan cantiknya tidak mempan terhadap pemuda itu.
"Hey tungu..!" Ahirnya Elona mengertakan giginya dan berteriak untuk menghentikan Fai.
"Tuan apa ada yang aku bisa lakukan?" Kata Fai dengan tenang dan berhenti sambil menoleh ke Elona.
"Apakah kamu tukang sapu baru?" Kata Elona dengan ingin tahu kepada Fai.
"Iya tuan aku adalah tukang sapu baru yang di rekrut oleh tuan Jack." Kata Fai dengan sopan.
"Oh seperti itu!" Elona menganguk dan tidak bisa mencari topik lain.
"Baik tuan jiga tidak ada hal lain aku akan pergi dulu." Fai setelah berkata melanjutkan jalanya tanpa berkata apa-apa.
Di samping Elona dia ingin mengatakan lebih terhadap Fai tapi dia tidak bisa mengatakan sesutu seihinga dia membiarkan dia pergi. Ketika dia bahkan tidak memandang dirinya seseolah dia tidak tertarik sedikit pun tentang penampilanya dirinya..
"Aneh apakah pemuda itu tidak menyukai wanita tapi hanya tertarik kepada Pria?'' Elona berkata kepada diri sendiri.
Tapi di sisi Fai yang mendengarkan ingin menyemprotkan darah dari mulutnya dia memarahi dalam hati bahwa, jika anda cantik apakah dengan kecantikan anda semua orang akan begitu tergila-gila kepadanya.
...****************...
👉BACAJUGA YA KARYA KE DUA AKU DENGEN JUDDUL SENI NAGA KUNO TAIKO👈
__ADS_1
...****************...