Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Callin Vs Evans


__ADS_3

Bab 183 Callin Vs Evans


Karena Nuel kalah, maka siapa pun akan bisa melawan Freya.


"Ayo siapa yang ingin melawan Freya lagi...!" Kata wasit sambil berteriak.


Kemudian, Evans yang sedang menatap ganas ke arah Fai, dia langsung maju.


"Wasit aku akan melawann...!" Evans berteriak sangat keras sehingga membangunkan rasa ingin tahu para penonton.


"Sial siapa pemuda ini, dia sangat keras berteriaknya..!"


"Baiklah jika kamu ingin melawan..!" Wasit mengangguk dan berkata kepada Freya: "Apakah kamu siap?"


"Aku siap." Freya mengangguk.


"Baiklah, jika kamu sudah siapa laksanakan!"


"Mulai!"


Wasit membunyikan pluitnya sehingga Freya dan Evans sekarang sudah sia bertarung.


Sebelum petarungan, mereka berdua saling salam seperti biasa. Setelah perkenalan selesai, Evans tidak bicara omong kosong. Dia langsung mengeluarkan pedang kecil dan langsung berlari untuk menyerang Freya.


"Swoshh!"


Evans berlari sangat kencang dan langsung menebas pedang kecil itu, ke arah Freya.


"Sring!"


"Sring!"


"Dang!"


Pedang Freya sangat besar. Setiap serangan, ketika tidak mengenai Evans otomatis mengenai tanah. Tanah itu, akibat terkena tebasan pedang, akhirnya menjadi rusak penuh cekung.


"Bom!"


Pedang Freya masih belum mengenai tubuh Evans sedikit sehelai sama sekali. Namun dia membuat serangan lain, tanah yang terpental ke atas, langsung berubah bentuk menjadi kepalan tangan besar dan hendak menumbuk Evans.


"Bom!"


"Gemuruh!"


"Gemuruh!"


Gelombang kejut yang sangat dahsyat bercampur tanah sedikit mengenai para penonton.


"Semuanya tutup mata kamu...!" Kata wasit dia memberitahukan kepada para penonton agar matanya tidak terkena debu.


"Ohh sial... !"


"Golombang kejut sangat kuat... wuahhh!"

__ADS_1


"Ini sungguh keren!"


Para penonoton darahnya mendidih seseolah dialah yang sedang melakukan pertarungan.


Freya masih tenang, dia mencari sosok Evans, namun tiba-tiba tubuh sendiri tidak bisa bergerak, dan dia seperti berjalan sendiri dari arena petarung.


"Wuahh? Apakah wanita rambut hijau ini bodoh? Kenapa dia keluar dari arena itu? Jika wanita rambut hijau keluar dari arena bukankah akan kalah?"


"Ohh wanita bodoh..! Kenapa kamu keluar dari arena!"


Para penonton banyak yang menghina karena Freya sangat bodoh. Namun semua penonton tidak tahu bahwa saat ini, Freya dalam hati sangat panik. Entah kenapa tubuh sendiri, tidak bisa dia kendalikan sedemikian rupa.


"Ahhh aku tidak ingin kalah...! Tubuh aku tidak bisa di kendalikan guru...!" Freya berteriak panik.


Di kejauhan Evans akhirnya tertawa lebar. "Hahahah rasakan kamu, aku mempunyai bakat pengendali tubuh. Sehingga sangat mudah mengalahkan musuh, hahaha!"


"Oh, aku baru ingat, lawan wanita itu, ternyata belum kalah? Ini sungguh hebat dia bertahan oleh bombardir tembakan tanah..!"


"Woah aku juga mendengar bahwa pemuda itu, memiliki bakat mengendalikan tubuh musuh, jadu...?"


"On brengsek..! Jadi alasan wanita rambut hijau keluar dari arena di sebabkan oleh musuh dari rambut hijau.


"Ini sangat hebat, pemuda itu, tidak membuang tenaga, bisa mengeluarkan wanita rambut hijau...!"


Semua penonton heboh. Dia sangat cemburu ketika Evans memiliki bakat pengendali tubuh. Jika anda mempunyai bakat itu, bukankah anda bisa melecehkan wanita sesuka hati?


"Oh ya ampun... Aku sangat iri ingin mempunyai bakat pengendali tubuh..!" Ada penonton yang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit.


"Tidak...aku tidang ingin kalah...!" Freya meraung. Namun raungan yang seperti babi yang sedang di sembelih tidak ada gunanya, alhasil dia keluar dari arena.


Semua peserta ragu-ragu karena Evans memiliki bakat pengendali tubuh. Namun saat itu, Evans menunjuk ke arah Fai.


Tapi sekali lagi, dia hendak berkata, tiba-tiba Callin menginstruksi: "Aku akan menantang."


"Woahhh ada wanita yang menantang!"


"Siapa dia apakah dia perwakilan dari akademi sihir Falas?"


"Sial ini benar! Dia adalah perwakilan dari akademi sihir Falas...!"


"Aku dengar, dari perwakilan akademi sihir Falas, hanya membawa dua saja salah satunya adalah wanita yang akan menantang Evans si pengendali tubuh."


Semua pononton pada diskusi. Namun Evans yang melihat Callin hanya menggelengkan kepala saja, dia berkata seperti ini: "Apakah kamu rekan pemuda bastard itu, yang sudah memukul aku secara diam-diam?"


"Ini benar. Dia adalah, Samuel Fai. Dia berasal perwakilan akademi sihir Falas. Ada apa?" Kata Callin sangat tenang.


Grey dari kejauhan mengkerutkan keningnya. Dari gaya bicara Callin, seperti rutinitas protagonis, namun dia ingin mengecek bakat Callin dia tapi sistem sendiri sedang memasuki masa tidur satu bulan.


Di sisi pertempuran...


"Owww aku sungguh takut, hey gadis bisakah kamu tidak begitu galah? Hehehe." Evans menyringai


"Woooook aku sungguh muak senyumu." Callin muntah sambil ada nada sarkasme.

__ADS_1


"Bajingan kamu..!" Evans marah langsung menyerang Callin, menggunakan pedang.


"Sikat!"


Sosok Evans sudah di depan Callin. Namun ketika Evans hendak menebas, tiba-tiba Callin mengeluarkan pedang andalanya langsung menghalau tabasan yang di lakukan Evans.


"Dentang!"


Kedua pedang saling beradu, dan mengeluarkan percikam kembang api. Callin yang mempunyai tubuh dewa perang kekuatan fisik sekarang sudah menakutkan setelah tubuh dewa perang di tingkatkan.


Tangan kiri Callin hendak meninju Evans, namun Evans yang mempunyai bakat menebak masa depan serangan itu, akhirnya mengenai udara.


"Woshhh!"


Udara yang di tinju Callin mengamuk mengeluarkan kejutan gelombang yang dahsyat. Bahkan akibat gelombang itu, kepala Evans yang sudah menghindar menyamping akhirnya tidak selamat.


"Bang!"


"Swosh!"


Evans terpental terkena gelombang kejut yang di lakukan Callin sehingga dia terpental menyamping sekitar 10 meter.


"Brengsek...! Wanita ini sungguh kuat!" Penonton tidak bisa memarahi mulutnya karena dia sangat terpana apa yang di lihat pertarungan di depanya.


"Betul, hanya sebuah tinju ringan, dan tidak mengenai target. Tapi akan mengeluarkan kekuatan yang amat luar biasa." Ada juga penonton yang sedang menilai sambil memegang dagu.


Dia berpikir. Jika pukulan itu mengenai kepala Evans, dia khawatir jika kepalanya meledak menjadi semangka.


Grey dari kejauhan sangat terkejut apa yang di lihat kekuatan Callin bahkan mungkin saja setara dengan tinju Tyranosaurus Rex milik dirinya.


Sementara itu, Evans yang terpental akhirnya bangun dari tidurnya dia menggunakan bakat pengendali tubuh untuk mengalahkan Callin.


Tapi, apa yang anda tidak tahu, Callin sudah mencuri bakat dari Evans. Sehingga sebelum dia menggunakan untuk menyerang Callin, maka Callin terlebih dahulu menggunakan bakat pengendali tubuh.


"Sikat!"


Callin melompat bergegas untuk meninju Evans. Evans pada saat ini, dia ngeri karena tubuhnya tidak bisa bergerak.


"Tidak baik...!" Evans saat ini panik setengah mati.


Namun dia tidak bisa melawan, dan pada akhirnya, Evans terkena tinju tangan Callin.


"Bom!"


Evans terpental, langsung keluar dari arena sampai tak sadarkan diri.


Wasit "..."


Penonton "..."


Para siswa "..."


Semua murid dan penonton semuanya tercengang dan sunyi.

__ADS_1


"Ini...!"


__ADS_2