Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Lobang Pantat Bella Yang Indah


__ADS_3

Setelah itu Fai memasuki kedalam kamar dia juga tidak lupa untuk membuka androidnya. setelah itu dia melihat pesan dari Bella.


《Fai: Apakah kamu sudah tidur?》 Fai mengirim pesan sambil memasang emoji ingin tahu.


《Bella: Aku belum mengantuk》 Bella membalas dengan kilat sehinga Fai kaget.


《Fai: Apa yabg sedang kamu lakukan?》 Karena belum tidur Fai jadi ingin tahu.


Setelah memgirim pesan di kejutkan Bella keran pada saat itu dia mengirim lusinan gambar Bella yang vulgar sehinga darah batin Fai menyala lagi.


"Brengsek sunguh panas!" Fai tidak bisa memarahi mulitnya karena terpana dengan apa yang gambar Bella kirim kan.


Salah satunya adalah dia mengirim gambar ketika Bella sedang membuat pose tidur dan Fai melihat bahwa gunung itu melebar sangat besar dan indah.


Fai tidak tahan dengan lusinan gambar itu sehinga dia langsung merobek ruang seketika sudah di depan kamar Bella.


Bella melihat Fai, Fai juga melihat Bella. Kemudian Fai menghampirinya langsung duduk di samping Bella, dia juga melihat bahwa pakaian yang di kenakan Bella sangat tipis, sehinga daya tariknya mematikan.


Tapi Fai berpura tidak apa-apa dia langsung tidur di samping Bella tanpa menyentuh sedikit pun sehinga Bella cemberut.


"Hei apakah kamu begitu menjadi membosankan!" Bella memarahi langsung, lalu kemudian dia mengangkat badanya dengan gunung yang begitu besar di tambah baju ketat dan tipis dan dia tidak mengunakan bra langsung memamerkan gunung itu tepat di wajah Fai yang sedang berpura-pura tidur.


"Uhh sangat besar!" Fai berseru begitu dia membuka matanya, dia melihat gunung yang sangat agung sedang di pamerkan ke arah dirinya dengan dekat.


"Ohh benarkah?" Bella sangat senang Fai memuji dirinya bahwa gunung itu besar, sehinga dia memamerkan lagi gunung itu lebih dekat ke arah Fai.


Bella juga merasa semenjak gunung itu sering di remas oleh Fai merasa menjadi begitu besar, dan bra yang di pake juga sekarang tidak muat, ini hal baik bagi Bella karena dalam hati nurani dia, Bella menginginkan sebuah gunung yang besar sehinga dia sering merawat gunung sendri dengan teknik memijat sehinga operasi ini berhasil dengan di usia 30 tahun dia sudah memiliki gunung dengan besar sedikit kecil dari kepala manusia.


Tapi dia tidak puas dia ingin menginginkan lebih dia mencoba mempraktekan pijatan itu, tapi tidak berhasil sehinga dia mentok dengan ukuran segitu.


Tapi entah kenapan semenjak dia bertemu Fai dan ketika melakukan hubungan musim semi pertamanya Fai memainkan gunung sendiri, awalnya dia tidak tahu sampai ketika esok harinya dia mengunakan bra sudah tidak muat dan sesak, dia menyadari bahwa Fai mempunyai teknik jitu untuk memperbesar gunung.


Dan benar saja ketika berlalunya waktu gunung itu sering di mainkan oleh Fai sampai sekarang dan alasan inilah kenapa dia di depan Fai tidak memakai Bra, karena Bra yang dia pakai sudah tidak muat dan sesak. Bahkan dia sudah membeli dengan ukuran yang paling besar, awalnya muat tapi sekarang tidak ada yang muat.


"Kenapa kamu tidak memakai Bra?" Fai melihat bahwa ketika gunung itu di pamerkan kepada Fai, matanya melihat ada tonjolan kecil di area gunung itu sehinga Fai sudah tahu bahwa Bella tidak mengenakan Bra.


"Sekarang tidak ada yang muat!" Bella mengatakan bahwa sudah tidak ada bra yang memuat untuk dirinya.


Setelah itu dia mengatakan lagi. "Hei Fai, apakah kamu menyukai gunung yang besar ini!"


Fai melihat gunung itu yang sangat besar seperti kelapa, dengan tangan kanan Fai meraih salah satu gunung itu dan mencubit tonjolan itu sehinga mengeluarkan cairan susu langsung membasahi baju tipis Bella.


"Ahhh!" Bella mengerang ketika tonjolan pucuk gunung yang sebelah kanan di cubit oleh Fai.


Kemudian tangan Bella meraih tangan kiri Fai yang sedang ngangur, dan dia menyuruh untuk mencubit tonjolan pucuk gunung yang di sebelah kanan.


Fai menurutinya lalu mencubut dan menarik-narik dan pada saat itu..


"Iyahh, tidak air susunya keluar!" Bella sangat centil dan tanganya mencoba menekan kedua tonjolan pucuk gunung itu dia mencoba menekan supaya air susu tidak keluar membasahi bajunya.


Fai langsung melepaskan baju Bella sehinga tangan jari yang sedang menekan kedua tonjolan itu langsung terlepas dan otomatis gunung yang besar dari tonjolan itu menciprat ke arah wajah Fai.


"Goyangkan gunung mu ke kiri ke kanan." Fai menyuruh Bella untuk mengoyangkan gunung itu ke kiri dan kanan.


Bella menyetujui dia langsung menggoyangkan gunungnya ke kiri dan ke kanan sehinga air susu yang keluar dari tonjolan itu membasahi wajah Fai seperti air mancur.


Bella tidak sabar dan berhenti sejenak dengan raut yang sangat cabul, dia berkata dengan memohon. "Fai aku ingin mempunyai sebuah gunung yang besar! dan tidak ada di dunia ini yang bisa mengalahkan kan kebesaran gunung aku!"


Fai sedikit tertarik!


Fai sudah mengetahui nya dengan bakat telepati bahwa Bella adalah dengan seseorang yang banga akan gunungnya, dia ingin sekali mempunyai bentuk gunung yang indah dan lebih besar dari pada milik orang lain.


Singkatnya dia ingin menjadi ratu miss dengan julukan gunung yang besar dan tidak ada orang yang lain menyainginya.


Fai curiga apakah perilaku Bella sudah mulai menyimpang, sama seperti Elia. Sehinga Fai mencatat di hatinya bahwa dia sudah mempunyai julukan masing-masing untuk kedua wanitanya.


Yaitu dengan Bella dia mempunyai sebutan Miss gunung besar, dan Elia mempunyai sebutan Miss Hardcore.


Cukup menarik!


Fai juga tidak akan merasa aneh karena di dunia ini orang mempunyai kebiasan untuk melampiasakan kesenangan dengan hal yang aneh-aneh, itu semata-mata hanya keperluan kepuasan batin saja.


Fai menghargai itu.


Memikirkan lagi bahwa Fai mempunyai dua wanita yang menyimpang itu adalah tantangan tersendiri bagi dirinya. Selama wanita yang di cintai akan puas dia tidak mempermasalahkan ini.

__ADS_1


"Ok bersiaplah aku akan memijat dan memperbesar gunung itu." Kata Fai, dengan itu, kedua tangan Fai langsung meremas gunung.


"Iyah, wow!"


"Ahhh!"


"Ahhh!"


"Iyah, iyah, remas lebih keras Fai!" Wajah Bella sekarang sangat cabul, dan setiap remasan itu akan menembakan air susu dari tonjolan gunung.


Bella juga merasa bahwa gunungnya ada rasa kesemutan yang sangat hebat dan dia merasakan rasa gatal di area gunung yang agung, dia tahu bahwa rasa gatal itu karena gunung sedang membesar.


Ketika Fai sedang meremas sebenarnya merasa kewalahan pada tanganya, karena gunung itu besar sehinga tangan Fai tidak bisa menjangkau semuanya, dan menurutnya ukuran ini sudah cukup besar dan cocok dengan Bella. Tapi, Bella menginginkan yang lebih besar lagi hinga Fai tak berdaya.


Kemudian Fai melepaskan gunung dan langsung berdiri lalu Fai menyuruh Bella untuk melepaskan celana dan hanya menyisakan CD dengan warna pink.


"Pamerkan pantat kamu di depan aku." Kata Fai dengan lembut, setelah itu Bella menuruti.


Pantat yang putih dan sehalus batu giok langsung di remas oleh Fai, sehinga sekali lagi Bella mengeluarkan suara yang centil.


Fai meremmas dan memainkan pantat itu dengan senang sehinga Fai melihat bahwa CD yang dia kenakan basah dan mengalir di paha-paha Bella.


Bella saat ini sangat bergairah dia sudah menantikan adik laki-laki milik Fai di masukan ke dalam gua sensitifnya tapi sudah menungu dia melihat bahwa Fai tidak ber inisiatip, sehinga dia tidak sabar.


Fai melihat cairan lengket yang membasahi paha Bella ahirnya melepaskan celananya sehinga adik laki-laki yang besar berdiri dengan perkasa. Di saat itu Bella juga melihat bahwa Fai akan memasukan ke gua sensitipnya sehinga dia tersenyum cabul.


Bella menantikannya, tapia tiba-tiba terkejut bahwa kedua tangan Fai mencoba meregangakan lobang pantatnya sehinga Bella terkejut mengeluarkan suara "Oww!" Yang sangat centil.


Tangan Fai mencoba membuka lobang pantat Bella setelah itu, adik laki-laki Fai mencoba memasuki ke lobang pantat itu.


"Kamu... apa yang kamu lakukan!" Bella merasakan di lobang itu ada benda yang hangat mencoba memasuki kedalam.


Setelah kepala adik laki-laki sepenuhnya memasuki lobang pantat Bella tiba-tiba Fai menusuk langsung sehinga adik laki-laki seutuhnya memasuki lobang pantat Bella.


Setelah sudah masuk, Fai mengoyangkan pingangnya dan menari-menari dengan semangat.


"Iyahhh...!" Ketika lobang pantat Bella di masuki benda yang hangat dan merasakan adanya gesekan, jiwanya seperti memasuki ke surga yang sangat indah.


Dia berani bersumpah kepada dewa bahwa adegan ini yang paling menikmatkan selama dia melakukan musim semi bersama Fai atau mantan suami yang sudah meningal.


"Ohhh, iyah, iyah, Ohh, iyah!"


"Iyah!"


"Ahhh!"


"Fai pantat aku Fai... ini sunguh luar biasa!"


Mata Bella melotot ke atas dia seperti akan gila karena sensasi adiktif yang penuh kenikmatan. Fai juga mengoyangkan dan mengesek adik laki-laki yang di dalam lobang pantat Bella dengan semangat.


Pantat yang putih dan kenyal ketika terkena paha Fai bergetar sangat indah dengan gunung yang besar dan pantat yang besar, Fai tidak bisa menghela nafas sangat puas baginya Bella begitu Ok.


Fai dan Bella memasuki masa-masa kritis sehinga dia meningkatkan gesekan itu dengan sangat cepat.


"Yahh, Fai aku mau keluar, iyah, ahh ahh."


Semakin kritis dan semakin dekat guncangan semakin intens juga gesekan di lobang pantat.


Setelah masa keritis selesai Fai menembakan cairan itu di dalam lobang pantat Bella. Bella kejang-kejang dan jiwanya merasa memasuki langit tingkat tertingi dan dia merasa bahwa di dalam pantatnya merasa ada cairan hangat yang memenuhi seluruh area itu.


Fai melepas kan adik laki-laki itu, kemudian dia mengosok kan di sela- sela pantat milik Bella dengan kombinasi cairan yang keluar di lobang pantat itu sangat cocok sebagai pelumas.


Setelah itu dia melihat bahwa Bella langsung terkapar dengan lemas dengan sangat bahagia.


"Fai aku ingin lebih, kamu memaskukan ke pantat aku!" Bella berkata dengan lemah.


"Kamu terlalu banyak berpikir." Kata Fai dengan lembut lalu dia mengunkan hipnotis untuk membuat Bella tertidur. Setelah itu, Fai meningalkan Bella dalam keadaan telanjang.


Dengan celah ruang Fai memasuki ke dalam, dan dia sudah sampai di kamar milik sendiri.


Fai tidur terlentang dan memejamkan matanya tapi dia tidak bisa tidur dia merenungkan perencanaan untuk pergi ke kerajaan lain seperti kerajaan Falas.


Alasan untuk melakukan ini adalah dia tidak ingin menjadi katak di dalam sumur dalam arti, anda tidak harus berpuas diri karena ada pepatah terkenal, di atas langit ada langit.


Fai paham akan hal itu!

__ADS_1


Dia harus keluar dari kerajaan ini dan menjadi pemulung untuk mengambil beberapa bakat.


Tapi dia sekarang tidak terburu-buru karena mungkin dalam kurang tujuh hari akan ada acara besar.


Benar dia akan melamar Bella dan sekaligus melamar Elia.


....


Pagi hari.


Di pagi hari terbangun lebih awal. Dia mencoba meregangkan tanganya dengan kepuasan. Setelah itu, dia berbalik untuk melihat Elia. Dia belum sempat berkata tiba-tiba matanya tertuju pada selimut yang sedang di kenakan oleh Elia.


Di selimut itu Melty melihat ada bekas darah yang sangat merah dia takut terjadi apa-apa terhadap Elia.


Melty meneriaki Elia beberapa kali tapi seseolah tidak merespon dia ahirnya menepuk pantat Elia dengan keras supaya dia terbangun.


Sementara itu Elia sedang terlelap tidur dan sudah melupakan rasa sakit yang tadi malam dia rasakan. Tapi tepat ketika dia sedang tidur, dia merasa ada ada yang menepuk pantanya dengan cukup keras beberapa kali sehinga gairah yang terpendam bangkit lagi.


"Uhh!"


"Uhh!"


Elia mengerang penuh kenikmatan beberapa kali, tapi dia teringat bahwa adegan ranjang itu sudah berahir tepat tadi malam. Dan posisi dia sekarang beristirahat dan tidur dengan adik yaitu Melty.


Elia langsung terbangun dengan panik, dia berpura-pura marah. "Hey jangan terlalu keras berisik aku sudah mendengarnya!"


"Wow di selimut kamu banyak darah, aku takut terjadi apa-apa terhadap kamu!" Melty sedikit takut jika darah itu adalah luka yang ada di tubuh Elia, dia menjadi kawatir dengan cepat tangan kecil Melty mencoba menarik selimut itu, dia bermagsud bahwa Elia menyembunyikan lukanya di tubuh tertentu.


Elia panik setengah mati, dia ingat bahwa Elia tidak memakai celana atau rok, di tubuh bagian bawah dia masih telanjang bulat tanpa busana Elia takut jika Melty melihatnya apa lagi jika dia melihat dua benda yang besar itu sedang tertancap dengan nyaman di lobang pantat dan di area goa sensitif maka ini akan bahaya jika Melty mengetahui.


Akan sangat memalukan!


Kemudian Elia menghadang tangan kecil Melty itu dan tangan satunya menarik selimut untuk membuat pertahanan di bagian bawah supaya tidak ter expose.


Setelah membuat pertahanan dia mencoba bangun dari tidurnya tapi di saat dia bangun dan mencoba duduk. Dan pada saat ketika sedang duduk benda viberator yang ter tancap di lobang pantat mendesak seperti ada gesekan sehinga tubuh Elia terkejut dan bergetar sememtara.


Getaran tubuh itu akibat reaksi tubuh titaniumnya sehinga dia merasa nikmat lagi dan lobang bagian alat vital juga meneteskan cairan lengket di sela-sela sekumpulan lobang kecil di alat viberator besar yang Fai tancapkan bagian depan.


Dua benda viberator ini sangat besar seperti kaleng soda minuman. Sehinga ketika kedua benda ini di masukan langsung ke dua lobang milik Elia ini membuat kedua lobang Elia begitu sesak sehinga kulit yang di sekitar area lobang itu menerkam benda itu dengan erat saling menempel tanpa ada celah sedikit pun sehinga jika Elia ingin kencing atau Bab akan susah karena terlalu besar dan sesak.


Untungnya Fai membuat benda viberator itu sedikit cangih.


Bagian benda Viberator yang besar yang sedang tertancap di lobang pantat Elia di bagian terluar ada tombol kecil. Ketika dia merasa ingin BAB tekan tombol itu, setelah di tekan di bagian tengah viberator akan muncul lobang kecil seukuran jempol, lobang itu bertujuan untuk mengeluarkan kotoran ketika dia ingin BAB walau lubang itu menurut Fai kecil, tapi mungikin Elia sangat menyukai dengan siksaan ini bahkan mungkin Elia meminta untuk memperkecil lobang itu.


Sementara itu bagian benda Viberator yang tertancap di bagian depan, di permukaan ada selusin titik-titik lubang kecil seperti alat penyaring, sehinga jika dia ingin kencing bisa lebih mudah.


Sementara itu, di bagian atas viberator yang berbentuk tumpul dan besar ketika memasuki ke dalam lobang, maka bagian tumpul itu membuka seperti gelas, sehinga jika ingin kencing atau BAB tidak mampet atau tersangkut di atas, dan langsung bergegas ke bagian viberator bawah.


Di sisi lain Elia menyuruh Melty untuk pergi keluar dengan alasan bahwa dia akan berganti pakaian.


"Wow kenapa kamu malu? Bukan kah kita kakak ber adik dan di masa lalu kita mandi bersama?" Melty merasakan ada hal yang aneh terhadap kaka nya.


"Bocah kecil! Sekarang sudah berbeda! Aku sekarang sudah dewasa jadi pergilah!" Elia memarahi.


Melty berseru bahwa alasan Elia sangat masuk akal sehinga dia berkata lagi. "Wow jadi seperti itu! Maka aku akan keluar pergi di depan halaman untuk berlatih teknik yang di berika oleh Tuan!"


Setelah itu Elia melihat bahwa Melty meningalkan dirinya untuk pergi ke halaman dia tiba-tiba lega.


Elia memastikan bahwa tidak ada orang di area sini, dengan itu dia membuka selimutnya, dan Elia langsung berjongkok dengan menawan.


Kemudian dia menunduk kebawah, dia langsung melihat ke arah tempat vitalnya bahwa lobang itu terbuka lebar karena dia melihat ada benda berwarna pink yang besar sedang tertancap di lobang depan miliknya.


Tangan Bella neraih selimut untuk menyeka benda yang tertancap di depan sehinga bersih.


Kemudian Elia ingin melihat benda yang tertancap bagian belakang, tapi itu sulit sehinga dia berdiri dan turun dari kasur, untuk mendekati cermin prungu yang besar di sampingnya.


Setelah itu dia memamerkan pantatnya ke arah cermin perungu dan Elia menoleh bahwa luka di pantatnya sembuh hanya menyisihkan beberapa goresan kecil.


Kemudian dia tertuju bagian lobang pantatnya, karena dia melihat ada benda viberator yang besar sedang mendesak lobang pantat itu sehinga Elia merasakan rasa sesak di area pantat.


Tapi perasaan ini sunguh sangat nikmat.


Sebenarnya ada rasa sakit di area itu. Tapi perasaan rasa nikmat ini berkali lipat dari pada rasa sakit.


Dengan merasakan kenikmatan ini, Elia sekali lagi mengoyang-goyang pantat nya ke kiri dan kanan sehinga benda yang ada di dalam sedikit bergerak juga.

__ADS_1


Dia mengoyang goyangkan pantatnya sehinga benda viberator bagian lobang depan, mengeluarkan cairan sedikit deras.


__ADS_2