Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Bar Tak Terkalahkan


__ADS_3

Bab 154 Bar Tak Terkalahkan


Arthur dan lainya saling menoleh. Elena dan Arthur, melihat guru Zesshi menghampirinya Arthur berteriak.


"Guru awass!" Arthur takut bahwa guru Zesshi akan di bunuh sama seperti ketika Elena.


Namun adegan selanjutnya membuat hati bergetar ketika Fai berkata seperti ini. :"Ohh, Zesshi kecil ada apa kamu datang kesini?"


Arthur bingung dengan julukan itu. Dia tahu julukan hanya di katakan, ketika anda memanggil kepada pasangan.


Tapi dia mendengar dari mulut Fai sehingga apakah yang di katakan ketika pada waktu itu adalah sebuah kebenaran!


"Kamu biarkan dia pergi, dia adalah ke banggaan akademi jika kamu membunuh, maka kamu akan di incar oleh raja Falas." Kata Zesshi dia berkata langsung menghampiri Fai tanpa melihat Arthur.


Melihat perilaku guru Zesshi yang tanpa melihat dirinya, dia bingung. Namun ketika dia melihat guru Zesshi menatap kepada Fai dengan jejak lembut dia hatinya terguncang.


Ketika guru Zesshi ketika mendekat ke arah Fai, dia melihat bahwa tangan Fai meraih pinggang guru Zesshi.


Tanpa sadar dia marah dan berteriak.. "Fai bastard apa yang kamu lakukan dengan wanita aku....!"


Ketika Fai berjalan dan menghampiri Zesshi dan meraih pinggang dia mendengar raungan marah dari mulut Arthur tapi, Fai menjawab dengan mencibir. "Wanita mu? Ini tidak benar, Zesshi adalah wanita aku, apakah apa yang di katakan aku benar?"


Zesshi sebenarnya malu untuk menjawab namun dia berkata dengan tidak enak kepada Arthur seperti ini. "Arthur ini benar, Fai adalah pasangan aku, dan aku mohon kepada kamu, kamu jangan memanggil aku dengan sebutan wanita kamu. Karena aku tidakada rasa sama sekali terhadap kamu, kita hanyalah murid dan guru."


Kata-kata itu menusuk ke hati yang terdalam Arthur sehingga dia merasa tercabik-cabik.


"Apakah yang di katakan guru itu benar, aku dan kamu hanyalah sebatas murid dan guru, tapi kenapa kamu mempunyai lelaki seperti dia!" Arthur menunjuk ke arah Fai dengan ganas.


"Ini adalah takdir, jika Zesshi ku memilih pria lain, mungkin saja kamu akan begitu percaya diri untuk merebut hati dia. Namun kamu salah orang dan kenyataan kejam aku adalah kekasih Zesshi jadi apa?" Fai berkata dengan sarkasme.


Setelah berkata, Fai meraih dagu Zesshi dan mencium dengan mesra.


"Cup!"


Bahkan Zesshi ketika terkena sambaran ciuman ganas itu, dia tak berkutik diam-diam dia menikmati ciuman ini.


"Hmppp!" Bahkan tanpa sadar Zesshi mengeluarkan geraman nikmat tanpa sadar.


Bukan hanya itu saja, ketika dia sedang mencium, tanpa sadar dari vital merembes kan cairan suci yang putih.


"Perasaan ini muncul lagi,!" Mata Zesshi berkedut dia meraskan rasa aneh dan mengasikan ketika mengeluarkan cairan suci yang kental dari vital.


Arthur yang sedang patah hati, dia tidak menyangka bahwa Fai mencium guru Zesshi di depan mata. Arthur sangat marah dia tiba-tiba menumbuhkan aura iblis dari tubuhnya, langsung menyerang Fai.


"Bajingan Fai aku bunuh kamu.... ahhhh.!" Aura yang ganas dan mengamuk langsung bergegas menyerang Fai.


Sekali lagi Fai melepaskan ciuman dengan cemberut dia berkata. "Kamu merusak masa gairah aku."


Tangan Fai langsung menjentikan. Namun jentikan itu mengeluarkan gelombang kejut yang amat luar biasa, sehingga Arthur terbang bebas tak terkendali.


Arthur yang mengalami goncangan jiwa dia tak tahan hingga menyemburkan darah dari mulutnya.

__ADS_1


Kemudian dia bangun dari tidurnya, dan menatap ganas ke arah Fai dari kejauhan.


"Tunggu Fai, penghinaan ini aku akan balas lusinan kali lipat!" Setelah itu Arthur mundur dan terbang.


Dia harus merencanakan pembalasan dendam, dia harus meningkatkan kekutanya agar ketika dia bertanding antar akademi dia bisa menghalahkan Fai.


"Ohh dia melarikan diri seperti babi yang menyedihkan." Kata Fai dia menatap ke arah Arthur yang melarikan diri.


Setelah itu, dia memandang Zesshi yang ada di sampinya sambil seringai. "Kamu datang kesini, apakah kamu ingin di lecehkan."


"Kamu.. apakah tidak ada kata-kata selain hal kemesuman!" Zesshi mengertakan giginya dengan tersipu..


"Aku hanya menebak saja, karena kamu datang kesini mungkin saja kamu ingin di manja di ranjang hahah!" Kata Fai mengangkat bahu sambil tertawa.


~


Arthur yang telah melarikan diri, dia sudah tiba di tempat keramaian. Dengan wajah yang sangat muram, dia menggunakan sihir penyembuh untuk menyembuhkan seluruh tubuhnya.


Setelah itu, dia juga mengganti baju yang canggung dengan yang baru di penyimpanan sistem.


Dia sangat marah ingin mencabik-cabik bajingan Fai namun untuk sekarang dia tidak bisa mengalahkan. Bahkan dia merasa aneh entah kenapa kartu As sendiri untuk membalikan waktu tidak berfungsi.


Bahkan dirinya yang mempunyai sistem masih kalah seperti babi yang sangat sedih.


"Sistem bajingan.. apakah kamu sistem yang bisa di andalkan!" Arthur memarahi sistem dalam hati, namun tidak ada jawaban.


Ketika dia sedang marah-marah, tanpa sadar entah kenapa dia tertuju dengan nama Bar. Karena nama bar itu adalah Bar Tak Terkalahkan, sehingga dia ingin sekali memasuki kedalam, dia ingin tahu siapa pemilik bar ini.


Pemuda tampan itu sedang memandang tamu dengan tenang. Dia merasa cemburu dan aneh, entah kenapa akhir-akhir ini dia melihat pria tampan.


Namun, Arthur yang melihat perilaku pemuda itu seperti melihat Fai. Pemuda ini seperti menganggap remeh dunia. Sehingga dia merasa tidak senang.


Pemuda itu juga tiba-tiba merasa di tatap seseorang sehingga karena tidak merasa nyaman dia mengalihkan ke arah Arthur.


Pemuda rambut putih takjub, tapi sesaat kemudian berkata dengan sopan. "Pelanggan apakah ada yang bisa aku bantu."


"Uhh hidangkan aku minuman terenak di sini!" Arthur sadar dan berkata dengan tenang.


"Baiklah tunggu sebentar dan duduklah!" Pemuda itu mengangguk, kemudian dia memerintahkan wanita cantik untuk menyajikan minuman itu kepada pelanggan.


Ketika Arthur sedang menunggu minuman anggur itu datang, dia kebetulan melihat pelayan yang sangat cantik, sedang membawakan minuman anggur itu ke pada dirinya. Karena melihat kecantikan, suasana hatinya berangsur-angsur mebaik.


Namun ketika pelayan itu sudah menyajikan dan meninggalkan berbalik pergi tiba-tiba ada bunyi bip sistem


[Tugas : Menampar pantat pelayan wanita]


[Hadiah : Bakat elemen air Lv10]


[Kegagalan: Tuan rumah akan membeku selama dua hari]


[Durasi tugas: Secepatnya]

__ADS_1


"Bajingan...!" Arthur menangis dalam hati, diam-diam dengan memantapkan hati dia langsung bangun dari duduknya, langsung menampar pantat wanita itu.


"Plakkk!"


"Ahhh!" Wanita itu berteriak dan langsung mengusap pantatnya, lalu dengan marah dia menatap ke Arthur dan berkata. "Bajingan kamu tak tahu malu..!"


Pemuda rambut putih langsung menghampiri dengan tenang dan menatap ke arah Arthur dengan jejak dingin. Namun dia mencoba berkata dengan lembut kepada wanita itu. "Kamu apakah tidak apa-apa."


Menggelengkan kepalanya dia berkata. "Aku tidak apa-apa tapi, pemuda itu berani menampar pantat aku."


"Maaf pelanggan apakah yang di katakan dia adalah kebenaran?" Pemuda itu berkata sangat tenang namun ada jejak kedinginan. Berani sekali anda melecehkan wanita aku, tak di maafkan.


"Ini benar, ada apa?" Kata Arthur, dia berkata sambil melihat perilaku pemuda itu yang sangat membuat tidak senang karena perilaku pemuda itu mirip seperti Fai.


"Minta maaflah dan berlutut aku kesalahan kamu!" Pemuda itu berkata dengan tenang.


"Jika aku ingin berlutut maka mimpi!" Arthur mengangkat bahu dia tidak peduli.


"Jika kamu tidak patuh maka aku yang mendisiplinkan!" Kata pemuda itu langsung berjalan dengan tenang dan meraih bahu Arthur dan dia tekankan ke bawah untuk berjongkok.


Arthur saat ini sangat percaya diri, anda hanyalah tukang bar tidak memiliki kekutan berani sekali anda ingin membuat patuh dalam hidupku.


Dia bangga namun tiba-tiba expresinya berubah, karena ketika pemuda itu menekan kan ke bawah dirinya tidak bisa menahan kekuatan tekanan tangan pemuda itu.


"Brengsek!" Arthur marah lalu dia melepaskan tekanan itu dengan mundur, lalu setelah mundur mencoba mengeluarkan pedang yang sangat besar untuk menebas tangan pemuda rambut putih itu.


Namun ketika dia sedang menebas, tiba-tiba pemuda itu langsung meninju pedang itu hingga hancur.


"Bang!"


"Crak!"


"Kamu...!" Karena pedang itu hancur, dia mencoba menggunkan tinju juga.


Arthur meninju. Namun, dia tidak menyangka bahwa pemuda rambut putih memiliki tinju yang sangat kuat.


"Bang!"


"Ahhhh!" Arthur terkena tinju di dada sehingga dia terpental sangat jauh, bahkan dinding bar itu bolong.


Sekarang dada Arthur pecah dan rusak sehingga dia tak sadarkan diri.


"Ini.....!"


Para pelanggan bar kaget, bahwa pemilik bar itu sungguh galak dan kejam.


Di samping itu, pemuda rambut putih mengerutkan keningnya karena sistem berbunyi di benaknya.


"Hah! Selamat kepada tuan rumah telah mengalahkan musuh, dan mendapatkan point 2000."


"Hah! Selamat kepada tuan rumah mengalahkan musuh, mendapatkan hadiah Pedang Melahap Darah."

__ADS_1


"Ini...!" Pemuda itu terkejut dan binggung.


__ADS_2