
Dalam benak Fai, apa yang di pikirkan Ratu es itu, dia sama sekali tidak memahaminya.
Dengan awal melihat dia selalu meremehkan Fai apa lagi dia menabrak diri sendiri tanpa mengucapkan permintaan maaaf kepada dirinya dia juga memasang tatapan meremehkan dirinya.
Tapi sekarang dia melihat lagi dan itu sedikit berubah dengan sekarang seperti menjilat anjeng berpura-pura lembut di hadapannya sehinga Fai waspada sekarang.
Singkatnya jika anda lemah, tidak terlihat dan di remehkan tapi jika anda kuat seperti gula yang di hingapi semut-semut.
Fai tau peraturan itu, sekali lagi Fai harus menghindar sebisa mungkin dengan wanita basta*d ini.
Dia juga bahagia karena Fai melihat bahwa Bella tiba-tiba mendekati dirinya serapat mungkin, sehinga Fai membuat kesimpulan apakah Bella sedang mempertahankan dan memamerkan kepada wanita di sampingnya, bahwa Fai milik dirinya, berani anda mengoda Fai?
Diam-diam Fai senang.
Tangan ramping indah Bella yang tanpa pamrih meraih garpu dan mencubit daging itu. Setelah itu, dia mengarahkan makanan di garpu itu ke arah mulut Fai dan berkata dengan lembut.
"Hei jika kamu suka makanan ini, maka makan yang banyak. Lalu aku akan membantu untuk menyuapkan."
"Uhhg!" Fai kaget, kemudia dia berkata lagi. "Terimakasih."
"Tidak masalah!." Kata Bella dengan lugas.
Fai mengunyah makanan dengan bahagia tapi dia tidak memandang sedikit pun ke arah Ratu es.
Fai menyerahkan android itu kepada Jen dan dia berkata. "Ambil gambar aku ketika sedang bersama Bella."
Fai setelah menyerahkan android kemudian mendekati pipi Bella dan dia membuat kode untuk mualai mengambil gamabar.
"Uhh!" Bella kaget tapi dia tidak menghidar.
Setelah gambar di ambil, lalu android itu di serahkan kepada Fai. Fai melihatnya juga menganguk puas dan dia juga memperlihatkan gambar itu kepada Bella.
Bella meluhatnya dan bahagia kemudian dia berkata kepada Fai.
"Gambar yang bagus, bisakah kamu mengirimkan gambar ini ke android aku."
Fai mengikuti perintaah. Dengan itu, dia mengirim gambar itu lewat pesan.
Setelah terkirim Fai berkata. :"Gambar itu, kamu jadikan foto depan layar android."
Bella sangat setuju apa yang di katakan oleh Fai. Dengan itu dia menerapkan gambar itu untuk menjadikan sebagai wallpaper.
Ratu es yang melihat di abaikan seperti nyamuk, dan di abaikan sama sekali.
__ADS_1
Merasa di abaikan Ratu es memakkan dengan cepat dan sedikit cemberut.
Kemudian denggan tidak senang, dia berdiri berniat untuk meningalkan mereka. Tapi tepat hendak berjalan meningalkna Fai dan lanya, kaki dia tersandung kursi sehinga jatuh dan jatuh itu dengan pantat membelakangi Fai.
Ratu es kebetulan mengunakan rok yang pendek sehinga ketika dia jatuh rok itu membukak dan celana kecil yang imut dan berwarana pink ahirnya di perlihatkan oleh Fai.
Fai yang sedang melahap makanan seketika menyemburkan darah langsung mimisan karena dia melihat celana pink yang kecil itu ada bentuk yang seperti roti apem dan di tengah-tengan roti itu ada bentuk lebung yang indah.
Jen tidak meliatnya karena dia duduk menyamping dari Ratu es.
Setelah terjatuh Ratu es tesipu malu dan memarahi Fai.
"Hei bajinngan! Apa yang kamu lihat dasar memsum!"
Seketika itu kepala Fai menjadi besar dan bingung dengan perilaku dia.
Anda terjatuh sendiri, dan rok yang anda pakai itu telihat karena anda ceroboh, beraninya anda mengtakan bahwa dia mesum.
Mulut Fai berkedut hebat karena dia yang ceroboh tapi dia menyalakan Fai.
"Apa!! kamu menyalahkan aku, karena tak tahu malu!"
"Itu faktanya kamu tak tahu malu dasar bajinngan." Ratu es memarahi terus menerus.
Kemudian Fai melihat bahwa wanita basta*d ini pergi sambil menginjak tanah dengan marah. Lalu Jen yang di sampingnya berkata dengan bercanda. "Jika aku jadi kamu, ini sunguh sangat beruntung karena mihat itu."
Fai melototi Jen sehinga dia tutup mulut.
Tapi dia melihat bahwa Jen tidak bisa menhan tawanya sehinga wajah dia mengelurakan urat dahi karena menahan tawa.
Ketika Fai sedang melototi terdengar suara Bella dengan sedikit tidak senang.
"Apakah kamu sudah puas melihat milik dia yang gemuk."
Fai mencoba menenangkan hatinya dan membalas: "Jangan di pikirkan dia adalah wanita basta*d dan tak masuk akal."
"Tapi kamu mimisan!" Bella cemberut.
"Ayolah hanya kamu yang paling enak dan paling nikmat." Fai menyringai.
"Kamu dasar mesum!" Bella cemberut lagi dan tidak membalas, lalu dia mengalihka topik dan berkata kepada Fai.
"Oh iya apakah kamu juga akan memberikan Android kepada anaku Tina?"
__ADS_1
"Tidak dia bisa menerima jika menjadi wanitaku." Fai menyeringai lagi mengarah ke Bella.
"Kamu sangat serakah!" Bella tersenyum.
Fai mengangkat bahu tidak merespon dengan itu dia mencoba memakan lagi hidangan itu.
Tapi tepat sedang melahap makanan tiba-tiba ada sekompok pria yang menatap Bella dengan rakus.
Kelompok itu mendekati Bella dan dia mengabaikan Jen dan Fai.
"Hey cantik, boleh kita berkenalan!" Kata salah satu pria dengan senyum cemerlang tapi bagi Bella itu sedikit menjijikan.
Bella mengabaikan dan tidak memandang ke arah kelompok itu sedikitpun.
Pria dalam kelompok itu tidak marah sedikit pun malahan dia melanjutkan dan berkata. "Ayolah gadis cantik, kita bersenang-senang untuk hari ini saja." Setelah berkata tangan pria itu dengan sengaja meraih pundak Bella.
Tiba-tiba Bella menjadi dingin dengan garpu yang sedang di pegang lalu menusuk tangan itu hinga berdarah.
"Aduh!"
Pria itu berteriak kesakitan dan tiba-tiba mundur dan mendekati kelompok itu dan berkata dengan nada memerintah kepada kelompok lainya.
"Brengsek! Apakah kamu akan menjadi begitu galak!" Dia memandang kelompoknya dan melanjutkan bicara lagi. :"Pergi serang dia yang bersama gadis ini! Ingat ketika kalian menembak jangan membiarkan gadis itu sedikit terluka."
Fai masih tenang dan tidak memandang kelompok itu sedikit pu karena dalam pikiran kelompok itu, tidak tahu kebesaran langit.
Bella mau menyerang lagi tapi di hentikan oleh Fai, setelah itu Fai memandang Jen. Seketika Jen paham apa kode Fai dengan itu dia berdiri langsung meraih kolompok yang hendak menyerang Bella.
Tangan Jen memumculkan cakar lancip dan melengkung seperti bulan sabit dan itu berwarna hitam pekat.
Kemudian tangan yang tanpa pamrih menyerang tangan kelompok itu.
"Sikat!"
"Sikat!"
Tangan orang yang akan menyerang Bella tiba-tiba terpotong tanpa dia ketahui.
"Menjerit!"
"Tangan aku, brengsek mencari kematian kamu!" Pria itu kesakitan dan sambil memandang Jen dengan sengit dan ganas.
Tapi Jen tidak berbelas kasihan dia menedang pria itu sampai terjatuh dan menabrak meja-meja di tempat makan itu.
__ADS_1
Orang dalam kelompok lainya juga mennyerang Jen. Jen juga bereaksi lambat sehinga dia terkena tendangan dan meluncur ke luar tempata makan itu.