
Elia mengoyangkan pantatnya dengan semangat dia sambil membayangkan jika sela-sela pantatnya sedang di gesek-gesek oleh adik laki-laki Fai.
"Uhh!"
"Ahh!"
"Fai!"
"Iyah!"
"Gosok lebih keras Fai!"
Karena dia mengerakan pingulnya sangat semangat sehinga alat viberator yang besar dan sesak itu, ikut bergerak sehinga kenikmatan ini sangat itens.
Dia bergoyang-goyang dan alat viberator besar yang ada di bagian depan dan di sela-sela sekumpulan lobang kecil merembes dan meneteskan air putih kental jatuh ke lantai.
"Fai lebih gosok lebih keras!" Elia memasuki masa keritis sehinga dia mengoncangkan pantatnya lebih cepat.
"Ahh!"
"Ahh!"
"Iyah!"
"Ahh, iyah, aku keluar, aku keluar!"
Elia kejang-kejang dan alat viberatot besarnya di lobang di bagaian depan mengeluarkan cairan yang banyak di sekumpulan lobang kecil.
"Brengsek Fai kamu adalah yang terbaik!" Elia menyringai sangat cabul, dan setelah itu dia berjongkok untuk membersihkan permukaan viberator besar dan lebar, dia menyeka viberator itu hinga bersih, dan tidak lupa menyeka cairan yang ada di lantai.
Setelah sudah selesai di berdiri mencoba ke tempat mandi, ketika dia berjalan masih merasakan sobeknya lobang pantat di dalam, itu berbeda sama yang di lobang bagian depan.
Jika di lobang depan itu bisa sangat elastis, ke elastisan itu bertujuan untuk mengeluarkan bayi ketika anda melahirkan, sehinga ketika Elia di masukan benda viberator yang besar itu di lobang depan tidak merasakan sakit sedikit pun dan hanya merasakan kenyamanan.
Berbeda dengan lobang pantat dia bekerja hanya untuk membuang kotoran yang terbilang ukuran sangat kecil.
Sehinga ketika lobang pantat Elia di masukan oleh benda viberator yang besar seperti kaleng soda dengan paksa, maka akan sobek.
Tapi, walau ada perasaan sakit Elia merasakan kesenangan batin dan dia akan menuruti perkataan Fai bahwa akan berlalunya waktu akan baik-baik saja.
Kemudian setelah berdiri dia melambaikan tangannya untuk mengambil handuk, dengan itu dia pergi ke tempat mandi.
...
Sudah dua jam telah berlalu di tempat rumah yang Fai tingali begitu berisik dan ramai, Fai juga bangun dari tidurnya dia melihat bahawa yang lainya begitu antusias.
Kemudian Fai memandang juga ke arah Elia, Elia juga menganguk dengan malu-malu. Fai begitu gembira karena rumah ini begitu hidup, tapi dia tertuju ke arah ibunya bahwa dia melihat mata Nuwa seperti ada lingkaran hitam yang mengelilinginya.
Fai mendekati dan tidak bisa bertanya. "Ibu apakah kamu tidak apa-apa? Aku melihat bahwa mata ibu penuh lingkaran hitam."
Nuwa tersadar dan membalas dengan lesu. "Nak semenjak aku mendapatkan bakat yang kamu berikan tiba-tiba pendengaran aku menjadi jelas dan begitu berisik sehinga aku gelisah tidak bisa tidur."
Fai merasa lucu dan berkata. "Itu normal, karena aku memberikan bakat lebih tingi dari pada yang lain, dan itu sangat normal karena ibu baru mendapatkan bakat sehinga kaget."
"Ayo berpakaian rapi kita akan berpesta menuju ketempat Bella, kita akan melamar."
Fai menyuruh Nuwa dan adik untuk berpakaian rapi karena dia akan melamar Bella setelah itu dia berkata lagi.
"Oh iya aku akan memberitahukan bahwa sekarang Elia akan menjadi wanita aku, dan ketika sudah sampai di tempat Bella aku akan melamar kedua sekali gus." Setelah itu, dia menghampiri Elia dan meraih tanganya yang lembut dan menarik ke dalam pelukanya.
Elia tidak bereaksi ketika dia di tarik oleh tangan Fai dan berkata dengan gugup. "Tungu.. kamu ahh.. kamu mau bawa aku kemana!" Elia di tarik oleh Fai sehinga dia berjalan dengan cepat sehinga kedua viberator itu ikut bergoyang.
__ADS_1
"Ikutlah ke kamar aku, aku akan menghadiahi kamu baju yang bagus." Kata Fai dengan lembut, sambil menarik tangan Elia.
"Kamu pelan-pelan jangan terburu-buru ahh.." Elia berteriak dengan aneh karena menahan rasa kenikmatan karena kedua viberator yang menancap di kedua lobang itu.
Setelah sudah sampai di tempat kamar Fai, dia melepaskan tangan Elia, setelah itu, Elia berkata dengan malu-malu. "Kamu bisakah begitu pelan."
"Oh bukanya kamu menikmati?" Kata Fai dengan menyeringai.
"Kamu..!" Elia tidak bisa menjawab dia memang menikmati tapi dia sedang di posisi salah tempat, dia tidak mau jika cairan lengket itu terjatuh di lantai sehinga orang lain melihatnya.
Elia sangat malu!
"Kamu harus ahli dalam menahan dan mengendalikan itu dengan berlalunya waktu mungkin kamu bisa mengendalikkan."
"Aku mengajak kamu ke sini karena aku akan membagikan baju gaun yang bagus untuk melamar kamu.
"Cepat buka baju kamu." Kata Fai dengan lembut.
Elia setuju lalu dia melepaskan bajunya sehinga hanya menyisahkan CD dengan berwarna merah teransparan yang sangat kecil, tapi menurutnya itu bukan CD, tepatnya alat tali yang dia kenakan supaya kedua benda viberator yang besar tidak lepas dari lobang.
"Kamu mulai sekarang tidak di perbolehkan memakai CD yang besar, CD yang aku berikan itu sudah cukup." Kata Fai dengan lembut
"Tapi jika tidak ada CD aku takut benda ini akan jatuh di tempat umum." Elia sangat malu sekali.
"Itu tidak mungkin, karena aku mebuat tali itu dengan kekuatan magis. Dan tali yang aku buat bertujuan untuk mengencangkan kedua viberator untuk tidak terjatuh . Dengan kekuatan aku, tali itu menempel erat di kulit kamu sehinga tidak bisa lepas kecuali aku yang melepas dan mencopot benda itu, bahkan kamu juga tidak bisa, sehinga kamu tidak perlu kawatir akan hal itu."
"Kamu hanya perlu menjaga rahasia ini dan jangan sampai orang lain tahu, karena akan merepotkan."
"Ngomong-ngomong apakah kamu menyukainya?" Fai berkata dan menatap ke arah Elia dengan senyum.
"Kamu...!" Elia tidak bisa menjawab dia sebenarnya sangat menikmati tapi di sisi lain dia malu akan hal orentasi yang menyimpang.
"Lupakan! Itu normal bagimu toh, karena baru merasakan jika sudah terbiasa maka tidak masalah." Kata Fai.
Setelah dia sudah sudah dekat di depan Fai, tiba-tiba tangan Fai meraih bra yang dia kenakan dan melepaskan sehinga gunung yang kecil dan sedikit mengembang terlihat di mata Fai.
Tangan Fai meremas gunung itu dan Elia mengerang sangat menawan.
"Kamu mempunyai gunung yang kecil, sehinga aku akan memasukan sebuah benda yang bernama silicone ke dalam gunung kamu." Kata Fai dengan senyum gembira lalu dengan itu dia memunculkan sebuah silicone dengan sebesar kepala bayi.
Setelah itu, Fai menarik Elia untuk tidur dengan cepat sehinga Elia terjatuh dengan terlentang. Dan ketika jatuh, pantatnya mengenai kasur dengan goncangan sedikit keras sehinga kedua viberator itu ikut terguncang sehinga Elia mengeluarkan suara "Iyah!" Dengan centil.
Setelah terjatuh degan posisi terlentang tangan Fai memuncukan pisau dan langsung menyayat di bawah lipat gunung yang kecil itu sehinga berteriak.
"Ini sunguh menyakitkan... !" Bella menjerit kesakitan tetapi raut wajahnya membohonginya.
Setelah kedua gunung di bawah itu di sayat Fai memasukan benda silicone ke dalam, setelah itu dia menutup sayatan itu mengunakan bakat penyembuhnya.
Operasi ini sangat cepat dan tidak membutuhkan sedikit usaha, sekarang Fai melihat gunung milik Elia telah besar dengan ukuran yang mengagumkan.
Sementara itu, Elia merasakan rasa sesak di dada, dia melihat bahwa gunung itu tumbuh menjadi besar.
"Sekarang pamerkan pantat kamu." Fai memerintah.
Elia tersipu dia menahan raut cabulnya dan langsung memamerkan pantatnya.
Fai mendekatinya dia memandang pantat Elia yang bagus dan halus dia juga tidak lupa memandang lobang pantat Elia yang terbuka lebar karena ada benda Viberator besar yang tertancap di dalam. Setelah itu, Fai memandang pingiran antara garis lobang pantat yang melingkari benda viberator yang sangat melekat karena terlalu sesak. Fai juga melihat di lingkaran bagian bawah ada bekas sobekan kulit sekitar 2cm dan itu sepenuhnya belum sembuh tapi sudah kering.
Setelah itu dia memandang lobang yang di depan juga dia melihat bahwa di tengah alat viberator itu ada cairan yang menetes. Fai merubah dengan hukum pencipta, dengan viberator bagian depan yang ter tancap menjadi hanya satu lobang yang kecil dengan diameter bulat sekitar 1cm. sehinga cairan yang menetes dari lobang viberator itu menjadi sesak. Dan ketika cairan itu keluar seperti menetes dengan pelan.
"Pada ahirnya kamu menyukai nya Elia." Fai tersenyum.
__ADS_1
Setelah itu Fai membuat suntikan silicone dengan kualitas terbaik dan sudah tidak ada efek samping sama sekali.
"Iyah!" Elia tidak tahan sehinga mengeluarkan suara yang sangat centil dan cabul ketika pantatnya di tusuk oleh benda yang dia tidak ketahui.
Setelah pantat itu di suntik tiba-tiba pantat Elia mengembang seperti roti dan bertambah besar sekitar 10cm.
Setelah itu Fai melihat bahwa pantat Elia yang sekarang sudah sangat sempurna Elia dengan umur 17 tahun sekarang mempunyai pantat yang besar dan gunung yang besar seperti MILF.
Dengan umur 17 tahun dia sudah memiliki gunung yang besar dan pantat yang besar, mungkin hanya Elia saja.
Sekarang lekuk tubuh Elia seperti orang yang menginjak umur di atas 25, tubuh yang sangat panas dan mempesona.
"Sudah selesai sekarang berpakaian lah." Fai menyerahkan baju yang bagus ke arah Elia yang sedang merangkak sambil memamerkan pantat ke Fai yang sangat dekat.
Elia tidak bahagia, dan cemberut dia mengira setelah itu, Fai akan mengosok-gosok adik laki-lakinya di sela-sela pantat tapi ternyata tidak, tapi dia tetap patuh dan menurut.
Fai langsung membaca pikiran Elia dan dengan senyum, dia menarik Elia yang sedang memamerkan pantatnya ke arah dirinya, kemudian setelah di tarik Elia masuk dalam pangkuan Fai dengan membelakangi kemudian dia membisikan ke arah telinga Elia dengan suara mengoda. "Apakah kamu sangat tidak bahagia, tenang saja ketika acara ini selesai dan sudah melamar kamu dan Bella, aku akan memanjakan mu hinga fajar."
"Benarkah?" Elia gembira, dengan itu dia membalikan tubuhnya menghadap Fai dan menciumnya, entah kenapa setelah mendapatkan tubuh titanium yang bermutasi, pantanya menjadi area yang sangat sensitif dengan di padu kedua benda viberator yang besar menancap ke setiap lobang menyebabkan dia merasakan sensasi yang menyenangkan sehinga sekarang di dalam otak Elia dia selalu memikirkan adegan ranjang.
Setelah berciuman Elia melepaskan bibir yang menempel kemudian berkata. "Fai aku ingin semua benda yang mengairahkan untuk di masukan ke setiap badan aku!" Elia berkata dengan menawan, di bandingkan dia dulu yang tingi kurus dan gunung yang rata, sekarang setelah bantuan Fai dia sudah memiliki tubuh yang bagus gunung yang besar dan pantat yang besar. Singkatnya dia sudah digambarakan sebagai wanita dewasa yang bisa di sandingkan dengan MILF.
"Apakah kamu menjadi sangat vulgar sekarang, lihatlah lobang pantat kamu sudah aku kasih benda yang besar, gua sensitif kamu juga sudah aku kasih benda yang besar, dada kamu sudah aku kasih benda besar dan lihatlah pantatkamu dan tubuh kamu sekarang sudah sangat gemuk penuh benda yang aku pasang!" Kata Fai dengan bercanda.
"Tapi aku ingin yang lebih." Elia malu tapi masih berkata jujur.
"Lupakan jangan serakah." Fai mengingatkan kemudian dia berniat untuk menurunkan Elia dalam pangkuanya, tapi dia teringat sebuah ide sehinga mata Fai cerah.
Kemudian Fai menciptakan sebuah tindik dua buah setelah itu dia mencubit tonjolan gunung Elia yang agung langsung menusuk tonjolan gunung yang merah.
"Menusuk!"
"Oww!" Elia sangat mesum sekarang dia menikmati ketika tonjolan itu di tusuk.
"Menusuk!"
"Iyah!" Sekali lagi Elia bergetar tubuhnya ketika tonjolan pink yang sebelahnya di tusuk lagi.
"Ini sudah selesai! Kemudian julurkan lidah mu!" Kata Fai dengan semangat.
Kemudian Elia menuruti dengan gembira, lalu Elia menjulurkan lidahnya.
Fai menciptakan tindik lagi, kemudian tangan Fai yang kiri menjepit lidah Elia dan tangan kanan itu menancapkan tindik itu di lidahnya!"
Tubuh Elia hanya bergetar.
"Setelah itu alat vital kamu pamerkan!" Kata Fai.
Elia sangat gembira sekali hinga dia nurut dan dia sekali lagi kedua kaki itu mengangkang dan memperlihatkan alat vital yang sedang terbuka lebar karena ada viberator yang tertancap di dalam.
Kemudian Fai di atas alat vital Elia melihat tonjolan seperti adik laki-laki tapi itu sangat kecil hanya sebesar biji kelereng, kemudian tangan kiri Fai mejepit tonjolan kecil itu sehinga Elia menjadi gila karena bahagia dengan sensasi kenikmatan ini. Setelah menjepit Fai menusuk tonjolan itu.
Pada saat itu Fai menindik Elia di berbagai tubuh seperti di kedua tojolan gunung yang agung, di lidah, tali pusar dan di area alat vitalnya.
Setelah itu Fai tidak berhenti dia membuat tato di bagian kiri gunung agung yang besar itu dengan bertulisan "Bit*h " Terus dia membuat tato di bagian pantat kanannya dengan bertulisan "Lobang pantatku yang indah!"
Setelah selesai Fai melihat bahwa Elia sedang menyringai seperti orang gila begitu menakutkan dengan pantat yang sedang di pamerkan kepada Fai dan cairan lengket keluar dari lobang Vibarator depan, dia ketawa sendiri dengan pelan lalu setelah Fai berkata bahwa ini udah selesai dia membalikan tubuhnya dengan cairan yang menetes dia langsung memeluk Fai sambil ketawa yang sangat cabul dan mesum dan berkata. "Fai Cepat rusak tubuhku.. aku ingin kamu merusak tubuku dengan menusuk-nusuk dan memasukan benda asing ke dalam tubuhku sehinga aku merasakan kenikmatan di surga!"
Fai terpana apa yang dia ucapakan apakah dia masih Elia yang dulu kenal? Mungkin karena Tubuh titanium lah yang membuat Elia menjadi berubah seperti sekarang, tapi Fai sangat suka akan penyimpangan Elia sehinga adrenalin nya menjadi tingi.
Kemudian Fai memeluk Elia dengan erat setelah itu dia berbicara kepada Elia dengan berbisik. "Ok dan yakinlah bahwa hanyalah aku dan satu-satunya yang bisa merusak tubuhmu." Kemudian Fai memandang Elia saling tatapan dan berkata lagi. "Elia aku mencintaimu!"
__ADS_1
Setelah mendengarkan apa yang di katakan Fai Elia mencium Fai dengan rakus.
Dengan alasan ini Fai menyimpulkan bahwa Elia yang sekarang bukanlah Yang dulu.