
Sekali lagi Clara hendak berbicara ahirnya tidak bisa, karena dia melihat pemuda berjubah itu memasuki retakan ruang kosong.
Menurut yang dia ketahui bakat hukum untuk merobek ruang adalah, masih tergolong langka di dunuia ini karena sulit di pelajari.
Di samping itu dia juga baru pertama kalinya melihat bahwa orang yang merobek ruang itu masih tergolong muda.
Karena dari penampilanya dia bisa menilai dan memastikan bahwa orang yang berjubah itu adalah pemuda seumuran.
Karena dia juga melihat ketika pemuda itu mengaktifkan sihir penyembuh, dia melihat tangan yang kecil yang halus dengan warana putih seperti susu.
Sebenarnya dia juga tidak mempercayai tapi ada bukti yang kuat, tepatnya di samping dengan jarak selusin meter ada monster kadal yang terkulai di tanah yang tidak bernyawa.
"Ini benar aku tidak mimpi." Clara berkata pada diri sendiri.
Namun dia melihat bahwa kadal itu berubah kulit lapisanya seperti aus dan berkarat.
Diam-diam Clara maju kedepan melihat kadal itu.
Setelah mendekat matanya mengerut, diam-diam berfikir, apakah pemuda itu menyedot kekuatan kadal ini?
...Singkatnya pikiran Clara dalam kebingunan dan pada ahirnya dia bersumpah diam-diam jika dia di takdirkan bertemu dengannya dia akan berterima kasih....
........
Di samping Fai setelah melahap binatang kadal, ahirnya di kitab kehampaan, menyimpan kekuatan baja dan logam untuk di koleksi.
Untuk mengoleksi skill yang dia dapat, dia juga akan membuat rencana ketika dia sudah cukup mengoleksi berbagai bakat dia ingin memberikan bakat itu kepada Ibunya dan adiknya, karena kepentingan nomor terdepan bagi Fai adalah keselamatan keluarganya.
Jadi dia memutuskan di hutan ini di samping dia ber experimen untuk memicu bakat dia juga untuk mengoleksi bakat di kitab kehampaan.
Yang pertama adalah bakat apa yang bagus dan cocok untuk di berikan Ibunya.
Karena dia tahu bahwa Ibunya hanyalah orang biasa tanpa membakitkan bakat apa pun.
Jadi demi ke amanan ibunya dia harus mencari bakat yang cocok dan kuat.
Tapi dia tidak terburu-buru dia masih di hutan dengan berjalan pelan dan tidak pelan sambil menikmati kehidupan.
Kehidupan tenang dan damai itu adalah kenikmatan bagi Fai.
Dia juga berfikir mungkin jika dia sudah memasuki arena pertempuaran akan memanen beberapa bakat baru jadi untuk saat ini dia tidak terburu-buru.
__ADS_1
Ketika Fai sedang berjalan jalan tiba-tiba ada monster ular yang amat besar dan panjang mencoba menerkam Fai, tapi Fai tidak panik dia langsung mengunakan bakat tak tertembus tujuh elemen sambil berjalan-jalan.
Ular itu melihat Fai tidak menangapi, ular itu berfikir bahwa Fai tidak tau sehinga monster ular bahagia langsung membuka mulutnya dan memplatuk Fai.
Tapi ketika ular itu memplatuk mulutnya tiba-tiba ada pemandangan aneh, ular itu memplatuk Fai tapi yang anehnya dia tidak bisa memplatuk, singkatnya platukan itu menembus tubuh Fai.
Fai berpura-pura mengabaikan sambil berjalan-jalan santai seperti berjalan di halaman sendiri.
Ular itu marah karena merasa di ejek, kemudian ekor itu mencoba menebas Fai, tapi hasilnya sama seperti sebelumnya tebasan itu menembus tubuh fai, bahkan jubah yang di kenakan tidak berkutik sedikit pun, masih berkibar-kibar dengan agin sepoi.
Melihat ular itu dalam kelelahan ahirnya Fai menoleh memandang monster ular raksaksa, kemudian berkata, dengan mengaktifkan bakat hipnotis.
"Kamu berdiam si sini dengan itu kamu membuka mulutnya."
Kata-kata lembut itu tiba-tiba mengendalikan ular raksaksa sehinga membuat panik, tanpa sadar ular itu, membuka mulut yang lebar. Ular itu mencoba menutup mulutnya tapi tidak berfungsi seseolah tubunya kehilangan kendali.
Ular itu membuka mulut lalu Fai memasuk kedalam mulut ular.
Setelah itu, tangan Fai menekan sudut dinding tengorokan mencoba melahap sedikt racun yang terkandung dalam ular.
"Kamu melahap racun, tubuh tahan racun +2."
"Hei! Kamu mendapatkan bakat Racun, Level saat ini adalah Lv2."
"Ahirnya mendapatkan bakat racun walau masih Lv2, karena ada Bug sistem yang pastinya tingkat racun lebih mengerikan."
Fai berkata pada diri sendiri. Setelah mendapatkan bakat racun dia keluar dari mulut ular dan meningalkan ular itu tanpa menoleh.
Ular itu bergidik merinding melihat Fai keluar dari mulutnya, tapi anehnya dia tidak menyerang malahan pergi tanpa menoleh, ular itu diam-diam lega.
Seharian telah berlalu Fai berkeliling di hutan sampai malam pun tiba.
Fai beristirahat dengan di temani Pusy di pangkuanya, kamudian dia memerintah Pusy untuk mencari ranting pohon yang kering untuk sebagai api ungun dan untuk memangang daging yang dia dapat ketika berburu memcari bakat baru.
Sebenarnya Fai dengan mudah bisa menciptakan ranting dengan bakat pencipta tapi dia tidak ingin terus bergantung, karena seperti kata pepatah ketergantungan adalah sifat manja.
Karena itu Fai memerintah Pusy untuk mencari ranting yang tidak jauh darinya.
"Mengomel!" Pusy mengemel dan menganguk lalu di pungung menumbuhkan sepasang sayap kelelawar dan terbang menjauh.
Pusy dengan gembira mengambil ranting-ranting itu dan menelannya ke dalam perutnya.
__ADS_1
kadang dia juga sering memakan buah-buahan untuk di makan sendirinya.
Dan pada ahirnya Pusy menjauh dari Fai selusin kilo, tapi itu tidak masalah baginya karena dia sudah membuat kontrak dia bisa mengetahui posisi dimana Tuan nya.
Tanpa di sadari kelucuan itu di temukan sekelompok orang. Orang itu bertiga dan semuanya memakai seragam dan di dada sebelah kiri ada gambar lencana.
Mereka bertiga adalah siswi dari akademi dupa merah.
"Lihat apakah kamu pernah melihat monster itu sebelumny?" Salah satu wanita itu berkata kepada wanita lain.
Mereka berdua mengelengkan kepalanya.
Mereka bertiga bernama, Mulan, Julis, dan Lisa.
Mereka adalah kecantikan kelas atas di akademi dupa merah, sehinga banyak pelamar yang mengejar mereka dan salah satunya, Mulan adalah yang paling teratas, di akademi para siswi lelaki sepakat bahwa Mulan adalah kecantkan pertama.
Sedangkan Julis dan Lisa walau dia bunga sekolah peringakatnya tidak setingi Mulan. Tapi itu tidak masalah karena di sudah menjadi teman yang baik.
Mulan berfikir karena ini baru pertama kalinya dia melihat hewan kecil aneh tapi lucu.
Lihat saja walau dia berpenampilan kucing tapi itu tidak seperti kucing, tapi dia juga tidak tahu jenis hewan apa itu.
Kemudia apa yang membuat Mulan terkejut adalah hewan kecil itu bisa melahap ranting-ranting, buah-buahan dan berbagai seranga kecil lainnya dalam jumplah banyak tapi perut hewan itu tidak ke penuhan, sepertinya perut hewan kecil itu seperti lubang tanpa dasar.
Yang membuat mereka bertiga tertarik adalah ketika hewan itu menyerang hewan lainya dia bisa mengeluarkan berbagai lima elemen sekaligus.
Kejutan ini tidak berhenti setelah itu, karena mereka bertiga melihat bahwa hewan kecil yang imut itu membelah diri menjadi tiga dengan bentuk yang sama tapi mempunyai warna yang beda.
"Mengomel!"
Tiba-tiba Pusy yang berwarna hitam mengomel memberi perintah untuk mencari ranting kering kepada Pusy Merah dan Putih.
Setelah beberapa saat ketiga Pusy sudah cukup mengumpulkan ranting kayu bakar, ahirya ketiga Pusy terbang menjauh untuk menghampiri Fai.
Melihat hewan lucu itu terbang menjauh dia terpana dengan operasi ini, apakah hewan itu menjadi serba guna?
Dia menjadi tertarik sama hewan itu jika dia bisa mengontark hewan itu maka akan panen besar, kemudian dia memandang Julis dan Lisa seseolah paham mereka menganguk.
"Sikat!"
Mereka bertiga terbang mengikuti Pusy.
__ADS_1