
Bab 168 Datang Menemui Sarah
Berapa saat setelah Numan pergi ke tempat mandi, setelah itu dia mencoba berjongkok dan mata sendiri melihat bahwa itunya mengeluarkan cairan seperti air mengalir begitu deras.
"Setiap aku memikirkan belaian Fai entah kenapa tubuh aku panas!" Sambil melepaskan celana, dia mengelap cairan yang merembes.
"Aku harus bertahan jika aku mesum terus bukankah cairan ini akan semakin deras, uhhh!" Wajah Numan memerah sangat panas dia terus menerus menggelengkan kepalanya. Dia bersikeras untuk berpikir jernih.
"Huhh akhirnya aku bisa mengendalikan rasa gairah ini." Numan keluar dari tempat mandi, sambil memasang wajah lega.
Setelah itu dia menghampiri Zhack: "Suami, kapan kita pergi ke tempat yang baru?"
Zhack menjawab: "Jika kamu tidak sabar, maka sekarang kita bisa pergi, namun apakah kamu tahu siapa yang membunuh Dimpele? Aku sangat yakin bahwa itu bukan Fai yang membunuhnya."
"Aku juga yakin, dari apa yang di jelaskan oleh Lisa, pembunuh ini menyerap energi Dimpele dengan cara berhubungan ranjang. Masalah ini sudah di tebak pembunuhnya wanita. Namun aku tidak tahu siapa pembunuhnya, apakah dari akademi kita apakah dari musuh luar."
"Betul aku juga menduga seperti itu, ini tidak ada hubunganya dengan Fai, bahkan aku melihat Fai, dia sepertinya memiliki kekuatan yang sangat menakutkan." Zhack berkata sambil menatap Numan. Tapi dia merasa ada yang salah dalam perilakunya akhir-akhir ini.
"Kamu kenapa menatap aku terus?" Numan merasa jijik ketika di tatap Zhack bahkan dia ada berkeinginan untuk meninggalkan Zhack.
"Tidak ada aku merasa kamu menjadi berubah ketika memandang aku." Zhack mengangguk dengan serius. Dilihat dari sorot mata Numan sudah tidak seperti dulu yang penuh kasih sayang. Namun sorot mata Numan saat ini, seperti memandang dirinya sebagai manusia biasa.
"Aku masih yang dulu kamu terlalu banyak berpikir." Numan mendekati Zhack mencoba memendamkan kepalanya.
Jika ada orang meilihat raut wajah Numam yang ketika dari bawah, maka anda akan mengetahui bahwa Numan sedang mencibir.
"Hmmp baiklah kali ini aku mempercayai kamu, tapi jika aku mengetahui di balik tipu muslihat kamu aku takan segan untuk membunuh kamu." Zhack menatap Numan sambil menyipit.
Numan mengertakan giginya: "Suami tatapan kamu menyeramkan..!"
"Hahaha aku hanya menggertak saja. Ayo kita pergi dari sini biarkan Lisa yang menangani masalah itu, kita fokus berkemas untuk perpindahan rumah kita." Zhack meraih bahu Numan.
"Ahh.. Ayo bailah lebih cepat lebih baik." Kata Numan dia cemberut licik.
......................
"Nak apakah kamu ingin mampir untuk makan." Kata Fai dia memutuskan untuk pergi ke Bar Tak Terkalahkan..
"Aku mau Ayah aku ingin melihat-lihat seluruh kota." Kata Megan, namun dia melihat perilaku Fai yang seperti licik Megan berkata lagi: "Hayo ayah apakah kamu merencanakan niat jahat?"
__ADS_1
"Tidad ada nak, aku hanya ingin melihat seoarang kenalan." Fai menjelaskan kepada Megan.
"Apakah seperti itu," Megan cemberut dan berkata lagi: "Ayah tapi aku tidak percaya."
"Baiklah jika kamu tidak percaya, maka tidak apa-apa kita memutuskan mencari tempat makan." Kata Fai dia sambil tersenyum.
"Baik ayah,,!" Teriak Megan.
Fai tidak menjawab dia berpikir dalam hati, jika Grey bertemu dengan dirinya apakah langsung memukul tanpa sebab? Fai bahkan sudah siap bertempur jika protagonis Grey tidak punya otak.
Namun dia juga tertarik apakah Sarah juga mengikuti Grey, karena setelah membaca pikiran Callin dia tidak menemukan ingatan Callin beertemu Sarah.
"Jangan dipikirkan aku belum melihat aku harus mencoba." Fai berkata dalam hati dan sosoknya melesat terabang sambil menggendong Megan.
Setelah berapa saat....
Fai sudah mendekati Bar Tak Terkalahkan.
"Nama bar yang mendominasi, sesuai dengan nama protagonis." Fai tersenyum dan memasuki Bar itu.
Ketika masuk walau bar ini hanya sebuah bar, tapi terdapat menu makanan juga.
Grey melihat tamu membuka pintunya, dia hendak mengatakan salam kepada tamu. Namun kata-kata itu tersangkut karena dia melihat Fai yang sedang menggendong loli kecil dan melihat sekeliling.
Grey melihat Fai sedang menatap dekorasi ruangan dan akhirnya menatap ke arah dirinya sambil tersenyum.
Fai mendekati Grey: "Bos terhormat hindangkan aku satu anggur dan makanan ringan untuk anak aku."
Mata Grey sangat dingin seperti sumur es kuno, dia tidak menjawab, malahan langsung berdiri melewati Fai.
Fai menganggukan bahu dan dia mencari tempat dudur sambil mengangkat kaki erlang.
Di dalam ruangan, "Sarah, antarkan hidangan ini kepada bajingan itu."
"Bajingan siapa suami?" Sarah bingung. Namun dia nurut, ketika dia berjalan untuk menghidangi makanan ini dia mendengar suara Grey: "Bajingan itu mungkin kamu mengenalnya."
"Hmmp." Sarah mengangguk sangat lembut langsung pergi meninggalkan Grey dan bergegas ke ruang depan untuk menghidangkan makanan yang di pesan oleh tamu yang di sebutkan Grey.
Dia ketika sudah di ruangan depan, Sarah berhenti seketika, bahkan dia hampir saja menjatuhkan hidangan itu.
__ADS_1
"Kapan dia datang kesini?" Batin Sarah dia entah kenapa jantungnya berdebar dan gugup. Bahkan dia tanpa sadar menggigit bibirnya ketika dia mengingat ketika dia sedang di lecehkan.
Fai dari kejauhan berkata: "Kamu kenapa berhenti seperti patung, nah cepat anak aku sudah lapar."
"Uhhh!" Sarah kembali sadar, dia langsung memerah wajahnya langsung mengutuk Fai dalam hati: "Bajingan kamu Fai..!"
Sarah mendekati Fai sambil menggerutu tidak suka, dia menaruh hidangan ini dengan kasar.
Megan yang melihatnya berkata: "Ayah, pelayan ini sangat galak dan kasar, padahal pelayan ini cantik tapi galak."
Sarah menatap Megan dan berkata tidak setuju: "Bocah kecil, semoga ayah kamu mendapatkan bencana dan di kutuk oleh dewa."
Setelah berkata dia sedikit melirik ke arah Fai yang sedang menatap dirinya sambil tersenyum.
"Sial kapan pria laknat ini menjadi sangat tampan!" Diam-diam Sarah memiliki raut wajah luar biasa.
"Aku tahu aku bertambah tampan, tapi kamu tidak perlu menatap aku seperti itu, aku merasa tidak nyaman." Kata Fai dia berkata lewat telepati dan melanjutkan perkataanya lagi: "Apakah kamu merindukan aku, jika kamu merindukan aku ayo mari kita ke tempat mandi sebentar."
Sarah melototi seketika, namun dia berkata lain: "Siapa yang memberitahukan kamu bahwa kita berada di sini."
"Tidak ada yang memberitahukan, aku hanya pulang dari akademi, lalu aku tak sengaja melihat nama Bar yang sangat menggelitik mata. Karena aku penasaran aku memasuki, tapi tanpa di duga dunia ini sangat sempit aku bertemu kamu dan Grey."
"Aku sama sekali tidak percaya apa yang kamu katakan." Sarah menyipit.
"Aku tidak berbohong, bahkan dalam dua hari terakhir aku akan berpastisipasi untuk tanding antar akademi di kerajaan Falas." Fai menjelaskan.
"Kamu belajar di akademi kerajaan ini..!" Sarah berseru.
"Betul, ini sangat merepotkan!" Fai membuat pose tidak berdaya.
......................
TERIMAKSIH PARA READER, KARENA NOVEL INI TIDAK DI KONTRAK, JIKA KALIAN INGIN MENDUKUNG AUTHOR MAKA BACA KARYA AKU YANG SATUNYA. JANGAN LUPA JUGA VOTE DAN SUBSCRIBE 😅😅
......................
......................
__ADS_1