
Ketika Fai selesai membunuh para penjahat, dengan berjalan pelan dan tidak pelan, langsung menghampiri Tina dan Loli kecil, dengan tangan penuh darah dengan mata setajam pedang iblis, sontak seperti dewa Ashura turun dari neraka, orang yang melihat pertarungan dari jauh merasa takut campur terkagum kagum, apa lagi melihat bahwa Dia membunuh ketua geng preman di kawasan daerah pasar ini menjadi sangat lega seperti batu yang mengantung di hati jatuh.
Banyak orang yang melihat Fai penuh dengan tatapan mata panas, apa lagi para wanita yang melihat Fai begitu perkasa langsung bersorak sorak dengan wajah merah.
"Woww kyaaa !??? pemuda itu sangat tampan!!! Aku pengin memiliki anak mu!!''
"Wow Tampan sekali...!!! Ka ka kamu' kamu apakah sudah punya kekasih." Salah satu wanita menghampiri Fai.
Tina melihat bahwa Fai di kerumuni beberapa Wanita langsung paru parunya seperti akan meledak hebat karena terbakar cemburu.
Para lelaki yang mendengarkan perempuan tergila gila kepada Fai ada yang iri, cemburu dan ada yang kagum.
Fai mendengarkan perkataan gila para wanita juga merasa tidak enak dan malu, setelah menghampiri Tina dan Loli, langsung berbicara dengan terbatuk pelan.
"Uhuk Nona sekarang waktunya kita meningalkan tempat ini lalu pergi ke tempat kamu."
Dengan tatapan cemberut cuma mendengus dingin sambil berjalalan cepat kedepan.
"Humm"!!
Fai ???
Gadis Loli kecil ???
Sambil mengaruk kepalanya Fai membalas
"Uhh !'' oke kita harus cepat bergegas!"
Tapi ketika hendak pergi melanjutkan perjalanannya tiba tiba Loli kecil berbicara.
"Maaf Tuan bolehkah saya berbicara?"
Fai lupa bahwa di sebelah Tina ada Loli kecil dengan terkejut lalu berbicara.
"Bayi kecil apakah kamu baik baik saja?"
Loli kecil dengan serius dan sedih menjawab lagi.
"Saya tidak apa apa tuan, tapi... Tapi bolehkah, saya mengikuti tuan muda sebagai pelayan, soalnya saya hidup sendirian bersama kakak, ibu saya meninggal sakit, ayah saya tahun lalu pergi berburu monster hutan tapi sampai sekarang tidak kunjung kembali."
Fai mendengarkan loli kecil berbicara langsung memandang Tina , ketika Fai melihat Tina mengagukan kepalanya ke pada aku, langsung memandan gadis Loli kecil dan berbicara.
"Oke..! Kamu boleh mengikutiku"
balas Fai tersenyum lembut, perlahan lagi Fai berbicara.
"Ngomong ngomong bayi kecil siapa nama kamu dan kenapa kamu di gangu sama para penjahat?"
Ketika Loli kecil mendengarkannya langsung tertekan sedih, langsung berbicara.
"Tuan nama saya Melty, lalu kenapa saya di gangu oleh penjahat itu karena dua hari yang lalu tidak memberikan barang upeti dari penjualan ke penjahat itu, karena kakak saya sedang sakit jadi uangnya buat keperluan obat itupun juga masih kurang."
Melihat kesedihan Melty Fai langsung menghibur lalu menepuk kepala kecil Melty langsung berbicara ,
__ADS_1
"Oke tidak masalah sekarang kita pergi kerumah kamu dulu untuk menjenguk kakaknya yang sedang sakit!"
Dengan ragu ragu Melty memimpin jalan kerumahnya, Tina juga mengikuti Melty di belakangnya.
"Tuan mohon tungu saya mau menyampaikan bahwa penyakit yang di derita kakak saya aneh, ketika Kakak saya berburu di hutan mencari monster, tiba tiba kakak saya di serang oleh sosok berjubah hitam misterius, untungnya kakak saya bisa pergi melarikan diri dari sosok berjubah hitam itu. Tetapi sesampai pulang kerumah selang berapa hari kesehatannya langsung memburuk, sering batuk darah dan tidak sadarkan diri, ketika ada, Tukang penyembuh datang juga tidak bisa mengidentifikasi penyakit yang di derita oleh kakak saya.
Fai mengerutkan keningnya lalu perlahan berbicara,
"Mungkin saya bisa menyembuhkan Kakak kamu,'''
Setelah Melty mendengarkan perkataan Fai langsung terkejut bahagia langsung berlutut, sambil bersunguh sunguh berbicara.
"Tuan'' Tolong sembuhkan kakak saya, saya ingin sekali melihat kakak saya tersenyum bahagia seperti dulu?'' Saya berjanji Atas langit dan bumi jika kalau kakak saya sembuh akan mengabdi kepada Tuan sampe mati, dan saya akan melakukan apa pun yang Tuan inginkan."
Lalu Fai tertegun melihat tatapan bersunguh sunguhnya Melty, dengan terburu buru langsung berbicara kepada Melty. "Kamu tidak perlu bersikap sopan kepadaku, kamu sekarang adalah pelayanku, Jadi?'' sebagai Tuan mudamu saya akan menolongnya."
Ketigapun langsung bergegas ke dalam rumah.
Fai melihat rumah Melty, rumahnya agak sedikit kotor dan berdebu, masuk akal juga karena Melty setiap harinya pergi ke luar rumah untuk berjualan , jadi tidak heran rumah tidak terawat.
Fai dan kedua lainnya memasuki kamar kakak Melty. begitu masuk langsung melihat ruangan kamar, dengan gaya sederhana tetapi elegan bersih dinding polos cuma ada lukisan orang tua Melty.
Wanita itu yang sedang memejamkan matanya tiba tiba terbuka sambil berbicara lemas, pelan seperti tidak bertenaga.
"Melty siapa orang ini? Apakah kamu mencari tabib lagi? kalau memang benar lebih baik mending tidak susah karena tidak berguna juga bagiku, karena penyakitku tidak bisa di sembuhkan dan sulit di edintifikasi."
Melty pun menjawab dengan tergesa gesa
"Kakak !'' Dia bukan tabib tetapi dia Tuan ku sekaligus penyelamatku jika tidak ada Tuan disana mungkin saya tidak bisa melihat matahari besok, Alasan Tuan mau kerumahku juga mau menyembuhkan penyakit kakak?''
langsung berterimakasih dengan berbicara penuh syukur. "Tuan perkenalkan nama saya Elia, sekali lagi, saya sebagai kakak Melty, mau mengucapkan rasa terimakasih kepada Tuan penyelamat, jika tidak ada Tuan, mungkin Melty dalam bahaya."
"Tidak masalah'"!? Sebagai Tuanya ini kewajiban bagiku untuk membantu,"
Balas Fai dengan tersenyum ringan.
Lalu Elia menjawab dengan sopan lagi. "Apakah memang benar tuan bisa menyembuhkan penyakitku ini?"
Fai melihat tatapan ragu ragu dari Elia, Langsung berbicara dengan senyum tipis. "Apakah kamu kawatir, bahwa aku tidak bisa menyelamatkanmu?"
Lalu Wanita itu menjawab dengan mendesah pelan. "Aku tidak terlalu berharap bahwa penyakitku bisa di sembuhkan, karena sudah beberapa para tabib, datang kesini tetapi tidak ada yang bisa meyembuhkan penyakitku, hinga sayapun menyerah."
Melihat keputusasaan Elia, Fai berbicara.
"Orang lain tidak bisa melakukannya bukan berati aku juga tidak bisa."
Fai perlahan lahan mendekati Elia dengan mengaktifkan Skill Basic Eye Vision langsung menembus pakaiannya, tetapi ketika melihat tubuh tanpa busana Fai langsung mimisan.
"Pffffhrt !!""" Sial sunguh tubuh yang indah dengan kulit seputih giok tanpa cacat, Tidak!!tidak!! jangan memikirkan hal lain, sekarang fokus untuk melihat penyakit Elia!"
Ketika Melty melihat bahwa Tuanya tiba tiba mimisan, cuma bertanya dengan kepala penuh tanda tanya. "Tuan!Hidung kamu berdarah!"
Tina melihat Fai mukanya memerah dan mimisan langsung tangannya mengepal erat sambil mengeram marah, di saat itu Fai merasakan bulu kuduk merinding lalu tanpa sadar menoleh ke belakang, begitu menoleh kebelakang langsung mengigil berkeringat dingin.
__ADS_1
--
Setelah Fai membersihkan mimisannya lalu dengan serius mencoba mengaktifkan Skill Basic Eye Vision , mencoba menembus ke dalam organ kakak Melty.
"Kamu mengunakan Basic Eye Vision, Kemahiran meningkat +6."
"Hidung kamu mimisan, dan berdarah indra penciuman +6, pemulihan darah +3."
Begitu Fai selesai mencari akar penyakitnya langsung mengerutkan kening,
"Aneh kenapa tidak ada tanda tanda kelainan? Apakah mungkin Level Skill Basic Visionnya masih rendah?
Ketika Fai dalam keadaan bingung, suara mekanis System berdering di benaknya
"Kamu merasa bingung, ketika mencoba menyembuhkan seseorang, otomatis System akan mengedintifikasi penyakit dalam 10 detik."
"Hei! Deteksi berhsail!"
Lalu tiba tiba Panel biru seperti permainan Game muncul di depanku
Nama : Elia
Umur. : 18 tahun
Ras. : manusia
Skill : Sihir api rendah.
Hal lain : Dia mempunyai Tahi lalat di pantatnya.
Setatus : 4 bulan tersisa hidupnya karenana kutukan kegelapan yang ia derita 2 tahun kemarin
Fai melihat panel di depanya langsung terkejut, 4 bulan sisa hidupnya? Dengan berpikir keras mencari solusi bagai mana menyelamatkan Elia.
"Hei! terdeteksi bahwa tuan rumah ingin menyelamatkan seseorang dari kutukan, bakat penyembuh meningkat Lv5."
Bakat penyembuh Lv5 bisa mematahkan kutukan.
Lalu Fai kembali sadar langsung berbicara dengan tersenyum. "Tidak ada apa apa, bersiap siaplah aku akan menyembuhkan penyakitmu lalu ulurkan tanganmu."
Ketika Elia mengulurkan tanganya Fai langsung memegang tangan Elia. Lalu mengaktifkan bakat penyembuhan. Begitu di aktifkan, ada cahaya hijau cyan.
Merasakan ada cahaya masuk ketubuhnya, Elia yang tidak tahan mengeluarkan Suara erangan Menawan.
"Uhhh !! Emmss !! Ahhh !!! 20x."
Elia memerah ketika mengeluarkan suara yang memalukan tetapi perasaan ini sunguh mengasikan.
Disisi Tina yang mendengarkan suara yang memalukan langsung menundukan kepalanya karena malu sambil mengutuk Fai.
Fai setelah mendengarkan erangan Elia langsung Mimisan juga.
Sampai berlalunya waktu, Fai selesai menyembuhkan Elia. Fai dengan mimisan berbicara dengan Elia.
__ADS_1
"Apakah sekarang sudah membaik perasaan kamu?"
Di samping itu, Tina melihat sihir yang dia gunakan oleh Fai, langsung berpikir keras, dalam benak pikiran Tina bahwa Dia mempunyai Bakat sebagai Pejuang dan Pesulap, apalagi di kerajaan Rossen mempunyai dua bakat tergolong jarang dan pastinya orang yang mempunyai dua bakat apa lebih dengan sumber daya yang cukup akan menjadi jenius di masa depan, Lalu yang membuat Tina cukup bingung, adalah kapan dan dimana Fai belajar sihir dan pejuang?" apa lagi skill yang di gunakan Fai belum pernah melihatnya.