
Bab Alisha Vs Arthur (1)
Setelah Alisha membayangkan kekuatan tamparan yang tadi dia gunakan untuk menampar Arthur, mata dia tertuju di tempat di mana Arthur terpental sejauh mata memandang.
Mata telanjang Alisha melihat garis cekungan yang cukup dalam, setelah itu, dia terbang untuk melihat garis itu berahir.
Setelah terbang, dia sekali lagi sunguh terpana, dia melihat garis cekung itu menembus bukit-bukit hinga runtuh, setelah mengikuti garis itu, dia melihat Arthur sedang tergeletak karena pingsan.
Dengan kepala penuh darah, tangan kanan yang hancur akibat terluka parah, ahirnya karena Alisha merasa terlalu kasar dia terbang untuk mendekati Arthur.
Setelah dekat, dia membawakannya di depan Renner dan Ava yang masih menjadi patung akibat waktu berhenti.
Setelah beberapa menit berlalu, Arthur membuka matanya dia masih sangat kesakitan, dan untuk mengerakan sedikit tangan saja dia merasakan ketidak berdayaan.
Setelah itu, mata Arthur tiba-tiba memandang Alisha, setelah memandang dia tertawa dengan lepas, Arthur berkata sambil tertawa. "Hahahah aku tidak menyangka bahwa kamu memiliki kekuatan yang sangat menakutkan sehinga aku hampir mati...hahahah ini menarik, aku semakin semangat untuk mengetahui seluk beluk kamu!"
"Tutup mulut kamu yang menjijikan!" Kata Alisha dengan wajah tidak sedap di pandang, bahwa Arthur memiliki gaya yang tidak tahu malu.
"Apakah kamu tahu, aku ketika mendapatkan wanita itu sangat mudah dan seperti meminum air, tapi sekarang untuk mendapatkan kamu, begitu sulit dan seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Tapi aku tidak perlu berkecil hati, aku harus siapa sebenarnya lelaki yang kamu gandrungi." Sambil berkata, Arthut di sekujur tubuhnya mengeluarkan cahaya hijau, dan seketika luka yang amat parah kembali seperti semula.
"Sihir penyembuh!" Dia baru melihat sihir penyembuh tingkat tingi, karena dia hanya melihat sihir penyembuh tingkat rendah milik nenek penjual sayur.
"Aku sarankan jangan macam-macam terhadap aku jika tidak, jangan salahkan jika Fai mengetahui kamu akan bahaya!" Kata Alisha dia sedikit mengancam.
Dalam waktu yang berhenti, dia tidak sabar untuk waktu berjalan kembali semula, bigitu waktu sudah normal, dia pergi meningalkan Arthur.
"Apakah kamu mengancam? Hahah sayangnya aku tidak takut, adapun suami kamu yang di sebut Fai hanyalah sampah, hanya mengadalkan harta kekayaaan bisa menaklukan kamu, aku juga tidak bisa berpikir kamu sebagai wanita hanya memilih kekayaaan, jika kamu menjadi wanita aku bukan hanya kekayaan tapi aku akan kamu jadikan peri yang banga di surga." Kata Arthur dia berbicara sangat arogant.
"Kamu tutup mulut kamu! Bahkan jika kamu menjadi dewa sekaligus, aku tidak akan terkecoh terhadap kamu, karena apa? Karena aku adalah wanita harga diri wanita adalah menjaga dan bertahan pada satu pasangan, jika aku tidak bisa menjaga harga diri sebagai wanita, maka sama aja aku masih seperti pelac*r." Kata Alisha dia berkata dengan penuh keyakinan.
"Hahah apa, kamu berkata tentang harga diri, habaha di dunia ini tidak ada harga diri tapi sebuah kepalan tangan yang bicara!" Kata Arthur dia semakin menjadi jadi.
__ADS_1
"Kamu sialan!" Mata Alisha menjadi ganas kemudian dia hendak ingin menampar pipi Arthur lagi yang tidak tahu malu. Namun ketika hendak menampar Arthur langsung ada pemandangan aneh, yaitu tangan dan seluruh tubuh Alisha, tiba-tiba di lilit oleh sebuah rantai yang besar-besar muncul dari udara tipis, jika anda tahu karakter Gilgamesh anime Fate, mungkin bakat Arthur mirip.
"Untuk menampar aku, tidaklah mudah seperti yang kamu bayangkan." Arthur mendekati langkah dengan langkah, tangan kanan Arthur kemudian melambai ke arah di mana Gunung Alisha yang berkembang besar dia henadak melecehkan Alihsa di tempat ini.
Setidaknya satu jam cukup, untuk melecehkan. Walau jika misi ini gagal setidaknya dia sudah melecehkan dan ngomong-ngomong kegagalan misi, maka dia adik laki-laki akan menyusut.
"Kamu bajingan!" Alisha marah dia melihat niat buruk Arthur. Dengan itu dia mengunakan bakat ke dua yaitu bakat seperti milik Norman.
Tubuh Alihsa tiba-tiba meledak menjadi asap. Kumpulan asap hitam itu, membentuk selusin monster asap yang menatal ganas ke arah Arthur.
"Mempunyai lebih dari satu bakat!" Arthur terkejut. Namun keterkejutan itu hanya sebentar karena di gantikan wajah senyum meremehkan.
"Roar!"
Para monster asap itu mengeram dan langsung menyerbu Arthur. Setiap serangan Arthur mudah untuk menghindari, karena terlalu menghayati, dia lengah karena pada saat itu, dari samping kiri Arthur di cambuk oleh asap raksasa sehinga dia terlempar selusin meter.
Walau dia terlempar, tidak ada jejak luka sedikit sama sekali. malahan dia menatap ke arah Alisha dengan sedikit menyringai. Karena perilaku Arthur, Alisha menjadi sangat jijik.
Pada saat itu.....
"Sikat!"
Arthur menghilang sangat cepat dia sudah tiba di hadapan Alisha. Kemudian Arthur berniat untuk memotong tangan Alisha, tapi dia melihat bahwa tangan Alisha langsung menangkap pedang itu dengan tangan kosong.
"Ini sunguh ketahanan tubuh yang kuat." Tangan Arthur melepaskan pedang itu dan dia melompat mundur.
Di samping Alisah dia sunguh panik setengah mati, karena ini baru mengalami pertempuran nyata, sehinga dia berkeringat dingin. Dia juga mencoba ingin tahu apakah tubuh ini memiliki ketahanan yang kuat seperti menurut inforamsi bakatnya, ketika dia mencoba menangkap pedang dengan tangan kosong itu, ahirnya dia lega.
"Ini berhasil huff!"
Kemudian Alisha menatap Arthur dengan ganas, setelah itu dia menyerang Arthur dengan mendekatinya tangan kanan Alisha memunculkan sabit yang sangat indah.
__ADS_1
"Ini..!" Arthur bereaksi langsung mengeluarkan pedang dari udara tipis dengan menembakan pedang itu, ke arah Alisha.
"Swoshh!"
Pedang itu seperti cahaya, melesat dengan sangat cepat.
Tangan kanan Alisha, memegang senjata sabit. Tangan kiri Alisha ngangur, dengan tangan kiri yang mengangur, langsung meninju tembakan pedang itu.
"Dentang!"
Pedang yang melesat, dan terkena tinju Alisha langsung terbang menyamping sangat jauh.
"Brengsek!! Siapa sebenarnya kamu!" Arthur sangat marah, dia tidak mengira bahwa Alisha, begitu sangat licin untuk di taklukan.
"Yahhhhhhgrt!" Arthur berteriak, kemudian ada tongkat besi raksasa, seperti paku bumi, langsung ingin menghantam Alisha.
Namun Alisha meniju lagi dengan tangan kanannya, tapi sebelum itu, dia memasukan sabit pedang ke cincin penyimpanaan.
Dengan itu...
"Bang!"
Alisha memukul tongkat besi raksasa sehinga tongkat itu, terlempar sangat jauh dan terjun bebebas keluar dari pasar ini.
Kemudian Alisha mengeluarkan bom molotoh, langsung melemparakan ke arah Arthur.
"Sikat!"
"Ini .. Ini bukanya bom molotoh, yang di kehidupan sebelumnya.
"Siapa kamu, kenapa kamu memiliki benda itu!" Dia curiga bahwa Alisha atau Fai datang dari Bumi.
__ADS_1