
Bab 153 Kesombongan Arthur
"Dentang!"
"Bang!"
"Bom!"
Arthur menabrak rumah warga lusinan kali, bahkahan para warga itu sendiri panik hendak keluar dari rumah.
Bahkan tinju Fai dia menyesal karena memukul sampai menabrak rumah warga. Setelah itu, Fai mengecek dengan mata tembus pandang ahirnya dia lega. Karena dia melihat bahwa semua penduduk yang ada di sini selamat.
Arthur yang masih terkapar di tumpukan puing rumah warga, dia belum sempat untuk berdiri secara tiba-tiba Fai sudah ada di samping.
Tangan Fai langsung meraih leher Arthur dan di cekik sambil di angkat ke atas. Bahkan darah dari kedua tangan yang buntung menetes dengan deras.
"Aku ingin mendengar omong kosong kamu lagi, apakah kamu berani lagi, Cihh!" Sehabis berkata, Fai meludahkan di wajah Arthur.
"Hahaha tidak aku sangka aku salah sasaran, ternyata prediksi aku salah, aku meremehkan kamu. Tapi itu tidak bisa membuat aku tunduk di dunia ini tidak ada yang bisa membuat aku tunduk kecuali kedua orang tua aku." Kata Arthur dengan arogan dan percaya diri.
"Apa yang kamu katakan benar, tapi kamu harus ingat, bahwa kesalahan tidak bisa membuat kamu terlihat baik. Ketika kamu tertawa, seperti pantat babi yang sangat jelek." Kata Fai dia sambil mencekram leher Arthur.
"Ayo menjeritlah seperti babi yang di sembelih!" Fai menyringai dengan jahat dan mencibir.
Kata-kata pantat babi bagi Arthur, sangatlah tidak sedap di dengar. Karena itulah dia membuat tembakan menyelinap dari sisi kiri mengeluarkan pedang dari udara tipis.
"Swoshh!"
Tapi Fai yang mempunyai bakat telepati sudah mengetahui serangan menyelinap Arthur bahkan dirinya membiarkan pedang itu melesat dengan cepat untuk menusuk ke tubuh dirinya.
Ketika Arthur melihat bahwa Fai tidak mengetahui, dia tersenyum setidaknya serangan dirinya bisa melukai Fai.
Namun kenyataan kejam, dia melihat bahwa pedang itu menembus ke tubuh Fai dan melewatinya, sehingga senyuman itu tersangkut.
"Hmmm dari awal pertarungan kamu sangat galak. Tapi sayang kamu bahkan tidak bisa mengotorkan pakaian aku, cihh melihat ke adaan kamu aku yakin kamu, adalah babi hahaha!" Fai menghina.
Setelah itu, Fai tangan kirinya di tumbuhi es yang sangat runcing hendak menusuk kedua mata Arthur untuk menyiksa. Namun, tiba-tiba Elena mendekat dan berteriak..
__ADS_1
"Kamu.. berhenti biarkan dia lolos..!" Kata Elena dia berteriak, walau dia membenci perselingkuhan antara Arthur dan ibunya, namun cinta itu membagongkan.
Fai tanpa ragu-ragu, meniupkan udara ke arah Elena. Tiba-tiba dari tiupan Fai mengeluarkan tembakan angin yang begitu kencang sehingga Elena terpental sejauh 300 meter.
"Wanita berisik dan bodoh menjauhlah jika kamu tidak ingin mati." Kata Fai dia menatap ke arah Elena yang terpental dengan tatapan menyipit.
"Kamu bajingan kasar terhadap wanita!" Arthur yang sedang di cekik marah dan ingin sekali menampar wajah Fai.
"Bagai mana kamu marah? Bukankah jika dia mati kamu akan bahagia bisa bercumbu dengan ibu Elena dengan sangat bebas?." Kata Fai dengan senyuman.
Kemudian Fai mulai menusuk mata Arthur dan hanya menyisakan mata sebelah kiri yang masih utuh.
"Kamu iblis..!" Kata Arthur dengan wajah di lumuri darah.
Di sisi Elena, dia bangun dari tidurnya langsung terbang dengan kecepatan tinggi langsung menyerang Fai menggunkan sihir api yang sangat membara.
Namun ketika dia sudah di dekat Fai tiba-tiba tubuh Fai menumbuhkan satu tangan raksasa dari punggungnya langsung mencekram Elena.
Kemudian tangan kiri yang ada siahir es langsung menusuk tubuh Elena.
"Puff!"
Elena tergeletak dan meningal seketika.
"Bajingan... Fai aku bunuh kamu... !" Mata Arthur merah seperti darah, kemudian tiba-tiba waktu berjalan mundur kembali seperti semula ketika dia baru bertemu Fai di pinggir sungai.
"Hmmm kamu sangat licik, menggunkan bakat mengembalikan waktu.." Kata Fai. Namun tiba-tiba Fai di tampar oleh Arthur dengan sangat keras.
Namun tamparan itu masih di halau oleh tangan Fai, setelah itu dia berkata kepada Arthur seperti ini. :"Hahaha walau kamu membalikan waktu, tapi itu tidak bisa merubah bahwa kami tidak bisa membunuh aku."
Setelah berkata Fai menendang Arthur ke atas, sehingga dia terbang bebas tak terkendali di langit.
Di udara, Arthur terbang berputar-putar tak terkendali.
"Bajingan!" Kata Arthur dia mencoba menggunkan tenaganya untuk mensetabilkan tubuh.
Setelah kira-kira tubuh sudah kendali, dia terbang menukik ke bawah untuk menyerang Fai.
__ADS_1
Namun Fai yang di bawah menatap ke atas dengan tenang, Fai langsung menggunakan bakat dunia pedang.
Seketika itu di samping Fai, di udara tipis mengeluarkan lusinan pedang untuk menembak Arthur yang sedang menukik ke bawah.
Arthur yang melihat cara serangan Fai, sebenarnya bingung dia memandang Fai yang mempelajari skill dunia pedang.
Menurut yang dia ketahui adalah, bakat dunia pedang hanya dirinya dan guru Zesshi. Namun dia tidak menyangka bahwa akan ada orang lagi yang mempunyai bakat dunia pedang.
Apa lagi bakat ini dia dapatkan dari sistem. Adapun bagai mana Zesshi bisa menguasai adalah karena dia memberikan bakat itu dengan bantuan sistem itu sendiri. Bahkan bakat dunia pedang milik Zesshi masih tergolong lemah.
Namun sekarang dia melihat cara serangan Fai yang menggunkan bakat dunia pedang, bahka kandungan kekuatan itu lebih hebat dari pada miliknya ini membuat dirinya aneh. Jangan-jangan sistem ini palsu.
Tapi dia langsung menghilangkan gagasan itu, sambil menukik kebawah dia menghindari lusinan pedang yang sedang melesat mengarah kepada dirinya.
Fai tahu bahwa serangan itu begitu mudah di hindarkan oleh Arthur maka, Fai menggunkan cara lain. Yaitu, tangan Fai mengayunkan bebas ke atas, tapi ayunan itu mengeluarkan cahaya cambuk yang sangat panjang dan luas.
"Sikat!"
"Swoshh!"
"Gemuruh!"
Arthur menghindari dengan panik, bahkan dia melihat bahwa cahaya cambuk itu terbang ke atas mengenai bulan hingga bergetar.
Fai menyerang lagi, dia melangkah ke kosongan dan sudah tiba di samping Arthur, langsung memukul punggung hingga Arthur terbang bebas ke bawah dan menghantam tanah dengan sangat keras.
"Bang!"
Hantaman itu mengakibatkan gempa yang sangat mengguncang. Setelah Fai memukul dia melangkah ke kosongan dan sudah ada di sisi Arthur yang terkapar.
"Hmmpp apakah kamu sudah tahu kesenjangan kamu dan aku, kamu harus mengingat dengan baik-baik, bahwa kamu adalah babi yang sangat susah di atur, dan aku adalah tukang daging yang bersiap menyembeleh kamu." Kata Fai dia berdiri dengan tenang sambil menatap Arthur.
Kemudian Fai memunculkan golok raksasa, langsung menebas leher Arthur.
Arthur yang melihat semua ini, dia tidak panik. Karena dia mempunyai bakat memundurkan waktu. Namun ketika dia hendak mengaktifkan bakat itu, tiba-tiba tidak berfungsi.
Saat ini dia panik, dia tidak rela untuk mati. Namun ketika Fai hendak sampai menyembelih, tiba-tiba ada suara.
__ADS_1
"Fai kamu jangan..! Teriak Zesshi.