Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Jangan Salahkan Aku Jika Tidak Sopan


__ADS_3

Bab 159 Jangan Salah Kan Aku Jika Tidak Sopan


Setelah Fai melihat bahwa Nuwa sudah menghilang, dia juga berkata. "Kali ini aku mengurungkan untuk cuti, aku memiliki virasat bahwa Callin sudah kembali ke akademi. Maka dari itu aku bergegas pergi ke akademi untuk menemui Callin. Megan kecil apakah kamu ikut dengan ayah." Ucap Fai dia mengajak Megan untuk pergi ke akademi.


"Bisakah aku ikut dengan ayah..!" Megan tiba-tiba gembira ketika dia di ajak pergi.


"Tentu saja, ayo jangan lama-lama..!" Setelah itu, Fai bergegas dan meraih Megan langsung dia gendong di bahu.


"Woww...! Ibu apakah kamu juga ikut." Teriak Megan kepada Alisha.


"Sayangnya aku tidak, nak kamu saja dan beritahu ibu jika ayah sembrono!" Kata Alsiha dia terkekeh.


"Mmm baik ibu pastinya," Jawab Megan dia sambil memandang ke arah Fai sambil tatapan licik.


"Zesshi kecil, apakah kamu pergi? apakah kamu di sini saja menemani Alisha." Ujar Fai dia kepada Zesshi.


"Aku di sini dulu, sangat lelah mengerjakan kegiatan di akademi, biarkan aku santai." Kata Zesshi dia sambil merentangkan tangannya.


"Baiklah.. Aku pergi,, ayo nak..!" Setelah itu Fai terbang sangat cepat seperti jet.


"Wooooo ayah lebih cepatt!" Teriak Megan sambil girang.


"Kamu apakah tidak takut..!" Fai juga berteriak, dia sangat senang ketika Megan bergembira.


"Ayah.. aku tidak takut sama sekali bahkan aku bersemangat.. woooo...!" Jawab Megan sangat girang sekali.


"Baiklah,, ayah akan melesat..!"


"Swooooshhh!" Sosok Fai yang sedang membawa Megan akhirntaya terbang sangat cepat. Bahkan dia seharusnya sudah sampai di akademi sihir Falas, namun dia bermagsud memanjakan Magan sambil menukik-nukik seperti jet.


Setetelah berapa menit, akhirnya Fai sudah di atas akademi Falas. Bahkan dia melihat Kayden yang sedang menyapu.


Sambil menyringai, Fai menukik tepat di depan Kayden.


"Ohh siallll aku terkejut..!" Kayden melompat seperti kucing kepanasan setelah itu dia melihat Fai yang sedang menyringai ke arah dirinya.


"Apakah kamu ingin aku mati!" Kayden sangat terkejut dia berkata kepada Fai sambil terengah-engah.


"Maaf heheh, aku pergi dulu ada sesuatu." Setelah itu dia berjalan.


"Tunggu apakah ini anak kamu?" Kayden baru sadar bahwa Fai membawa loli kecil di sampingnya.

__ADS_1


"Ini benar. Nak kamu ucapkan salam kepada paman Kayden." Kata Fai dia lembut.


"Megan melihat paman." Megan juga memberi salam hormat.


"Uhhh anak ini lucu sekali." Kayden berser. Ketika dia melihat Megan, dia tidak sabar untuk mencubit pipi.


"Hahahah seperti biasa bibit yang bagus melahirkan anak yang bagus." Jawab Fai dia sambil memandang Kayden.


"Ok baiklah, mungkin di masa depan aku akan menikahi wanita layaknya peri." Kata Kayden dia tidak berdaya.


"Hmmm aku doakan kamu mendapatkan wanita yang kamu ingin kan." Jawab Fai dia memberikan dukungan kepada Kayden. Setelah itu Fai berkata lagi seperti ini. :"Baiklah, aku pergi ada sesuatu yang ingin aku lakukan.. Semoga hari kamu indah..!"


Fai kemudian pergi ke tempat di mana Callin berada. Yaitu tempat di mana dia berlatih.


Fai mengetahui karena dia sudah menebak menggunkan skill telepatinya yang dia cek secara berkala. Apakah Callin kembali apa tidak.


Setelah memakan beberapa menit, akhirnya dia menemukan Callin. Kebetulan dia tahu bahwa Callin sedang mandi di tempat seperti biasa ketika awal Fai pergi ke kerajaan Falas.


Namun ketika dia mendekati Fai menyringai karena setelah membaca pikiran Callin lebih detail, dia menemukan bahwa Callin sehabis menyalin bakat milik Grey.


"Dunia ini sempit ternyata." Fai cukup lucu, anda berkata bahwa anda kewalahan karena belum mencium hidung Grey, suda ada putra takdir Arthur. Namun apa yang tidak terduga adalah, ketiga protagonis saling bertemu.


Fai masih dalam di dunia perenungan sampai dia tidak sadar bahwa, ada suara yang tidak senang, dan tidak berdaya. :"Kamu sangat tidak tahu malu, diam-diam kamu mengintip aku yang sedang mandi cihh."


Fai canggung sambil menggaruk hidung, dia berkata seperti ini sambil mengelai. :"Simpanlah kepercayaan dirimu, sungguh aku tidak tetarik dengan wanita gunung rata. Apakah itu benar nak."


"Aku tidak tahu apa yang di katakan ayah.." Megan sama sekali bingung apa yang di katakan mereka berdua.


"Kamu jika dewasa akan memahami nak." Fai tersenyum sambil mengusap-usap kepala Megan.


Callin terkejut, dia langsung menggunakan handuk terus dia menatap Megan dan berkata. :"Ini anak kamu..!"


"Benar ini anak aku..!" Fai menatap ke arah Megan dan dia mengangukan kepalanya.


"Megan telah melihat Nona Callin." Seru Megan sambil hormat.


"Hmmmmp sangat lucu." Callin mengangguk.


"Apakah ketika kamu pergi mencari pengalaman di hutan kamu sampai di wilayah peri?" Kata Fai dia berkata kepada Callin. Namun setelah membaca pikiran Callin, Fai menyesal telah berkata.


"Aku belum sampai ke wilayah ras peri aku harus menyelesaikan pertandingan antar akademi, bukankah begitu?" Kata Callin dia menatap ke arah Fai tanpa pikir panjang.

__ADS_1


"Kamu benar, kepentingan akademi nomer satu, tapi aku sedikit berkata kepada kamu, setelah kamu bertemu Arthur dan Grey siapa di antaranya yang kuat." Ucap Fai kepada Callin. Walau dia tidak peduli ini hanyalah pemanis bagi Fai.


"Aku sedikit susah membandingkan, namun level bakat paling tinggi di menangkan oleh Grey, jika Arthur dia hanyalah bajingan mesum." Kata Callin dia tidak bisa membandingkan karena punya kelebihan masing-masing.


"Ohh seperti itu, di bandingkan dengan aku?" Tiba-tiba Fai menyringai.


"Kamu hanyalah monster, bahkan aku ingin menyalin bakat kamu sangatlah di persulit." Kata Callin dia tidak berdaya.


"Hahahaha apakah kamu ingin menyalin bakat? Ok baiklah aku akan menunjukan salah satu bakat yang tidak lama di pakai." Setelah kata-kata itu di ucapkan, dia menggunakan bakat pengendali logam. Tangan Fai berubah menjadi palu besar dan bergerigi.


Setelah itu, mata Callin tertuju pada skill dan mencoba mengidentifikasi.


[Bakat logam Lv30]


[Anda setidaknya membutuhkan 1 titik energi, persyaratan itu anda harus mencoba membuka celana di depan lawan jenis selama 2 hari. Jika anda keberatan setidaknya membutuhkan 5juta titik energi!]


"Puff!" Callin ingin muntah darah, walau hanya 1 titik energi, namun untuk mendapatkan itu persyaratan anda harus tak tahu malu.


"Kamu bajingan mesum!" Callin terengah-engah.


Fai hanya menyringai, bahkan setelah dia menyerap darah Callin di waktu itu, dia bisa mengotak-atik bakat mata peniaian milik Callin.


"Kamu tidak harus serakah, aku tahu bahwa tubuh dewa perang kamu sudah Lv24, bakat tinju yang kamu salin Grey sudah Lv10, bahkan pedang kamu juga sudah tinggi levenya." Kata Fai dia menegur


"Kamu bilang aku serakah hah? Lihatlah bakat kamu, hmmp." Kata Callin dia tidak senang sama sekali.


"Aku tidak berdaya? Setiap detik setiap menit bakat aku bermunculan. Bahkan ketika aku meminum segelas air, aku akan menjadi kuat." Fai mengangkat bahu.


Tapi pada saat itu, ada suara yang menyanjung namun di campur sarkasme.


"Oh, ini perwakilan akademi sihir Falas. Sungguh kuat dan aku tak menduga." Ada suara wanita dan menghampiri ke arah Fai dan lainya.


"Lebih baik kamu diam, jika tidak jangan salahkan aku karena tidak sopan." Fai menatap wanita itu sangat jijik.


~


Hai teman-teman aku hanya ingin promote novel satunya mohon dukungannya ya



~

__ADS_1


__ADS_2