Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Bab 64


__ADS_3

Jen terlempar dan dia mencoba berdiri lagi dengan ganas dia berkata.


"Bajinngan kamu mau mencari kematian!"


Jen sekarang setelah mendapatakn kekuatan yang di berikan oleh Fai, sekarang dia sombong dan berani kepada musuh. Karena dia tahu bakat yang sekarang kekuatan nya menakutkan.


Tapi dia tertekan karena hanya mempunyai skill menyerang dan tidak ada untuk bertahan.


Para tamu yang sedang menyantap makanan juga berari dan menghindar ke samping dari perkelahian itu.


Setelah Jen meneriaki algojo itu dia menendang ruang kosong, seketika itu kaki Jen memunculkan sambaran api dan mencoba menyerang kelompok penjahat algojo itu.


Kelompok itu ada sebagian yang terkena api sehinga kulit ada luka bakar.


Jen maju kedepan dan tangan itu menjadi tajam setiap gerakan tangan itu, begitu membahayakan nyawa penjahat sehinga para penjahat menghindar serang itu sambil takut.


Setiap teembakan tangan Jen gagal menyerang dia mencoba bakat apinya dan itu efektif.


"Brengsek dia mempunyai lebih dari satu bakat!" Ketua algojo muram.


Jen ahirnya berapa waktu bisa menghabisi kelompok itu dan hanya menyisahkan ketua.


Setelah itu dia berlati mencoba menyerang ketua penjahat itu.


Jen meraih tongkat yang di pungungnya dan menyerang secara acak dan tangan yang kosong terkadang dia gunakan untuk menyakar ketua itu.


Ketua kelompok itu terpojok dan terluka kemudia dia mencoba menedang Jen, tapi Jen menghindarinya malahan tangan yang megang tongkat langsung memukul kaki ketua itu.


"Pukul!"


"Brengsek! Kaki aku!" Ketua itu berteriak kesakitan dan langung berlutut. Dan Jen sudah mempunyai kesempatan ketika dia melihat orang itu berjongkok dia memukul lagi dengan tongkat ke arah bagian belakang kepala ketua itu.


"Kamu memahami bakat tongakat pelakat annjing, kemahiran +5."


"Kamu sekali lagi memahami bakat tongkat pelakat annjing, kemahiran +10."


"Hei! Selamat kamu mendapatkan bakat baru, level bakat tongkat pelakat annjing adalah Lv1."


Sementara itu Fai yang sedang melihat pertempuran Jen melawan penjahat tanpa sadar dia mendapatakan bakat baru lagi.

__ADS_1


Singkatnya anda cuma tertidur dan meminum tapi rejeki akan mendekatkan diri. Sama seperti Fai dia tidak meminta bakat baru tapi bakat lah yang menghampirinya.


Fai ahirnya menyuruh Jen untuk mengahiri cepat sehinga tidak mengakibatkan kerusakan ruangan ini.


Jen menuruti lalu dia tangan yang kosong mencoba menusuk ketua itu yang sedang berlutut karena kaki itu kesakitan.


Ketua itu tak bereaksi ketika lehernya di tusuk sehinga sampai meningal.


Kemudian setelah Jen mengalahkan mereka itu giliran Fai. Dengan tangan yang halus milik Fai kemudian malambai sehinga di sekitar kelompok penjahat yang tergeletak di sedot oleh lubang hitam dan memasuki kedalam dan tidak ada tersisa sedikitpun.


Fai memandang Jen dan berkata. "Bagus apakah ahirnya kamu berani berkelahi."


"Yah! Sekarang aku sudah percaya diri dengan ini aku berterima kasih kepada mu." Kata Jen dengan rasa terimakasih.


Fai juga bahagia dan berkata. :"karena kamu sudah mengalahkan para penjahat itu tadi, dan aku juga melihat bahwa kamu belum mempunyai bakat yang untuk pertahanan diri maka aku akan memeberikan bakat itu kepadamu."


"Kemarilah dan ulurkan tanganmu."


Jen diam-diam bahagia dia ahirnya mendapatkan bakata lagi, lalu apa yang dia bakat berikan kepadanya?


Jen tidak memikirkan itu, selama Fai yang memberikan itu adalah bakat yang menakutkan.


Ahirnya dia memilih bakat tubuh king-kong, dengan kekuatan yang retalif kuat dan setmaina tanpa lelah dia akan memberikan bakat ini kepada Jen.


Setelah menerima bakat itu sel-sel Jen sepertinya bergemuruh seperti mengaum dan otot-otot di perkuat otomatis kesehatan Jen juga meningakat drastis.


Bella yang sedang duduk terpana karena dia melihat bahwa Fai bisa memberikan bakat kepada orang lain.


Penemuan ini baru pertama kali Bella melihatnya, karena yang dia tahu bahwa bakat itu hanya muncul dan bawaan dari orang masing-masing.


Lalu Fai?


Fai bukan hanya mempunyai bakat yang aneh dia juga bisa memberikan bakat itu sendiri?


Dalam benak Bella apakah jika dia minta akan Fai berikan.


Setelah menerima bakat itu Jen bersyukur dan berterimakasih dia sudah berjanji di dalam hati bahwa dia tidak akan berhianat kepada Fai.


Karena Fai itu seperti cahaya kehidupan.

__ADS_1


Setelah memberikan bakat itu kepada Jen, Fai ahirnya duduk lagi dan melihat bahwa Bella sedang memandangi dirinya dan dia juga langsung magsud.


"Mungkin kamu kaget dan tidak memepercayai tapi, aku adalah seperti ini orang lain bisa melakukan bukan berati aku tidak bisa, lihatlah bukankah kamu mempunyai suami yang ajaib." Kata Fai dengan tenang.


"Suamai nenek mu...!" Bella tidak setuju dan melanjutkan dan berbicara dengan sedikit ingin tahu.


"Fai sebenarnya bakat apa yang kamu miliki?"


"Bakat, aku tidak tahu tapi yang kamu harus tahu aku adalah jenius setelah jenius." Kata Fai dan tidak ingin memebritahukan.


Tapi dia berbicara lagi. :"Tenang ketika kamu resmi dan menikah maka aku akan memberikan bakat yang pantas buat kamu jadi tungulah kejutan ini." Fai berdiri lagi dan menghampiri Bella dan meraih kepala dia dan membenamkan di perut Fai.


"Apa yang di katakan kamu benar?" Kata Bella menantikan tapi dia tidak terlalu berharap karena bersama dengan Fai itu sudah cukup.


"Yah, aku berjanji." Kata Fai sambil meyakinkan.


....


Setelah berbincang sedikit lama, dia keluar dari tempat makan itu. Fai juga tidak lupa membayar lebih untuk perminta maafan atas perkelahian tadi.


Pusy juga muncul dari tubuh Fai dan duduk di kanan bahu Fai.


Setelah itu, Fai menyiruh Pusy untuk menjadi hewan kendaraan besar, tapi itu jenis hewan darat yang dia gunakan untuk menarik gerbong.


Setelah itu Pusy membelah diri menjadi dua bagian setelah itu dia menjadi hewan besar dengan bentuk perpaduan badak dan kadal, setiap pingung memmunculkan grigi yang tajam. Dan di kepala itu ada sebuah tiga tanduk dengan.


"Mengaum!"


Kadal itu mengaum setelah itu Fai membuat sebuah gerbong dan di sambungkan ke dua kadal Pusy.


Setelah membuat gerbong, Bella dan lainya memasuki. Ketika dia memasuki ruangan itu langsung terpana.


Karena dekorasi dalam gerbong sunguh bagus dan ada hiasan kaligrafi yang unik dan keren.


Dan yang membuat nyaman adalah ketika gerbong utu berjalan tidak ada rasa getaran dan itu sangat empuk sehinga mereka menjadi nyaman.


Gaya dekorasi ini adalah gaya di bumi di kehudupan Fai pada saat itu, dan sekarang dia menerapkan konsep ini ke gerbong ini.


Gerbong ini dengan lebar dan panjang sekitar lima hinga empat meter. Sehinga itu cukup untuk di isi ketiga orang.

__ADS_1


__ADS_2