
Bab 164 Numan Sangat Murahan
Setelah kurang 10 menit, Fai memasuki masa keritis dan adik laki-lakinya menyembur semua di dalam mulut Numan. Bahkan numan saat ini dia sangat lahap seperti kelaparan.
Setelah selesai, dia melepaskan dari mulut, dan Numan menyeka bibir itu yang masih ada cairan putih yang menempel, menggunakan lidah.
Bahkan, cairan yang menempel di gunung, dia usap menggunakan jari manis, setelah itu dia masukan di dalam mulut penuh kenikmatan.
"Ini sungguh nikmat, aku sangat menyukai cairan itu." Numan sambil menatap Fai sangat mesum dan memerah.
"Di bandingkan suami kamu?" Fai tersenyum sambil melihat Numan yang sangat nakal.
"Jangan sebautkan suami aku, dia sangat pendek dan kecil, bahkan jika mencoba tidak sampai masuk di tenggorokan, dan aku tidak inggin mencobanya." Numam berkata dengan cemberut .
"Baiklah.. Baiklah, di masa depan kamu jika ingin membelai adik laki-laki aku, aku akan bersedia setiap saat." Fai merentangkan kedua tanganya sambil tersenyum lebar.
"Kamu sangat percaya diri?" Numan terkekeh.
Bahkan ketika gunung Numan di rusak menggunkaan adik laki-laki dia merasa bertamah besar, dia mencoba menutup benik yang paling atas dia tak bisa.
"Kamu sudah besar jangan di paksa biarkan seperti itu, penampilan kamu sekarang lebih menawan di bandingkan dulu yang pemalu dan penurut." Fai menjelaskan.
"Baiklah..!" Numam menyerah, dia pergi ke belakang dan membuat minuman untuk di sajikan kepada suaminya Zhack dan Fai.
"Silahkan minum." Numan berkata lembut dan welas asih, dia menawarkan minuman kepada Fai dan dia letakan di meja.
"Terimakasih... Litle Numan." Fai juga membalas sangat lembut.
__ADS_1
"Hmmmp!" Numan membalas dengusan lembut.
Setelah berapa menit, akhirnya Zhack masuk.
"Oh sial kenapa akhir-akhir ini aku merasakan BAB yang amat luar biasa?" Zhack cemberut, dia langsung duduk di samping Numan.
Tapi ketika Numan melihat Zhack raut wajahnya jelek dia ingin menghindar namun tidak bisa karena dia adalah suaminya. Sekarang, walau Numan tidak pindah posisi, tapi seperti menjaga jarak kepada Zhack, bahkan Zhack sendiri tidak menyadari.
"Di depan suami kamu, kamu harus berpura-pura menjadi dan ber akting yang lembut." Fai berkata lewat telepati.
"Uhh suami, apakah kamu haus aku sudah membuatkan minuman untuk kamu." Kata Numan dia berpura-pura lembut.
"Ohh kamu sudah ceria lagi, dan sudah semangat seperti semula, ini berkat kamu." Zhack tersenyum lebar sehingga gigi tua yang kuning terlihat. Bahkan Numan yang melihatnya entah kenpa merasa jijik dan ingin muntah.
Menggelengkan kepalanya, Numan diam-diam berpikir bahwa wanita cantik harus di sandingan dengan pria tampan, bahkan dirinya sebagai wanita umur 80 tahun di sukai dan di manja oleh Fai sedimikan rupa, dia paham bahwa kecantikan dirinya, dan tempramen menawan yang di hasikkan oleh dirinya itu sejajar dan sebanding dengan kecantikan wanita Fai yang di sekitarnya.
"Aku yang memiliki paras yang sangat cantik dan menawan dan sejajar ke indahan wanita Fai, sangat tidak kontrak memiliki pasangan tua yang keriput, humpp dasar Zhack sialan, kamu tidak bisa membahagiakan aku dengan apa yang aku sukai, aku sangat bodoh memilih kamu." Diam-diam Numan memarahi dalam hati dia membandingkan sosok sempurna Fai yang begitu tampan, kuat, mahakuasaa bahkan dia memberikan skill secara cuma-cuma kepada dirinya, sehingga dia berpikir apa salanya berpaling, apa salahnya berselingkuh, Numan hanya ingin kebahagiaan rohani dan jasmani.
Di sisi Fai setelah membaca isi pikran Liar Numan dia terbatuk kering, walau perilaku Numan sangat matre dan seperti penyembah uang namun Fai tidak bisa berkata-kata.
Anda mau bilang bahwa perilaku Numan tidak baik? Tapi inilah cinta yang terkesan rumit dan membingungkan, bahkan Fai tahu bahwa Numan sangat murahan dan pemuja uang, selagi Numan tidak berpaling lagi ke pria selain dirinya itu tidak masalah.
Bahkan Fai tak segan-segan jika ada putra takdir lain yang berhasil merebut wanitanya salah di antaranya Numan, dia langsung membunuh.
Kemudian Fai membalas Zhack seperti ini. :"Awalnya aku menyerahkan bubur untuk di makan guru Numan, namun dia bersikeras dan menolak. Maka aku sedikit menggunakan gertakan kecil, akhirnya seperti yang guru Zhack lihat."
Zhack mengangguk dan dia memandang ke arah Fai lalu berkata. "Terimakasih, jika tidak ada kamu aku mungkin bingung untuk membujuk istri aku."
__ADS_1
"Tidak maslah, jika ada sesuatu kepada guru Numan, guru bisa mencari aku untuk membantu." Kata Fai dia meraih teh dan menyesapnya. Namun ketika dia melihat warna teh seperti ada warna kecoklatan Fai menatap ke arah Numan dengan licik.
Numan melihat Fai yang menatap ke arah dirinya paham sehingga tersipu. Di saat Numan membuat teh, dia memeras gunung sendiri dan air susunya di campurkan ke teh Fai sehingga warna teh itu menjadi coklat.
"Ada apa murid? Apakah teh yang aku buat kurang enak." Kata Numan dia sambil memandang Fai.
"Tidak ada, teh ini sangat enak dan nikmat. Di masa depan jika aku meminta teh kepada kamu bolehkah?" Kata Fai dia berpura-pura tidak tahu dan berharap.
"Jika kamu menyukainya, kamu bisa datang ke sini kapan saja," Numan menjawab.
"Benar nak, teh yang di buat oleh istri aku sangatlah nikmat, jika kamu mau datanglah sesuka hati." Kata Zhack dia gembira. Bahkan sekarang setelah melihat paras wajah Numan yang bertambah menawan, tanpa sadar mulutnya kering dan berkata. "Numan kamu hari ini sangat cantik."
"Terimakasih suami...!" Balas Numan. Jika itu dulu maka Numan akan membalas kata manis Zhack dengan tersipu. Namun sekarang ketika melihat gombalan Zhack dia hanya tersenyum tenang dan pura-pura lembut.
"Ini ngomong-ngomong Loli kecil aku sunguh sangat lama?" Fai berkerut dia menunggu Megan tapi tidak kunjung datang.
Tapi tiba-tiba...
"Klarakkkkk!" Suara pintu di bukak dan Fai melihat Megan dan Callin sedang berjalan mendekati dirinya sambil mengelus-elus perutnya yang buncit.
"Uhhhh entah kenapa aku sangat lapar dan sangat lahap makan." Kata Callin dia melihat perut sendiri yang keras karena terlalu banyak makan.
"Ayah perut aku sakit, aku terlalu kenyang!" Megan menghampiri Fai dan langsung memanjat bergegas ke pangkuan Fai.
"Kamu bocah, makan terlalu banyak." Kata Fai dia sangat lucu melihat perilaku Megan.
Namun, tiba-tiba Megan mengendus-endus baju Fai dan dia menatap ke arah Fai sambil mentap jahat. "Hehhe ayah."
__ADS_1
"Stttt kamu diam." Fai menggaruk hidungnya, dia tak mengira bahwa Megan sangat sensitif bau tubuh Numan yang ada pada dirinya.
"Hehehe tanang ayah aku tidak akan." Megan berakat lalu diam-diam melirik Numan.