Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Callin Vs Arthur (2)


__ADS_3

Bab 186 Callin Vs Arthur (2)


"Dentang!"


Pedang itu bertabrakan hingga mengeluarkan percikan api. Saat ini, Arthur yang sudah menghalau serangan pedang dari Callin langsung menendang Callin menggunakan kaki bagian kanan.


"Swosh!"


Namun, Callin menghindar sangat lihay dengan salto kebelakang. Setelah mundur, dia tidak tinggal diam, Callin mengeluarkan lusinan pedang kecil seperti kunai langsung di arahkan ke Arthur.


Pemandangan itu, seperti ninja di dunia Naruto.


"Sering!"


"Swosh!"


"Sikat!"


Dengan mudahnya Arthur menghindari serangan yang di lakukan Callin.


“Ayo kamu lakukan serangan yang banyak!” Kata Arthur sambil tersenyum.


“Tunggu saja ini baru permulaan!” Kata Callin sambil berteriak.


“Hahaha baiklah..” Arthur tertawa kemudian dia berkata lagi: ‘‘Ok sekarang aku yang menembak kamu!!”


Setelah berkata, dia menggunakan bakat dunia pedang ke Callin yang sedang mundur ke belakang.


"Swosh!"


"Swosh!"


"Swosh!"


Callin bereaksi sangat cepat dia menghindar ke samping kiri. kemudian dia menggunakan bakat Api yang telah dia Copy.


Karena bakat Api sudah Lv tinggi maka dengan api itu, pedang milik Arthur menjadi meleleh.


“Oh sial.. di samping itu, Callin juga mempunyai bakat api!”


“Pantas dia di bakar oleh putri Anya tidak apa-apa jadi ini penyebab nya.”


“Aku hanya mengatakan bahwa wanita yang bernama Callin adalah jenius. Namun Arthur juga seseorang yang sangat jenius...!”


“Ini adalah jenius melawan jenius wihhh akan menjadi pertarungan hebat!”


‘‘Namun, menurut rumor perwakilan akademi sihir Falas membawa perwakilan dua orang dan salah satunya wanita yang bernama Callin dan satunya seseorang pria?‘’

__ADS_1


“Kamu benar, ada satu lagi dia bernama Fai. Namun aku tidak tahu bakat dia karena aku sudah melihat pemuda itu walau tampan namun tidak ada jejak energi yang terkandung di tubuh yang bernama Fai.”


“Apakah Fai adalah manusia biasa? Ini tidak mungkin. Mungkin saja dia berpura- pura menjadi babi untuk memakann harimau.”


“Kamu benar, mungkin orang bernama Fai itu bersembunyi.’’


Semua penonton, saling berdiskusi bahkan di pihak para bangsawan tidak lepas juga dari diskusi.


Para bangsawan ingin sekali melihat penampilan Fai untuk mengambil pertarungan. Tapi karena saat ini Callin menang berturut- turut maka Fai belum bisa menggantikan.


Di sisi lain, Callin setelah menghindar, dia berkata dalam hati. Benar saja, sebagai manusia yang mempunyai jari emas maka akan sedikit merepotkan.


“Uhhh gadis kamu mempunyai reaksi yang sangat cepat.” Arthur berkata sambil mengangguk. Tapi dia berkata lagi: ‘‘Namun berhati-hatilah aku akan membuat serangan lagi .’’


‘‘Baikalah aku akan berhati-hati!’’ Callin serius.


Saat ini, Callin melihat Arthur menyerang lagi di dengan bakat dunia pedang untuk menyerang Callin sangat banyak seperti peluru.


"Swoshh!"


"Swoshh!"


"Swoshh!"


Namun Callin melompat sangat gesit dan lihay. Bahkan dia Callin tidak lupa melempar lusinan Pisau kecil ke arah Arthur.


"Swoshh!"


"Swoshh!"


"Swosh!"


“Tskk bakat blok ruang!” Callin mendecakan lidahnya seperti kesal.


‘‘Hahaha gadis, aku tidak mudah di kalahkan ayo lawan aku semampu kamu!’’ Arthur seperti biasanya dia sangat sombong. Fai yang melihatnya tentu saja menggelengkan kepalanya. Anda masih seperti sebelum nya dengan sifat tidak berubah, maka anda akan cepat mati seketika.


Callin sedikit marah. Dia langsung menghilang sosoknya sudah tiba di depan Arthur dan mencoba meninju mengunakan bakat Tyrannosaurus Rex nya.


"Bam!"


Tinju itu mengenai bahu bagian kanan Arthur sehingga dia terpental menyamping.


"Bug!"


Arthur bangun dari tidurnya dan menatap ke arah Callin seraya berkata: ‘‘Bagus kamu bisa melukai aku.’’


‘‘Aku harus mencari celah sedimikan mungkin.’’ Callin mengangguk sambil menatap ke arah Arthur sangat serius.

__ADS_1


‘‘Hahaha baiklah, kamu bagus sekali.’’ Setelah berkata, Arthur menggunakan bakat cahaya suci untuk menyerang Callin.


"Sering!"


‘‘Cahaya apa itu...!’’


‘‘Ini sangat menyilaukan hingga mata aku silau dan sakit!’’


‘‘Ini adalah bakat cahaya suci!”


‘‘Menurut yang aku ketahui bakat suci itu sangat lah meruskan jika terkena manusia biasa.’’


“Namun kamu tahu, Callin mempunyai ketahanan tubuh yang sangat bagus aku khawatir jika tubuh Callin masih bisa menahan serangan Arthur. Karena aku juga melihat Callin tidak sederhana itu dan Arthur juga begitu demikian.’’


“Aku hanya ingin tahu peserta yang bernama Fai dia dari awal sampai sekarang belum membuat tembakan.”


Bangsawan yang menontonnya sangat serius berdiskusi. Bahkan pihak akademi bulu Peri ada niatan untuk merekrut Callin untuk pindah ke akademi bulu Peri.


Namun seperti kembali semula dia sama sekali tertarik dengan bakat Fai karena belum membuat tembakan.


Di samping itu, Callin saat ini waspada karena baru pertama kali menghadapi bakat cahaya. Dia juga melihat tangan Arthur jari telunjuk nya sedang mengarah ke arah dirinya.


Callin waspada membuat kuda- kuda untuk bertahan.


‘‘Gadis! Bertahanlah aku akan menyerang!” Arthur tersenyum setelah itu jari telunjuk langsung di arahkan kepada Callin.


"Sering!"


"Berdengung!"


Cahaya itu seperti senter melesat sangat cepat kearah Callin. Saat ini, Callin tidak tahu pertahana yang harus dia lakukan sehingga dia memutuskan menggunakan tanganya untuk menahannya.


"Sering!"


‘‘Tidak baik!’’


tangan Callin merasa mau patah dan akhirnya karena tidak kuat dia melepaskan tangan itu sehingga sinar cahaya mengenai dada Callin.


"Engah!"


Callin terluka dan berdarah dari mulutnya. Bahkan dia terlempar sampai keluar dari batas arena.


‘‘Ini....’’


‘‘Apakah Callin kalah..?’’


‘‘Oh tidak, idola aku kalah ahhhh ! Sialan Arthur kamu berani sekali kepada wanita!’’

__ADS_1


Pada saat ini ada yang berserak kususanya di pihak akademi Arthur. Namun ada juga yang mengolok-olok Arthur karena anda begitu kasar terhadap wanita.


Fai yang melihat dari kejauhan tersenyum dan berkata kepada diri sendiri: ‘‘Apakah sekarang giliran aku untuk maju?’’


__ADS_2