Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Bab 110 Memanjakan Ke Tiga Wanita dalam satu Malam


__ADS_3

Di sebuah kamar Fai.


Di kamar Fai yang sedang di tingali ada Elia yang sedang duduk di kasur empuk dan nyaman sambil menatap Fai dengan senyum lembut.


"Apakah kamu akan melakukan ronde ke dua." Kata Elia dia menatap Fai dengan senyum dan tangan kanan indah milik Elia sedang memegang batang rokok.


"Aku harus memanjakan ketiga istri aku hinga lumpuh tidak bisa berjalan." Jawab Fai dengan menyringai.


"Ok baiklah tapi aku ingin aku yang bermain kamu tidak perlu membuang tenaga untuk bergerak." Kata Elia dia membuat sebuah permintaan kepada Fai.


"Oh tentu saja apa yang kamu inginkan itu terserah kamu." Kata Fai dia juga menganguk kepalanya dengan setuju Fai tidur di kasur yang empuk itu dan dia menungu Elia melakukan sesuatu kepada dirinya.


Melihat bahwa Fai membuat pasrah dengan tertidur di kasur, maka Elia bangun dari duduknya dan mematikan rokok itu.


Setelah itu, dia Elia melepaskan seluruh bajunya sehinga telanjang. Sekiranya tubuh bagus itu tidak ada baju yang tersisa dia menaiki kasur dan mencium Fai dengan rakus.


Ketika Fai sedang di cium, dia merasakan bau mulut Elia karena rokok. Tapi meski bau, Fai menikmatinya dengan rakus.


Elia melepaskan ciuman itu dia menatap Fai dengan menjilat bibirnya.


Setelah selesai Elia berjongkok di atas kepala Fai sehinga kedua lobang yang rapat itu akibat benda viberator terlihat oleh mata telanjang Fai.


Setelah Elia berjongkok, kemudian kepalanya menuduk dan dia membuka mulut mencoba memasukan adik laki-laki seutuhnya di dalam mulut Elia.


Sekiranya sudah memasuki semua kepala Elia mengoyang-goyangkan dengan semangat.


"Mmmmmmhhh!" Elia bersuara tidak jelas dengan menikmati.


Karena Elia berjongkok di atas kepala Fai dan cairan yang keluar dari lobang kecil viberator depan itu menetes pelan membasahi wajah Fai.


Tangan Fai juga tidak ngangur dia mengoyang-goyangkan alat viberator itu dengan nyaman.


Tentunya Elia juga menikmati.


Melewati masa keritis adik laki-laki Fai menyemburkan cairan itu seutuhnya di dalam mulut indah Elia dan menelan semua sampai habis.


Setelah itu Elia berblik dan memeluk Fai dengan gunung itu menempel erat ke dalam kulit Fai.


Setelah memuaskan Fai, Elia tidur dengan memeluk Fai dengan penuh kasih tapi dia mendengar Fai berkata. "Apakah kamu tidak ingin itunya merasakan adik laki-laki aku?"


Entah kenapa Elia lebih menyukai benda itu yang menancap di ke dua lobang selamanya dan dia tidak seperti kedua wanita Fai yang begitu tergila-gila adik laki-laki sendiri.


Tentunya Fai mengetahui alasan karena Elia mempunyai kepuasan batin yang cukup menyimpang dan Fai tidak melarangnya.

__ADS_1


"Jika kamu ingin maka lepaskan benda ini, akan begitu merepotkan jika ingin memiliki anak." Jawab Elia dia juga merasa tidak nyaman jika Fai meminta adegan normal, namun lobang sendiri rapat, karena Fai berkata seperti itu, mungkin lebih baik di copot.


Setelah mendengarkan apa yang di katakan Elia, Fai akhirnya mencopot kedua benda itu. Ketika benda itu di copot, di mulai bagian depan lobang buaya menyemburkan cairan seperti bendungan begitu deras.


"Ahhh"! Elia menjerit geli.


Setelah itu, Fai mencopot alat bagian belakang. Ketika dia mencopot, ada banyak darah yang menempel di alat veberator itu, bahkan ada kotoran yang bau menyangkut.


Setelah Fai mencopot kedua benda, dia melihat bahwa kedua lobang masih membuka, dengan itu Fai menggunakan bakat pencipta untuk mengembalikan bentuk asli lobang itu.


"Hmmm sekarang kamu normal!" Fai memandang Elia dan dia sudah mencuci otak Elia bahwa kelakuan yang kemarin adalah memalukan.


Setelah Fai mereset Elia menjadi normal, mungkin di masa depan dia mencuci otak Bella. Dia berencana di tahun depan akan mempunyai anak


Setelah membereskan Elia dan sedikit memeluk lebih lama, ahirnya Fai dengan telanjang langung merobek ruang dan itu sudah ada di dalam kamar Bella.


Setelah itu di melihat Bella sedang memandang tubuhnya kususnya di bagian gunung yang seperti semangka itu di cermin perungu kunonya dengan sedikit centil dan mengoyang-goyangkan gunungung itu.


Fai melihat bahwa Bella mengunakan sebuah Bra yang unik. Bra itu dengan tali bwrwarna pink dan bra itu hanya menutupi area put*ng saja dan pemandangan itu sangat indah.


Fai menghampirinya dan berkata seperti ini. "Apkah kamu begitu tergila-gila terhadap gunung kamu yang sekarang?"


Setelah brkata Fai mengusap-usap kepala Bella.


Kemudian tanpa berlama-lama Bella berbalik arah mengehadap Fai yang sedang telanjang dengan itu kedua tangan Bella memegang gunung sendiri, lalu dia menjepitkan adik laki-laki milik Fai di sela-sela gunung milik Bella.


Setelah itu dengan inisiatif Fai mengoyangkan pingangnya. Dengan goyangan itu gunung milik Bella juga mengalami goncangan yang sangat indah.


Akibat goncangan itu air susu di dalamnya ingin tumpah keluar tapi karena put*ng di jepit oleh benda sehinga tidak bisa keluar.


Dari adik laki-laki Fai meludahkan cairan susu putih di semua wajah Bella. Tentu saja ketika menyemprotkan cairan lodah Bella menjulur keluar.


Setelah selesai Bella berdiri dan memamerkan pantatnya.


"Tolong Fai kamu harus memuaskan pantat aku." Bella dengan cabul berkata sambil mengoyang-goyangkan pantatnya.


Fai tidak bertele-tela dia membuka Cd bagian yang menutupi bagian belakang dan tidak melepaskan Cd itu hanya mengeser kesamping sehinga lobang pantat terlihat.


Dengan itu Fai mendesak adik laki-lakinya ke dalam itunya Bella.


Fai menusuk dengan keras.


"Iyah!" Bella mengeluarkan suara kenikmatan.

__ADS_1


Fai seperti biasa langung mengoyangkan pingang nya dengan semangat.


Setelah beberapa jam ahirnya Fai menembakan cairan yang penuh di dalam pantatnya.


Setelah itu dia tidak melepaskan itunya dia mengangkat Bella dengan gaya memalukan dan di perlihatkan di cerimin kuno itu.


Setelah itu Fai menyobek Cd milik Bella sehinga pen*s palsu yang sedikit besar itu terlihat di cermin.


"Lihat kamu adalah Futanari yang paling cantik dan angun." Fai menjelaskan kepada Bella bahwa dia adalah wanita dengan memiliki pen*s yang angun dan cantik.


"Itu karena kamu, kamu yang melakuakan? Apakah kamu tidak ingin memiliki anak." Kata Bella dia canggung.


Setelah menjelaskan begtu banyak Fai sedikit terkejut tapi ketika kata-kata anak di keluarkan Fai tertarik dan berkata. :"Ini bisa di pertimbangkan."


Dengan itu dia mengoyankan pinganya lagi sambil memamerkan Bella di cermin perungu itu.


"Ahh!"


"Iyah!"


Fai menyemburkan lagi sehinga perut Bella penuh dengan cairan milik Fai. Tentu saja Bella juga menembakan cairan dari adik laki-laki palsunya itu hinga membasahi cermin.


Setelah beberapa saat Fai melepaskan itunya dan sehinga dari lobang pantat Bella menyemburkan cairan putih seperti mata air. Dengan itu Fai bawakan Bella ke tempat tidur. Tapi sebelum itu dia mencopot adik laki-laki palsu milik Bella, karena dia akan merubah Bella menjadi wanita seutuhnya tanpa gelar Futanari.


Sekarang tinggal memuaskan Aludra.


Dalam satu malam Fai harus memanjakan ke tiga istrinya itu. Tapi sebelum pergi Fai berkata kepada kepada Bella. "Nah sekarang kamu menjadi wanita lagi, dan bersiap-siap di masa depan untuk mempunyai anak."


Ketika Bella mendengarkan apa kata-kata Fai, tentu saja ini Bella menyukai dan bahagia. Hubungan paling kelimaks adalah hubungan sampai mempunyai anak dan hidup tua bersama. Sehingga Bella berkata. "Aku menunggumu."


Setelah itu Fai berpamit pergi dan merobek ruang.


Rutinitas itu sama seperti sebelumnya Fai memanjakan Aludra dengan sangat mesra dan puas.


Hanya saja Aludra yang dalam ke adaan telanjang dia meminta bahwa dirinya untuk tidur di sini. Fai juga menuruti dia ahirnya tidur dengan Aludra dengan tanpa busana. Tentu saja Fai masih belum melepaskan itunya di pantat Aludra.


Karena Aludra ingin adik laki-laki tidak di ijinkan lepas dari pantatnya hinga ke esokan harinya.


Tentu saja Fai merasa aneh dengan telepati dia membaca ke tiga wanita itu bahwa dia menikmati lewat pantat jika membuat pilihan.


Sehinga Fai merasa aneh apakah cara menyimpang ini sunguh nikmat?


Fai kemudian memejam matanya sambil membelai gunung milik Aludra tapi dia ketika mengingat Elona dia menjadi beitu kesal.

__ADS_1


Apa lagi acara akan di mulai ke esokan harinya sehinga dia tidak berdaya.


__ADS_2