Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Bab 30


__ADS_3

Fai yang terkena tinju berputar-putar di udara itu sambil meluncur dan berhenti menabrak pepohonan.


Fai mencoba berdiri, tetapi tiba-tiba datang sesosok di samping kiri dengan mengayunkan kakinya mengarah kepala Fai.


Fai menghindar dengan menahan tangan kiri.


"Dentang!"


Suara tangan Fai dan kaki Galio bertabrakan.


Setelah Fai menahan mengunakan tangan kiri, kemudia tangan kanan mencoba meraih kaki itu.


Tangan kanan Fai meremas, tangan kiri ikut meremas lalu membuat gaya memutar beberapa kali, kemudian Galio di lempar ke atas.


Fai terbang mengunakan langkah meteor, kemudian menghampiri Galio yang sedang terlempar di atas.


Dengan kombinasi langkah bayangan dan langkah guntur meteor, Fai tiba-tiba sudah di dekat Galio.


"Sikat!"


Fai menendang Galio dari atas dan mengenai perutnya sehinga terlempar ke bawah menukik.


"Bang!"


Galio terjatuh mendarat di tanah, dan tanah itu membentuk cekungan yang luas.


Galio melihat Fai bergegas menyerang lagi, dia cemberut lalu mengayunkan tangannya ke atas menunjuk Fai.


Dan pada saat itu.


"Gemuruh!"


Ketika tangan Galio menunjuk ke atas tiba-tiba tangan itu menyemburkan guntur yang bergemuruh.


Suara gemuruh guntur begitu menggema di langit dan kilatan itu terlihat sampai selusin Kilo.


Tubuh Fai kejang-kejang tak terkendali dan sekali lagi bunyi "Bip" terdengar di benaknya.


"Tubuh kamu terkena guntur, perlawanan tubuh +8."


"Tubuh kamu terkena energi guntur secara terus menerus, perlawanan tubuh terhadap guntur +10."


"Perlawanan guntur +7."


"Perlawanan guntur +10."


"Perlawanan guntur..."


"Hei! Tubuh kamu terkena guntur terus menerus, memicu bakat baru, selamat kamu mendapatkan bakat guntur."


Bunyi "Bip" berdering terus menerus dan masih berlanjut.


"Terkena guntur, bakat guntur naik +6."


"Terkena guntur, bakat guntur naik +9."


"Bakat guntur naik...."


"Hei! Bakat guntur kamu naik menjadi Lv2."


Karena Fai sudah tidak terkena guntur lagi sistemnya tidak membunyikan "Bip" lagi.


Setelah jatuh Fai bangun, lalu Fai memandang Galio dengan sedikit menyringai.


Menepuk pantatnya, Fai membuat sihir monster tumbuhan.


"Mengaum!"


Monster itu mengaum dengan Fai sebagai pusatnya, di antara tubuh-tubuh monster mengeluarkan tumbuhan merambat raksaksa, mencoba menjerat Galio.


"Gemuruh!"


Galio sekali lagi membuat tembakan petir dan mengenai sebelah monster itu sehinga ada sedikit yang hangus.

__ADS_1


Kaki raksaksa itu menendang Galio, tapi Galio menghindar.


walau menghindar tapi dia terkena sapuan angin dan masih terlempar.


"Brengsek!" Galio tidak bisa memarahi mulutnya.


Penampilan Galio sekarang seperti pengemis, tempramen mulianya sudah hilang, dengan baju compang-camping sehinga membuat cangung.


Galio mencoba membuat serangan lagi, dia maju dan terbang bergegas menghampiri Fai.


Fai tidak tingal diam tangan kanannya mengulur ke depan, dia mencoba mengunakan bakat yang dia dapat dari Galio.


Setelah mengulurkan tanganya tiba-tiba menyemburkan listrik.


"Gemuruh!"


Suara guntur itu lebih menglegar.


Ketika tembakan guntur itu bergegas ke arah Galio tiba-tiba panik setengah mati.


"Apakah dia juga kekuatan Guntur?"


Galio tidak sempat memikirkan nya dia langsung terkena serangan guntur itu.


"Menjerit!"


Galio menjerit dengan keras dia terjatuh langsung ke bawah.


"Batuk!"


Galio terbatuk keras dan penampilanya mengerikan. Seluruh kulit itu menderita kebakaran serius, sehinga dia dalam penampilannya seperti monster.


"Mengapa..! mengapa aku tidak bisa mengalahkan bocah itu, jelas-jelas aku sudah Lv15." Mata Galio itu mengerikan sangat tidak mau.


Dengan perajurit Lv13 setidaknya melawan Fai tidak ada dalam kendala.


Tapi...


Bakat Es, Besi, Tumbuhan dan bakat Guntur? apakah dia benar-benar manusia? Apa lagi keterampilan pedang dan tinju itu, semuanya memiliki kekuatan luar biasa.


Tiba-tiba Galio menjadi waspada.


Jika Fai di biarkan tumbuh beberapa waktu lagi, mungkin kekuatan dia akan tumbuh melebihi dirinya.


Galio tiba-tiba membuat taruhan.


Dia mencoba menyerang Fai dengan mengeluarkan kekuatah hinga extrime.


Ahirnya dia melompat lagi, dengan kecepatan sangat cepat.


Fai menjadi serius, tapi masih terkena tinju, sehinga terbang keluar dari atas monster raksaksa itu.


Fai terbang terjatuh, tapi tidak terluka.


Kemudian Galio mencoba mengendalikan guntur, sehinga langit yang cerah dengan beberapa detik mendung dan mengeluarkan Guntur untuk menyerbu Fai.


"Kamu terkena guntur, bakat tubuh guntur kamu +10."


"Kamu terkena guntur, bakat tubuh guntur kamu +30."


"Tubuh guntur +8."


"Tubuh guntur +20."


"Tubuh guntur....."


"Hei! Selamat bakat tubuh guntur kamu di naikan menjadi Lv4."


"Hei!..."


Bunyi "Bip" Sistem berdering di benaknya terus menerus.


"Langsung melompat dari Lv2 langsung ke Lv4? Apakah karena tegangan tingi guntur itu?" Fai tidak bisa bertanya-tanya kepada diri sendiri.

__ADS_1


Tiba-tiba dia mempunyai sebuah ide, jika dia meminum racun atau mandi di larva gunung, apakah memicu bakat baru?


Fai menjadi semangat menantikan hal itu.


Galio melihat Fai bahwa Fai sedang linglung, kemudian dia mencibir bahwa tembakan ini berhasil.


Kemudian dia berkata kepada Fai:Bocah bau apa kah kamu ketakukan? ini akibatnya jika berani meremehkan Resimen aku!"


Fai tersadar dan menatap dengan acuh kemudian berkata memarahi.


"Berisik Anji*g tua bangka! jika kamu mempunyai kekuatan ayo bergegas! jangan berbicara omong kosong!"


Galio melihat Fai memarahinya apa lagi dia mengolok-olok dengan mengangkat jari tengahnya kepada dirinya sehinga dia marah, paru-parunya ingin meledak.


"Brengsek..! Bocah nakal mati kamu!"


Galio tidak bicara omong kosong lagi, langsung bergegas dengan kekuatan Extrime.


"Mencicit!"


Tubuh Galio di selimuti guntur yang mencicit, mungkin ini tembakan terkuatnya kepada Fai.


Fai melihatnya itu tidak ada fukultasi panik karena semua ketrampilan sudah di tingkatkan.


Karena ketika Fai mengunakan ketrampilannya maka sistem membunyikan "Bip" kemahiranya akan meningkat.


Sistem ini hanyalah bunker yang hebat.


Tangan Fai menujuk ke arah Galio dan seketika itu, dari sebuah tangan yang putih mengeluarkan cahaya laser yang menakutkan.


Itu seperti kame-kame ha di dunia Dragon Ball tapi ini empat kali lipat besar dan kekuatanya.


Galio terkena tembakan itu, menjerit putus asa.


walau dia menghindar dengan selamat, tetapi tangan kanannya menghilang.


Galio menjadi cacad tanpa tangan, atifiktas tempur menjadi turu berapa persen.


Galio terjatuh dan tidur terlentang dan dia tertawa, tapi matanya menangis seseolah membohongi.


Resimen yang sudah dia di besarkan apakah akan runtuh di tangan bocah itu.


Galio memikirkan dengan engan.


Fai menghampiri dia, Galio menatap Fai, Fai menatap Galio.


"Ingat di kehidupan lain jika ada renkarnasi,ingat jangan mengeretak orang miskin! dan menjadi orang yang berbelas kasihan."


"Hukum sebab dan akibat itu memang ada, Kamu membunuh orang yang tidak bersalah tak terhitung jumlahnya, maka ini berbalik kepada kamu."


Fai berkata dengan tenang.


kemudian tangan Fai mencekram leher Galio, dia meremas perlahan-lahan sambil tersenyum iblis.


"Kamu..kamu.. benar iblis!"


Itu kata-kata terahir sebelum kematiannya.


"Crack!"


Leher Galio patah dan terlepas, tangan Fai berlumuran darah.


.....


Di sisi kejauhan ada orang yang mengawasi dengan mengunakan Bakat matanya.


Orang itu adalah Clara Clarck.


"Aku merasa melihat pemuda itu sedikit familer?"


"Siapa Itu?


Rasa ingin tahuan membunuh Clara.

__ADS_1


__ADS_2